My Love Dofi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 21 May 2016

Pernah terbayang olehku, aku akan berakhir di penggorengan dan disantap manusia manusia yang merasa lapar. Aku tak pernah membayangkan akan berakhir di akuarium, disayang, dimanja, diberi makanan. Firli. Anak berusia 5 tahun itu telah menyelematkanku. Dia membebaskanku dari jaring kematian milik nelayan di laut sana. Terima kasih, Firli.

“Dofi.. Ayo makan kuenya.” Ucap Firli menebarkan roti ke akuarium tempat tinggalku.
Aku melahap habis potongan potongan roti pemberiannya. Firli terlihat sangat senang melihatku makan dengan lahap. Begitu pun aku.
“Firli.. Ayo cepat. Kita sudah telat!” Teriak ayah yang sudah menunggu di dalam mobil.
“Iya, Yah,”

Ke mana mereka akan pergi? Kenapa buru-buru sekali. Sampai sampai dia lupa mengucapkan selamat tinggal padaku. Dialah pahlawanku. Aku tak ingin berpisah dengannya walau hanya beberapa saat saja. Aku menyayanginya. Dia pun menyayangiku. Tuhan.. Lindungilah dia.

“Ayo cepat, Yah.. Nanti kita bisa telat,”
Itu suara Firli. Mereka sudah pulang. Aku sangat senang. Aku ingin bermain dengannya.
“Apakah kamu gak mau bawa Dofi, Firly?” Tanya ayah melihat ke arahku.
“Tidak, Yah. Aku gak mungkin membawa ikan ke Amerika. Dia bisa mati. Aku harus menyimpannya di mana?”

Amerika? Apa mereka akan pergi ke Amerika? Tanpaku? Aku akan mengalami hari-hari tanpa Firli? Apa aku bisa?
“Ya udah. Kita harus membawa banyak barang karena kita akan menginap sebulan di sana,”
Sebulan? Selama itukah? Aku harus apa? Firli bahkan tak bisa mendengarku. Bagaimana aku bisa mencegahnya?
“Sudah siap? Cepat masuk ke mobil,”
“Iya, Yah. Firli udah siap.”

Hari-hariku lewati tanpa senyum seorang anak bermata sipit berhati mulia. Tak ada cerita, tak ada makanan, tak ada foto-foto. Aku sangat merindukan anak itu. Tapi mungkin saat ia kembali, aku sudah tak lagi bisa berada di dunia ini. Tubuhku sangat lemah. Pandanganku memudar. Aku tak bisa bertahan lagi.

“Dofi.. Aku membawakan teman untukmu.”
Samar-samar terdengar suara seorang anak yang ku kenal. Apa dia sudah kembali? Aku sangat merindukanmu.
“Ayah.. Dofi kenapa? Apa dia mati? Aku tak memberinya makan selama sebulan.”
“Kalau memang dia mati. Buang saja. Cepat,”
“Tapi aku gak mau dia mati. Dofi.. Ayo bangun. Aku sudah bawa teman untukmu.”

Aku masih hidup, Firli. Aku masih hidup. Aku masih bisa mendengarmu walau tak bisa melihat wajahmu. Tapi kenapa aku hanya bisa merasakannya? Merasa keberadaannya.
“Apa aku harus menguburnya?”
“Kubur saja di bawah pohon sana,”
“Iya, Yah.”

Kubur? Kenapa seperti ini? Aku masih hidup. Jangan menguburku.
“Selamat tinggal, Dofi.” Firli menangis saat menguburku.
Tunggu. Aku masih bisa merasakan kehadirannya walau berada di dalam kubur. Apa sebenarnya aku memang sudah mati sejak tadi? Firli. Selamatkan aku..

The End

Cerpen Karangan: Dwi Wulandari
Facebook: dwiwulandari369.blogspot.com

Cerpen My Love Dofi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


English Through Facebook

Oleh:
Hai, para pembaca. Namaku Cyrila Belle Ayundhita. Panggil aku Rila ya. Bulan depan, Miss Agnes, guru Bahasa Inggrisku memintaku untuk mewakili olimpiade Bahasa Inggris. Karena aku ingin menang, aku

Meraih Impian

Oleh:
Di suatu sore yang indah, angin bersemilir, gunung terlihat tinggi menjulang, dan awan yang bertumpuk-tumpuk seperti kapas. Vita anak pertama dan satu-satunya di keluarga itu memiliki penyakit yang parah

Terima Kasih Ku

Oleh:
Aaaa mata Rio terbelalak saat melihat jam sudah pukul 06. 45. Ia langsung bergegas mandi dan pergi ke sekolah tanpa memberesekan tempat tidur dan sarapan. Karena jarak rumah dan

Elektrovalensi Jiwa

Oleh:
Sore itu, di atap gedung Sekolah menengah atas, dua orang remaja yang tak saling mengenal berdiri menatap satu sama lain. “Ada urusan apa?” Tanya Kevin dengan nada dingin disertai

Air ku

Oleh:
Gadis kecil yang masih berusia 6 tahun itu bernama Sofie, dia tinggal bersama kedua orangtua dan kedua kakaknya di sebuah perumahan di tepian kota Cilacap. Setiap pagi sebelum berangkat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *