Me And Hell

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 2 November 2015

Namaku Ann, nama panjang? Nggak usah deh, soalnya nggak terlalu penting.
“Ann!” Suara itu mirip seseorang, Natalie. Ya, itu Natalie.
“Hai, juga.” Aku berusaha untuk tidak terlihat aneh di depan Natalie.
“Kamu aneh hari ini,” Katanya. Usahaku gagal total, aku memang tidak pandai menyembunyikan sesuatu.

“Iya. Aku bingung. Ini itu di mana ya?” Tanyaku. Aku harus bersikap biasa -sopan maksudku, untuk berbicara di depan senior.
“Ini di Gereja St. Yokobus.” Katanya pendek.
“Oh! Gereja! Ini!” Seruku. Aduh, aku lebay banget.
“Uh.. Hai, Anny.” Seseorang, tepatnya, sahabat karibku, Viola.
“Hai juga!” Sikapku pasti berubah kalau bersama Viola.
“Apa itu di tanganmu?” Tanyaku curiga.
“Laba-laba..” Katanya, lalu menunjukkan laba-labanya.
“Gyaaa!!!” Jeritku.

Aku paling takut sama laba-laba, aku langsung berlari tanpa mengetahui arah, karena aku baru 2 kali ke sini.
“Loh, ini di mana?” Aku bertanya kepada diriku sendiri. Tempatnya serem banget. Tiba-tiba seorang laki-laki, yang menurutku ganteng, datang.
“Kamu tersesat?” Tanyanya.
“Iya,” Jawabku, “Kamu tahu jalan ke Gereja?” Cowok itu menganguk.

Cowok itu mengajak ke kampung, katanya harus lewat situ. Tiba-tiba aku bertemu dengan anak kecil, pakai kerudung, sepertinya ia muslim.
“Kalau mau ke Gereja harus naik gunung.” Jelasnya. Aku langsung tercekat.
“Ka.. Lau nggak naik gunung gimana?” Tanyaku.
“Butuh 1 tahun buat sampai..” Jelas anak itu lagi. Anak itu mengarahkanku ke gunung yang dimaksud. Aku melihat ke arah cowok tadi.
“Ayo, ke sana.” Ajakku kepada cowok itu.
“Nggak! Aku.. Nggak mau! Aku nggak berani. 1.000 orang yang naik dan turun gunung itu bakal mati!” Jelasnya, tiba-tiba..

Guk! Guk! Guk! Woof!

“Ah! Ada anjing lucu. Di sini dingin sekali, kamu pasti dingin.” Aku segera melepaskan mantel yang ku pakai. Tiba-tiba anjing itu mau mengantarkanku jalan naik gunung itu. Cowok itu akhirnya ikut juga. Gunungnya, ternyata sangat menyeramkan. Liar. Bulu kudukku merinding seketika. Tiba-tiba seorang Nenek-nenek berbaju ungu menghampiri kami.
“Kalau kamu nggak bisa sampai Gereja setelah ayam jantan berkokok, perjalananmu akan berhenti..” Aku shock.
“I.. ya nek,” Jawabku. Aku segera melanjutkan perjalananku.

“Gelap banget jalannya,” Kata cowok ganteng itu. Aku mengangguk. Jalannya sangat gelap.
“Kalau mau motong jalan harus gali lubang masuk ke perut gunung.” Jelasnya lagi. Aku menatapnya.
“Ayo!” Kataku.

Aku segera menggali lubang dan ke luar dari perut gunung. Di perjalanan, aku selalu bertanya dalam hati, ini di mana? Jangan-jangan ini di Neraka! Tiba-tiba, Nenek berbaju ungu itu menghampiriku lagi.
“Cepatlah, nak. Waktumu hanya 1 jam lagi. Jika tidak, perjalananmu akan terhenti dan kamu akan mati..” Katanya, menyeramkan. Aku panik. Lalu, aku melihat berlian-berlian.
“Ambilah, jika kamu mengambil berlian yang salah, kamu akan mati.” Jelas Nenek berbaju ungu itu lagi.
Lalu aku mengambil berlian bewarna putih dan biru. Aku diam. Waktu tinggal 30 menit lagi. Aku pasti mati.

Tiba-tiba, secarik kertas mendarat ke wajahku. Peta! Di sana ada letak-letak gunung dan jalan ke luar. Aku senang, tapi seketika wajahku pucat pasi. Ternyata aku masih di titik 8! Tunggu, ku jelaskan dulu. Ada 30 titik di gunung ini -kata petanya-, aku baru sampai titik 8! Masih ada 22 titik lagi! Apalagi kalau kita salah langkah, kita bakal jatuh jauh dari gunung itu.

Perjalanan ini terasa lama banget, susah dilihat jalannya.
“Cepatlah, nak! Waktumu tinggal 10 menit lagi” Kata Nenek berbaju ungu itu. OMG!
Bener, aku cape, aku udah lemas, sebenernya. Tapi.. Kalau aku istirahat, waktu akan tetap jalan dan nggak mungkin aku berhenti jadi aku harus lari. Cowok itu dan anjing sudah cape juga.. dari mukanya.

Setelah itu, aku sudah sampai di titik 19. Tinggal 1 lagi. Tapi, aku udah lemes banget. Tapi waktunya tinggal 4 menit. Jarak titik 19 dan titik 20 itu jauh banget. Aku lari, terus, seperti meluncur gitu. Sebentar lagi aku tiba di titik 20. Aku sama cowok dan anjing itu lari terus, gunung itu sudah mau meledak. Aku sampai ke tempat di mana harus susun batu ke tempat yang benar, dan, aku benar! Padahal aku cuma ngasal, soalnya nggak pernah lihat susunan yang bener.

Akhirnya aku ke luar! Setelah ke luar, aku kotor banget. Aku diam aja, aku takut banget. Tiba-tiba aku melihat .. Viola sedih.
“Kenapa, Vi?” Tanyaku.
“Hah! Kok kamu di sini? Kan kamu udah mati..” Jerit Viola. Aku diam.
Terus aku bilang, “Siapa yang mati, aku hidup!” Seruku.

“Bangun! Telat loh nanti!” Suara Mom terdengar.
“Loh, cuma mimpi?”

The End

Cerpen Karangan: Bianca Rachela N
Hai, namaku Bianca! Cerpen ini aku dapat dari mimpi temanku namanya Megumi. Thanks to read! Arigatou gozamase!

Cerpen Me And Hell merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Psycho

Oleh:
Ini cerita paling keren sekaligus paling mematikan selama hidupku. Aku berjalan sendiri ke negeri terasing untuk menjalankan misi yang ‘lumayan’ berbahaya. Namaku Silena. Aku hidup sendiri disini, Kansas. Ayahku?

Pesan Dari Bunda

Oleh:
“Ayah, ayok kita naik gajah bledug!” Kata Ara bersemangat. “Tapi Ara harus cium dulu pipi ayah,” balas suamiku menggoda anak kami satu-satunya. Tanpa berpikir panjang, Ara pun menuruti kemauan

Picture of Earth

Oleh:
Pohon-pohon menjulang tinggi ke atas langit, bunga bunga bermekaran dengan dikerubungi oleh lebah maupun kupu-kupu, lautan membentang luas, sungai sungai yang dipenuhi makhluk air, gunung maupun bukit berdiri dengan

Sartini

Oleh:
Langit telah tertutup manis dengan bingkai hitam. Hawa dingin menyeruak menusuk tulang melalui pori-pori kulit. Sesekali pohon-pohon di remang-remang desa kecil menari dengan halus ditampar oleh angin. Sayup tembang

Sebuah Kata Untuk Riyanti

Oleh:
kenapa tidak ada yang tahu, apa yang terjadi pada diri wawan? Siang ini, matahari menunjukkan wujudnya bulat-bulat dan membuat sekujur tubuh wawan basah kuyup oleh keringat. Wawan tertunduk lemah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *