Oh My Vampire, Because You Are My Sun (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 16 October 2017

Episode 1

VAZURO, 10 NOVEMBER 2016
Seorang wanita bergaun merah berlari kencang di bawah sinar rembulan. Ia tampak dikejar oleh sekelompok pria berbaju hitam.
“Berhenti! Kau harus menikah dengan Raja!” teriak salah seorang pria.
Namun wanita itu terus berlari hingga ia terhenti di sebuah tebing yang di bawahnya terdapat danau yang membentang luas.

“Jangan mendekat!” ucap wanita itu.
“Kau arus mengikuti kami, dasar jal*ng!!” teriak seorang pria dengan emosi.
“Aku lebih baik mati! Dari pada harus menikah dengan Raja Chrrist!!” Kata wanita tersebut sembari perlahan-lahan kakinya melangkah mundur ke belakang.
“Jika bukan perintah raja, mungkin kami sudah menggunakan kemampuan kami untuk menangkapmu. Vampir remaja sepertimu belum terlalu pandai dalam mengendalikan kekuatanmu!!” kata pria itu lagi, berjalan maju menuju wanita tersebut.

Beberapa saat kemudian cahaya buan berubah warna menjadi biru diiringi angin yang berhembus kencang. Tiba-tiba saja, tedapat pusaran air di danau tersebut. Wanita itu kaget, hingga membuat mulutnya ternganga. Seketika itu bayangan hitam yang berlalu begitu cepat mendorong wanita itu, hingga ia terjatuh dari atas tebing dan masuk ke dalam danau yang terdapat pusaran.
“Ini saatnya, Kim Nana!” kata yang terdengar di telinga wanita itu, yang ternyata bernama Kim Nana, sebelum ia terjatuh.
Wanita itu berteriak meminta tolong. Namun, sekelompok pria yang mengejarnya tadi kini menghilang entah pergi ke mana.
“Aku terlalu takut dengan semua ini. Semoga ini akan membaik!” ucap Nana dalam benaknya.
Tak lama kemudian, cahaya bulan berubah seperti semula. Danau yang tadinya terdapat pusaran, kini berubah menjadi tenang. Nana kini telah menghilang entah ke mana.

JAKARTA, 10 NOVEMBER 2016.
Seorang pria terlihat begitu sedih di bawah pohon yang rindang. Matanya menatap lurus pada sebuah danau yang tak jauh dari pohon tersebut. Ken, nama pria itu.

“Aku harap, aku dapat menghilang!” ucap Ken sembari melempar batu ke danau yang tengah ia lihat. Tiba-tiba, pria itu berdiri. Matanya melebar, seakan-akan melihat sesuatu yang menakjubkan. Benar saja, seorang wanita begaun merah muncul dari dalam danau tersebut. Yang ternyata adalah Kim Nana.

“Aku di mana?” tanya Nana dalam benaknya.
Nana berjalan keluar dari dalam danau, ia terlihat begitu lemas, dengan wajahnya yang pucat bagaikan salju, Nana tetap berjalan hingga membuatnya terjatuh. Ken yang melihatnya itu, berlari menuju Nana.
“Hei apa kau baik-baik saja? Kau dengar aku?” Tanya ken
Nana melihat ke arah Ken. “Kau memiliki darah yang sempurna, apa kau manusia?” kata Nana sembari mendekati wajahnya di leher Ken.

Ken terdiam, jantungnya berdetak begitu kencang. Karena Nana perlahan-lahan mendekati wajahnya pada leher Ken. Mata Nana kini berubah warna menjadi ungu. Gigi taring perlahan-lahan keluar dari mulutnya. Namun seketika Nana pingsan, kepalanya terjatuh di pundak Ken. Gigi taring Nana perlahan-lahan menghilang.

“Hei… apa kau mendengarkanku? Kau pingsan?” kata Ken sembari menepuk-nepuk pipi Nana.
“Aku, aku harus bagaimana?” kata Ken, kemudian ia nampak memikirkan sesuatu. “Oh.. iyaa rumah sakit!” kata terlintas dalam benaknya. Kemudian ia membawa Nana ke dalam mobil dan berlalu menuju rumah sakit. Di pertengahan perjalanan, Nana terbangun.

“Aku di mana?” tanya Nana dalam benaknya dengan kening yang mengkerut. Ia pun memalingkan wajahnya ke arah Ken yang tengah menyetir mobil.
“AAAAAAAAAA!!!” Nana menjerit.
“Apa kau seorang penculik? apa aku sedang disandera? Lepaskan aku? Apa kau seorang penyuruh Raja?” Tanya Nana dengan keadaan panik. Ia secara terus menerus memukul Ken yang tengah menyetir mobil.
“Apa kau sudah sadar? Kau baru saja pingsan, aku pikir kau tenggelam dan mungkin paru-parumu dipenuhi oleh air. Aku harus membawamu ke rumah sakit, jadi tenanglah!!” jelas Ken. Wanita itu terdiam, tiba-tiba ia mengingat kejadian yang menimpahnya.
“Apa kau manusia?” tanya Nana.
“Apa yang kau katakan, yaa jelas aku manusia, kau juga manusia bukan!!” jawab Ken.
“AAAAAAAAA!!!” Nana menjerit kembali.
“Benarkah? Jadi kau akan membawaku ke mana?”
“Aku pikir kau harus mendapatkan perawatan, kita akan menuju ke rumah sakit, jadi tenanglah!” jelas pria tersebut.
Nana pun berkata dalam benaknya. “Jadi kejadian semalam membawaku ke dunia manusia, tapi aku tidak terbakar? Katanya kalau berada di kehidupan manusia tubuhku akan terbakar! Apa itu cuman legenda? terus yang namanya matahari itu seperti apa?”

“Aku mohon berhenti!!!” teriak Nana.
“Apa kau yakin kau baik-baik saja?” tanya Ken kepada Nana.
“Aku mau melihat matahari? Aku ingin lihat matahari itu seperti apa? Jadi mohon berhenti!!” ucap Nana.
Ken heran dengan perkataan Nana. Ia pun menghentikan mobilnya. Nana secara perlahan-lahan keluar dari dalam mobil. “Waaahhhh… di sini terang sekali!! mana mataharinya?” ujar Nana dengan perasaan bahagia.
Ken memandangnya sesaat dengan penuh keheranan. Kemudian ia menunjukan matahari pada Nana.

“Apa dia amnesia? Dia selalu mengatakan manusia, apa dia bukan manusia? mungkinkah bidadari? Tapi dia muncul dari danau, mungkin dia bidadari nyasar kali yaa? Atau saja efek dari tenggelam?” kata dalam benak Ken yang penuh pertanyaan.

Nana dengan perasaan gembira berlari kesana kemari memandikan cahaya matahari.
“WOOOAAHH, hebat aku tidak terbakar sama sekali?” ucap Nana dalam benaknya sambil meloncat-loncat.

“Heii boleh aku tahu namamu?” tanya Ken.
Nana menoleh ke arah Ken dan tersenyum. “Aku Nana. Kim Nana!! kau sendiri siapa?”
“Aku ken!” jawab Ken membalas senyuman Nana.
Nana begitu senang karena bisa melihat matahari. Ia berlari kesana kemari dengan senyuman di wajahnya. Di lain sisi Ken begitu heran melihat tingkah Nana, ia tak menyangka bahwa Nana akan kegirangan saat melihat matahari.

“Hei… jangan berlari nanti kau terjatuh!!” kata Ken mengingatkan, namun Nana mengabaikannya. Ia terus berlari kesana kemari. Tiba-tiba…
“WaaaaaAAAAAAAA!!!”
Nana terpeleset, tetapi Ken berlari begitu cepat untuk menangkap Nana yang akan terjatuh di tanah. Mata mereka saling bertatapan begitu lama.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Ken.
“Iiiyaaa… ak.. aku baik-baik sa.. saja kok!” jawab Nana terbata-bata sembari melepaskan dirinya dari genggaman Ken.
Keduanya saling memalingkan pandangan, terdiam untuk waktu yang cukup lama.

“Ba.. baiklah kalau begitu, aku akan meninggalkanmu di sini. Kau tahu arah rumahmu kan?” kata Ken kepada Nana.
“Apa maksudmu? apa kau akan meninggalkanku?” tanya Nana dengan raut wajah kasihan.
“Kau tidak ingin ke rumah sakit bukan? Kalau begitu aku akan pulang sekarang!” ujar Ken kemudian membuka pintu mobilnya dengan tangan kanannya, namun Nana menghalanginya.

“Ada apa?” tanya Ken.
“It..itu ..aku.. ma..mau pulang, tolong antarkan aku!!” ujar Nana sembari menundukan kepalanya.
“Baiklah, ayo masuk… kau tunjukan aku arah ke rumahmu!” ucap Ken sembari masuk ke dalam mobil. Mereka pun berlalu meninggalkan tempat tersebut.

Di perjalanan, Nana menunjukkan sembarang arah kepada Ken. Dalam benaknya ia berkata. “Aku harus bagaimana? Jelas-jelas aku di dunia manusia dan aku hanya menunjukan arah yang aku lihat..!!”

2 jam telah berlalu, namun mereka tak kunjung sampai. Hingga membuat Ken bosan.
“Sebenarnya di mana rumahmu? Yang benar saja dua jam looh kita belum sampai!!” kata Ken dalam keadaan menyetir mobil.
“Seb.. sebenarnya aku tak memiliki rumah!! Aku baru di sini!!” ucap Nana, seketika itu mobil berhenti. Ken pun keluar dari dalam mobil dan membuka pintu mobil kepada Nana.
“Keluar..!!” ucapnya namun Nana hanya terdiam.
“Aku bilang keluar!! Kau menipuku dengan cara seperti ini!!” ucapnya lagi dengan emosi.?
Nana secara perlahan-lahan keluar dari dalam mobil.
“Maaf.. ak.aku,” kata Nana terputus.
“Seharusnya dari awal aku tidak mempercayai wanita sepertimu! Wanita aneh yang keluar dari danau dengan gaun merah dan untuk pertama kalinya melihat matahari!! Yang benar saja!!” tegas Ken penuh amarah.
“Aku tidak berbohong, jika kau ingin tinggalkan aku silahkan!! Aku tidak akan menghalangimu lagi!!” balas Nana.
“Seharusnya dari awal kau berkata begitu!!” ucap Ken, kemudian masuk ke dalam mobil

Episode 2

Mata Nana terbuka lebar, ia begitu kaget ketika melihat pria yang berdiri di sampingnya itu. Pria itu ternyata adalah Ken..
“Apakah kita akan berdiri terus di sini? Ayo cepat kembali ke mobil!!” ucap Ken sembari menarik tangan kanan Nana.
Nana tersenyum lebar, tampak jelas ia begitu senang ketika mendengar Ken mengajaknya ke mobil. Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi.

Di perjalanan…
“Apakah kau memikirkanku? Apa karena kecantikanku? Benar kan? Tentu saja wanita sepertiku pasti banyak pria yang menyukaiku.” Kata Nana sembari mencolek pundak Ken dari belakang.
“Bisakah kau diam!” tegas Ken?
“Iya aku tahu, kau secara diam-diam menyukaiku kan? Apa kau malu untuk mengatakannya?” Ucap Nana diiringi tawa kecil. Nana terus saja berbicara hingga membuat Ken kesal. Tak lama kemudian mobil berhenti.

“Apa kau mau menurunkanku lagi? Aku janji gak akan ribut lagi!!” kata Nana dengan raut wajah kasihan.
“Cepat turun!!” Perintah Ken kepada Nana, namun Nana menghiraukannya seolah-olah ia tak mendengar perintah dari Ken. “Apa kau mau berdiam terus di situ? Baiklah, aku akan keluar duluan.” Ucap Ken, sembari keluar dari dalam mobil.
“Tunggu aku!!” teriak Nana dari dalam mobil.

Nana secara perlahan-lahan keluar dari dalam mobil. Tiba-tiba saja ia terdiam, seakan-akan tubuhnya telah menyatuh dengan tanah. Ia begitu kaget, karena tampak sebuah rumah bagaikan istana terlukiskan di depan pandangannya.
“Apakah dia seorang pangeran? Rumahnya mirip Castil Vazuro!!” Kata Nana dalam benaknya.

“Heii cepat masuk, kenapa berdiam dalam hujan!!” Teriak Ken.
Mendengar itu Nana pun berlari ke arah Ken.
“Kau ini melamun terus dari tadi, ayo masuk!!” ujar Ken sembari memegang tangan kanan Nana kemudian masuk ke dalam rumah.

Setibanya di dalam, tak nampak seorang pun yang berada di dalam rumah tersebut. Rumah yang megah itu begitu sunyi.

“Ini, pergilah mandi! Kamar mandinya ada di lorong sana!!” Ucap Ken, melempar handuk kepada Nana. Kemudian menunjukkan arah kamar mandi.
Nana begitu kesusahan berjalan, dikarenakan gaun yang ia kenakan begitu berat ketika basah.

Beberapa saat kemudian terdengar suara jeritan dari kamar mandi. Mendengar itu Ken berlari menuju kamar mandi, tanpa disadari ia mendorong pintu kamar mandi yang tak dikunci oleh Nana.
“AAAAAAAAA… dasar mes*m!!” Teriak Nana ketika melihat Ken mendorong pintu kamar mandi. Secara spontan telapak tangan kanan Nana melayang di pipi Ken. Nana menamparnya, lalu menarik pintu tersebut.
“Maaf, aku tak sengaja mendorong pintu. Tadi aku mendengar kau menjerit, lalu aku berlari ke sini. Aku pikir telah terjadi sesuatu!!” Jelas ken sembari memegang pipinya yang memerah akibat ditampar oleh Nana.
“Sudah!! Lupakan!! kau tak melihat apa pun kan?” Tanya Nana, namun tak ada jawaban dari Ken. Saai ia mengintip ke luar, ternyata tak ada Ken, ia telah pergi beberapa saat yang lalu.

2 JAM KEMUDIAN
Nana dengan nafas yang tak karuan mendekati Ken.
“akhirnya aku menemukanmu!!” ucap Nana.
“Apa kau tertidur di kamar mandi?” Tanya Ken yang sedang menonton TV.
“Ini semuah salahmu, kenapa harus tinggal di rumah sebesar ini!! Aku sempat tersesat tadi, aku gak tahu ruangan mana yang aku masuki!” Jawab Nana.
“Jadi selama 2 jam kau tersesat di rumah ini. Yang benar saja!!” ujar Ken kepada Nana. “Pakai baju itu!!” Lanjut Ken, sembari menatap Nana yang masih mengenakan gaunnya yang basah. Nana pun mengambil baju yang terletak di atas sofa.

“Kau memiliki baju wanita!! Oohhh.. apa kau menyembunyikan seorang wanita di rumahmu?” Kata Nana sambil mendorong kepala Ken.
Ken hanya diam, ia menghiraukan perkataan Nana. Sedangkan, mata Nana melirik ke sana ke mari, ia begitu kebingungan karena harus menggantikan pakaiannya di mana. Ken menyadari hal tersebut, ia pun menyuruh Nana untuk berpakaian di kamar atas.

Beberapa saat kemudian.
“Aku selesai!! gimana cocok gak?” Kata Nana dengan senyuman, ia menuruni anak tangga.
Ken menoleh ke arah Nana, ia begitu terpesona ketika melihat Nana. Matanya tak berkedip sekalipun.

“Kenapa bengong?” tanya Nana sembari berjalan mendekati Ken.
“Ah… bi.. biasa aja kok!!” Jawab Ken sembari berdiri dari sofa, namun kakinya terpeleset, hingga tubuhnya terdorong ke depan dan menabrak Nana. Mereka berdua pun terjatuh dilantai dengan posisi Ken berada di atas Nana. Seketika itu mata Nana berubah warna menjadi ungu.

“Kau…” ucapnya.
“Matamu… berubah warna!!” ujar ken. Mendengar itu Nana begitu terkejut, kemudian ia menutup matanya.

Cerpen Karangan: Riski Andi
Facebook: Kim

Cerpen Oh My Vampire, Because You Are My Sun (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cahaya Penyelamat

Oleh:
Penghujung malam kali ini. Di atas balkon dengan beralaskan kursi yang kususun memanjang. Aku terbaring sendirian. Hanya sendiri menikmati sepi, menatapi langit malam berhiaskan bulan emas yang tinggal separuh.

Keciprat Genangan Cinta

Oleh:
Tanpa alasan yang jelas secara tiba tiba dan tak terduga siang ini turun hujan yang begitu deras, padahal tadi pagi cuaca begitu cerah. “Hadehh php banget ini cuaca, tadi

Sarananja

Oleh:
Kisah ini dimulai diawali pada runtuhnya kerajaan besar Manusia pada tahun 1156 kalla. Keruntuhan kerajaan ini disebabkan oleh 2 orang putra kerajaan yang saling berperang demi merebut tahta ayahnya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Oh My Vampire, Because You Are My Sun (Part 1)”

  1. Nikia says:

    Apakah cerita ini sudah selesai?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *