Memecahkan Misteri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 20 October 2013

Ada seorang murid baru di kelasku. Ia tampak cantik dan anggun karena rambut panjang dan kulit putihnya. Bu Rara memperkenalkannya ke semua muridnya. “Namanya Lala Nelvika. Ia anak pemalu. Ibu mohon kalian mau menjadi temannya.” jelas Bu Rara.

Suasana kelasku tak berubah. Tetap saja ada yang mengantuk, mencoret buku dan mengobrol. Aku mulai berbicara ke Rivin, teman di sampingku.
“Vin, kira-kira Lanel duduk dimana ya?” tanyaku. Rivin tampak bingung dengan pertanyaanku, karena aku menyingkat nama Lala menjadi Lanel. “Eh.. Lanel siapa?” Rivin malah balik bertanya. Aku malas menjawab pertanyaan Rivin. “Lanel…? Oh, aku gak tahu..” jawab Rivin. Aku kaget dan bertanya lagi, “Emang kau–”
“Kalian yang disana!! Rivin dan Vlari!! apa yang kalian bicarakan?” tanya Bu Rara. Aku dan Rivin hanya tertunduk. Ternyata Lanel duduk di samping Wilma.

Waktu istirahat telah tiba…
“Hai, Lanel! kita ke kantin yuk!” ajakku. Lanel mengangguk sambil malu-malu. “Siapa Lanel?” tanya Ryan. Ia murid laki-laki yang pandai mengutak-atik komputer. “Ya.. Lala Nelvika. Aku singkat supaya tidak kepanjangan.” jawabku singkat. Lanel tertawa kecil mengetahui namanya kusingkat seperti itu.

Saat di kantin…
“Nel, kamu berani melawan juru masak kelas kita tidak?” tanyaku. Lanel bingung dan terdiam. “Masak a-apa? melawan siapa?” tanya Lanel. Aku menunjuk ke arah Rivin. “Masak… terserah kamu, yang penting enak..” jawabku.

5 menit kemudian pertandingan memasak sudah dimulai. Aku dan 3 orang temanku berdecak kagum. Bukan kepada Rivin tapi ke Lanel. Dengan cekatan ia mengambil bahan-bahannya untuk membuat kue. Sementara Rivin memasak makanan kebanggaannya, puding susu.
“Baiklah waktu tinggal 10 menit!” teriak kakak kelas kami, Kak Gina. Tadi dia melihat sekilas pertandingan memasak ini lalu tertarik untuk melihatnya terus. 10 menit kemudian… kue Lanel sudah jadi, juga puding Rivin. Aku, Ryan, Kak Gina dan Andi mencicipi masakan mereka berdua.
“Baik.. kita mulai dari Rivin.” ucap Ryan. Kami mulai mencicipi puding susu Rivin. “Rasanya… aku sudah sering memakannya, jadi lumayan…” ucapku. Aku mulai memakan kue Lanel. Heemmmm… ruhku seperti melayang-layang karena saking enaknya kue Lanel. Ryan, Andi dan Kak Gina juga sama sepertiku. Maka sudah jelas pemenangnya Lanel. Kasihan Rivin, ia akan menangis 7 hari 7 malam karena pudingnya kalah. Waktu istirahat telah usai…

“Yeee…!” teriak seluruh murid. Ternyata pelajaran setelah istirahat diliburkan. Tentu saja kami senang, karena hari ini hari Rabu, hari pelajaran sejarah. Pelajaran sejarah setelah istirahat. (jangan ditiru, ya.) Aku mengajak Lanel melawan semua anak pandai di kelasku. Dari yang pandai komputer, berpuisi, pidato, dan lain-lain. Aku tercengang karena semuanya kalah melawan Lanel.

“Sampai jumpa, Vlari!” ucap Lanel. Aku melambaikan tanganku. Tiba-tiba, keempat sahabatku datang. Rivin, Ryan, Fani, dan Andi mulai mengajakku ke kelas. Disana kami melakukan sebuah diskusi.
“Ada apa? Wajah kalian tampak curiga.” tanyaku. Fani mengeluarkan secarik kertas tentang Lanel yang dibuangnya ke tempat sampah. “Ih… kamu jorok Fin!” ucap Rivin. Fina tak mendengarkan ucapan Rivin. “Perhatikan!” ucap Fina. Kami mulai memperhatikan. “I-ini… nama dia Lala Nelvika. Tapi disini tertulis Merobo.” ucapku. Fina mengangguk lalu mengeluarkan dua buah baterai ukuran besar kepada kami. “Ini aku temukan dari tas Lanel. Lalu, apakah kalian tidak bingung karena Lanel yang dapat mengalahkan Rivin, Ryan dan yang lain?” tanya Fina. Kami serempak menganggkuk. Tiba-tiba Ryan mengusulkan sebuah ide. “Bagaimana kalau kita periksa meja Lanel dan Wilma?” usul Ryan.

Andi memeriksa meja Lanel. Dia menemukan sesuatu. “Apa yang kau temukan, Ndi?” tanyaku. Andi perlahan-lahan mengeluarkan benda itu. Ternyata benda itu sebuah kotak. Rivin membuka kotak itu. “A-apa ini?” tanyaku. Isinya sebuah antena panjang. Kami mulai bertanya-tanya.
Apa yang dilakukan Lanel dengan antena dan baterai? lalu apa hubungannya dengan nama Merobo?

Cerpen Karangan: Qonita Almaahi
Blog: http://gohelchi.blogspot.com
Berusaha menjadi penulis yang hebat…

Cerpen Memecahkan Misteri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lelaki Misteri di Tepi Telaga Dewi

Oleh:
Siapakah yang punya pengalaman misteri di puncak Gunung Singgalang? Sepertinya mungkin baru aku, atau ada beberapa di antara para pendaki yang pernah mendengar, melihat, atau bahkan berjumpa sesosok lelaki

MyCerpen 5: Mampir Kerumah Vampire

Oleh:
Aku dan ayahku baru saja pulang dari pemakaman saat itu. Beberapa saat handphoneku mengeluarkan bunyi, dan ada nama dia berusaha memanggilku. Langsung saja kutekan tombol jawab. “Haloo… Dev?” sapaku

Ladies In The Bathroom

Oleh:
Malam ini aku dan 4 orang temanku pergi menyelinap ke sekolahku. Aku masuk ke sekolah ini sendiri dengan cara memanjat dinding yang berada di bagian belakang sekolah yang langsung

I’m Death and He’s My Soulmate

Oleh:
Aku dan DIA bagaikan kucing dan tikus, apa mau dikata dialah yang mengharap semua ini terjadi. Sejak kejadian setelah malam itu kita seakan-akan seperti tak mengenal satu sama lain.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Memecahkan Misteri”

  1. janeth collin says:

    Yahhhhhhhhhhh kok cerpennnya gak di lanjutin sih?????? Jadi penasaran nih!!!!

  2. janeth collin salvadore says:

    Ceritanya bagusssss

  3. aulia says:

    Kayaknya si Lanel itu robot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *