Mimpi Buruk


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 3 December 2012

Carrine dengan wujud virtual sendirian di tempat yang entah apa namanya. dia merasa sedikit takut ketika kabut tebal mengelilinginya. kemudian Carrine melihat sesosok wanita yang sekarat. ketika didekatinya, Carrine sadar bahwa wanita itu adalah ibunya sendiri yang bernama Caroline Franz Hopper yang sering dikenal dengan Caroline Hopper.

“ibu…” kata Carrine yang mencoba menyentuhnya. dan seketika ibunya menghilang diiringi hembusan kabut. Carrine terdiam. dia menyesal karena tak dapat menyentuh bahkan memeluk ibunya yang sudah lama tak dilihatnya karena ibunya diculik. kemudian Carrine mendengar sebuah alunan musik piano. ketika ia mencari sambil menoleh ke kanan dan kiri, akhirnya dia bertemu seorang pria sedang bermain piano.

Carrine mendekati pria tersebut. betapa terkejutnya dia ketika pria tersebut adalah ayahnya sendiri yang bernama Mike Schaeffer yang dikenal dengan nama Mack Hopper. akhirnya Carrine berlari mendekati ayahnya karena dia takut akan kehilangan ayahnya seperti dia kehilangan ibunya barusan. ketika dia dan ayahnya sangat dekat, Carrine mencoba menyentuh ayahnya. betapa kagetnya Carrine ketika dia menyadari bahwa jari-jemarinya sudah menyentuh ayahnya. seketika Carrine memeluk ayahnya. dia pun juga dapat memeluk ayahnya. air mata mulai berderai dari matanya. “ayah, aku merindukanmu…” kata Carrine terisak.

Ayahnya hanya diam dan terus saja memaikan piano seakan-akan Carrine tak ada di dekatnya. Carrine juga diam dan terus saja memeluk ayahnya sekuat mungkin. tiba-tiba ayahnya menghilang bagaikan benang-benang yang beterbangan di dalam kegelapan. Carrine mulai ketakutan ketika dia di dalam sebuah tempat yang gelap gulita. di kegelapan itu ada sebuah cahaya kecil. Carrine mencoba mendekati cahaya kecil itu. kemudian dia merasa seolah-olah masuk ke dalam cahaya itu. di dalamnya dia bertemu Willson, temannya yang mungkin Carrine anggap pacarnya seperti ketika dia bertemu untuk pertama kalinya di antara dunia virtual dan nyata.

Carrine hanya terdiam. sebenarnya dia ingin mendekatinya, tapi dengan kejadian ibu dan ayahnya tadi, dia tak ingin Willson juga menghilang. Willson pun mendekati Carrine yang terdiam bagaikan patung. dan seketika Willson dikelilingi oleh benda asing dan menghilang. Carrine terbangun dari tidurnya lalu berteriak “AAAAAaaaaa!!!!!!!!!!!”. Carrine memegang kepalanya yang terasa sakit karena mimpi buruk itu. kemudian dia melirik ke arah jam “04.00″ itu yang ditunjukkan jam pada Carrine.

Keringat bercucuran di wajah dan tubuhnya sekalipun. Carrine menenangkan dirinya lalu terdengar suara “tok, tok, tok.” dari balik pintu. “hah, siapa itu?” kata Carrine yang terlihat sedang mencoba kembali tidur. “ini aku, Willson.” “oh, masuklah Willson…” kata Carrine. “kenapa kau berteriak Carrine?” “aku melihat ibuku sedang sekarat, lalu ibuku menghilang. aku juga bertemu ayahku dan kejadiannya sama dengan ibuku. aku pun bertemu denganmu aku tidak mendekatimu tapi kau mendekatiku, lalu kau dikelilingi benda asing dan menghilang.” kata Carrine dengan keringat dingin bercucuran di wajahnya.

“tenanglah. tak usah dipikirkan. itu hanya mimpi buruk. tak ada yang serius.” kata Willson membelai rambut pendek Carrine. “tapi mimpi itu seperti pernah terjadi padaku. itu membuatku takut.” air mata mulai menderai dipipinya. dia pun memeluk Willson. “tenanglah. mungkin kau mengalami mimpi buruk itu karena kau stress. aku tau bagaimana caranya untuk menghilangkan stressmu itu. aku ingin mengatakan sesuatu padamu…” kata Willson menggapai tangan Carrine yang terasa dingin seperti es yang baru didatangkan langsung dari kutub selatan. “apa itu?” tanya Carrine penasaran. “aku menyukaimu” kata Willson. “aku juga menyukaimu” kata Carrine. senyum pun mulai terlihat dari keduanya ketika mereka bertatapan langsung. mereka berpelukan. beberapa tetes air mata jatuh dari wajah Carrine. tapi air mata itu bukan air mata kesedihan dan ketakutan melainkan air mata kebahagiaan. mereka tidur bersama sambil berpelukan satu sama lain. walaupun hanya beberapa menit, tapi itu adalah menit-menit kebahagiaan.

Cerpen Karangan: Jauharia Rusyady
Facebook: Rusyady Ria Rusyady

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply