Nana dan Si Nakal Sasa

Judul Cerpen Nana dan Si Nakal Sasa
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 9 January 2017

Di negeri Lollywod tinggallah peri-peri yang hidup di rumah Lolipop. Salah satu dari mereka adalah Nana si anak baik, Sasa si anak nakal, Dadi Polly si hakim, dan mami lally si superstar.

23, Mortano (bulan ke-10) 193
“ma, Nana berangkat sekolah dulu ya”
“mi, Sasa berangkat dulu ya”
“iya!”

Di sekolah sihir luckwod
“manipurase incopase makerto, songater mimonia santonia? (selamat siang anak-anak, apa kabar kalian?)” sapa guru Caran, guru bahasa
“mimonia skutarmi me (kabar kami baik)” seru para murid serentak.
“sengto barime ningse (baik kita mulai pelajaran)”

“ma tau nggak, tadi di kelas aku kena marah bu Caran, nyebelin!”
“memangnya kenapa?”
“nggak kumpul pr”
“halah, Sasa.. Sasa kamu ini bandel banget sih, udah mami bilang kamu harus bikin pr tiap jam 7 malam kenapa nggak nurut sih. Coba contohin kakak kamu pinter, baik, sopan lagi. Pokoknya mama nggak mau tau, mama mau pergi latihan ke kota sebelah mama ada konser” jelas mama panjang lebar
“huh, ya udah”
“Dek bikin pr yuk”
“hhhuuuh, iyalah!”

“nana kumpulkan pr!”
Ibu Caran memeriksa pr
“bagus nana pr kamu betul semua”
“hehe… Iya dong kakakku kan pintar”
“Iya. Contohin tuh, mantan murud ibu” gurau ibu Caran.

“na, kamu udah besar kakak mau naik tingkat lagi sekolahnya kamu harus pintar ya!” perintah kakak Sasa
“iya kak”
“Dadadadah…” jumpa para keluarga Sasa.
“Dadadadah…” balik jumpa pada keluarganya

Akhirnya Nana menjadi anak baik, pintar, patuh dan sopan kepada semua orang. Dan meneruskan jalan kakaknya.

Cerpen Karangan: Blandina Putri Wijaya

Cerita Nana dan Si Nakal Sasa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Petani dan Orang-Orangan Sawah

Oleh:
Di sebuah desa hiduplah seorang petani. Hidupnya sederhana, tidak miskin tidak pula kaya. Setiap hari ia pergi ke sawah dengan mengayuh sepedanya. Dia hidup sendiri, belum punya anak maupun

Miggy

Oleh:
Suatu hari, Miza, Ayah, Ibu pergi ke warung. Setelah selesai makan, mereka nongkrong di warung sebentar. Kebetulan hari itu hujan. “Meong.. Meong..” terdengar suara kucing mengaungkecil. Tampaknya ia kedinginan.

Number Of Death

Oleh:
Ada yang janggal dengan hari ini. Tidak seperti biasanya aku bersekolah, berangkat naik bus dan pulang pun naik bus. Namun, hari ini terasa aneh bahkan mungkin hari teraneh seumur

Surprise

Oleh:
“Allen! Temani adikmu bermain!”, seru bunda. Aku mengehela nafas. Kenapa sih bunda selalu nitip Alia ke aku?. Cape tau!!!. Tapi, karena gak boleh melanggar perintah bunda, ya sudah aku

Aku dan Gadis Kecil Bergaun Ungu

Oleh:
Di penghujung senja, saat matahari beranjak pergi dan melekuk diri di antara barisan gunung, ku bawa kaki-kaki manja dan lelah ini ke sebuah tempat sunyi. Tempat di mana aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *