Nia In Wonderland

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 7 October 2017

Aku baru saja tersadar dan aku terkaget aku ada di mana sekarang?. padahal beberapa saat yang lalu aku sedang tidur di kamarku sambil membaca buku. tapi sekarang aku berada di tengah hutan.

Aku berjalan tanpa arah, mengikuti jalan setapak yang ada di depanku, entah ada di mana aku sekarang, tapi yang jelas aku takut. aku melihat seseorang sedang membelah kayu dengan kapaknya di di depan mataku, seorang anak yang mengayunkan kapaknya ke arah kayu hingga menimbulkan bunyi nyaring, TAK!!!, Dia melakukannya berulang-ulang, aku menyipitkan mataku, untuk melihat jelas wajah anak itu dan sepertinya aku mengenalnya. dia adalah temanku jerry, aku memanggilnya dengan suara lantang dan dia menoleh. aku segera menghampirinya, perasaanku sangat senang karena setidaknya ada orang yang aku kenal.

“Siapa kau?”
Aku kaget mendengar dia mengatakan itu “ini aku nia” kataku “teman satu kelasmu”
“Maaf aku tidak mengenalmu” jawabnya
Aku terkejut saat mendengar jawabanya, entah apa dia mungkin terkena amnesia. aku akan menanyakannya sekali lagi, tetapi saat aku ingin bertanya aku mendengar suara teriakan, di ujung sana aku melihat kobaran api yang menyala-nyala menimbulkan asap pekat yang melambung di udara. aku tersentak

“Ayo ikut aku” tiba-tiba jerry tersentak, dia menarik pergelangan tanganku dan mengajaku berlari.
“Kita mau kemana?” Tanyaku
“Kita akan ke desa tempat tinggalku” sahutnya.

Aku hanya terdiam mendengar jawabanya, dan kakiku terus berlari di atas rumput hijau, dan kami sampai di desa itu.
Aku terkejut saat melihat keadaan desa telah hancur, porakporanada, kepingan bangunan di mana-mana, kobaran api yang menari-nari, mayat-mayat yang bertebaran seperti daun-daun di musim gugur, dan yang melakukan itu semua adalah raksasa besar yang ada di hadapan kami. raksasa hijau itu sangat menakutkan dia menatap jerry dan aku dengan mata merah seramya.

Jerry menyuruhku bersembunyi dan aku menuruti apa maunya. jerry berlari dengan gagah berani dia berlari ke arah makhluk besar hijau itu, dan baju jerry berubah menjadi baju seorang kesatria dan. jerry terbang dia mengarahkan kapaknya yang bercahaya ke arah monster itu, namun dia berhasil menagkisnya, dan dia menembakan laser dari matanya, laser itu mengenai jerry hingga dia terluka dan terjatuh ke tanah, dan monster itu ingin menginjak jery dengan kaki besarnya. aku memejamkan mata karena tidak ingin melihat pemandangan ini.

Tiba-tiba ada suara muncul di kepalaku suara yang menyurhku untuk menyelamatkan jerry. Aku kembali membuka mataku dan melihat tubuhku mengeluarkan cahaya sesaat setelah cahaya itu hilang baju piyama yang tadi aku kenakan berubah menjadi baju dress biru yang indah, tapi yang membuat aku terkejut kini aku memeiliki sayap di punggungku.
Aku masih takut dengan monster itu tapi aku harus menyelamatkan jerry, aku terbang dengan sayapku. dan tiba-tiba muncul sebuah busur panah di tanganku, aku belum pernah memanah sebelumnya tapi apa salahnya aku mencoba, aku membidik tepat di matanya dan melesatkan anak panah yang bercahaya itu. Dan monster itu pun lenyap.

Aku berhasil mengalahkanya, aku kembali ke wujud semulaku, dan saat aku menghampiri jerry tiba-tiba tubuhnya menghilang, semuanya menghilang dan tiba-tiba turun hujan. yang membuatku tersadar bahwa semua hanyalah mimpi, aku terbangun dan merasakan celanaku ynag basah bukan karena hujan tapi karena aku mengompol. mungkin inilah akibatnya jika tidak berdoa sebelum tidur.

Cerpen Karangan: Thomy Bahar
Facebook: Thomy Bahar
Thomy bahar, anak jakarta yang suka menulis dan baca komik

Cerpen Nia In Wonderland merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teman Pertama

Oleh:
Sebelum aku memulai cerita ini, pertama-tama, aku harap kalian tidak mengharapkan apa pun dari cerita yang akan ku sampaikan ini, terlebih lagi dari diriku. Bisa dibilang ini bukanlah sesuatu

Ball, I Wish…

Oleh:
Kamu terdiam perlahan, melihat sesuatu yang menurutmu aneh di meja belajarmu. Sebuah kotak? Kenapa ada sebuah kotak aneh di meja belajarmu? Sebuah kotak merah berukuran kecil, dengan garis-garis warna-warni

That Doll

Oleh:
Aku memandang boneka itu sekali lagi. Matanya berwana cokelat pekat. Rambutnya hitam panjang dan dikepang. Ia memakai gaun yang indah berbunga-bunga. Tetapi, satu hal yang mengganjal, senyumnya tidak mengembang

Think All About People

Oleh:
“Apakah kau tahu, hari ini ada murid baru yang akan masuk ke kelas kita. Katanya sih, dia cantik banget. Blasteran dari Brazil!,” bisik perempuan yang tengah duduk bergerombol dengan

Time Future Traveling (Part 1)

Oleh:
Time Travel ke masa depan mungkin menurut orang-orang itu adalah hal yang biasa-biasa aja. Tapi, kalau melihat masa depan sendiri tentu kita merasa bahagia. Masa depan tidak ditentukan oleh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *