Menari Dalam Gelap

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 16 August 2016

Gelap, serasa bermimpi. Membuka mata seakan menjalani hari yang hampa. Perlahan membuka mata sambil menembak apa yang telah kulakukan. Setelahku membuka mata ada wanita anggun dengan hijabnya yang sederhana di hadapanku sambil tersenyum. Terjekut “Siapa wanita ini?” Jawabku dalam hati. Saat melihatnya aku pun terpaku terdiam karena melihat keanggunannya yang mempesona. Ia memegang tanganku sambil berkata “Ayuk, sudah siap berpetualang?”, dengan gagapnya aku menjawabnya “Sudah”. Kami berjalan ke depan tanpa melihat sisi kanan dan sisi kiri, Karena saat itu aku bingung mengapa aku ada disini dan siapa wanita ini?.

Tibalah di suatu tempat yang belum pernah aku kunjungi. Di tempat tersebut ku melihat taman bermain yang luas seperti yang ada di mimpi, taman itu begitu indah dengan bunga-bunga yang subur dan anak-anak yang bermain dengan orangtua mereka. Di taman itu sama dengan taman yang lain, ada tanaman bunga, permainan anak-anak, alat-alat olahraga dan kolam air pancurnya. Taman itu tampak indah, bersih dan terawat.
Wanita itu berkata “Kenapa terdiam? Belum pernah kesini?”, aku menjawab “belum, tempat apa ini? Indah sekali tanamannya”. Ia tersenyum melihatku. Lalu aku bertanya padanya “Siapa namamu?”, ia menjawab “nanti kamu mengetahuinya saat sadar siapa aku”. Sambil melamun aku mengikutin ajakannya. Kami berdua berjalan mencari tempat duduk, melangkahkan kaki sambil memilih tempat duduk. Terpilihlah dengan sendirinya tempat duduk. Saat kami duduk di tempat yang kami pilih dengan sendirinya, kami berbincang selayak orang-orang biasanya tanpa mengenal satu sama lain. Dalam perbicaraan kami berdua, aku dengan sadar menikmatin wajah anggunnya serasa ada di dalam mimpi. Ia anggun sekali, kulitnya putih, dengan baju yang muslim yang sederhana tapi indah dipandang.

Hingga suatu waktu aku berpikir siapa wanita ini? Mengapa ia dengan akrabnya mengajakku kesini. Aku memandangnya, keanggunannya begitu mempesona. Seperti ini wanita yang kuinginkan ya Tuhan. Aku merasa nyaman. Entah mengapa wanita itu menghilang saat aku mengedipkan mata, aku terkejut. Kemana wanita tadi, Aku mencarinya kesana kemari, terus mencarinya sampai aku tak tahu aku sudah ada dimana. Ia menghilang dengan kedipan mata, heran bertanya-tanya, Mengapa begini? Apa yang terjadi?. Bertanya dengan orang-orang asing yang ada disana, apakah mereka ada yang melihat wanita anggun berhijab, mereka satu pun tak melihatnya. Aku mulai kebingungan mencarinya. Harus kemana lagi?, sampai lelahku aku berhenti di suatu tempat dan duduk sambil berpikir “kemana wanita itu?”, kok bisa menghilang. Dengan sendirinya terlintas di benakku apa aku pulang saja? tapi aku kan tak tahu arah jalan pulang. Aku mencarinya saja sampai ketemu?, aku tak tahu harus mencari kemana lagi. Aku kebingungan.

Tiba-tiba ada orang yang ada suara bertanya dari arah belakangku, “Maaf mas, ini dimana ya? Ini di tempat apa? saya kesasar” Pria itu berkata. Aku menjawab “Maaf mas, saya pun tak tahu ada dimana? Saya juga sama dengan mas, tak tahu ada dimana”. Pria tersebut tersenyum sambil berkata “jadi mengapa mas ada disini?”, jawabku “saya tadi diajak oleh teman wanita saya kesini mas”. Berpikir senasib, pria itu bicara “iya sudah mas, ayuk kita tanyakan kepada orang-orang yang ada di sekitar sini, mungkin mereka tau kita ada dimana”. “ayuk” jawabku.

Berjalanlah kami mencari orang untuk ditanyakan, terlihatlah kami kepada seorang pria yang duduk sambil menghisap rok*knya. Pertanyaannya sama yang ditanyakan denganku tadi. Sambil pria yang bersamaku bertanya aku melihat kiri kanan kebingungan. Sama, dengan kedipan mata pria itu yang menghisap rok*knya menghilang. Kulihat kiri, pria yang bersamaku pun menghilang juga. Aku terkejut, kemana mereka? Kok menghilang?. Aku mulai merasa aneh, kemana orang-orang tadi. Tak berpikir panjang aku lari dari tempat itu, aku berlari terus, terus sampai nafasku sesak dan kaki lelah. Aku beristirahat di bangku, “kemana orang-orang tadi? Kok menghilang, sama seperti wanita tadi. Apa mereka hantu?”. Menoleh ke atas dan berkata “ada dimana aku Tuhan?”.

Tak beberapa lama nafasku pun kembali seperti biasa, dengan lemasnya aku mulai berdiri untuk berjalan yang tak tahu harus kemana aku menglangkah. Saat aku mulai berdiri memandang ke bawah tiba-tiba wanita ada di hadapanku. Aku terkejut, ini wanita yang tadi. Dengan kesalnya aku bertanya “Kemana kamu tadi? Kok menghilang? Siapa kamu sebenarnya?! Kamu hantu?!” dengan nada tinggi. Wanita itu tersenyum, “sudah tak usah marah-marah” jawab wanita itu sambil tersenyum, “ayuk ikut aku?” jawabnya lagi, aku menolaknya. Ia tersenyum lagi, aku mulai heran, kenapa wanita ini?. “tak usah takut, aku tak akan kemana-kemana lagi” dengan lembutnya wanita itu berkata. “mau kemana? Aku mau pulang saja, aku sudah lelah mencarimu tadi” jawabku dengan lemasnya tubuh ini. Ia memegang tanganku dan berkata “kita ke taman mimpi”, expresi heran jawab dalam hati “ke taman mimpi?” gila atau gimana wanita ini. “Siap itu kita pulang” kata wanita itu, aku pun mau.

Sama dengan yang pertama, dengan kedipan mata aku sudah berada di taman yang lebih indah lagi. Untuk ini aku malas terkejut, karena dalam hati “cepatlah pulang, sudah lelah sekali tubuhku ini”. Wanita itu berkata “gimana tamannya? Lebih lagi bukan?”, dengan malasnya aku menjawab “iya”. Wanita itu menghadapku, melihat mataku dan berkata “coba rasakan jauh dari lubuk hatimu siapa aku?”. Aku melihatnya dengan expresi heran sambil bertanya dalam hati “siapa wanita ini”. “Nanti kalau sudah sadar, gambar aku siapa” jawabnya. Aku heran, apa maksudnya?. Dengan nafas yang sesak, tiba-tiba aku sudah melihat ke atas atap dan terkejut tempat apalagi ini?. Kulihat kiri ada lemari baju, kulihat kanan dinding rumah. Ternyata aku sudah di kamar tidurku, ternyata aku cuman bermimpi.
Tapi aku berpikir, siapa wanita itu?

Cerpen Karangan: Yusri Pradpta
Facebook: Yusri Pradipta Masiverss

Cerpen Menari Dalam Gelap merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pria Di Bawah Hujan

Oleh:
‘Sret’ ‘sret’ suara langkah kaki itu begitu jelas dan nyata jelas bukan ilusi atau lainnya. Ini entah keberapa kalinya aku lagi-lagi mengintip lewat jendela kamarku, penasaran pada seorang pria

Perdamaian Untuk Pedalaman (Part 1)

Oleh:
Satu malam yang basah, dingin dan sepi, sekelompok pemuda berjalan menyusuri jalanan tanah yang becek dan licin. Pemuda-pemuda itu terdiri dari Alex, Rony, Sandra dan Nadia. Mereka berempat masing-masing

Rumah Tua Itu (Part 2)

Oleh:
Aku kembali berjalan ke arah koridor yang aku lewati tadi berharap bertemu dengan Danu. Namun hasilnya nihil, aku tidak bisa menemukannya. Aku terlalu serius mencarinnya sehingga tidak menyadari seseorang

Janji

Oleh:
Suara embusan angin sepoi terdengar, mengalun syahdu bersama melodi klasik yang diputar. Mataku terpejam sesaat, menikmatinya tenang. Pelan-pelan, cahaya senja masuk melalui jendela kayu yang engselnya bergerak, nyaris terbuka

Serangan Zombie

Oleh:
Hari ini ada yang lain dengan orangtuaku. Kalian tau? Sejak kemarin wajah mereka terlihat aneh. Pandangan mereka sangat kosong. Kulit mereka penuh dengan luka di tangan, wajah, dan kaki.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Menari Dalam Gelap”

  1. Linda says:

    Suka banget sama cerpennya, bagus
    Jadi pengen ada lanjutannya hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *