My Dangerous Teacher

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 29 November 2016

“Sialan lemparanku meleset, ayo cepat kita lari dari sini.”

Banyak sekali monster menjijikan yang menyerangku dan Rey.

Soal lemparan, itu adalah bola basket yang kulempar untuk melumpuhkan monster itu. Karena kita sedang berlatih bola basket di lapang sekolah. Akhirnya kami berlari ke ruang UKS untuk mencari tali dan obat bius untuk membasmi mereka.

“Di saat seperti ini pintu UKS malah terkunci.”
“Ayo kita pecahkan jendelanya.”
Aku langsung menendang jedela ruang UKS. Dengan cepat kami melompat ke dalam.
Rey langsung mengambil beberapa obat bius dan aku mencari tali.
“Ya tuhan sebenarnya makhluk apa mereka itu” ucapku.
“Sudah jangan banyak bicara sekarang kita harus membasmi mereka” jawab rey dengan nada kesal.

Rey langsung melompat ke luar jendela sementara aku masih sibuk mencari tali.

“Tolooongg.” Itu pasti surara Rey.
Aku sedikit melihat ke luar UKS. Ternyata, Rey ditangkap oleh monster itu. Rey dibawa menjauh dari uks oleh monster itu. Karena merasa aman aku pun melompat ke luar.

Aku berlari mencari Rey namun ada suara samar yang sepertinya memanggil namaku. Dengan sedikit penasaran aku berjalan ke arah suara itu.

Tiba tiba saja dari belakang ada yang menyekap mulutku dan aku diseret ke ruang pramuka.

Aku sudah pasrah karena menurutku itulah akhir riwayatku.

“Hei sudahlah tidak usah seperti anak kecil.”
Ternyataa itu adalah Sarah dia siswi kelas XI.
“Kau sudah gila?. Aku hampir mati dengan sergapanmu itu.”
“Sudahlah kita harus cari cara untuk membasmi monster itu.”

Kami berjalan memutari sekolah. “Reeeyyy” teriak sarah cukup menggema karena lorong sangat kosong. Tiba tiba dari belakang ada 3 monster yang tidak terlalu besar, kira kira tingginya 110 cm saja.

Sarah menendang perut salah satu monster itu namun tidak terjadi apa apa pada monster itu. Aku sangat kaget karena ternyata sarah sudah berlari menjauh. Aku sangat kesal dan berlari mengikutinya. Di depan ada 2 belokan. Jika ke kiri itu adalah kantin dan jika ke kanan setauku sebuah ruang kosong.

Sarah memilih lari ke kiri. Karena nasihat Ibuku “kanan selalu yang terbaik.” Akhirnya aku memilih ke arah kanan. Tidak diduga sama sekali ternyata pintu ruang kosong itu terkunci. Aku pun dikepung oleh 3 monster itu. Mereka sudah sangat dekat dengan tubuhku.
Namun entah kenapa mereka lemas dan meleleh.

Ternyata tidak jauh dari situ sudah ada Rey dan Sarah yang menembakan obat bius.

“Selamat kalian berhasil mengalahkan monster buatanku.”
Ada suara seperti itu, namun suaranya seperti tidak asing lagi di telingaku.

Ternyata itu adalah Dr Garko, dia adalah guru ipa di sekolahku.
“MENGAPA KAU INGIN MEMBUNUH KAMI.” Teriak Sarah.
“Sudah tenanglah itu adalah monster biasa, mereka tidak akan membunuh kalian mereka hanya mengikuti kalian.
“Lalu untuk apa kau membuat itu semua.”
“Karena aku Dr Garko.”

Cerpen Karangan: Aleanzah
Facebook: Ridoka aleanzah

Cerpen My Dangerous Teacher merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Key of The Black Sphere

Oleh:
“Demon mulai membanjiri Black Sphere. Mereka memerangi kaum kami. Cresill. Kaum berdarah campuran. Aku dan Jeremy berhasil keluar dari sana demi melakukan serangan dari luar agar dunia kami tetap

Miracle (Part 1)

Oleh:
Tak kusangka masih saja kudekap kedua lutut dan bertopang dagu selama 2 jam, ini benar-benar membuatku lelah. Aku hanya tak mengerti maksud dari bulir-bulir kata yang kupelajari saat ini.

Rangga Revina

Oleh:
Dinginnya malam ini menusuk hingga ke dalam tubuh. Ini adalah malam Minggu, dimana aku duduk terdiam memandangi sebuah taman yang penuh dengan pasangan romantis tengah merasakan cinta di malam

My Bodyguard Girl

Oleh:
Uhm… Aku melenguh dari balik selimut tebalku. Ku lihat wajah tampan Max masih bergelung di alam mimpi yang berada di sampingku, karena memang ini masih sangat pagi. Sial, lagi-lagi

Lonely

Oleh:
“sekolah lagi.. sekolah lagi… Hufft membosankan!!” aku menghardik diriku sendiri di dalam kesunyian. Alunan suara jangkrik masih terdengar di antara sejuknya pagi. Baju seragam putih kukenakan beserta rok kotak-kotak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *