Oh My Vampire, Because You Are My Sun (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 16 October 2017

Episode 5

“Aku perlu bicara denganmu?” Ucap Nana.
“Bisakah kau lepas tanganku? Tak ada yang perlu aku dengarkan darimu.!” Balas Ken, kemudian pergi bersama Nana meninggalkan Yena.
“Ken!! Ken!!” teriak Nana, namun Ken mengabaikannya.

Beberapa jam kemudian bel pulang berbunyi. Siswa-siswi Maxcibility High School berlomba-lomba keluar dari lingkungan sekolah dengan mobil pribadinya masing-masing.
Saat di perjalanan pulang, Nana menanyakan hubungan antara Ken dan Yena.

“Orangtuaku dan orangtua Yena, pernah menjalankan bisnis bersama. Karena kedekatan itu mereka mencoba menjodohkan kami berdua.!” Jelas Ken.
“Yena kan cantik, kenapa kamu gak mau?” Tanya Nana.
“Aku gak suka sifatnya, dia terlalu sombong!!” Balasnya.
“Bukankah kau terlalu kejam tadi padanya?” Tanya Nana.
“Sudahlah, lupakan soal itu..!!” ucap Ken.

Setibanya di rumah, hari mulai gelap. Dengan kecantikan cahayanya membuat sang rembulan tak henti-henti memancarkan cahayanya hingga menerangi malam yang gelap.
Sementara itu Ken dan Yena tengah asyik duduk menonton TV.

“Heii… besok kan hari minggu, kamu mau gak temenin aku jalan-jalan, aku bosan nii di rumah teruss!!” pintah Ken pada Nana.
“Baiklah…!!” Ucap Nana dengan senyuman.

Cahaya matahari perlahan-lahan memancarkan cahaya indahnya hingga menyinari sebagian bumi.
Cahaya menembus hingga masuk ke dalam kamar Nana melalui Jendela. Nana yang telah terbangun dari tadi, kini mempersiapkan diri untuk peri jalan-jalan bersama Ken.

“Aku tak memiliki baju, jadi aku harus pakai baju yang diberi Ken waktu itu. Tak apalah..!!” Kata Nana sambil melihat dirinya di cermin. Tiba-tiba ia senyam-senyum sendiri.
“Kenapa hatiku berdebar? Perasaan apa ini? Tidak mungkin!!” ucap Nana sambil memegang dadanya.

Setelah itu, Nana keluar dari kamarnya, ia menuruni anak tangga secar perlahan-lahan. Ken yang menunggunya dari tadi menyambut Nana dengan senyuman manisnya yang dapat membuat hati para wanita meleleh.
“Apa kau siap?” Tanya Ken kepada Nana dan Nana menganggukkan kepalanya. Mereka berdua pun keluar dari rumah dan menuju ke mobil.

Di perjalanan Nana membuat lelucon hingga membuat Ken tertawa terbahak-bahak.

“Kita mau ke mana?” tanya Nana.
“Pertama-tama kita pergi ke Mall, untuk membelikanmu beberapa baju dan sepatu!” Jawab Ken.
“Apa tidak merepotkan, aku sudah menginap di rumahmu dan sekarang kamu mau membelikanku baju!!” Ucap Nana terkejut.
Ken terdiam dan berkata “Ja.. jangan salah paham, aku gak suka sama kamu kok, aku hanya benci aja lihat orang yang gak punya baju.!”
“Tapi kan aku gak bilang bahwa aku suka sama kamu?” kata Nana lagi.
“Ehemm… kita sudah sampai!” Ucap Ken mengalihkan pembicaraan.

Mereka berdua pun memasuki Mall untuk membeli Nana beberapa pakaian. Begitu banyak pakaian yang dipilih Nana, namun semuah itu pakaian laki-laki. Ken pun menyuruh Nana untuk menaruhnya kembali. Setelah Ken mendapatkan beberapa pakaian untuk Nana, ia pun menyuruh Nana untuk mencobanya satu per satu. Nana dengan senang mencoba pakaian yang dipilih Ken untuknya. Dan ternyata pakaian itu cocok semua, Ken pun mengambil semuah pakaian tersebut.
Selanjutnya mereka berdua pergi untuk membeli sepatu. Setelah selesai Ken membawa Nana ke salon untuk mempercantik dirinya.

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Nana keluar dari salon dengan rambut yang terurai dam bergelombang. Melihat itu, membuat Ken terpesona.

“Cantik..!!” Ucapnya.
“Apa?” Tanya Nana.
“Ummtt.. gak pa-pa!!” jawab Ken sambil senyam-senyum.
“selanjutnya kita ke mana?” tanya Nana.

Ken membawa Nana ke tempat-tempat yang indah, hingga membuat Nana bahagia. Mereka menghabiskan hari di tempat-tempat yang sempurna, hingga berakhir di pantai yang indah.

“Kau tahu, aku selalu suka melihat matahari terbenam! itu membuat diriku tenang!” kata Ken kepada Nana.
“ini pertama kalinya aku melihat cahaya matahari yang begitu jingga, itu sangat sempurna..!” Ucap Nana.
“Kau pertama kalinya melihat matahari terbenam!!” tanya Ken sembari menatap wajah Nana.
“Ma.. maksudku pertama kalinya melihat bersama seorang pria!!” Kata Nana.

1 MINGGU KEMUDIAN
Hubungan antara Ken dan Nana semakin akrab, hingga membuat Yena merasa jengkel.
“Apa kau akan diam saja?” Tanya Vea kepada Yena.
“Wanita itu telah merebut Ken darimu. Kau seharusnya melakukan sesuatu!!” Tambah Ara.
“Selama ini aku terlalu bersabar, hingga tak menyadari akan sampai sejauh ini. Vea bisakah kau menemukan orang yang bisa menyingkirkan wanita itu dari dunia ini? Jangan khawatir aku akan mengatur soal bayarannya.” Kata Yena dengan senyuman yang licik.
“Tentu saja!!” balasnya.

Beberapa jam kemudian, bel pulang berbunyi. Seperti biasa Nana dan Ken pulang bersama.
Jam menunjukan pukul 19:00, seperti biasa selesai makan Nana membuang sampah di luar rumah. Hingga hal tak terduga menimpahnya. Seorang pria bermasker membius dirinya dari belakang. Ha tersebut membuat Nana pingsan. Pria itu membawa Nana ke tempat yang begitu menyeramkan.

Di lain sisi, Ken yang menyadari Nana yang belum kembali dari tadi, ia pun melihat ke luar, namun tak satupun orang yang ia lihatnya. Ken begitu panik ia mencari ke sana ke mari.

“Nana… Nana… kau di mana?” teriak Ken.

Sementara itu, pria yang menyandera Nana, menodongkan pisau ke arah Nana yang masih pingsan. Perlahan-lahan ia mentoreh pisau di tangan Nana. Namu hal yang luar biasa terjadi, luka di tangan Nana secara perlahan menutup. Seakan tak percaya, pria itu mengulangi hal yang sama, namun tetap saja luka tersebut kembali seperti semula.

“Apa yang kau lakukan padanya?” Tanya seorang pria berbaju hitam, yang tiba-tiba saja datang.
“Ka..kau siapa? apa kau mau mati!!” ucap pria bermasker sembari menodongkan pisau ke arah pria berbaju hitam.

Pria berbaju hitam berlari begitu cepat layaknya kilat yang menyambar bumi, tiba-tiba saja pisau telah berada di tangannya.

“Apa yang akan kau lakukan sekarang? senjatamu telah berada di tanganku!” Ucapnya.
Pria bermasker tersebut kaget, karena pisau miliknya telah berada di tangan pria berbaju hitam.
“Si.. siapa kau?” Tanya pria bermasker.
“Kau ingin tahu aku siapa? Aku adalah vampir!!” Jawabnya.
Mendengar itu, pria bermasker tertawa, seolah tak percaya perkataan tersebut.
“Zaman modern seperti ini, apa kau pikir aku ini bodoh!!” ucap pria bermasker diiringi tawa yang keras.
“Kau tidak percaya? Apa aku harus menunjukkannya kepadamu!” Balasnya, kemudian perlahan-lahan tubuhnya melayang ke atas.

Melihat itu pria bermasker begitu ketakutan, ia pun mencoba mencari cara untuk lari dari tempat tersebut. Saat ia hendak melarikan diri, pria berbaju hitam melemparkan pisau tepat mengenai jantung pria tersebut, hingga membuatnya meniggal.
Pria berbaju hitam mendkati pria bermasker dan berkata. “Karena kau telah mengetahui identitasku, maka tak ada alasan untukku membunuhmu!”

Kemudian ia mengangkat Nana dan membawahnya ke rumah Ken, Nana sempat membuka matanya dan berkata. “Leo.. kau..” kemudian tertidur lagi. Pria itu menaruh Nana di kamarnya.

Tak lama kemudian Ken datang, ia heran ketika melihat pintu rumahnya terbuka. Ia pun berpikir bahwa Nana telah kembali. Saat ia melihat ke kamar, ternyata Nana telah tertidur. Hal itu membuat Ken merasa tenang.

Episode 6

Hari berikutnya?
MAXCIBILITY HIGH SCOOL
Yena, Ara dan Vea begitu kaget ketika melihat Nana datang ke sekolah.

“Whattt?, apa aku gak salah lihat? Itu Nana bukan? Si cewek pucat itu!!” Kata Ara terkejut.
“Vea.. aku udah menyuruhmu untuk mencari orang untuk menyingkirkan wanita itu, apa kau gak melaksanakannya?” Tanya Yena sembari menatap Vea dengan wajah yang kesal.
“Taa.. taapi.. aku udah menyuruh orang untuk membunuhnya, dan orang itu juga udah sms aku, kalau dia berhasil menangkap Nana!! Ini buktinya kalau kamu gak percaya, fotonya juga ada” Jawab Vea, sembari menunjukan ponselnya yang berisi pesan dan foto Nana dari pria bermasker.
“Trusss, kenapa dia bisa datang sekarang!!! Uuuhhh…!!” Balas Yena kemudian pergi meninggalkan Ara dan Vea.
“Ini aneh sekalii…!!! Apa ada yang menyelamatkan Nana? Annehhh!!” ucap Vea.

Di taman sekolah, Nana berdiam diri sendiri, ia seakan-akan sedang memikirkan sesuatu.
“Sepertinya aku melihat Leo semalam…!! Tapi, dia kan di Vazuro… Lalu yang semalam itu?” Kata dalam benaknya.

Di lain sisi Yena seakan-akan sedang memikirkan rencana jahat untuk menyingkirkan Nana. Tiba-tiba saja, Ara dan Vea datang mengagetkannya.

“Apa kau masih marah padaku?” tanya Vea kepada Yena.
“Yen.. maafin Vea dong.. bentar malam kan hari ulang tahunmu.. masa kamu masih marah?” ucap Ara dengan rayuan.
Yena menatap wajah Ara sesaat dan terenyum.
“Kau tersenyum? Apa kau gak marah lagi?” Tanya Ara.
“Tentu saja aku masih marah, tapi kali ini aku maafin kamu. Karena aku punya rencana baru..!!”
“benarkah, kamu udah maafin aku…!! Makashh Yenaa…!!” ujar Vea tersenyum.
“Tapi apa rencanamu?” Tanya Ara penasaran. Kemudian Yena menarik kedua sahabatnya lalu menceritakan rencana jahatnya kepada Vea dan Ara.
“Itu pastii seruu…!! Tapi apa ulang tahunmu kali ini, orangtuamu akan datang?” Tanya Vea.
“Orangtuaku selalu saja sibuk, tapi aku udah pesan gedung untuk merayakan hari ulang tahunku..!!” Jawab Yena sedikit cemberut.

Selanjutnya Yena the geng berjalan menuju kantin setibanya di sana.
“Bukankah itu Yena?” Kata salah seorang siswa.

Vea berjalan ke tengah-tengah ruang kantin.
“Dengarr semua, sebentar malam Yena mengadakan Ulang tahunnya. Bagi kalian yang mau silahkan ambil undangannya di kotak ini.” Ucapnya.
Sontak seluruh siswa dan siswi Maxcibility berlomba-lomba mengambil undangan tersebut.
“Aku yakin pesta kali ini bakal meriah!!” ucap seorang siswa.
“Benarr, tahun lalu saja orang tuanya mengundang Agnes Mo dan Afgan untuk memeriahkan ulang tahunnya.. Tahun ini siapa yaa?” tambah siswa lain.

Dengan waktu yang bersamaan Nana berjalan menuju kantin karena ingin membeli beberapa minuman.
“Bukankah itu Nana?” Tanya Vea kepada Yena.
“Iyaa benarr itu Nana, …!!” Tambah Ara.

Melihat itu Yena berjalan mendekati Nana.
“Kau Nana bukan? ini undangan untukmu. Datanglah ke pestaku malam ini!!” Kata Yena sembari memberi Nana sepucuk undangan yang berwarna Pink dan gold.
“Kau mengundangku? Terima kasih!!” balas Nana, ia menundukkan kepalanya untuk berterima kasih kepada Yena sembari mengambil undangan tersebut.

Tiba-tiba saja Ken mendekat.
“Bukankah itu kak Ken…!! Dia tampan sekali!!” ucap salah seorang siswi.
“Ini untukmu, datanglah ke pesta ulang tahunku!!” ucap Yena sembari memberi undangan kepada Ken.
“ambillahh.. aku juga diundang!!” kata Nana dengan senyuman.
“Aku terlalu sibuk untuk datang ke pestamu, maaf!!” Balas Ken.

Seluruh siswa dan siswi mengerumuni Ken, Nana dan Yena. Sedangkan Max melihat itu dari kejauhan.

“Apa ini tidak terlalu kejam untukku? Kau menganggapku seakan gak ada di sini!!” Balas Yena.
“Heii.. kau ini … apa yang kau lakukan… datanglah bersamaku!! Ini pertama kalinya aku ke pesta” Ucap Nana kepada Ken dengan suara yang kecil.
“Baiklah…!!” Ujar Ken mengambil undangan tersebut, kemudian menarik tangan kanan Nana dan berlalu pergi.

Di rumah…
Nana begitu sibuk mempersiapkan dirinya untuk datang ke pesta Yena. ia begitu kebingungan, karena harus memakai baju yang mana. Namun, tiba-tiba saja matanya tertarik pada gaun yang berwarna biru. Ia pun mengambil gaun tersebut dan mengenakannya.
Sementara itu, Ken menunggu Nana yang belum selesai berdandan dari tadi.

Beberapa saat kemudian, terdengar langkah kaki yang menuruni anak tangga, dan ternyata adalah Nana. Ken begitu terpesona ketika melihat Nana, hingga membuat matanya tak berkedip.
“Kenapa diam? Apa aku jelek?” Tanya Nana.
“Cantik, kau cantikk!!” Jawab Ken spontan.
“Benarkah?” Tanya Nana sembari mendekati Ken.
“Apa,… apa yang aku katakan tadi…!!” Balasnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Hmmm… Lupakan… ayo kita pergi…!!” Kata Nana.

Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi. Di perjalanan Nana selalu memikirkan perkataan Ken yang mengatakan bahwa dirinya cantik.
“Apa Ken menyukaiku? itu tidak mungkin…!! Aduuhhh… memikirkannya saja membuatku gila!!” Kata dalam benaknya sembari mengeleng-gelengkan kepalanya.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Ken, yang sedari tadi melihat tingkah Nana.
Nana menoleh ke arah Ken dan tersenyum.
“Dasar anehh!!” Ujar Ken.
“Apa yang kau lakukan…? bersikaplah layaknya seorang wanita!!” kata dalam benak Nana.

Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di pesta perayaan ulang tahun Yena, tepat pada pukul 21:38.
“Bukankah itu kak Ken… apa dia bersama wanita itu lagi!!” kata salah seorang siswi.
Para wanita yang hadir di pesta itu berlari mengerumuni mobil Ken. Ken dengan kerennya keluar dari dalam mobil, kemudian ia membukakan pintu mobil kepada Nana. Nana pun keluar dengan mengenakan gaun biru dan rambut gelombang yang terurai.

“Dia cantikk sekali!!”
“Wajahnya sangat putihh…!!”

Ken menggandeng tangan Nana dan mereka berdua berjalan bersama-sama. Melihat itu Yena berjalan mendekati Ken dan Nana.

“Aku pikir kau tidak datang..” ucapnya.
“Yena aku sangat senang karena kamu mengundangku..!!!” Kata Nana sembari menundukan kepalanya.
Melihat itu membuat Yena semakin kesal.
“Kau tunggu di sini, aku mau ke toilet sebentar!!” kata Ken kemudian berjalan pergi.

Tak lama setelah itu, Yena menatap Nana dengan tatapan sinis.
“Kau kenapa?” Tanya Nana.
“Apa kau tak tahu, atau pura-pura tak tahu, Yena sudah bertunangan dengan Ken. Kau seharusnya malu. Dasar perebut pacar orang!!” Ucap Vea.
“Heii… kalian semua, lihatlah wanita ini. Dia merebut Ken dari Yena, padahal Yena dan Ken sudah bertunangan. Dasar tak tahu malu..!!” Tambah Ara. Semua orang yang hadir di situ menghura Nana.

Yena mendekati Nana, kemudian ia mengambil gelas yang berisi air dan menyiramnya ke pada Nana.
“Uppss.. maaf aku gak sengaja!!” kata Yena diiringi tawa. Nana hanya terdiam, ia bingung harus melakukan apa, karna ia menyadari dirinya yang sudah dekat dengan Ken begitu lama.

Yena perlahan-lahan mendekati Nana, Nana yang berdiri tepat di tepian kolam renang, terdiam dengan rambut yang basah. Kemudian Yena mendorong Nana dengan tangan kanannya. Kaki kanan Nana terangkat, badannya terdorong ke belakang. Kedua matanya berubah warna menjadi ungu. Saat ia akan terjatuh ke dalam kolam, tiba-tiba seorang pria berbaju hitam berlari begitu cepat menarik tangan kanan Nana lalu memeluknya dengan erat. Sontak seluruh orang yang hadir pada saat itu terkejut begitupun dengan Yena.

“Tenanglahh!! Kau bersamaku sekarang!!” Kata pria berbaju hitam kepada Nana.
“Siapa pria itu?”
“Dia tampan sekali!!”
“Aku menyukainya!!”

Ken penasaran ketika melihat orang-orang berkumpul di dekat kolam. Ia pun berjalan mendekati.

Cerpen Karangan: Riski Andi
Facebook: Kim

Cerpen Oh My Vampire, Because You Are My Sun (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mendung

Oleh:
“bawa keluargamu untuk menemui bapakku secepatnya sebelum aku dilamar orang lain” pinta gadis dengan payung ungu itu. “haahh… secepat itu kah?” “kalau gak mau ya udah” Gadis itu ingin

Burung Pipit dan Seekor Singa (Part 2)

Oleh:
Aku duduk terdiam menatap danau yang indah sambil tidur di pundak Rafa. Aku merasa sulit untuk meninggalkannya, umpatku dalam hati. Dia mengusap rambutku dengan lembut, lalu mencium keningku. Seorang

Payung Merah (Part 2)

Oleh:
Adzan subuh dari masjid dekat rumah membangunkanku. Sambil merenggangkan badan dan menguap selebar-lebarnya aku duduk di pinggir ranjang guna mengumpulkan nyawaku. Setelah merasa sedikit segar, aku ambil handphoneku yang

Magic is Gone

Oleh:
“Apa yang sedang kau pikirkan?” “Hmm…” “Tunggu! Jangan kamu jawab dulu, biar aku membaca pikiranmu.” “Oke.” “Masa depan?” “Iya, terus?” “Kamu pengen mobil mewah warna merah dengan sayap dan

Tembok Cinta

Oleh:
“Brak” Bola basket yang dimainkan oleh Egi seketika melayang ke tembok sebelah, dan menabrak sesuatu yang membuat benda tersebut pasti pecah. “Aduuh, apa yang pecah ya, kayaknya pot bunga

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *