Miraculous Ladybug and Cat Noir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 11 December 2021

Namaku Marinette dumpain-cheng. Ya, dari namaku aku memanglah asal China tapi ayahku berasal dari Prancis. aku akan menceritakan kehidupanku selama ini.

Aku tinggal bersama orangtuaku di Paris Prancis orangtuaku mempunyai toko Roti. Sedangkan diriku bersekolah di sekolah yang sebagian besar orang kaya yang bersekolah disana. Aku memiliki sahabat bernama Alya dia pemilik forum ladybug, ya ladybug dia pahlawan super di kota ini dan dibantu oleh cat noir.

Aku sempat jatuh cinta pada bintang sekolah ini dia bernama Adrien agreste dia anak dari pengusaha gabriel agreste pantas saja dia bekerja sebagai model ayahnya.
Adrien adalah teman masa kecil cloe dia adalah anak dari walikota disini pantas saja dia bersekolah dengan gratis. Dia selalu mendekati Adrien pokoknya dia itu selebgram adrien saja tidak mengakuinya sebagai pacarnya pokoknya dia adalah orang yang tidak suka dengan anak yang tidak sederajat dengannya.

Dia selalu ingin menjadi pemeran utama yang elegan setiap ada pementasan. Dia sangat yakin bahwasannya dia cocok bermain peran bersama Adrien, tapi menurutku tidak karena di seenaknya memerintahkan adegan yang tidak sesuai dengan judul drama tersebut.

Akhirnya libur musim panas berakhir. Aku akhirnya bisa kembali bersekolah dan bisa bertemu teman teman terutama bertemu Adrien. Sepertinya aku sedang bermimpi, tidak aku tidak bermimpi.

“kring.. kring.. kring”
“Hallo Marinette”
“Hai Alya”
“bersekolah bersama”
“tentu”
“kalau begitu aku sudah di balkon rumah”
“astaga”
“cepatlah”
“ayo”

Aku sangat bahagia sampai aku menabrak seseorang ya karena kecerobohanku dan aku meminta maaf karena itu salahku.
“maafkan aku aku terlalu ceroboh”
“oh tidak apa apa”
“whah maafkan aku”
“biar kubantu”
“terimakasih”
“hei.. aku lupa menyapamu”
“tidak apa apa adrien kau menolongku saja sudah menjadi sapaan untukku”
“kalau begitu aku duluan”
“ya”

“Hei Marinette bukankah dia sangat tampan”
“ya Alya dia sangat tampan”
“Siapakah yang tidak tahu bintang sekolah kita hah”
“tidak ada setahuku”
“ya karna dia sudah terkenal satu dunia”
“sudahlah ayo kita masuk”

Karena bertemu Adrien pagi sekali aku merasa canggung sekali sehingga aku selalu ceroboh. Mulai dari menabrak pintu, menjawab pertanyaan guru tidak jelas dan lainnya. Astaga jantungku ini berdegup kencang tampa henti karena Adrien duduk di depan mejaku.

Bell pulang berbunyi sangat kencang hingga hampir satu kota mendengar. Aku sedih karena jam pulang hujan turun walau hanya rintik rintik saja, aku berencana untuk mengajak Alya pulang bersama, namun alya sudah pulang bersama Nino sahabat Adrien.

“Hei Alya”
“ada apa Marinette”
“kita pulang bersama”
“maafkan aku marinette aku akan pulang bersama Nino”
“tidak apa apa”
“kalau begitu kami duluan”
“ya sampai jumpa”

Alya hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum girang. Lalu aku pulang bagaimana astaga aku bingung harus kemana.
“hai marinette sampai jumpa besok”
“ehmm” aku yang pura pura menanti seseorang
“kau sendirian ini payung untukmu”
“hah”
“terimalah”
“terimakasih”

Suip
payung itu tertutup karena tanganku yang ceroboh, memang ceroboh disaat aku merasa malu Adrien tertawa. Waw aku baru melihatnya tertawa karena mecerobohanku, aku ikut tertawa sambil malu malu hhhhh memang aku sangat ceroboh.

“Adrien kau sudah dijemput”
“hah kalau begitu aku pulang ya”
“ya sampai jumpa”
“sampai jumpa besok”

Aku ikut pulang karna sudah hampir sore tentu saja dengan menggunakan payung Adrien. Waw hari ini sangatlah menyenangkan andai saja besok seperti ini aku yakin besok akan lebih bahagia.

Keesokan harinya aku sudah dikagetkan dengan keberadaan kotak kecil di meja belajarku. Apakah itu aku sangat penasaran

Spontan kubuka kotak itu dan ternyata…
“hwa apa itu seperti tikus tikus merah terbang”
“hei tidak perlu takut”
“hwa”

Sementara Adrien
“wahhh”
“hei kucing kecil”
“ya hei apa itu”
“ah tidak enak”
“hei berhenti”
“tertangkap kau”
“ucapkan siapa kau”
“kwami yang dititipkan untukmu”
“untuk apa”
“menjadi pahlawan super kau pernah menjadi pahlawan super”
“em tidak”

Kembali pada Marinette
“tertangkap kau”
“oke sebenarnya aku akan membuatmu menjadi pahlawan bumi ini karena kau orang yang baik menurut sensen”
“apa”
“hem kau harus membantu kami para kwami menyelamatkan hari”
“ibu ayah”
“hei tunggu kau jangan bicara pada siapapun identitasmu sekarang menjadi rahasia”
“tunggu sebentar, aku harus sekolah ini sudah terlalu telat”
“hei marinette pakailah tindik ini”
“nanti akan kuberitahu padamu cara berubah menjadi pahlawan super ok”
“baiklah sampai jumpa tikus”
“hei aku tikki”

Aku sampai di sekolah hampir terlambat tapi tunggu Adrien juga terlambat astaga apakah ini diartikan sebagai jodoh? emm tidak karna pasti cloe sangat marah padaku.

“hai marinette”
“apa hah Oh Adrien” aku sangat canggung sekali
“hahahhah”
“kita masuk kelas bersama”
“oh ya tentu silahkan”

“Alya”
“hei Marinette kau telat ya”
“ya ada hal yang aneh terjadi”
“Nino”
“hei Adrien tidak seperti biasanya kau terlambat seperti ini”
“aku mengalami hal aneh hari ini”

“tunggu apa Adrien kau mengalami hal sama denganku”
“maksudmu ada kotak misterius di mejamu”
“yah”
“dan mendapat hadiah misterius”
“yah yah dan yah”

Bell pulang tiba aku terlupa untuk memberikan payung pada Adrien. Tapi aku terlupa membawa payung itu karena tidak akan hujan sekarang.

“eh Adrien”
“ya ada apa Marinette”
“eh em payungmu maa-”
“tidak perlu kau kembalikan anggap saja itu hadiah untukmu”
“terimakasih”
“kalau begitu aku duluan ya”
“sampai jumpa”
Melongo

“Marinette”
“astaga kau ini”
“aku akan bermain bersamamu”
“ya ayo kita akan memakan biskuit dan susu hangat seperti anak anak hahaha”
“waw sangat seru”
“tunggu, sebaiknya kau pulang terlebih dahulu nanti ku menghubungimu”
“yahh baiklah kalau begitu”

“hai ayah ibu aku pulang”
“hai Putriku bagaiman sekolahmu nak”
“yah baik baik saja”
“cepatlah simpan tasmu segeralah makan”
“ya baik ibu”

“Tikki keluarlah”
“hah Marinette bagaimana”
“ya selesai”
“bagaimana caranya”
“oh begini ucapkan mantra ini”
“tikki spots on!”
“baiklah tikki spots on”

“wau ladybug sangat keren”
“Marinette apa kau baik baik saja mari kita makan siang”
“astaga bagaimana ini”
“Marinette kau baik baik saja”
“ya aku menysul”
“Tikki spots off”
“fyuf”
“bagaimana kau mau membantu kami”
“ya aku akan membantumu”
“sebentar aku harus turun”

Sementara Adrien
“hai plagg”
“ya Adrien kau siap”
“ya aku siap”
“cincin ini adalah benda rahasia mengerti”
“kau harus mengucapkan plagg claws out”
“baiklah”
“Plagg claws out”

“waw aku kucing menarik”
“tapi aku harus merahasiakan ini”
“plagg claws in”
“waw sangat menyenangkan”
“ya waw apa itu”
“oh keju kamembert keju bau dan busuk”
“hei ini sangat enak”
“ih sangat busuk”

Kami yakin antara aku dan Adrien akan ada keajaiban yang akan terjadi selanjutnya aku akan menjaga titipan orang yang engah siapa hingga dia kembali mengambil hadiah ini.

Cerpen Karangan: Annisa Kirana
Hallo semua jangan lupa Follow akun Instagram aku ya di Shinbihouse_29
dan jangan lupa beri aku masukan ke Email aku di annisakirana0108[-at-]gmail.com kalau kalian punya akun Zepeto Follow Grasya @ladynoir245 thank’s

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 11 Desember 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Miraculous Ladybug and Cat Noir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hadiah Dari Sebuah Kebaikan

Oleh:
Di sebuah hutan yang lebat, tinggallah seorang pemuda laki laki. Dia tinggal sendiri di rumah sederhananya yang berada di tengah hutan. Suatu hari, pemuda itu pergi untuk mencari kayu

Langkah Terakhir

Oleh:
“yeayyy menang” teriak seorang anak ketika memenangkan sebuah permainan pada usia yang masih muda, dia adalah Miracle. Miracle adalah aku dan aku dilahirkan pada tahun 2070. Aku hidup di

Hutan Misteri (Part 1)

Oleh:
Senja baru saja turun, di kejauhan masih ada semburat merah muda yang cantik. Di tepi jalan terdengar bunyi mesin mobil di mana-mana. Fuhh… aku menghembuskan napas berat melihat pohon-pohon

Taman Magis

Oleh:
Gadis itu masih di sana. Duduk di sudut kamar sambil memeluk lututnya, air mata masih setia membasahi wajah cantiknya, meski berkali-kali diseka dengan kasar, cairan bening itu tetap tak

Shadow

Oleh:
Hari ini, tepatnya pukul 8 pagi, bayanganku tiba-tiba bergerak. Keadaan sekitarku asing, penuh tepuk tangan penonton seraya mengelu-elukan namaku. Dan aku sadar sepenuhnya, aku sedang berada di sebuah arena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *