Oh My Vampire, Because You Are My Sun (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 16 October 2017

Seketika itu Ken berdiri. “Tunggu, apa aku salah lihat…!! ini aneh sekali…” kata Ken dengan ekspresi penasaran.
Nana secara perlahan-lahan berdiri. “kaa.. kau.. mungkin salah lihat… ak..aku yakin itu..!” jawab Nana terbatah-batah.
“Tapi… tadi aku jelas-jelas melihatnya matamu berubah warna menjadi…” ucap ken terputus, karena bel pintu rumahnya berbunyi. Ia pun berjalan untuk membuka pintu.
“Apa yang harus aku lakukan..? bisa bahaya kalau Ken mengetahui aku ini vampir.. Apa aku akan dibunuh di sini. Aku harus pergi dari sini.!” kata Nana dalam benaknya.

Tak lama setelah itu, Ken berjalan mendekati Nana.
“Makanlah, aku sudah memesanmu beberapa makanan.!” Ucap ken mengajak Nana makan.
Nana melirik ke arah Ken. “Apa… dia tidak menanyakan soal yang tadi lagi!!” kata dalam benaknya, kemudian perlahan-lahan duduk.
“Makanlah, kau harus makan agar kuat..!” Kata Ken.
“Baiklah… aku yakin dia sudah lupa soal yang tadi… aku hanya harus bersikap seperti manusia, agar tidak ketahuan..!” Ucap Nana dalam benaknya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Apa yang kau pikirkan? Kau mau makan tidak?” tanya Ken.
“Iyaa.. aku mau makan…” ucap Nana, kemudian dengan cepat ia mengambil pizza yang sudah tersaji di hadapannya, lalu memakannya.
“Waah.. ini enak sekali…!!” Ujar Nana.
“Apa ini pertama kalinya kau memakan pizza? Tapi aneh sekali pizza milikmu banyak bawang putihnya! Dan kau sudah menghabiskan satu” Ucap Ken diiringi tawa kecil.
“Apaaa… bawang putih..!” Kata Nana kaget.
“Kenapa? Apa kau tidak menyukai bawang putih?” kata Ken.
“Ini aneh sekali, aku tidak terbakar oleh cahaya matahari dan tidak mati ketika memakan bawang. Apa aku telah menjadi manusia? Tapi, tadi Ken melihat mataku berubah warna… ini aneh sekali!!!” Kata Nana dalam benaknya.

“Apa yang kau pikirkan, kau selalu saja bengong dari tadi…!!” Ucap Ken.
“Gak apa-apa kok.. aku hanya capek aja, aku mau tidur… tapi aku harus tidur di mana?” tanya Nana, berusaha menutupi persoalan tersebut.
“Kau tidurlah di kamar atas…!!” ucap Ken.

Nana pun berjalan menuju kamar. Sesampainya di sana, ia menjatuhkan badannya di kasur.
Sepanjang malam Nana selalu memikirkan keanehan yang terjadi padanya.

Di lain sisi, Keadaan Negeri Vazuro (negeri para vampir) begitu kacau. Raja Chrrist begitu marah karena tidak jadi menikah dengan Nana. Ia merasa bahwa dirinya telah dipermalukan oleh Nana. Ia mengutus para prajuritnya untuk mencari Nana. Namun tak seorang pun yang mendapat keberadaan Nana, meskipun telah menyusuri seluruh tempat di negeri Vazuro.

Karena merasa para prajuritnya tak becus dalam mencari keberadaan Nana, ia memutuskan untuk mencari Nana. Ia dengan penuh amarah berjalan ke sana ke mari mencari keberadaan Nana. Tiba-tiba ia terhenti ketika melihat kalung yang pernah dipakai Nana tergeletak di pinggir danau. Karena merasa ada keanehan, ia pun menyuruh prajuritnya untuk mencari Nana di tepian danau. Namun hal itu tak berhasil.

Beberapa saat kemudian Raja Chrrist baru mengingat terjadinya bulan biru di hari pernikahannya.
“Jadi legenda itu benar, ketika seorang vampir memasuki danau yang telah memandikan cahaya bulan biru, maka dirinya akan tahan dari hal-hal yang membuatnya mati dalam abadi. Dan jika seorang vampir mengenai cahaya bulan biru tanpa berada di dalam air, maka tubuhnya akan terbakar dan menjadi debu. Jadi itukah yang menyebabkan banyak vampir mati dihari pernikahanku. berarti aku tahu di mana Nana sekarang.” Kata Raja Chrrist dalam benaknya. Ia pun menyuruh prajuritnya untuk kembali ke castil vazuro.

Di castil vazuro, Raja chrrist memikirkan hal tersebut.
“jadi jika Nana memandikan cahaya bulan biru di danau itu maka ia akan berada di kehidupan manusia. Dasar jal*ng!!! Aku harus pergi menemuinya di kehidupan manusia. Meski tanpa cahaya bulan biru, aku bisa pergi ke kehidupan manusia dengan melewati pintu ini. Tapi aku harus menunggu satu bulan untuk sampai ke sana. Aiitssss!!!” kata Raja Chrrist dengan emosi, sembari memasuki pintu yang menghubungkan negeri vazuro dan kehidupan manusia.

JAKARTA, 11 NOVEMBER 2016
Ken begitu terburu-buru menyiapkan buku-bukunya untuk pergi ke sekolah. Melihat hal itu, Nana hanya terdiam.
“Baiklah, aku akan pergi sekarang.!” Ucap Ken kemudian keluar dari dalam rumah, dan masuk ke dalam mobilnya. Saat ia akan menjalankan mobilnya, ia terkejut ketika melihat Nana berdiri di depan mobilnya. Ken pun mengeluarkan kepalanya dan berkata. “Apa yang kau lakukan.. aku akan terlambat ke sekolah, jika kau terus berdiri di situ. Cepat menyingkir!!” ucap Ken.
“Aku mau ikutt.. aku juga akan sekolah sepertimu!!” Teriak Nana.
“Apa kau gilaa.. kau pikir masuk sekolah itu gampang…!! Cepar menyingkirlah…!” teriak Ken kepada Nana, kemudian membunyikan klakson mobilnya. Nana dengan ekspresi kecewa, perlahan-lahan menyingkir dari mobil Ken. Setelah itu Ken berlalu pergi.

MAXCIBILATY HIGH SCHOOL…
Ken telah sampai di sekolah, melihat itu para siswi berlari mengerumuni mobil Ken.
“Kak Ken, aku menyukaimu!!” Teriak salah seorang siswi.
“Kau belahan jiwaku kak Ken. Aku mencintaimu!!” Tambah salah seorang siswi.

Tak lama setelah itu datanglah Yena the geng, yang terdiri dari Yena, Ara dan Vea. Sekumpulan cewek yang berasal dari keluarga terkaya urutan kedua setelah Ken. Seketika itu tak ada lagi siswi yang berani mengerumuni mobil Ken.

“Apa kau sudah mendengar rumornya?” Kata salah seorang siswi kepada siswi lain.
“Iyaa aku sudah mendengarnya, katanya Yena dan Kak Ken sudah bertunangan.. mereka pasangan yang sangat serasi.!” Jawab siswi tersebut.
“Tentu saja kita akan kalah kalau melawan Yena. Bukankah Yena cewek tercantik di Maxcibilaty.!” Tambah seorang siswi.

Yena berjalan mendekati Ken, yang telah keluar dari mobil.
“aku merindukanmu, apa kau merindukanku juga?” Tanya Yena.
Ken menatap Yena sesaat, kemudian berlalu pergi. Yena begitu kesal akan tingkah Ken.

Beberapa jam kemudian, bel pulang berbunyi.
Yena berjalan mendekati Ken. “Kau harus mengantarku pulang, jika tidak aku akan lapor ke ibumu!!” Kata Yena.
“Laporlah sesukamu, apa kau tidak tahu, aku tidak menyukaimu sama sekali. Menyingkirlah aku mau pulang.” balas Ken, kemudian berlalu pergi meninggalkan Yena, namun mobilnya terhenti di gerbang sekolah. Ternyata ia melihat Nana sedang duduk bersandar di gerbang tersebut.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Ken.
“Kau… aku menunggumu dari tadi, bisakah kita pulang sekarang? Aku begitu lapar!!” Ucap Nana.
“Baiklah cepat masuk ke dalam.!!” Kata Ken, mendengar itu Nana dengan gembiranya masuk ke dalam mobil.
Tanpa disadari Yena melihat hal itu dari kejauhan.
“Siapa wanita itu? baju yang ia kenakan, sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana?” kata Nana dengan wajah yang kesal.

Di perjalanan pulang…
“jadii, kau mengikutiku saat ke sekolah tadi? Dan kau menungguku selama itu!!” kata Ken seolah tak percaya dengan Nana.
“Iyaaa… kau tahu, aku bahkan telah berteman dengan paman yang selalu menjaga gerbang tempatmu sekolah.. dan katanya dia memiliki anak 4… hebat bukan…!!” jawab Nana.
“Kau inii… baiklahh… hari ini kita akan makan makanan yang lezat.!!” ujar Ken
“Benarkahh? Yeeeeee…!!” Ucap Nana begitu senang.

Setibanya di rumah, Ken menghidangkan Nana begitu banyak makanan yang lezat. Nana dengan lahapnya memakan makanan itu. Melihat itu Ken tersenyum dan berkata “kau makan seperti kucing yang kelaparan!!”
“Aku sangat menyukai makanannya ini enak sekali…” jawab Nana. “Tapi, apa kau tinggal sendiri di rumah yang besar ini.?” Tanya Nana kepada Ken.
“Aku dulu tinggal bersama orangtuaku, tapi mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan sekarang mereka ada di singapur. Dan pembantu di rumah ini, semuanya berhenti bekerja entah apa yang telah terjadi, hingga membuat mereka berhenti!” Jawab Ken.
“Kasihann sekali Ken, dia begitu kesepian!!” kata Nana dalam benaknya.

Beberapa saat setelah itu, sang bulan telah menampakkan dirinya. Sementara itu Nana disuruh untuk membuang sampah di tempat pembuangan sampah. Ia pun keluar dari rumah untuk membuang sampah. Saat ia akan memasuki rumah, ia melihat seorang pria berdiri di kejauhan seakan-akan sedang menatap dirinya. Nana menghiraukan pria tersebut dan kemudian masuk ke dalan rumah.

Hari berikutnyaaa…
“Pakailah itu!!” Kata Ken kepada Nana sembari menunjukannya seragam Maxcibility.
“Apakah ini seragam dari sekolahmu? Apa aku akan bersekolah juga?” Tanya Nana.
“Aku pikir kau seumuran denganku..” kata Ken.
“Umurkuu… 300 tahun, tapi itu terlalu tua untuk umur manusia.. apa yang harus aku katakan…!!” Ucap Nana dalam benaknya.
“Umm.. umur kau berapa?” tanya Nana sembari menunjuk Ken.
“Aku 19!” Jawab Ken.
“Aku juga 19!” ucap Nana dengan sebuah kebohongan.
“kalau gitu cepat pakai seragammu, aku sudah mengurus segalahnya untukmu agar bisa bersekolah.!!” Perintah Ken kepada Nana. Mendengar itu Nana dengan gembiranya mengambil seragam tersebut dan memakainya. Beberapa saat kemudian Nana telah siap untuk ke sekolah.

“Waahhh, aku sangat menyukai seragamnya…!!” ujar Nana.
“Cepatlah masuk ke mobil, nanti kita terlambat.” kata Ken sembari memegang tangan kanan Nana dan masuk ke dalam mobil.

Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di MAXCIBILITY HIGH SCHOOL, salah satu SMA elit di Jakarta. Seperti biasa para siswi selalu mengerumuni mobil Ken.

“Aku sangat mengaguminya!!” kata sala seorabg siswi.
“Bukankah itu Yena!!” Tambahnya lagi.

Yena the geng berjalan mendekati mobil Ken. Ken secara perlahan-lahan keluar dari mobil, seketika itu para siswi menjerit akan ketampanan yang dimiliki Ken.
Sementara itu Nana begitu gugup di dalam mobil. “luar biasa dia memiliki banyak penggemar! adauhh haruss bagaimana? Aku gugup sekali!!” kata dalam benaknya.
Kemudian Ken membukakan pintu mobil kepada Nana. Namun Nana tak kunjung keluar.
“Apa yang kau lakukan? Cepatlah keluar!!” Kata Ken kepada Nana.
Nana pun secara perlahan-lahan keluar dari dalam mobil sembari memegang telapak tangan kanan Ken. Sontak seluruh siswi kaget melihat itu.

“Bukankah dia sudah bertunangan dengan Yena? Truss wanita itu siapa?” Kata sala seorang siswi.
“Yena pantas mendapatkan hal ini, dia terlalu sombong..!!” Tambah siswi lain.
“Dia sangat cantik, kulitnya begitu putih dan bersih!!” Tambahnya lagi.

Yena begitu terkejut melihat Ken memegang tangan Nana.
“Apa maksudnya ini?” Tanya Yena dengan emosi.
“Aku pikir aku sudah mengatakannya kemarin!!” Balas Ken, kemudian berlalu pergi bersama Nana.

Hal tersebut menyebar begitu cepat di Maxcibility, para siswa dan siswi menjadikan hal tersebut sebagai pembicaraan nomor satu. Mendengar hal itu Max seorang cowok yang menyukai Yena berjalan ke arah Ken, kemudian tanpa sepatah kata ia menonjok Ken, hingga membuat bibirnya berdarah. Melihat itu seluruh murid Maxcibility mengerumuni Ken dan Max.

“Astaga, kau… heiii apa yang kau lakukan” Tanya Nana. Ken memegang erat tangan Nana.
“Kau membuatnya seperti ini, kau pikir itu lelucon?” Teriak Max kepada Ken.
“Hentikan!!” Teriak Yena. Namun Max menghiraukannya. Saat ia hendak menonjok Ken, tiba-tiba Nana menghalangi wajah Ken, hingga membuatnya terkena tonjokan dari Max. Nana pun pingsan di pelukan Ken.
Ken mengangkat Nana dan membawanya ke UKS. Beberapa saat kemudian Nana terbangun.

“Kau.. kau sudah sadar? Apa kau sudah baikkan?” Tanya Ken.
“Aku baik-baik saja! Kau gak masuk ke kelas?” Tanya Nana.
“Aku menjagamu dari tadi!!” jawab Ken.
“Jangan khawatir aku baik-baik saja..!” balas Nana.

Kemudian mereka berdua menuju ke kelas, tepatnya kelas XII A. Saat memasuki kelas, suasana kelas yang tadinya gaduh kini menjadi hening ketika Nana dan Ken masuk.

“Apa kelasku di sini?” Tanya Nana kepada Ken.
“Iya ini kelasmu, tenang saja, aku ada di sini!” Jawab Ken.

Tiba-tiba saja Yena datang dan menarik tangan Ken.
Sontak seisi kelas menjadi heboh.

Cerpen Karangan: Riski Andi
Facebook: Kim

Cerpen Oh My Vampire, Because You Are My Sun (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ini Indah

Oleh:
“Kamu siap, Daniella?” Kata pria tampan ini di hadapanku. Aku menatap matanya, mencari-cari alasan dari tindakannya yang tiba-tiba mengajakku mendaki Bukit kecil di sebuah kota kecil ini. “Kita mau

Masa Yang Aneh (Part 2)

Oleh:
“Sepertinya di sana ada magab yang berbeda dari yang lain.” Tanya Arga “Iya, dia disebut sebagai pemuntah. Karena dia bisa memuntahkan cairan hitam yang mematikan dan juga bisa meludahinya

Ame No Kioku

Oleh:
Aroma khas obat-obatan menusuk hidung Rin. Perlahan, Rin mengerjapkan matanya. Pemandangan pertama yang Rin dapatkan adalah paman Jiro berdiri di sebelah brankarnya. Laki-laki tua itu memasang senyum yang menampilkan

Vampir Virtual

Oleh:
“Ayo! Ayo! Kalahkan mereka vampirku!”, kata Ran dari kamarnya. Ini sudah lebih dari jam 12 malam, jam tidur untuk anak sepertinya seharusnya sudah lewat dari tadi. Tapi anak yang

Jodoh

Oleh:
Namaku Risa Abdillah Putri, panggil saja Risa. Kegiatanku sehari-hari seperti biasa dan sama seperti orang-orang pada umumnya, yaitu bekerja di sebuah perkantoran lumayan ternama. Aku tinggal bersama Ayah dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *