My Adventure

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Petualangan
Lolos moderasi pada: 3 October 2017

Pada suatu hari di tahun 2026 terdapat 7 anak yang pintar di sekolahnya, sekolah tersebut bernama “Sekolah Menengah Pertama Negeri 21 Jakarta”. 7 anak tersebut duduk di kelas 3 SMPN 21 Jakarta. Mereka terdiri dari 4 laki-laki dan 3 perempuan. Mereka bernama Alfred, Steve, Todd, Justin, Lisa, Yelena, Nala. Mereka semua suka berkumpul, membahas pr, belajar bersama, dan sebagainya, tetapi pada hari itu mungkin akan mengubah hidup mereka. Pada malam hari itu di kamar mereka masing-masing mereka bermimpi menaiki perahu masing-masing, tiba-tiba mereka dihantam oleh ombak yang besar sampai mereka tenggelam. Mereka pun langsung terbangun dari mimpi mereka yang menegangkan tersebut dan melihat bahwa mereka tidak lagi berada di kamar mereka masing-masing. Mereka melihat, mereka berada di sebuah daratan tepat di atas pasir, terdapat tumbuhan dan hutan, dan berada di tepi laut.

Mereka saling melihat sesama dari jarak jauh dan berkumpul. Mereka saling bertanya tentang apa yang terjadi. Tetapi setiap pertanyaan yang dipertanyakan masing-masing, semuanya hanya menggelengkan kepala dan menjawab tidak tahu. Todd kemudian bertanya kepada teman-temannya apa yang terjadi sebelum terdampar di sebuah daratan ini. Ternyata jawaban mereka sama yaitu menaiki kapal tiba-tiba dihantam oleh ombak yang besar sampai tenggelam. Nala menyarankan untuk menyari informasi segera. Akhirnya Alfred mengajak untuk berpencar dan mencari informasi di area sekitar dan tidak masuk ke hutan tersebut.

Tidak lama kemudian Justin berteriak, “Semuanya… di sini…!” semuanya langsung menuju ke arah Justin dan mengharapkan ada petunjuk. Setelah Alfred, Steve, Todd, Lisa, Yelena, Nala sampai di Justin mereka melihat ternyata ada sebuah tanda bertulis “Starter Island” yang artinya Pulau Pemula dengan tulisan yang agak tidak jelas.
Alfred berkata, “Ini tidak cukup, mungkin kita harus mencari informasi yang lebih dalam.” “Tapi bagaimana caranya?” tanya Yelena. Akhirnya Alfred menemukan caranya tetapi akan beresiko tinggi untuk semua, yaitu memasuki hutan tersebut yang berada dekat dari sini.

Alfred, Steve, Todd, Justin, Lisa, Yelena, Nala akhirnya memasuki hutan tersebut, Alfred menyarankan untuk tetap berhati-hati dan waspada karena tidak tahu bahaya apa yang akan dihadapi atau menghadapi
Petualangan yang misteri ini dilanjutkan, sejauh ini belum ada yang terjadi pada Alfred, Steve, Todd, Justin, Lisa, Yelena, maupun Nala. Sejauh ini yang terjadi hanyalah mereka melihat ada makhluk sesuatu yang aneh dan bergerak dengan melompat-lompat.

Tidak lama kemudian terdengar suara “Sssrrtt,” “Jjepp,” “Aaaaaaa…” “Suara apa itu?”, semua pada bertanya. “Di mana Steve?” tanya Todd. Akhirnya Alfred, Todd, Justin, Lisa, Yelena, dan Nala mencari Steve sambil berteriak memanggil nama Steve.

Setelah 3 kali teriakan memanggil Steve terdengar suara “Sssrrt,” “Tolooongg!!!”. “Jangan khawatir Steve,” bilang Todd. Semuanya masih penasaran di mana Steve.

Tidak sengaja Yelena melihat ke atas dan ternyata melihat Steve yang sedang terperangkap di sebuah jaring yang terbuat dari benda yang lengket. Saat mencoba membebaskan Steve dari terperangkap Nala berteriak, “Semuanya… lihat di situ…!!” teriakan tersebut sempat membuat yang lainnya kaget dan membuat Steve jatuh dan bebas dari perangkap tersebut. Alfred bertanya, “Ada apa?” “Di situ ada terdapat cahaya,” jawab Nala.

Alfred mengajak Steve, Todd, Justin, Lisa, Yelena, dan Nala untuk memeriksa sumber cahaya tersebut. Kemudian Alfred berlari menuju sumber cahaya tersebut diikuti dengan 6 temannya. Sesampai di sana mereka melihat bahwa sumber cahaya tersebut adalah api unggun berwarna biru, dengan dilapisi seperti gelombang Aurora berwarna hijau. Di situ juga terdapat kakek-kakek yang tampan duduk bersila dan melayang, juga terdapat tongkat yang terdapat semacam batu jimat misterius yang berada di atas tongkat tersebut. Alfred menyarankan untuk tetap berhati-hati dan waspada.

Lisa mendekati kakek tersebut, menyapa dan memperkenalkan diri. Kakek tersebut berdiri kembali ke tanah, menyapa kembali dengan ramah dan memperkenalkan dirinya sendiri juga. Setelah memperkenalkan diri semuanya mengetahui bahwa nama kakek tersebut adalah Leonardo Stanford Cals, bisa dipanggil Leo. Kemudian Lisa bertanya kepada Kakek Leo bagaimana cara keluar dari pulau ini dan kembali ke tempat kami.
Kakek itu hanya menggelengkan kepala dengan perlahan dan berkata, “Aku tidak tahu tentang itu aku hanya tahu bahwa lautan di sekitar pulau ini dapat melenyapkan kapal dan mengembalikan ke pulau ini, tetapi mungkin desa terdekat tahu bagaimana caranya.”
Lisa beterima kasih kepada kakek tersebut dan memberitahukan kepada yang lainnya. Alfred memikir dan mempertimbangkan, akhirnya memutuskan untuk pergi ke desa terdekat tersebut. Tetapi sebelum berangkat kakek tersebut memberikan sebuah pedang kayu kepada masing-masing, pedang kayu tersebut dilapisi seperti gelombang berwarna ungu dan bergerak. Katanya gelombang tersebut adalah sebuah sihir yang bisa membantu meningkatkan kekuatan pedang kayu tersebut. Ada juga yang diberi oleh kakek tersebut yaitu sebuah permata pada masing-masing anak permata tersebut bernama “Ender Pearl” kakek tersebut juga menunjukan di mana letak desa terdekat tersebut. Mereka bertujuh berterima kasih dan melanjutkan pejalanan mereka dengan membawa barang yang di beri oleh Kakek Leo.

Mereka melanjutkan perjalanan untuk mengetahui bagaimana caranya untuk kembali ke tempat mereka. Waktu di pulau ini berputar dengan cepat akhirnya mereka sampai di depan gerbang desa pada malam hari. Di situ terdapat tanda yang merupakan nama desa tersebut setelah dilihat ternyata nama desa tersebut adalah “Magic Village” yang artinya Desa Ajaib. Setelah itu mereka masuk ke desa tersebut untuk mencari penginapan, dipertengahan jalan mereka melihat banyak orang mengeluarkan sihir mereka untuk kebaikan. Sihir untuk kebaikan tersebut seperti: sihir untuk membangkitkan tanaman, mengendalikan air, membuat monster tanah atau yang sering disebut golem tanah, sihir kekuatan listrik untuk keperluan mesin, dan masih banyak lagi. Akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan untuk menginap, tetapi mereka menyuruh membayar dengan sesuatu akhirnya Justin mengorbankan satu buah Ender Pearl-nya untuk membayar biaya penginapan tersebut. Untungnya bapak tersebut baik kepada anak-anak yang tidak dikenal bapak tersebut. Mereka menginap satu malam dan paginya mereka keliling dan mencari informasi, mereka menanyakan pada setiap orang tetapi mereka tetap tidak tahu dan menyarankan untuk menanyakan kepada kepala desa di sini. Akhirnya Alfred, Steve, Todd, Justin, Lisa, Yelena, dan Nala pergi ke rumah kepala desa tersebut. Sesampai di rumah Kepala Desa Ajaib di depan terdapat 2 penjaga yang terlihat sangat megah dan memegang sebuah tombak yang bentuknya unik dan terdapat sihir di dalam tombak tersebut. Tetapi penjaga tersebut tidak membiarkan mereka masuk ke dalam rumah Kepala Desa Ajaib.

Akhirnya terjadi keributan di depan rumah Kepala Desa Ajaib. Karena keributan tersebut Kepala Desa Ajaib melihat keluar untuk mengetahui penyebab keributan di depan rumahnya. Setelah melihat keluar kepala desa tersebut terkejut melihat 7 anak yang berada di depan rumahnya. Kepala desa tersebut membolehkan 7 anak tersebut masuk. Alfred dan yang lainnya lega karena dapat masuk ke dalam rumah Kepala Desa Ajaib.

Setelah mereka masuk ke dalam rumah kepala desa, kepala desa menanyakan kepada mereka, “Kalian tahu mengapa kalian saya perbolehkan masuk?” semua pada bingung dan hati mereka merasa berdebar karena tidak tahu apa yang akan dilakukan kepada mereka. Ternyata kepala desa tersebut menjawab, “Kalian saya perbolehkan masuk karena saya akan memberi tahu sesuai yang akan ditakdirkan dari bola kristal ini.” semuanya kaget dan hati mereka lega karena tidak ada yang akan dilakukan pada mereka.

Kepala desa tersebut memperjelas bahwa selama ini dia melihat takdir mereka dari bola Kristal ini. “Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?” tanya Todd. Kepala desa tersebut kemudian mengecek dengan melihat bola Kristal tersebut dengan dibantu sihirnya.

Setelah melihat dari Kristal bolanya kepala desa berkata, “Yang dari saya lihat kalian harus ke gunung yang berada dekat dari sini, gunung itu bernama “Nightmare Mountain” yang artinya Gunung Mimpi Buruk, kalian harus ke gunung tersebut untuk kembali ke tempat kalian.”

Setelah Alfred, Steve, Todd, Justin, Lisa, Yelena, dan Nala bercakap-cakap dengan Kepala Desa Ajaib mereka berterima kasih kepada kepala desa kemudian melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali ke tempat mereka. Akhirnya mereka sampai di depan gerbang pemisah antara gunung mimpi buruk dan desa ajaib. Tiba-tiba mereka mendengar suara “Hhhhooooaaarrrgg,” terdengar suara suatu makhluk ajaib yang berteriak marah, kemudian munculah makhluk buas yang besar seperti ular dan mempunyai sayap, makhluk tersebut berwarna biru. Makhluk tersebut juga mengeluarkan asap. Alfred mengatakan untuk berhati-hati dan keluarkan pedang masing-masing untuk berjaga-jaga jika makhluk tersebut menyerang.

Tiba-tiba makhluk tersebut mengeluarkan asap pada mereka dan menuju pada mereka dengan kecepatan seperti kilat, dan terdengar suara “Ssseeeppp”, “Aaaaaaaaaahh..” Kemudian Nala bertanya, “Di mana Lisa?”
Ternyata Lisa tertangkap oleh makhluk tersebut, Alfred berkata, “Aku dapat melakukan ini.” Kemudian Alfred mengeluarkan Ender Pearl-nya dan melemparkan Ender Pearl tersebut. Tiba-tiba Alfred berteleportasi saat Ender Pearl tersebut pecah dan terdengar suara “nnppfff,” serta terdapat partikel-partikel ungu saat Alfred berteleportasi.
Alfred menusuk mata makhluk tersebut dengan pedangnya dan menyelamatkan Lisa dan berpegangan pada makhluk tersebut. Akhirnya Alfred, Lisa, serta makhluk buas tersebut jatuh di daratan. Teman-teman yang lain mencari tempat jatuhnya makhluk buas tersebut, saat mereka sampai di tempat jatuhnya makhluk buas tersebut mereka melihat Alfred dan Lisa selamat dan makhluk buas tersebut mati. Mereka juga terkejut karena mereka sudah di depan pintu masuk untuk memasuki Gunung Mimpi Buruk. Tetapi pintu masuk tersebut berada di atas mereka dan ketinggiannya sangat tinggi.

Akhirnya mereka berpikir-pikir bagaimana cara mereka masuk ke pintu yang ketinggiannya sangat tinggi, kemudian Justin berkata, “Aku punya ide bagaimana kita menggunakan Ender Pearl kita, yang tidak punya berpegangan pada yang lain.” Mereka setuju dengan pendapat Justin, kemudian mereka saling berpegangan dan melemparkan Ender Pearl-nya masing-masing secara bersamaan. “3… 2… 1…,” “nnppfff,” terdengar saat mereka berteleportasi dan terdapat partikel-partikel kecil berwarna ungu saat mereka berteleportasi.

Akhirnya dari sekian petualangan mereka sampai juga untuk mereka kembali ke tempat mereka. Tetapi sesampai mereka di pintu mereka melihat dari jauh ternyata jalan buntu.
Mereka mendekat pada jalan buntu tersebut, Lisa bertanya, “Mengapa ini jalan buntu?” Lisa bertanya dengan marah. “Tidak apa-apa yang menting kita masih tetap bersatu dan tak ada yang akan menghalangi jika persahabatan kita kuat,” jawab Steve. Mereka menyetujui perkataan Steve.

Tiba-tiba gunung tersebut bergoncang semua pada takut dan berpegangan erat satu sama lain, kemudian munculah seorang pria dan gunung tersebut berhenti bergoncang.
Yelena bertanya kepada pria yang misterius tersebut dengan sedikit gagap, “Si… si… si.. siapa.. anda?” Pria itu menjawab dengan ramah “Akulah penjaga gunung ini dan saya menjaga sebuah harta karun di sini dan namaku adalah Sloth Steven Path bisa dipanggil Sloth, aku juga akan memberikan harta karun tersebut jika kalian menjawab pertanyaanku dengan benar.”
“Okeee… Sloth apa pertanyaanmu?” tanya Afred kepada Sloth. Jawab Sloth dengan pertanyaan “Apa yang kalian pelajari dari petualangan kalian tersebut?” “Kami mempelajari bahwa tak akan yang menghalangi kami jika persahabatan kami kuat,” jawab Steve.
“Kami harus pantang menyerah walupun sesulit apapun,” sambung Nala. “Peduli satu sama yang lain,” jawab Justin.
“Selalu sopan pada orang yang lebih tua,” jawab Yelena. “Dan yang penting selalu bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa,” jawab Alfred dengan mantap.

Tiba-tiba terdapat cahaya yang memancar dari langit turun ke bawah sampai membentuk sebuah meja dari batu. Sambil cahaya itu memancar Sloth bertepuk tangan dan berkata, “Bagus… bagus… bagus… semuanya, kalian telah memahami pelajaran yang kalian terima dari petualangan kalian.”
Cahaya yang memancar dari langit berhenti dan terdapat 7 batu yang berwarna-warni di atas meja batu. Sloth berkata, “Baiklah karena kalian telah menjawab pertanyaan saya dengan benar maka saya akan mengasih kalian 7 batu ini dan pililah sesuka kalian.”

Alfred, Steve, Justin, Todd, Lisa, Yelena, dan Nala mengambil 7 batu tersebut mengambil sesuai kesukaan warna mereka masing-masing. Alfred mengambil warna merah, Steve warna biru muda, Justin warna coklat tua, Todd warna hitam, Lisa warna kuning, Yelena warna biru tua, dan Nala warna putih. Batu tersebut mereka kalungkan. Mereka belum tahu apa yang dilakukan pada 7 batu tersebut tetapi tiba-tiba pedang yang mereka bawa keluar dan mengumpul pada pedang yang lain di atas mereka, dan batu yang mereka kalungkan terbelah menjadi dua. Batu yang setengah menempel pada pedang mereka masing-masing dan munculah cahaya pada yang terang sekali menerangi gua yang redup. Saat muncul cahaya dari pedang juga terdapat pada pedang tersebut partikel-partikel kecil berbentuk pixel dan dari bawah pedang masing-masing berubah bentuk yang unik dan seusai dengan elemen pada batu tersebut. Ternyata elemen-elemen tersebut adalah: batu merah = elemen api, batu biru muda = listrik, batu coklat tua = batu, batu hitam = bayangan, batu kuning = cahaya, batu biru tua = air, dan batu putih = angin. Setelah selesai perubahan, pedang tersebut kembali ke tangan pemiliknya. Mereka semua berterima kasih pada Sloth atas hadiah yang diberi pada mereka.

Tiba-tiba tanah bergoyang dan retak semua pada hancur dan terdapat angin tornado yang besar menghantam mereka bertujuh sampai mereka tidak bisa bernapas dan pingsan. Dan mereka langsung bangun dari tidur mereka dan berada di kamar mereka masing-masing. Dikira mereka itu adalah mimpi, ternyata saat mereka melihat di samping tidur mereka. Mereka melihat bahwa terdapat pedang yang sesuai berada dalam mimpi mereka tersebut dan juga terdapat batu yang dikalungkan pada leher mereka masing-masing persis yang berada di dalam mimpi mereka. Untungnya mereka bangun pada pagi hari, kemudian mereka bersiap-siap dan berangkat ke sekolah sambil membawa pedang mereka masing- masing di sembunyikan pada tas mereka masing-masing. Pada pulang sekolah mereka berkumpul di tempat yang agak tersembunyi dan bercakap-cakap.

Alfred berkata pada yang lain saat berkumpul, “Apakah kalian mengalami mimpi yang sama?” Semua pada mengangguk-angguk. “Apakah kalian mempunyai pedang dan batu yang diberikan oleh Sloth?” Semua pada menunjukan pedang dan batu elemen mereka masing-masing.
Dari setelah beberapa percakapan mereka masih heran tentang kejadian yang dialami pada mereka. Mereka bertanya-tanya, apakah benar terdapat Pulau Pemula? Dan apa yang terjadi pada pulau tersebut? Tetapi yang pasti pengalaman itu masih misteri yang dialami mereka bertujuh.

Cerpen Karangan: Arifka Luthfia Az-zahra

Cerpen My Adventure merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Roman Raisa, Bukan Roman Picisan

Oleh:
2018… Awal musim semi di London, suhu udara di sini masih berkisar 8-12 derajat celcius, sisa-sisa musim dingin masih terasa. Namun suhu sekian ini tak mampu lagi membuatku menggigil.

Candy Land

Oleh:
Pagi telah menyapa riang. Terdengar teriakkan mama dari lantai bawah. “sayang! Ayo, turun!” “iya, ma!” jawabku. Oh ya, namaku adalah reinasya suzan tyaraputri. Panggil saja rei. Aku anak tunggal

Bunga Miracle

Oleh:
Dahulu kala, ada satu kerajaan yang memiliki berbagai jenis bunga, Kerajaan Florafia. Namun, ada satu jenis bunga yang sangat unik dan berbeda dari yang lainnya, dan hanya dapat tumbuh

Reinkarnasi

Oleh:
Di dalam sebuah kelas aku duduk sendiri sambil mengusap-usap mejaku yang telah rapuh dimakan usia aku hanya dapat menghela napas jika ini kelasku di masa depan berarti keadaannya 28

Pangeran Maut (Part 2)

Oleh:
Waktu itu, ibuku sangat menginginkan seorang anak laki-laki meskipun tahu hal itu mustahil terjadi, Ibu bersikeras untuk memiliki seorang anak lagi. Mungkin ibu merasa sepi karena kak Baron dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *