Masalah Buat Loe?!

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 16 July 2012

Kalau loe tanya teman-teman gue tentang gue, mungkin kebanyakan dari mereka akan menjawab Kiki (nama gue) itu konyol. Karena gue mau nyeritain kekonyolan gue, kalau loe tipe orang yang engga suka orang kayak gue, mending engga usah baca cerpen ini aja deh! Tapi buat loe yang penasaran, engga harus baca sekarang juga kok. Ini khan cerpen, bukan Al-Qur’an yang harus kita baca setiap hari. ?
***
Cerpen ini murni hanya untuk hiburan semata, tanpa konflik, tanpa tokoh antagonis.
Sekali lagi gue ingatkan, kalau loe engga ingin menyesal, mending engga usah diteruskan kegiatan membacanya. ?
***

Hajimemashite. Kiki desu. Douzo yoroshiku.
(Perkenalkan. Saya Kiki. Mohon bantuannya.)
Gaya dikit gapapa donk, secara gue memang fresh graduate program studi Bahasa Jepang. ?
Seperti biasa, kegiatan rutin gue setiap pagi dan yang sedang gue lakukan adalah berenang di dunia maya sambil sarapan secangkir kopi. Membaca berita (berita selebriti dan berita terbaru dari teman-teman di facebook, wkwkwkwkwk).
Teman gue SMP dulu, yang berakun facebook Mi2chaYanGKaKaChaMp3kKaPanPun, lagi update status,
“Klo kya gini caranya, sama aj kamu adu domba aqhuw sama sahabat qhuw.. @#&%$(*^!!!”
Baca kata “adu domba” di statusnya, gue jadi ingat kekonyolan gue saat ulangan harian Bahasa Indonesia di bangku SMP kelas satu dulu. Yang gue ingat cuma soal-soal yang gue jawab dengan jawaban konyol ala gue.
Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Contoh : Sapu …. (tangan)
a. Adu ….
b. Mata ….
c. Keras ….
2. Ada hitam di atas ….
3. Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ….

Mungkin menurut loe soal-soal di atas itu gampang beud, tapi engga begitu menurut gue saat itu.
Soal no. 1
a. Adu ….
Gue dalam hati : Aduh, mampus! Hewan berkaki empat yang mirip kambing itu apa ya namanya? Kenapa gue lupa? Kalau mirip berarti masih saudara, gapapa donk kalau gue menyebut hewan itu kambing juga?
Jawaban gue : Adu kambing
Seharusnya : Adu domba
b. Mata ….
Gue dalam hati : Aduh! Mata apa ya? Kenapa matanya? Oh iya, lagu ?Lirikan matamu mengandung umpan? mungkin bisa membantu.
Jawaban gue : Mata mengandung umpan
Seharusnya : Mata keranjang
c. Keras ….
Gue dalam hati : No idea! *Lol
Jawaban gue : Keras sekali
Seharusnya : Keras kepala
Soal no. 2
Ada hitam di atas ….
Gue dalam hati : Kenapa harus ada item-item segala sih? Di atas pula. Kurang kerjaan banget itu item-item bertengger di atas, di atas pohon atau di atas meja ya? Pantesnya?
Jawaban gue : Ada hitam di atas lemari
Seharusnya : Ada hitam di atas putih (khan?)
Soal no. 3
Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ….
Gue dalam hati : Gue engga bisa renang lagi, trus gue harus jawab apa donk?!
Jawaban gue : Berakit-rakit dahulu, berenang-renang tenggelam
Seharusnya : Berakit-rakit dahulu, berenang-renang kemudian

Alhasil, gue kena cubit guru gue pas pembagian nilai (karena geregetan kali ya baca jawaban gue, hahahaha).
***

“Kriiing… kriiing…”
“Halo..”
“Hai, Ki. Loe dimana sekarang?”
“Di kost. Ada apa, Cinta?”
“Jemput gue sekarang ya! Gue naik angkot dari rumah, sekarang udah sampai di pangkalan ojek pasar. Engga bawa payung nih.”
–Klik–
Teman gue yang satu ini, Achi, baru putus sama pacarnya. Kebiasaan dia yang selalu berdua dengan pacarnya kemanapun dan kapanpun belum bisa dia ubah. Jadilah gue korban, pengganti pacarnya yang harus selalu siap kalau diajak dan diminta kemana-kemana kapanpun. Yah, gue pikir itung-itung bantu teman. So, gue siap-siap jemput dia, teman gue yang super duper baik. Loe pikir gue naik motor untuk menjemput Achi? You know? Gue dan Achi sama-sama engga bisa mengendarai motor. Jadi ya, naik kendaraan tercanggih ciptaan Tuhan, alias jalan kaki. Hihihihihi..

“Alhamdulillah. Makasih ya, Ki. Loe memang my best roommate, Ki.”
“Ya.. Ya.. Yuk, buruan. Dingin nich!”
“Lha payungnya mana, Ki?”
“…….”
Gue jemput Achi pakai mantel transparan kesayangan gue tanpa membawa payung buat dia!
***

“Kriiing…”
“Halo, tante.”
“Hai, Ki. Ini keponakanmu, Arum, pengen liburan ke Semarang. Kalau tante titip Arum, gapapa khan, Nduk?”
“Siap, tante! Kapan berangkat kesini?”
“Lusa, diantar sama om kamu. Kebetulan om kamu ada meeting di Semarang. Kira-kira satu minggu lah Arum disana.”
“Ok, tante!”
***

Keponakan yang satu ini memang lengket banget sama gue. Jadi meskipun engga ada ibunya di Semarang, dia engga bakal rewel, karena ada gue.
Sudah dua hari Arum di Semarang. Sudah dua kali juga gue ajak dia jalan-jalan ke mall dan taman bermain ternama di Semarang. Di hari ke-tiga ini, gue cuma mengajaknya nonton film animasi dan anak-anak di laptop gue. Yang sedang kami tonton Ninja Kids, film anak-anak buatan Jepang. Itu lho, yang pemeran utamanya ninja cilik berkacamata, Rantarou. Dulu waktu gue masih kecil, film ini tayang di TV dalam versi kartun setiap hari minggu.
“Nguuuuuuuuuung…”
“Kak, itu suara orang jual kue putu ya, Kak? Arum mau donk.”
“Bukan, Arum. Itu suara Mak Lampir. Kalau Arum keluar malam-malam begini, terus bertemu Mak Lampir, nanti Arum diculik lho!”
“Yang benar, Kak? Arum takut, Kak.”
“Ya sudah, tidur aja, yuk!”
Right, gue tau kalau bohong itu berdosa, tapi mau bagaimana lagi.
Penjual kue putu lewat,
keponakan ingin beli
Apa boleh buat,
dompet gue sedang tipis sekali
* maksa bikin pantun
***

Satu minggu sudah keponakan gue hidup di Semarang. Sekarang saatnya gue kembalikan ke tanah kelahirannya, Malang. Sekalian pulang kampung ke Banyuwangi, ok juga ide ini!
Perjalanan gue dan keponakan gue dari Semarang ke Malang cukup bikin salah satu aset kesayangan gue tepos alias rata. Bokong gue, perlu treatment khusus untuk mengembalikan kekenyalannya. Tapi perjuangan gue belum berakhir. Gue masih harus melanjutkan perjalanan ke timur seharian. Banyuwangi, kota asal gue, khan berada di Jawa Timur paling timur. Untung saja desa gue bukan desa paling timur di Banyuwangi. Bisa-bisa bokong gue habis di jalan.
?Mendaki gunung, lewati lembah. Sungai mengalir indah ke samudra.?
Akhirnya gue sampai juga di depan rumah. Turun dari becak, bayar, angkat tas ke depan pintu rumah, lalu ketuk pintu.
“Tok.. Tok.. Tok..”
Nyokap gue bukain pintu, “Siapa ya?” dengan wajah tanpa dosa.
Gubrakkkk!!!!!!!!!!!!
Kekonyolan gue selama ini ternyata turunan dari nyokap gue.
Selama di rumah, kegiatan gue tak lain dan tak bukan hanyalah mengasah kekonyolan gue bersama orangtua dan saudara-saudara gue. Hahahahaha
~~~

Apakah Anda merasa terhibur setelah membaca cerpen ini? Atau merasa kriuk-kriuk karena sangking garingnya? Atau ingin berkomentar? Ini cerpen, cerpen gue. Terserah gue mau tulis apa. Masalah Buat Loe?!
Yang mau berkomentar boleh ding.
Hubungi gue, di qqjamil(at)gmail.com ya.. gue tunggu lho!
–END–

Nama Penulis: Ana Rifqi Jamil

Cerpen Masalah Buat Loe?! merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kalung Liontin Merah (Part 1)

Oleh:
“Aku nggak akan menangis. Hal itu hanya dilakukan oleh orang lemah,” ucapku dalam hati. Tapi ternyata pikiranku tak sejalan dengan hatiku yang telah tergores sekian lama. Tersirat banyak luka

Romance Picisan

Oleh:
“Kali ini kita akan mendaki gunung bromo. Karena tiga minggu lagi kita akan mengadakan ujian tengah semester jadi kita tidak bisa mendaki di luar kota” Alvin, ketua siswa pecinta

Tianna Dan Peri Yang Dikutuk

Oleh:
Aku membuka lembar demi lembar album foto yang sudah lama sekali. Album itu berisi foto-foto diriku bersama kedua sahabatku dulu, tapi sekarang mereka berubah, mereka bukan sahabatku lagi. Bulir

Peri dan Penebang Pohon

Oleh:
Di sebuah hutan, terdapat seorang penebang pohon bernama arjit. Sehari-hari dia bekerja untuk menebang pohon, tapi setelah ditebang, arjit menanam tunas pohon yang baru sehingga pohon di hutan tetap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Masalah Buat Loe?!”

  1. Nurvia says:

    Hahahahaha
    ngakak gan..

  2. dhimas says:

    bagus kok klo bisa lebih KONYOL lagi ya…. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *