Nightmare By Step Grandma

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 24 February 2018

Mungkin ini merupakan akhir dari hidupnya, terkurung di dalam kobaran api besar, tak ada lagi harapan, tak ada senyuman, bahkan peluang untuk keluar dari rumah itu pun sangat kecil. Arya berada di ruang tengah bersama dengan ibunya, sedangkan kakak perempuan dan ayahandanya entah ke mana.

“bu! Ayo kita cari jalan keluar” ujan Arya, ia terus menggenggam lengan ibunya
Ibu menggelengkan kepala pelan “nak, kamu keluar dari sini duluan. Nanti ibu bakal nyusul kok” ucapnya.

Tiba-tiba kayu rapuh yang berada di atas kepala Arya sepertinya akan terjatuh, namun ibu segera mendorong Arya menggantikan posisinya. Saat Arya terdorong ada seseorang menarik lengannya hingga keluar dari ruangan itu.
“ibu!!” jerit Arya. ia mencoba masuk kembali ke dalam, namun beberapa petugas terus menghalanginya. “ibu saya masih di dalam!”. Kemudian Arya tak sadarkan diri.

“nak, kamu sudah bangun rupanya” ujar seseorang saat Arya mulai tersadar
Arya bangkit dari tidurnya dan melihat ke sekelilingnya, “siapa nenek ini? Dan di mana aku”
Nenek menjawab sambil tersenyum “aku ini nenekmu nak. aku yang membawamu ke sini 3 hari lalu, tepatnya saat peristiwa itu terjadi”
“apa?? 3 hari?” tanyanya kaget.

“lalu ibu di mana nek? Aku pengen ketemu ibu”
“ibumu sudah tiada nak” balas nenek lirih. “kamu harus belajar mengikhlaskannya dan memulai hidup baru”
Arya menudukan kepalanya, hatinya terus menjerit karena orangtua dan saudaranya telah tiada. “aku akan mencoba mengikhlaskannya, mungkin ini sudah menjadi takdir tuhan”
“iya nak, nenek hanya tinggal sendiri di sini semenjak kakekmu meninggal setahun yang lalu” ujar nenek, setengah bersedih. “di kampung ini masih banyak hal mistis, jadi kamu gak perlu berbaur dengan warga di sekitar sini, jika tidak kamu bakal terpengaruh oleh mereka”

Arya sedikit tak percaya dengan perkataan neneknya, namun mau tak mau ia hanya menurut. “oke nek, aku gak bakal terpengaruh ko sama orang-orang sini” ia beranjak bangun dari sana. “nek, aku mau menjelajahi sekeliling kampung sini, boleh?”
“iya, boleh saja. Dan ingat pesan nenek, kamu gak perlu berbaur dengan masyarakat dan tak usah pedulikan mereka!” jawab nenek, sedikit menakutkan.
Arya hanya mengganggukan kepala dan segera pergi keluar, di kampung itu udara masih sangat segar, masih ada pegunungan hijau, sawah-sawah, serta hutan yang masih asri.

“ehh” suara seorang gadis terdengar dari belakang Arya, ia pun segera menoleh. “I-iyaa kenapa?”
“kamu orang baru di sini?” tanya gadis itu, ia berambut panjang sebahu, kulitnya putih agak pucat, kira-kira ia sepantar dengan Arya. “namaku susanti, aku tinggal di belakang rumahmu”
“ohh.. gue Arya, dari Jakarta. Di sini gua tinggal sama nenek gua” balas Arya, malu-malu. Tersontak ia pun teringat perkataan neneknya bahwa ia tak boleh berbaur dengan orang sekitar.

Arya mencoba membalikan badannya dan hendak meninggalkan susan, namun yang ia lihat di belakangnya adalah neneknya. “nenek? Kok bisa di sini?”
“apa yang kamu lakukan di sini?” tanya nenek, sambil menyeret lengan Arya pulang ke rumah. “cepat kita kembali”
“t-tapi aku punya teman baru nek, namanya Susan” balas Arya, sambil berjalan. “ternyata dia tinggal di belakang rumah kita lho”
“nenek kan sudah bilang, JANGAN BERBICARA DENGAN ORANG-ORANG DI SINI!” sentak nenek, matanya terbelalak. “nenek hanya ingin melindungimu dari orang-orang jahat, tapi kenapa kamu nggak ngerti? Kalo kamu gak nurut sama nenek kamu boleh pergi dari rumah ini”

“J-jangan nek, Arya udah gak punya siapa-siapa lagi. Arya bakal nurut sama nenek, Arya janji” ucap Arya, menyesal. “Arya juga gak bakal ngobrol sama orang-orang kampung”
Nenek tersenyum hangat. “maafkan nenek juga ya terlalu kasar padamu” sambil mengelus lembut kepala Arya. “nah, sekarang waktunya kamu tidur. Ini sudah malam, jangan lupa berdoa. Oh iya, kamu jangan keluar kamar di tengah malam, tidak baik”
“lho, emang kenapa nek?” tanya Arya, penasaran. Namun nenek tak menjawab, ia segera berlalu begitu saja.

Arya pun bergegas menuju kamarnya, sebelum ke kamar ia mampir ke kamar mandi sebentar, dan di bagian pojok kanan samping kamar mandi terdapat pintu. Pintu itu cukup membuat Arya penasaran, ia menghampiri tempat itu dan mencoba masuk.
“masuk gak ya?” gumamnya, ragu. Aura di sana sangat berbeda, lebih panas, tercium aroma-aroma seperti dupa dan kemenyan, dan sesekali terdengan suara lelaki tua yang sedang melafalkan mantra. “ah balik ke kamar aja deh”. Karena tak punya nyali untuk masuk ke sana, Arya pun memutuskan untuk ke kamarnya dan terlelap.

“pergi dari tempat itu!!” ujar seorang gadis dari sudut ruangan, Arya mencoba mencari tahu dari mana suara tersebut. “siapa itu?”
“kak fanny!” panggil Arya saat melihat kakanya muncul dari balik tembok. “apa ini nyata? Kakak masih hidup! Lalu di mana ibu dan ayah?”

“cepat tinggalkan tempat ini” balasnya pelan, namun tatapan matanya agak dingin.
“tapi kenapa kak? Ini kan rumah nenek” ujar Arya, heran. “aku takkan meninggalkan nenek, karena sekarang hanya dia yang kupunya”
“DIA BUKAN NENEK KITA! TINGGALKAN TEMPAT INI!” jerit kakak, tiba-tiba wajah kak fanny mengeluarkan api, terbakar, tak beraturan, bahkan meleleh, kak fanny perlahan mendekati Arya dengan wajah ganasnya dan mencekik Arya.
“Aaaaaaaaaaa” jerit Arya, ketakutan. Ia pun sadar kalau hal tersebut hanyalah mimpi.

“apa maksud mimpi itu?”
Arya mencoba melihat ke sekeliling, terutama tiap sudut ruangan. “sudah jam dua belas lewat” gumamnya setelah melihat jam dinding yang tertempel di dinding tepat di atas kasurnya. “aku haus”

Perlahan ia berjalan handak mengambil segelas air, namun ia melihat sesosok pria tua yang mengendap-endap menuju ruang bawah tanah. Pria itu tak terlihat jelas, karena cahaya di rumah nenek remang-remang dan terdapat kabut seperti embun yang menghalangi jarak pandang,
Arya hanya memantau dari kejauhan, keinginannya untuk mengetahui sosok itu sangatlah besar. “siapa sebenarnya orang itu? Kenapa dia ke sana?” gumamnya.

Ia membalikan badannya dan melihat sosok susanti. “s-su-susanti?” ucapnya, gugup dan sedikit kaget. “gimana lu bisa masuk ke sini…?”
“ada yang memanggilku kemari..” balasnya ringan, ia tersenyum halus, dari raut wajahnya susanti terlihat lirih.
“tolong…” suara seseorang meminta tolong terdengar dari dinding sudut kamar mandi
Seketika bulu kuduk Arya naik. “s-siapa di sana?” tanyanya, ia mencoba memberanikan diri mendekati bilik kamar mandi itu.

Lengan seseorang muncul dari sudut kamar mandi dan menarik keras lengan Arya. “AAAAAAAAa…”

Di sebuah dunia lain, yang entah apa nama tempat itu. Disana Arya melihat sosok susanti yang terbaring lemah di dalam peti kaca dan melihat beberapa orang lainnya. Di sana juga ada nenek yang sibuk membakar kemenyan ditemani seorang lelaki tua yang tadi dilihat oleh Arya memasuki ruang bawah tanah.
Arya mencoba menghampiri neneknya, dan menghentikan semuanya. “nek, hentikan semua ini” ucap Arya pada neneknya. Nenek tak menoleh sedikitpun, rupanya ia tak bisa melihat Arya.

“dengan begini, kekuatan kita akan bertambah” ujar nenek pada lelaki tua itu. “tinggal satu anak lagi kita tumbalkan”. Nenek meletakkan foto Arya di sebuat tempat khusus yang telah disediakan.
“kenapa nenek menaruh fotoku di sana?” gumam Arya.

“nenekmu adalah seorang penyihir di kampung ini, dan lelaki tua itu adalah kakekmu, kakekmu sebenarnya masih hidup dan bersembuyi di ruang bawah tanah. Nenekmu mencari tumbal sebanyak-banyaknya untuk memperkuat kekuatan sihirnya, dan mungkin setelah ini kamu bakal dijadikan tumbal” ujar seseorang yang tak terlihat pada Arya. “lihat! Di sana banyak peti, dan ada beberapa warga kampung yang dijadikan tumbal oleh nenekmu, termasuk aku yang dikubur di tembok ini dan susanti yang dikurung dalam peti hampa udara”
Arya tertegun, kemudian ia tersadar dan melihat sosok nenek di hadapannya.

“apa yang kamu lakukan di sini?” tanya nenek, ia menatap dalam mata Arya.
“aku udah tau semuanya, nenek itu PENYIHIR, dan selama ini nenek menyembunyikan kakek di ruangan itu!!” jerit Arya sambil menunjuk ruang bawah tanah itu, ia berusaha pergi dari tempat itu. tapi sayang, nenek dengan sergap memukul rahang atas Arya dengan sebuah balok panjang hingga terpingsan.

“aku memang bukan nenek kandungmu, aku hanyalah nenek tiri sekaligus ibu tiri dari ibumu. Aku juga tak punya waktu untuk mengurusmu, jadi lebih baik jika kamu kukirimkan ke keluargamu” ucap nenek, sambil mengelus pelan wajah Arya yang berdiri tergantung di atas meja dengan leher terikat kain.
“nek, lepaskan! Lepaskan aku nek” jerit Arya, setelah tersadar. Ia berusaha membuka ikatan yang ada di lehernya.

“ini waktunya” ujar lelaki tua itu setelah menghampiri keduanya. Nenek mengangguk mengiyakan, kemudian ia menarik meja yang berada di bawah kaki Arya, dan nenek beserta lelaki tua itu menyaksikan dengan bangga. “yaa, inilah yang selama ini kutunggu, cucu tiriku”

Arya hampir kehabisan nafas karena tali di leher mulai mencekiknya. tiba-tiba muncul percikan api dari sebuah peti, api itu besar dan semakin membesar dan merambat ke tubuh lelaki itu.
“Aaaaaaaaaa tidaaaaak” jerit lelaki tua itu. “istriku, cepat bunuh dia”
Nenek bergegas mengambil pisau dan akan ditancapkan ke perut Arya. “rasakan ini!!”

Sosok susanti dan beberapa roh lainnya muncul dan memutarbalikan pisau itu ke perut nenek. Akhirnya pisau itu menancap di perut nenek dan tali yang mengikat leher Arya terpotong dengan sendirinya. Arya segera berlari keluar sejauh-jauhnya, nenek terus mengejar meski perutnya telah tertancap pisau. Nenek mencabut pisau yang ada di perutnya dan akan melemparkan pisau itu pada cucunya, akan tetapi nenek justru terjatuh lemah karena kehabisan darah. Nenek pun meninggal, begitu juga dengan kakek, sekarang sihir itu telah lenyap. Semua arwah-arwah yang terkurung di rumah nenek telah terbebaskan, suara-suara meminta tolong dari dinding telah tiada. Sekarang hanya ada kedamaian.

Esok harinya, Arya telah tiba di jakarta. Ia berdiri di depan sebuah kafe yang dulu merupakan tempat ia dan keluarganya tinggal. Di sana ada beberapa pegawai dan seorang wanita paruh baya yang mungkin pemilik kafe itu.

“andai ibu masih hidup” gumamnya.
“ehh..” panggil seorang gadis dari belakang. “lu Arya kan??”
Arya membalikan tubuhnya ke belakang dan melihat sesosok gadis yang dikenalnya. “rainy? Ini beneran lu?” senyumnya mulai mengembang ketika melihat sosok gadis yang merupakan teman semasa kecil sekaligus cinta pertamanya.

“iya ini gue, lu kemana ada selama bertahun-tahun ini?” tanya Rainy sambil tersenyum
“bertahun-tahun? Perasaan gua Cuma beberapa minggu aja deh di kampung” jawab Arya, heran.
“hahaha ngaco lu, lu liat kan sekarang di sini udah beda banget?” tanya Rainy, sambil memukul pelan pundak Arya. “daripada lu ceritain ke gua cerita yang gak masuk akal mendingan sekarang kita masuk ke dalem aja, gua pengen lu ketemu sama seseorang” Arya hanya menurut dan membuntutinya dari belakang.

“kita mau ke mana sih?”
“bu, ini Arya” ucap Rainy pada seorang wanita paruh baya saat mereka tiba di dalam. “dia baru sampe di sini tadi”
Wanita itu segera memeluk erat Arya dan meneteskan air mata. “ibu yakin kamu masih hidup nak”
Arya mengenal suara lembut itu. “ibu! Apa ini bener-benar ibu?”

“iya nak, ini ibu. Ibu selamat dari kejadian itu, rupanya nenek tirimu yang telah merencanakan ini semua, ia sengaja membakar rumah kita” ujar ibu, air matanya tak henti menetes. “tapi ibu berhasil selamat, ibu melakukan operasi plastik karena pada saat itu wajah ibu rusak total. Ibu juga mencari pekerjaan dan membangun bisnis ini sendirian”
Arya tak mau melepaskan pelukan hangan itu, ia menangis, namun tersenyum juga karena bahagia. “iya bu, Arya juga yakin kalo Arya bakal ketemu ibu lagi”.

Setelah itu mereka berdua hidup damai dan tetap mengutamakan kesederhanaan. Beberapa tahun kemudian Arya mempersunting Rainy dan mereka semua hidup bahagia.

Tamat

Cerpen Karangan: Tiara Gayatri
Blog / Facebook: tiara gayatri / facebook.com/tiara.gayatri.92
konni chiwa! watashiwa tiara desu, gw kelas x smk global prima islamic school. thanks yg udh baca 🙂
ig: tiaragytr27

Cerpen Nightmare By Step Grandma merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kekuatanku

Oleh:
Di sekolah, aku adalah orang yang misterius bagi semua temanku. Kata orang pintar, aku mempunyai sixth Sense. Aku bisa melihat makhluk halus. Aku sering dikira gila oleh mereka. “Egi,

Joana (Part 2)

Oleh:
Aku terus berpikir apa yang sedang terjadi. Setelah bel istirahat berbunyi lola mengajakku untuk ke kantin bersama namun aku menyuruhnya pergi duluan nanti aku menyusul, sebenarnya aku ingin berbicara

Tajam Ke Bawah Tumpul Ke Atas

Oleh:
Tancapkan tongkat keadilanmu Kibarkan kotak merahmu Pertahankan nilai luhur kami Bawalah masa depan kami Mampukah kau pimpin negeriku Di mana hukum keadilanmu Lihatlah rakyatmu Tertindas karena ketidakadilanmu Ku lihat

Menari Dalam Gelap

Oleh:
Gelap, serasa bermimpi. Membuka mata seakan menjalani hari yang hampa. Perlahan membuka mata sambil menembak apa yang telah kulakukan. Setelahku membuka mata ada wanita anggun dengan hijabnya yang sederhana

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *