Negeri Ajaib

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 7 April 2019

Terlihat jelas suatu keindahan dari berbagai arah mata angin. Tempat yang masih hijau dan segar. Sebuah tempat yang membuat semua orang sangat nyaman saat berada di tempat tersebut. Pepohonan yang masih rindang, ladang pertanian milik penduduk yang luas. Tempat yang selalu melahirkan keajaiban alam yang tidak terduga. Desa Fushigina Kuni yang berarti Negeri Ajaib bagi seluruh penduduk desa. Desa yang sangat terpencil dan hanya memilliki jumlah penduduk ± 200 jiwa. Bagaimana mungkin desa yang disebut negeri ajaib ini sangat terpencil dan hanya memiliki penduduk ± 200 jiwa? Karena letak Negeri Ajaib ini berada di bagian tengah yang terhimpit oleh empat pegunungan tinggi dan memiliki hutan yang luas serta pepohonan yang besar dan rindang. Banyak hewan aneh yang mungkin belum pernah dilihat oleh masyarakat pada umumnya. Namun, hewan aneh tersebut merupakan pemandangan biasa bagi penduduk Negeri Ajaib ini. Dari hewan yang menyerupai gajah tetapi memiliki belalai yang kecil, kupu-kupu yang memiliki badan seperti peri dan masih banyak hal lainnya.

“ayah, sekarang sudah waktunya” teriak seorang anak laki-laki yang berkisaran berumur sembilan tahun, tetapi memiliki badan yang tidak terlalu besar kepada seorang yang dipanggilnya ayah. “sebentar lagi, anak muda”
“selalu seperti ini ketika hendak pergi ke rumah kakek” gumam anak laki-laki tersebut
“baiklah, ayo kita pergi” ucap seorang laki-laki dengan umur ± 35 tahun keluar dari rumah dan di belakangnya ada seorang perempuan ± 32 tahun memakai celemek berwarna coklat muda dengan ada motif berbagai benda kehidupan sehari-hari.
“kami berangkat” ucap ayah dan anak tersebut dengan membawa beberapa bekal yang cukup banyak.
“hati-hati di jalan. Selamat bersenang-senang” ucap perempuan tersebut melambaikan tangannya.

“ayah, bagaimana kalau kita memancing di sungai? Sudah lama kita tidak memancing dengan kakek. Semoga alat pancingnya masih tersimpan” ucap sang anak setelah berjalan 15 meter jauhnya dari rumah mereka
“ayah juga berfikir begitu. Baiklah kita pancing ikan yang banyak dan kita makan bersama dengan kakekmu. Bagaimana?” tanya sang ayah dengan semangat dan dibalas tak kalah semangat oleh sang anak
“baiklah. Kali ini aku akan menangkap ikan yang sangat besar” ucap sang anak sang ayah tersenyum mendengarnya.

“kakek, kami datang” teriak anak lelaki tersebut
“kalian sudah datang” ucap seorang laki-laki tua yang sibuk membersihkan perkarangannya. “ayah, bagaimana kalau hari ini kita memancing? Apa ayah tidak ingin mencoba menangkap ikan Fushiga?” tanya sang anak sedangkan anak laki-lakinya atau cucu kakek tersebut pergi ke dapur.
“Fushiga? Sekalipun kita sudah mencoba berkali-kali ikan itu tidak mungkin muncul” jawab kakek tersebut setelah menghentikan kegiatannya setelah mendengar nama ikan Fushiga “mungkin kali ini kita bisa berharap pada keberuntungan. Kita bisa menancing ikan lain yang tidak kalah lezatnya. Kita sudah lama tidak memancing. Bukankah ayah dulu juga suka sekali memancing” ucap sang anak

“ayah, kakek alat pancingnya sudah aku siapkan” teriak anak laki-laki yang lebih muda maksudnya anak dari anak laki-laki kakek tersebut.
“bagus nashuke” ucap anak kakek tersebut kepada anaknya yang dia panggil nashuke
“notou, kita akan memancing di mana?” tanya sang kakek kepada anaknya yang bernama notou
“kita akan memancing di sungai dekat hutan” jawab sang anak “tunggu sebentar” ucap sang kakek dengan cepat mengganti bajunya dan berdandan seperti pemancing sejati, sedangkan anak dan cucunya saling pandang dengan penuh keheranan.
“mari kita berangkat memancing” ucap sang kakek dengan semangat. Anak laki-lakinya dan cucunya pun menjawabnya tidak mau kalah semangat.

“nashuke, apakah kau sudah mendengar tentang legenda Desa Fushigina Kuni?” tanya sang kakek kepada cucunya
“belum, ayah belum menceritakan legenda itu.” Jawab nashuke dengan polos seraya berkonsentrasi memancing
“aku tidak berniat menceritakannya karena legenda desa ini sangat dramatis dan banyak hal yang hilang setelah cahaya masuk” ucap notou kepada ayahnya.
“memang masih banyak misteri setelah cahaya masuk. nashuke, apa kau mau tahu tentang legenda itu?” tanya sang kakek
“tentu. Apakah ada aksi kepahlawanan seperti yang biasa dicerikan oleh ayah?” tanya nashuke dengan senang
“mungkin akan ada. Baiklah akan kakek ceritakan” ucap sang kakek

“dahulu, Desa Fushigina Kuni adalah adalah desa yang bernama Makkura. Desa yang penuh perbuatan dosa para leluhur yang merupakan manusia yang hidup waktu itu serta, kegelapan yang selalu ada setiap waktu yang sudah tertanam hingga didalam hati setiap manusia. Tidak mengenal Tuhan, tidak mengenal ajaran kebaikan. Hampir setiap malam digunakan untuk berfoya-foya.

Suatu hari ada seorang masyarakat luar Desa Makkura datang. Ini adalah pertama kalinya seorang masyarakat luar datang ke desa yang penuh kegelapan ini. Setiap orang ini melangkah cahaya selalu datang. Derap langkah yang begitu pelan dan tenang. Kau tahu nashuke? Orang dahulu memiliki kekuatan magis yang luar biasa. Tetapi, kekuatan magis yang dianugrahi oleh Yang Maha Kuasa disalah gunakan pada jaman itu. Digunakan untuk berbuat kejahatan. Semenjak kedatangan orang ini, sedikit demi sedikit desa yang penuh dengan kegelapan mulai memancarkan cahaya. Hal ini membuat sang penguasa kegelapan menjadi sangat marah. Ia merubah dirinya menjadi wanita tua yang tak berdaya dan pendatang tersebut menolongnya. “apa nenek tidak memiliki anak? Sampai anda keluar sendiri seperti ini?” tanya pendatang tersebut.
“saya tidak memiliki anak dan juga keluarga nenek semua mati dibantai orang-orang itu. Beruntung saya masih hidup” jawab nenek tersebut
“kalau begitu nenek tinggal di sini saja, bagaimana? Kamar pada rumah ini masih banyak” ajak pendatang tersebut dengan ramah
“terima kasih, anak muda” ucap nenek tersebut seraya tersenyum tetapi, dalam hatinya ia memikirkan cara membunuh pendatang tersebut dan tidak mengacau di desa makkura ini yang sudah berada dibawah kendalinya.

Ketika pendatang tersebut lelap di kamarnya. Sang penguasa kegelapan yang tadinya berubah menjadi wanita tua berubah menjadi hewan kecil, yaitu chiisai. Hewan kecil yang bisa menyelinap dalam celah-celah dan biasa mencari makanan ketika malam hari. Agar bisa menyelinap di kamar pendatang tersebut dan membunuhnya. Penguasa kegelapan itu merubah dirinya menjadi seorang wanita tua itu lagi dan menikam pendatang tersebut dengan pedang kegelapannya yang bernama kkuranai. Tanpa disadarinya pendatang tersebut bangun dan menebas kkuranai yang terkenal sangat hebat.

“kau bukanlah wanita tua biasa. Kau pasti penguasa kegelapan yang hendak membunuhkukan?”
“luar biasa” ucap wanita tua tersebut seraya bertepuk tangan “luar biasa. Aku sekarang tahu kalau kau bukanlah termasuk orang biasa yang mudah untuk dikendalikan”
“apa tujuanmu untuk membunuhku?”
“sejujurnya tidak ada. Tapi, semakin lama kau aku biarkan kau semakin bertindak mengambil ahli seluruh masyarakat desa makkura ini”
“aku tidak bermaksud mengambil ahli, tapi seluruh masyarakat desa ini sungguh sudah sangat keterlaluan. Banyak orang-orang tidak berdosa dibunuh hanya sebagai kesenangan sesaat.”

Penguasa kegelapan tersebut langsung mengubah dirinya ke bentuk semula dan menghajar kembali sang pendatang, hingga sang pendatang terlempar jauh ke halaman dan punggungnya menabrak sebuah pohon besar.
“memang benar tentang pernyataanmu itu tapi, desa ini, desa makkura sudah berada dalam kegelapan yang abadi.” Ucap sang penguasa kegelapan dan tertawa senang. Sang pendatang mencoba untuk berdiri dan mengambil pedang miliknya.
“ternyata kau masih kuat. Oh. Kau memiliki pedang kuri yang melegenda itu? Saudara dari pedang kkuranai. Tapi, itu tak akan menghentikanku. Akan kubunuh kau” ucap sang penguasa kegelapan saraya berlari menerjang sang pendatang tetapi, pendatang tersebut menepiskan pedang kurinya. Pertarungan semakin sengit. Keduanya memiliki kemampuan pedang yang luar biasa serta, masing-masing memiliki pedang yang melegenda yang paling hebat yang pernah ada di dunia.

“kelihatannya kau lelah? Tetapi, kemampuan pedangmu sungguh sangat luar biasa”
“aku tidak lelah untuk menghentikan kegelapan yang tinggal dalam hitungan jari akan menguasai muka bumi”
“jadi, singkatnya kau tidak takut mati? Baiklah hya…” teriak penguasa kegelapan berlari dan meluruskan kkuranainya yang siap membelah sang pendatang menjadi dua bagian.

Seberkas cahaya datang diantara keduanya. Siapakah yang mati, bukan, siapa yang menang diantara keduanya? Penguasa kegelapan atau mungkin pendatang? Atau tidak ke dua-duanya? Di balik asap yang disebabkan cahaya yang datang. Ada remang- remang seseorang berjalan. Siapa itu? Sang pendatang atau sang penguasa kegelapan? Tapi, tiba-tiba bayangan seseorang tersebut menghilang, serta tidak diketahui siapa yang menang, dan siapa yang mati. Kedua-duanya menghilang.

Tak lama kemudian, seorang pendatang datang. Ia melihat berbagai keajaiban yang ada di desa makkura dan mengganti nama desa tersebut menjadi desa fushigina kuni yang berarti negeri ajaib, dengan harapan keajaiban selalu datang pada desa ini.

“lalu, misteri tentang hilangnya penguasa kegelapan atau pendatang itu masih belum diketahui?” tanya nashuke “iya, sampai sekarang belum ada yang mengetahuinya” jawab sang kakek “karena akhirnya begitu misterius, aku tidak berniat menceritakannya padamu, nashuke” ucap sang ayah yang berjalan perlahan menghampiri kakek dan nashuke “akan kucari tahu, bagaimana misteri keduanya menghilang. Mungkin pendatang itu menggunakan kekuatan teleportasi” ucap nashuke dengan asal, lalu dipukul kepalanya oleh ayah dan kakeknya.
“kenapa memukul kepalaku?”
“pada jaman itu tidak ada kekuatan seperti itu” ucap sang kakek. Dijawab anggukan anak lelakinya menggangguk tanda setuju.

“hari sudah sore, sudah banyak ikan yang kita dapat. Mari kita pulang” ucap notou dengan senang bersiap untuk pulang.
“tidak ada ikan fushiga.” Ucap sang kakek dengan nada sedih
“siapa bilang kita tidak mendapatkannya?” tanya notou dengan senang mengangkat seekor ikan berukuran sekitar 3 meter panjangnya. Hingga setengah badan dan ekor ikan tersebut menyentuh tanah. Ikan berwarna merah muda dan kumis panjang putih yang ada di atas mulut ikan dan mata berwarna biru yang terbuka lebar
“fushiga… fushiga” teriak sang kakek dengan senang memeluk ikan tersebut. “lihatlah kakekmu, nashuke” ucap notou seraya tersenyum
“itukah ikan fushiga?” tanya nashuke tidak percaya
“ini adalah ikan fushiga yang sulit sekali untuk ditangkap. Menurut beberapa orang, ikan ini adalah ikan ajaib yang akan membawa keberuntungan bagi yang memakan dagingnya” jawab ayah nashuke dengan senang
“baiklah. Mari kita masak ikan keberuntungan ini” ucap sang kakek dengan senang.

Setelah makan malam dengan bahan utama yang sangat istimewa di rumah sang anak. Kakek berpamitan pulang dan membawa beberapa lauk dari bahan makanan yang ia dapat dari memancing seharian. Hampir tengah malam kakek tiba di rumahnya yang berada di ujung desa dan hanya beberapa rumah kuno yang terdapat lampu sebagai tanda ada penghuni yang menepati.
Kakek langsung membuka tempat rahasianya setelah tiba di rumahnya. Di balik lemari pakaian yang terdapat di ruang makan. Terdapat tuas vertical yang tak terlihat. Ketika tuas tersebut diturunkan, maka pintu rahasia di lantai bawah antara ruang makan dan ruang keluarga terbuka dan terdapat tangga menuju ke bawah.

“hari ini aku mendapat ikan fushiga. tentu bukan aku yang memancingnya, melainkan notou, anakku. Aku persembahkan beberapa lauk istimewa ini sebagai peringatan menghilangnya kalian” ucap sang kakek meletakkan beberapa lauk yang sudah ditempatkan dalam piring dan mangkuk yang ditaruhnya di sebuah meja.

Sesuatu yang mengkilat ketika terkena cahaya lentera yang dipegang oleh sang kakek ketika hendak pergi meninggalkan tempat tersebut. Benda mengkilat dan terlihat tajam. Apakah itu merupakan pedang kkuranai dan pedang kuri yang menghilang bersama pendatang dan penguasa kegelapan? Apakah kakek nashuke merupakan pendatang yang menghilang bersama penguasa kegelapan? Apakah hal ini berarti penguasa kegelapan tersebut mati di tangan kakek nashuke?.

Cerpen Karangan: Hades

Cerpen Negeri Ajaib merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Palasakti

Oleh:
Palasakti berhasil tertangkap aparat kepolisian kemarin. Warga Desa Ceboraya sangat bergembira waktu polisi datang menggrebek si ceking gondrong tersebut kala ia sedang buang air besar. Bahkan Pak Kades sampai

Terlalu Lelah

Oleh:
Begitu banyak hal yang tidak bisa aku ingat pagi ini, selain aroma kopi. Mata lebam, berkaca-kaca, wajah muram, dan syal yang masih menggantung lembut di leherku. Menandakan seseorang itu

Desperate Like This (Part 1)

Oleh:
Summary: “Kalau aku bisa, aku akan pergi dari sini sekarang.” “Kau tahu apa yang paling menyakitkan? Ada di dekat orang yang kita cintai tapi tak pernah terkenali olehnya. Kita

Dunia Afterlife

Oleh:
Pada saat itu… Ahk! terdengar suara teriakan, Aldric menghampiri suara teriakan tersebut dan dia melihat perempuan yang cantik yang sedang kebingungan. “Hey nona apa kau baik-baik saja?” sapa Aldric

Makhluk Mati dan Benda Hidup

Oleh:
Langit abu berangsur-angur menjadi gelap. Gemuruh guntur sayup-sayup terdengar berbarengan dengan gema adzan isya. Rintik hujan mulai jatuh membasahi atap amben bambu. Nampak kekecewaan timbul pada wajah pengunjung warung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *