Manusia Impian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 11 January 2016

“Dengan semua yang aku miliki aku akan tetap menjagamu!” aku berlari menuju monster besar itu, yang sedang memenjarakan gadis yang aku sukai di belakangnya. Aku akan membuatmu membayarnya!

“Ayo bangun, sudah pagi, nanti telat loh… Ayo bangun,”
“Hnn,” aku meraih jam wekerku. Sial lagi-lagi mimpi itu.
“Waaaaa!!!” aku menguap sembari mengambil handuk dan pergi mandi.

[Set waktu: 08.30, Tempat: Sekolah]
Mungkin kalimat itu yang aku jabarkan untuk kalian, aku adalah seorang pelajar dengan cita-cita ‘ingin pensiun jomblo’ tapi mungkin itu hanya mimpi. Buktinya sampai sekarang tetap saja men’jomblo’. Sambil menundukkan kepalaku, aku membuka buku pelajaran, ‘walau jomblo masa depan harus tetep cerah’ itu motto-ku.

“Oy kawan!” seseorang memanggilku kawan.
“Hm,”
“Kenapa kau lesu sekali hari ini?”
“Entah kenapa hidupku seperti ada yang kurang, mungkin segi fisik, nasib, dan gosip,” eh, gosip? Ya, aku juga merupakan pengedar gosip terkenal di sekolah ini. Hahaha.

“Kenapa dengan fisik nasib dan gosipmu?”
“Fisiku lemah, nasibku buruk, dan gosipku,” aku menundukkan kepala lebih bawah, “nganggur,”
“Hahaha ternyata hanya itu,” dia tertawa, suaranya kok seperti mengejekku sih.
[Ting – tong – ting – tong yok kita nonton ondel-ondel… Nyok… Nyok kita-]

Pasti pak kepala sekolah ganti nada masuknya lagi. Huffft menyenangkan juga.
“Semua duduk!” hah! Sejak kapan Pak Husein sampai di depan pintu? Pasti dia ngendap-ngendap di atap kayak ninja lagi. Basi Pak! Pake cara baru dong!
“Zedan! Kamu berpikir yang aneh-aneh tentang Bapak lagi, kan? Ayo ngaku,” celemek! (Alamak dah mainstream bro!) sejak kapan dia bisa membaca pikiran? Pasti itu salah satu jurus ninjanya, “Sudah Zedan! Berhentilah berpikir, nanti otakmu gak sanggup lagi,” seluruh anak di kelas ini tertawa mengejekku. Huuufftt.. sial.

“Hari ini kita kedatangan murid baru,” Pak Husein menatap murid perempuan yang entah kapan muncul (datang) di belakangnya. Kemudian dia memperkenalkan diri.
“Aku Yahiko! Aku muncul di dunia ini dari mimpi Zedan,” aku sweatdrop. Bagaimana mungkin manusia bisa tercipta karena mimpi manusia yang lain, “Pasti kalian tidak percaya tapi aku membawa buktinya kok! Naga ayo ke mari!” dia memanggil seseorang.

Duaaaaaaar!

Bukan! Dia memanggil seekor naga! Oh Tuhanku kenapa ada manusia dalam mimpiku muncul?

Cerpen Karangan: Abdul Muhyi Arrahman
Facebook: Abdul Muhyi Arrahman

Cerpen Manusia Impian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dunia Lain

Oleh:
Namaku dicky, aku hanya seorang bocah yang sangat pemalas, tapi kehidupan malasku akan berakhir, karena aku sedang sekarat. Aku dengan malas berjalan keluar rumah, karena desakan ibuku. “Jangan di

Hysteria

Oleh:
Ayah kau telah berhasil mengubahku sekarang derita adalah bahagiaku dan bahagiaku adalah derita. Terimakasih untuk itu, kau benar selama hidup aku akan selalu mendapat cobaan dan cobaan selalu mendatangkan

Game Mengantarkan Cinta

Oleh:
Saat siang hari aku ingin pergi ke toko game untuk membeli game yang baru rilis, sesampainya di toko game tersebut aku mencari cari game yang seru, aku menemukan satu

Lucky Dream

Oleh:
Awalnya aku mengira ini semua cuma kebetulan, mimpi yang terus bersambung bagaikan cuplikan drama. Berawal dari pertemuan dengan laki-laki yang kusuka, impian indah ini bisa kujadikan kenyataan. “Aduh…” “Kamu

Lemari Ajaib

Oleh:
Nayla baru saja mempunyai kamar baru. Kamarnya bernuansa biru, karena Nayla sangat menyukai warna biru. Dan ia dibelikan ayahnya sebuah lemari berukuran sedang. Saat malam hari, Nayla mendengar suara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *