Note, Secret Message

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 16 June 2017

Gina membolak balik kertas biru di hadapannya. Masih bingung kenapa Rio memberinya ini. Di kertas itu, tertera inisial nama.
A. K
22 JUNE, 2016

Gina garuk garuk kepalanya. A. K? Siapa itu? Atau jangan jangan… Ah, jangan mikir yang enggak enggak deh…

Music Room. Play the piano, and you know everything.
A. K
3 JULY 2016

“What?” ucap Gina tak percaya. Dibaliknya kertas itu.
“Fur Elise”. Kata kata janggal. Setiap minggu, ia menemukan secarik kertas putih di lokernya. Tak mau lama lama, Gina melangkahkan kaki ke ruangan musik di pojok sepi itu.

KRIEETT
Gina membuka pintu, ada secarik kertas tergeletak di piano tua itu.
“Adventure Secrets”
Gina duduk di kursi piano, menghela napas pelan.
“Semoga tak terjadi apa apa” harapnya sambil meletakkan jarinya di atas piano.

CERITA DIMULAI
Benda benda di atas meja berjatuhan, keramik berpecahan. Ada seseorang berjubah putih berjalan mendekati Gina.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya dengan tampang bengis. Gina bergidik takut. “Aku, Aku sedang bermain piano” jawabnya. Menelan ludah yang terasa pahit.
“Kau tak akan bisa keluar dari sini. Kau telah membuka portal ke Dark Land. Kau yang memulai, kau yang mengakhirinya. Mati atau temukan Berlian cahaya di puncak Gunung Devil”
“Argghhhh!!!”
Gelap.

Pandangan Gina masih kabur, ia membuka matanya.
“Di mana ini?” tanya Gina mengucek matanya. Ia baru menyadari bahwa ia di pondok kecil bersama lelaki memakai jubah biru.
“Ah, selamat datang di rumahku. Yah, apapun yang ada di sini, kau bisa menerimanya. Namaku Adam” jawab lelaki itu sambil memakan roti. Gina terduduk. Menatap sekitarnya. “Namamu siapa, nona?” Tanya lelaki yang tampan wajahnya itu. “Aku Gina Jeysen, Lebih baik, aku pergi dari sini” ucap Gina sambil mengusap rok birunya. “Maaf merepotkan” lanjutnya sambil berjalan ke luar. Adam menaikkan sebelah alisnya. Sedetik kemudian, ia mencekal tangan Gina. “Hei, Jangan sembarangan di sini. Kau bisa tersesat di hutan gelap seperti ini” katanya. Gina memutar bola matanya.
“Baiklah, Tapi aku tak bisa mudah percaya dengan lelaki sepertimu. Jelaskan profil dirimu dulu, Introduce Yourself, Sir” Ucap Gina sambil melepaskan cekalan tangan Adam. Giliran Adam yang memutar bola matanya.

“Graughhh!!” Geraman seseorang di balik pintu. Gina menoleh kaku, sedangkan Adam melotot memandangi pintu. “Dark Dragon!!” Teriak beberapa orang di luar. Gina membuka pintu, Mata birunya memandangi Sekitarnya.
“Gina, cepat ambil panah di dalam rumah, Panah naga itu, jika kau bisa” perintah Adam. Gina mengangguk.
Ia segera mengambil panah dan busur dari dalam rumah. Ia membidikkan panah, tepat ke mata Naga itu.
“Grakkkk”
“Groarrr!!”
Hutan terbakar terkena api biru naga.
Gina menoleh, lalu memejamkan matanya.
“Duarrr!!”
“Brakk!!”
“Groarr!!”
Ia menutup matanya.
“JDARRR!!”

Dia..
Sang pewaris panglima terkuat…
Di bumi diutus..
Untuk menyelamatkan umat manusia…
Dengan pedang besarnya..
Bermata merah..
Api keluar dari tangannya…

“GINA!!”

Gina membuka matanya. Ia bukan Gina seperti sebelumnya lagi. Di tangannya, ada pedang besar berwarna merah seperti api. Matanya, Berwarna merah darah. Dia, Bukan Gina.
Dia tahu, bahwa ia tak ditakdirkan menjadi manusia biasa. Anak dari Panglima Terkuat, Zenza Li. Ia meneruskan perjuangan ayahnya. Namanya, Lin Ya
“Srett..” Lin (Gina) Menyeret pedang besarnya sambil tersenyum licik. Lalu mengarahkan pedang besarnya ke depan Naga. “Hey, kau pikir aku takut dengan tampang bengismu itu, Dark Dragon?” Katanya meremehkan. Naga itu menyerang Lin dengan kuat.
“Srett!” Kulit naga tergores pedang Merah Lin. Lin tersenyum miring. Mata merahnya berubah menjadi merah terang. “Adam, kau bisa duduk di rumah, menonton boneka kecil naga ini” ia memerintahkan Adam untuk segera berlindung. Lelaki Tampan itu segera berlari ke dalam rumahnya.
Dari kejauhan, nampak Sensei Yuando Memandangnya. “Tugasnya masih baru dimulai. Dia benar benar Lin Ya” Kata Sensei Yuando.

Lin mengacungkan pedang kematiannya. Ia menyerang secepat kilat.
“Groarrr!!” Pedang itu menancap di kepala naga. Lin tersenyum puas, sambil menjilat ujung pedang penuh bercak darah naga. “Kau tahu, ini hanya awalannya, kau tak tahu akhirannya” ucap Lin sambil menyimpan pedang itu di punggungnya. “Aku bukan Gina yang kau kenal lagi” ucap Lin sambil menghilang secepat kilat. Disambut tatapan Adam yang masih mematung di pondoknya.

“Srett!”
“Brakk!”
Lin berdiri dengan aura merahnya. Ia tersenyum licik sambil menyimpan pedang besarnya kembali. “Aku hanya ingin pulang” Ucapnya. Ia menatap ke belakang. Prajurit istana tergeletak tak bernyawa penuh darah di belakangnya. “Aku kira, hanya ada satu Sensei yang bisa memberiku jawaban” Lanjutnya sambil terus berjalan memasuki gerbang istana.

“Srett!” Sensei Yuando membuka matanya. Ia rasa, salah satu anak muridnnya telah datang. “Sensei” panggil seseorang di ambang pintu. Orang itu berjalan pelan sambil menyeret pedang besarnya.
“Di sinikah aku dilahirkan?” tanya Orang itu yang ternyata Lin. Lin segera duduk bersimpuh. Matanya menatap tanah.
“Sebaiknya, akan aku ceritakan” ucap suara serak tua itu. Lin mendongak. Bersemangat mendengarkan cerita itu.

22 Tahun Yang Lalu
“Suamiku! Lihatlah! Betapa manisnya ia!” Ucap Xiya ke suaminya, Zenza Li. Panglima tampan itu tersenyum.
“Saatnya kita beri nama. Dia begitu manis dengan mata merahnya” puji Zenza kepada bayi di gendongan Xiya.
“Lin Ya, Nama yang bagus untuk putri kita ini” usul Xiya. Zenza mengangguk. “Kau begitu cerdas memikirkan namanya.”
“Duarr!!” Lagi lagi, suara naga milik Dark Shadows itu merusak keharmonisan mereka berdua.
“Tunggu di sini” tenang Zenza sambil menatap tajam ke naga itu.

3 Bulan Kemudian.
“Anakku, kau sudah berumur 3 bulan. Maafkan ibu, Lin” Ucap Xiya dengan berat hati. 3 bulan sejak kematian Zenza, Ia tak bisa menghidupi kebutuhan putri kecilnya. Ia menyerahkan Lin ke tangan penjajah. Tak lain, ia dari Luar Negeri antah berantah ini. Portal sudah mengecil. ” Maaf bu, jika kau ingin putrimu selamat dari bom atom, berikan cepat kepada kami” paksa Penjajah yang tak lain ayah tiri Lin. Dengan berat hati, ia melepaskan tangan mungil Lin.
Senyap..

Lin ternganga. Ia tak tahu harus berbuat apa. “Apa aku tak bisa kembali ke bumi?” tanyanya setelah hening sesaat.
Sensei Yuando menghela napas,
“Sebaiknya selesaikan tugasmu dulu. Sebelum dunia ini menjadi Gelap oleh Dark Shadows” katanya pelan. “Ambil berlian cahaya di puncak gunung berapi. Bila tidak, kau akan berakhir seperti ayahmu, Lin” lanjutnya. Lin menunduk, menyembunyikan ekspresi sedihnya. “Baiklah, akan kucoba” jawabnya sambil berjalan pergi meninggalkan Sensei Yuando.

“Dak Dak Dak!” Adam menghela napas pelan. Sejak 4 bulan sepeninggal Lin, ia tak bisa berbuat apa apa. Tangannya mengangkut bambu yang sudah tergeletak di depannya. “Apa kabar?” Ucap seseorang dibalik punggungnya. Adam berbalik. “Lin?” tanyanya tak percaya. “Ah, panggil saja aku Gina” ucap Lin. Ia tersenyum miring melihat bambu yang digotong Adam. “Kau tampak kekar sekarang” puji Lin sambil tetap memandang bambu besar itu. “Tidak, Kenapa kau ke sini?” tanya Adam sambil menyembunyikan perasaan senangnya. “Aku hanya ingin mengajakmu untuk melakukan hal..” potong Lin, sambil berjalan mendekati Adam.. “Yang tak pernah kau lakukan” bisiknya. Adam mematung. Jangan jangan…

Cerpen Karangan: Delms Story
Facebook: Delima Slatri

Cerpen Note, Secret Message merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sachioko

Oleh:
Hai aku adalah ikan Sachioko yang diagungi oleh kerajaan Nagoya, Jepang. kami adalah ikan emas peninggalan Nobunaga Oda yang dipercayai untuk mengusir kebakaran dan keberuntungan seperti “lucky charm”. Apa

Sang Pengembara

Oleh:
Pada suatu hari, ada seorang remaja yang tinggal di sebuah desa kecil mungil, tetapi pemandanganya tetap indah dan banyak penduduknya. Dia bernama Kaze dan dijuluki atau diketahui oleh masyarakat

Burung Pipit dan Seekor Singa (Part 1)

Oleh:
Sangat sulit menjelaskan mengapa aku sangat mencintainya. Kesempurnaan yang begitu nyata dari segi fisiknya. Namun, pengorbanan yang tak begitu tulus membuatku selalu mengalah. Tapi aku yakin suatu saat nanti

My Bodyguard Girl

Oleh:
Uhm… Aku melenguh dari balik selimut tebalku. Ku lihat wajah tampan Max masih bergelung di alam mimpi yang berada di sampingku, karena memang ini masih sangat pagi. Sial, lagi-lagi

Tujuh Hari Misterius

Oleh:
Hai, namaku Julian. Aku punya saudara kembar bernama Dik. Kami kelas 2 SMP, di kelas yang sama. Saat bulan Agustus, kami kedatangan 2 murid baru. “Anak-anak, kita kedatangan dua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *