Melawan Lucifer

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 23 January 2017

Sering kita melihat ilustrasi makhluk Tuhan yang dikisahkan membangkang terhadap perintah-Nya, yaitu bertanduk, bertubuh merah, bertaring atau apapun itu yang menyeramkan. Dia telah menunjukkan wujud aslinya. Semua orang bisa melihatnya, dia sangat tampan, berkharisma, dan elegan. Banyak wanita yang jatuh hati padanya.
Dia datang dengan teror dengan kekuatannya. Dia dapat menggerakkan benda jarak jauh, kebal senjata api maupun senjata tajam, bisa mengatur cuaca, dan mendatangkan emas. Hal itu membuatnya disembah. Akan tetapi, bukan menjadi sesembahanlah tujuan dia menampakkan diri. Dia mendapat takdir bahwa akan ada seseorang yang bisa membunuhnya. Waktu yang ditangguhkan akan segera datang.
Dia pun menjadikan orang yang menyembahnya menjadi tentaranya. Sedangkan orang yang melawannya banyak diantaranya yang dijadikan budak.

Di suatu tempat, “Tok… tok… tok…” ada seorang yang mengetuk rumah Vera seorang wanita cantik. Dia pun membukakan pintu.
“Mbak Vera tinggal di sini, Mbak?” kata seorang pria tua yang membawa benda berbentuk kotak memanjang dibungkus kertas minyak.
“Saya Vera. Ada apa ya?” jawab Vera.
“Bisa berbicara sebentar. Saya Naryo.” Pria tua tersebut mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Vera pun bersalaman dengannya. “Ya silahkan masuk.”
Mereka pun duduk di ruang tamu. “Saya hanya seorang pengrajin pedang. Dulu saya mendapatkan wahyu bahwa akan ada seorang wanita yang berhasil menusuk Lucifer. Wajahnya di wahyu tersebut mirip dengan anda. Wahyu tersebut memberitahu nama anda kepada saya sekaligus menuntun saya kemari.”
Vera seakan tidak percaya apa yang didengarnya. Kemudian pria itu menyodorkan barang bawaannya tadi, “Ini untuk anda. Bukalah”
Vera membukanya di depan Pak Naryo. Ternyata isinya berupa pedang. Vera sendiri mahir dalam menggunakan pedang dan senjata api. Dengan kemampuannya tersebut dia aktif berperang bersama tentara pembabasan untuk melawan tentara Lucifer.
“Saya hanya bisa membuat pedang seperti itu sekali seumur hidup. Saya membuatnya berdasarkan wahyu yang yang diperlihatkan kepada saya. Ini pedang spesial. Saya sama sekali tidak meminta imbalan untuk itu, cukup hentikan Lucifer. Saya percaya anda bisa.”
Vera pun berterima kasih untuk itu dan menerima pedang tersebut.

Selanjutnya peperangan tentara pembebasan dengan tentara Lucifer terjadi dimana-mana. Selain dengan senjata api, peperangan juga menggunakan pedang. Tentara pembebasan pun mulai menunjukkan hasil yang positif terutama yang dipimpin Vera. Orang-orang menyebut Vera sebagai Ratu Cahaya. Para budak Lucifer pun dibebaskan dan diantaranya beragabung dengan tentara pembebasan.

Banyak keajaiban yang terjadi pada tentara Vera Sang Ratu Cahaya. Mereka bisa menang walaupun melawan tentara yang dua kali lebih banyak dari mereka. Ketika musuh mendekati Vera mereka seolah tertahan tak bisa mendekat, Vera pun membabat mereka. Selain itu, teriakan Vera ketika bertempur menambah semangat pasukan yang dipimpinnya. Lucifer pun jengkel dan memilih turun tangan untuk menghadapi Vera.

Dalam sebuah pertempuran dimana pasukan pembebasan kalah jumlah dan entah mengapa pasukan Lucifer dibuat kocar-kacir. Lucifer tahu penyebabnya, dia melihat pasukan malaikat yang tak bisa dilihat manusia biasa membantu tentara pembebasan.
“Inilah aku… Lucifer” Lucifer yang melayang di atas dengan sepasang sayap putihnya. Seorang mantan malaikat. Mantan pemimpin pasukan Tuhan. Kharismanya luar biasa. “Inikah sang Ratu Cahaya”. Lucifer mencoba membuat Vera terpental dengan telekinesisnya tapi itu tidak berhasil.

Tiba-tiba dua orang lelaki bersayap muncul di kanan dan di kiri Vera. Yang di kanan Vera berkata, “Tidak akan berhasil jika dilakukan pada seorang malaikat. Vera telah diangkat menjadi malaikat.”
“Oh Jibril, Mikail. Kalian akan mencoba melawanku? Lihatlah aku akan membuat semua manusia tunduk kepadaku.”
“Vera, kamu bisa terbang hanya sayapnya tidak terlihat. Niatkan saja.” kata Mikail kepada Vera.

Vera berniat untuk melayang dan berhasil. Tiba-tiba dia meluncur ke arah Lucifer berhasil menangkisnya dan membuat Vera terpental. Vera lalu menembakkan senjata apinya, tepat ke sasaran, tetapi tidak ada pengaruhnya untuk Lucifer yang kemudian hanya tertawa.

Jibril dan Mikail dengan pedang di tangan masing-masing menyerang Lucifer dari dua arah. Lucifer bisa meladeninya dengan pedang. Di udara pun tampak pertarungan sengit. Pasukan Lucifer semangat melihat tuannya begitu kuat. Vera ikut menyerang dengan pedangnya. Dia berhasil melukai tangan Lucifer. Lucifer marah dan membuat Jibril dan Mikail terpental jauh. “Pedang apa itu?” kata Lucifer marah yang sangat marah dan matanya nampak merah.
Lucifer menyerang Vera dan terjadilah adu pedang. Vera pun berhasil menusuk dada Lucifer di dada kanannya. Lucifer pun melemah dan ambruk. Vera berdiri di samping Lucifer.
“Aku memiliki banyak keturunan dan pasukan yang akan membuat kalian berpaling dari Tuhan. Lihatlah kalian nanti akan bersedih hati walaupun sudah banyak berbuat.”

Vera tidak mempedulikan kata-kata Lucifer dan dengan dingin menusuk jantung Lucifer dengan pedangnya. Inilah kematian Lucifer. Kemudian tentara pembebasan sedikit demi sedikit memberantas pasukan yang dibangun Lucifer.
Setelah peperangan demi peperangan yang dimenangkan pasukan pembebasan, para manusia kembali menata kehidupan mereka dan menjalankan peranan mereka untuk merawat bumi. Dari tempat yang tidak dilihat pasukan Lucifer yang tersisa terus mengawasi hal tersebut sambil membuat agenda untuk menguasai bumi di bawah mereka.

Cerpen Karangan: Afif Ahmad Hidayat
Facebook: www.facebook.com/afifahmad.hidayat

Cerpen Melawan Lucifer merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hari Terakhir Di Atlantis

Oleh:
Ia menyebut namanya Litos kependekan dari Merlitos. Satu-satunya korban bencana sekaligus saksi hidup yang berhasil hanyut sampai ke Yunani. Aku mendengar kabar mengenai dirinya dari seorang senior seprofesiku. Sambil

The Guardian Weather and Little Girl

Oleh:
Samar-samar dari kejauhan terlihat ada sorang anak perempuan sedang menghampiriku dan teman-temanku. Kelihatannya anak perempuan itu bingung sekali saat tepat brada di depan kami. Entah apa yang dipikirkannya waktu

Sang Blackfire dan Putri Salju

Oleh:
Di suatu kerajaan yang bernama kerajaan Damas terdapat sebuah peraturan dimana putri kerajaan harus menikah dengan saudara laki-lakinya. Sehingga hanya keturunan rajalah yang bisa berkuasa dan mengatur semua pemerintahan.

Andai Tahu Jawabnya

Oleh:
Keanehan ini berawal dari kegelapan sunyi malam hari yang mendatangkan dingin sampai menusuk kulit hingga ke tulang. Dan diiringi guyuran air mata langit yang senantiasa menemani kesendirianku di bumi

Suamiku Palsu

Oleh:
“Eni..!! cukup!! Tak sepantasnya kamu mengucapkan semua itu pada ayahmu!!” bentak mira pada anaknya dengan nada bergetar. Seperti ada perang batin di hatinya, ia tak tega melihat eni disiksa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *