Mondart Sang Penyelamat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 22 November 2017

Dikisah dari seorang Pria yang bernama Mondart, dia dan keluarganya adalah orang miskin yang tidak punya apa-apa melainkan hanya mempunyai sebuah rumah yang tidak layak ditinggali dan sebuah keris, keduanya adalah peninggalan ayahnya yang telah lama meninggal, sebelum meninggal ayahnya telah berpesan kepadanya agar menjaga keris itu walaupun nyawanya menjadi taruhannya, Mondart pun bertanya-tanya kenapa ia harus menjaga keris itu walaupun nyawanya menjadi taruhannya, dan ketika itulah Mondart selalu membawa keris itu ke manapun ia pergi.

Pada suatu hari, Mondart pergi ke kebun yang cukup jauh dari rumahnya.
Dan ketika Mondart pergi, di desa tempat tinggalnya sedang ada pemberontakan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal yang sedang mencari pusaka.

Orang desa berkata “apa yang kalian lakukan di desa kami”.
“kami sedang mencari pusaka yang berada di desa ini”. Jawab para pemberontak
“sungguh kami tidak mengetahui pusaka apa yang kalian maksud”.
“jangan pura-pura tidak tau atau kalian akan merasakan akibatnya”.
“ya kami benar-benar tidak tau”.

Setelah itu para pemberontak pun mengancam akan menculik semua orang desa dan menembaki mereka satu persatu kalau mereka tidak menyerahkan pusaka itu, dan mereka diberi waktu lima menit untuk menyerahkan pusaka itu.

Setelah lima menit tidak ada orang desa yang menyerahkan pusaka tersebut dan warga desa pun diculik oleh para pemberontak itu, dan dibawa ke dalam hutan.

Sepulang Mondart dari kebun ia tidak menemui satu orang pun di desa tempat tinggalnya termasuk keluarganya, dan mondart pun mencari mereka di seluruh isi desa tetapi ia masih tidak menemui satu orang pun, dan Mondart pun berjalan pulang dengan perasaan sedih.

Sewaktu di perjalanan pulang, mondart mendengar suara jeritan yang berada di dalam hutan. “Tolong…!!!”
Mondart pun memasuki hutan itu dengan hati-hati dan ia melihat semua warga desa dan keluarganya berada di sana dengan borgol di tangan mereka dan ditembak satu per satu oleh orang-orang yang tidak dikenalnya.

Mondart pun menghentikan para pembrontak itu,
Mondart berkata “berhenti, apa yang kalian lakukan dengan mereka”.
“siapa kau dan kenapa kau berada di sini”. balas ketua pemberontak
“aku adalah Mondart, dan aku ingin kalian menghentikan apa yang kalian perbuat”.
“aku baru akan melepaskan mereka dengan dua syarat kau hanya memilih salah satu dari dua syarat tersebut, syarat pertama, kalau kau bisa menemukan pusaka yang kami cari, dan syarat kedua, kalau kau bisa mengalahkanku dalam bertarung”.
Mondart merasa bingung syarat manakah yang harus ia pilih, Sampai akhirnya mondart pun memilih syarat ke dua.

Mereka pun bertarung di pinggir sungai dengan menggunakan senjata ketua pemberontak memakai samurai dan mondart hanya memakai keris peninggalan ayahnya, setelah mondart mengeluarkan keris itu,
“keris itu adalah pusaka yang kami cari selama ini, keris itu mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat, dengan keris itu kami bisa menguasai dunia ini”.

Setelah mendengar perkataan dari ketua pemberontak itu, Mondart baru tau kenapa ayahnya berpesan agar menjaga keris itu walaupun dengan nyawanya, dan tidak buang-buang waktu lagi Mondart pun langsung saja bertarung dengan ketua pemberontak itu, dan mondartpun berhasil menusuk ketua pemberontak itu dengan keris miliknya.

Dan para pemberontak itu pun melepaskan orang-orang desa karena ketua mereka telah mati, dan Mondart pun dijuluki sebagai pahlawan berkeris pusaka di desanya.

TAMAT

Cerpen Karangan: Marsuki
Facebook: Mharsuki suky

Cerpen Mondart Sang Penyelamat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hancur

Oleh:
Tahun 30XX, kami para manusia seakan sudah tak berguna lagi di bumi. Semua sudah dijalankan oleh robot dan robot. Kami para manusia hanya duduk dan duduk dilayani oleh robot

Bahasa Kami Berdua

Oleh:
Metias. Nama yang menurutku agak aneh. Biasanya, namanya ditulis sebagai “Matias”, atau disebut sebagai “Matius”. Yang jelas, Metias bukan nama yang sering kudengar. Metias melangkahkan kakinya memasuki kelas kami.

Ramalan Bintang

Oleh:
Hazel sedang memainkan piano miliknya sambil sesekali meneguk jus blueberry dan memakan fettucini carbonara yang ia beli tadi pagi. Sekarang sudah menjelang sore, Hazel belum beranjak dari piano. Padahal,

Virus Hidup

Oleh:
Namaku profesor Fikri, aku adalah seorang profesor amatir yang berambisi ingin menciptakan Pintu Teleporter. Kalian pasti mengira aku adalah seorang profesor gila yang memiliki khayalan tinnggi dan kalian anggap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *