Negeri Kurcaci dan Negeri Elf

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 17 November 2018

Semua orang di Negeri Kunocio terdiam. Ratu Valikli sedang menderita penyakit Kertek, penyakit yang sedikit membahayakan. Tabib istana berkata, obatnya adalah bunga Vivilala, bunga paling langka yang sangat sulit ditemukan. Raja Morkins pun membuka sayembara. Siapa yang dapat mencari bunga Vivilala dan memberikannya kepada tabib istana untuk Ratu Valikli maka akan diberikan imbalan yang besar. Banyak yang mendaftar untuk mencari bunga Vivilala termasuk seorang pelayan istana. Pelayan itu perempuan dan bernama Mila. Dia meminta izin kepada Raja Morkins untuk tidak bekerja seperti biasanya dalam beberapa hari untuk mencari obat penyakit Ratu Valikli. Raja Morkins mengizinkannya.

Keesokan harinya, Mila pergi mencari bunga Vivilala. Ia membawa keranjang besar yang muat untuk sepuluh bunga Vivilala. Ia berjalan jauh dan dia tidak berhenti. Setelah berjalan jauh, ia menemukan bunga Vivilala. Saat ia mau memetiknya… “Hei! Bahaya!” Teriak seseorang. Ternyata Elf perempuan. “Ayo masuk ke penginapanku!” Kata Elf itu dan menarik lengan Mila.

Di penginapan Elf itu, Mila ketakutan. “Mengapa kamu mau mencuri bunga Vivilala milikku?!” Tanya Elf itu marah. “Ratu… Va…Valikli se..sedang sa…sakit. Ba…baginda Raja Morkins me… menga..dakan.. sa…sayem…ba..ra un…untuk mencari bu…bunga Vivilala, obat pe…penyakit itu. Sa.. saya.. mengi..ku..tinya.” jawab Mila gugup dan ketakutan. “Maafkan saya, Tuan.” Ujar Mila.” Kamu boleh ke tempat kamu lagi, tetapi ada syaratnya. Kamu harus membantuku membereskan penginapanku!” Perintah Elf itu. “Nama Tuan siapa?” Tanya Mila. “Grefila.” jawab Grefila singkat. “Terima kasih, Tuan Grefila.” kata Mila lega. Karena Grefila pemilik suatu penginapan, perlu beberapa hari untuk membereskan penginapan itu karena banyak tamu yang datang.

Pada suatu hari, ketika Mila sedang membersihkan penginapan Grefila, ia menyanyikan lagu ‘Nerfo Kunocio Nerfoku’. “Nerfoku Kunocio… Nerfoku kunocio… kamanista… mukaki…” Mila menyanyi sambil membayangkan Negeri Kunocio. “Kala… funaka… selikoku… harkatata… Maaaakatata…. Nerfo Kunocio Nerfoku…” Lanjut Mila. Mila mengulang-ulang lagu itu supaya rasa rindunya berkurang. Tanpa disadarinya, Grefila sudah ikut menyanyi. Suaranya merdu. Mila kaget. “Tuan Grefila, tahu dari mana lagu ini?” Tanya Mila. “Apakah rajamu bernama Kerto Suno? Dan apakah ratumu bernama Kalya Mika?” Tanya Grefila. Mila semakin kaget.

“Ya. Mereka diberi gelar Morkins dan Valikli yang artinya baik dan dermawan.” jawab Mila. “Tetapi, tuan tahu dari mana?” tanyanya. “Rajamu dan ratumu ketika setelah menikah, menuju Negeri Elf untuk mencari bunga Borta.” jelas Grefila. “Mereka dikejar oleh teman-temanku. Aku menyuruh mereka masuk ke dalam rumahku. Aku menyuruh mereka menginap di penginapanku sehari saja. Mereka mengajariku menyanyi ‘Nerfo Kunocio Nerfoku’. Sebagai balasannya, aku menyuruh mereka memetik bunga Borta sebanyak-banyaknya.” Jelas Grefila lagi. “Kamu pelayan muda?” Tanya Grefila. “Ya, betul, tuan, saya berumur 18 tahun.” jawab Mila.”Kamu bekerja di mana?” Tanya Grefila lagi. “Saya bekerja di Istana Kunocio tempat Raja Morkins dan Ratu Valikli berada.” jawab Mila. Grefila kaget. “Kamu tidak bohong?” Tanya Grefila. “tidak, tuan. Itu kenapa saya hampir memetik bunga Vivilala tuan…” jawab Mila. “Tuan marah?” tanya Mila. “Tidak.” Jawab Grefila. “Tapi, silakan petik 10 bunga Vivilala.” Ujar Grefila.”Terima kasih, tuan.” ujar Mila. Mila segera memetik 10 bunga Vivilala. “Titip salamku kepada Raja Morkins dan Ratu Valikli dari Grefila Vikatrata.” kata Grefila pada Mila seraya melambaikan tangan.

Sesampainya di istana, Mila memberikan bunga Vivilala kepada tabib istana. “Hmmm… Bunga ini sangat bagus. Satu bunga saja sudah cukup.” kata tabib itu. “Jadi, kalau ada penyakit Kertek, yang menyerang Ratu Valikli, kita bisa menyembuhkannya dengan satu bunga Vivilala.” Jelas tabib itu lagi. Setelah Ratu Valikli meminum ramuan bunga Vivilala, Ratu Valikli pun sehat kembali.

Raja Morkins pun memberikan imbalan kepada Mila berupa sekantong emas. Mila pun dijadikan penasihat istana. Mila berterimakasih kepada Raja Morkins. Kini ia tidak lagi menjadi pelayan istana. Mila tak melupakan titipan salam untuk Raja Morkins dan Ratu Valikli. Ia menyampaikan salam Grefila.

“Ya ampun. Jadi, bunga Vivilala itu dari kebunnya Grefila Vikatrata?” Tanya Ratu Valikli kaget setelah Mila menceritakan bagaimana dia mendapatkan bunga Vivilala. “Ya, bunga Vivilala ini dari kebunnya Tuan Grefila.” jawab Mila. “Wah, wah, wah. Baik sekali dia.” kata Raja Morkins. “Kita harus berterima kasih padanya.” kata Ratu Valikli.

Keesokkan paginya, Raja Morkins, Ratu Valikli, Mila serta beberapa pengawal bersiap siap untuk pergi menjumpai Grefila. Mereka ingin berterimakasih terhadapnya. Sesampainya mereka di sana, Mila mengetuk pintu penginapan Grefila. “Tuan Grefila… Tuan Grefila…” panggil Mila. “Ya, sebentar.” Ujar Grefila dari dalam. Grefila segera membuka pintu. Dia terkejut saat melihat Ratu Valikli dan Raja Morkins berada di depannya. Grefila memeluk Ratu Valikli dan Raja Morkins.” Oh, Valikli, Morkins! Sudah lama kita tidak berjumpa.” Ujar Grefila. “Iya, Grefila.” Sahut Ratu Valikli. Setelah lama mengobrol, Ratu Valikli pamit pulang. Saat mereka ingin pulang, Grefila memberi mereka kue yang kelihatannya enak. Ratu Valikli dan Raja Morkins berterimakasih kepada Grefila. Mereka segera menaiki kendaraan untuk balik ke istana. Grefila melambai-lambaikan tangan kepada mereka. Ratu Valikli dan Raja Morkins melambaikan tangan mereka juga pada Grefila.

Suatu hari, Raja Morkins dan Ratu Valikli mendapatkan surat dari Grefila. Ini isi suratnya:

Untuk Morkins dan Valikli.
Apa kabar, kedua temanku? Aku harap kalian baik-baik saja.
Aku sedang menderita penyakit Lir. Aku berada di Rumah Sakit Seliva Elf.
Para dokter elf masih mencari Bunga Liratania, bunga yang akan menyembuhkanku. Sudah sepuluh hari para dokter elf mencarinya, tetapi masih saja belum ditemukan.
Sudah dulu, ya. Aku akan mengharapkan balasan kalian.
Dari Grefila Vikatrata,
Temanmu.

Raja Morkins dan Ratu Valikli segera bertindak. Untunglah di taman kerajaan ada banyak Bunga Laritania. Mereka memetik sepuluh Bunga Laritania, lalu mereka segera pergi ke Negeri Elf dan pergi menuju Rumah Sakit Seliva Elf. Mereka menemui para dokter elf dan para dokter elf segera menyembuhkan Grefila Vikatrata. Grefila Vikatrata mengucapkan terima kasih kepada Raja Morkins dan Ratu Valikli.

Cerpen Karangan: Azka Yumiko

Cerpen Negeri Kurcaci dan Negeri Elf merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pilu

Oleh:
Air mata itu menetes lagi di kedua pipimu dan terburu-buru kau menghapusnya. Seakan takut dilihat orang. Padahal tak ada satu pun yang memperhatikanmu. Hanya aku. Kau bergegas lari ke

Rumah Berhantu

Oleh:
Sebuah rumah besar yang sudah tak berpenghuni kurang lebih 150 tahun itu menjadi buah bibir masyarakat desa Enggak Makmur -nama yang aneh. Ada yang mengatakan kalau di dalam rumah

Pena Dari Bulu Angsa Ajaib

Oleh:
Karmela, seorang anak yang sangat senang menulis. Ia begitu riang tiap kali ia guratkan ujung penanya yang runcing itu ke permukaan kertas. Tiap guratannya ia bentuk menjadi huruf per

Beauty And The Beast Horror Side

Oleh:
Aku akan menceritakan sebuah cerita yang mungkin akan mengubah pemikiranmu bahwa tidak semua cerita dongeng akan berakhir dengan bahagia.. Suatu hari hiduplah seorang pedagang dengan seorang anak yang berparas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *