Oh My Vampire, Because You Are My Sun (Part 4)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 16 October 2017

Episode 7

“Bukankah itu kak Ken..!!”
Ken terhenti ketika melihat Nana yang tengah dipeluk oleh pria berbaju hitam.
“Apa yang telah terjadi..?” Tanya Ken, kemudian ia berjalan mendekati Nana.
“Kau siapa? Apa yang kau lakukan padaya?” Tanya Ken kepada pria berbaju hitam.
Pria itu menjawab. “Kau tanyakan saja pada wanita itu?” Sembari menatap Yena.
Pria itu mengangkat Nana kemudian berjalan.
“Kau mau bawa dia ke mana?” Tanya Ken memegang pundak pria tersebut dari belakang.
Pria itu menoleh dan berkata. “Lepaskan, urusanmu dengannya sudah selesai!!” Kemudian berjalan pergi meninggalkan pesta tersebut.

Ken terdiam untuk waktu yang cukup lama, kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut dengan mengenakan mobilnya. Sementara itu, Yena terdiam, ia seakan-akan melihat sesuatu yang luar biasa.
“Apa aku salah lihat? Mata itu… matanya berubah menjadi ungu!!” Kata dalam benaknya.

Di lain sisi, Nana dan pria berbaju hitam tengah duduk di taman dengan ditemani cahaya bulan yang menerangi kegelapan pada malam itu.
“Terima kasih, kau sudah menyelamatkanku!!” Ucap Nana. “Tapi kau kenapa bisa berada di sini, aku pikir kau di vazuro. Leo kau ini membuatku bingung. Jadi kau yang menyelamatkanku malam itu, dan kau yang aku lihat waktu aku membuang sampah!!” lanjutnya lagi.
“Apa kau belum menyadarinya, aku selalu mengawasimu. Dan, aku yang mendorongmu hinggah kita berdua terjatuh di Danau pada hari pernikahanmu!! Aku pikir kau mengingatnya.!” Jelas pria tersebut yang ternyata bernama Leo.
“Jadi kau yang mengatakan padaku, inilah saatnya Kim Nana!! Benarkan?” ucap Nana. “Tapi aku masih bingung, kenapa aku gak terbakar ketika terkena matahari dan mati ketika makan bawang. Ini aneh sekali!!” Lanjutnya lagi dengan beberapa pertanyaan.
“Kau lupa, hari itu, tiba-tiba saja cahaya bulan berubah warna menjadi biru, jadi aku mendorongmu hingga kita terjatuh. Kau tau kenapa? Agar kau tak terbakar ketika terkena cahaya bulan biru. Dan yang membuat kita tidak terbakar oleh matahari, itu karena air danau yang bersatu dengan cahaya bulan biru.!” Jelas Leo.
“Benarkah.. aku pikir itu cuman legenda, ternyata benar-benar terjadi.!” Balas Nana.
“Sepertinya kau telah akrab dengan beberapa manusia di sini. Tapi kau harus berhati-hati, waktu kita di sini hanya 3 minggu.!” Ujar Leo.
“Maksud kamu?” Tanya Yena.
“Dengar aku baik-baik!” Kata Leo sembari menatap Nana dan memegang kedua pundaknya. “Waktu kita di sini hanya 3 minggu, kau pikir kau akan tahan dengan matahari selamanya, cahaya bulan biru yang menyatu dengan air, memang mampu membuat kita terlindungi dari matahari, namun itu berlangsung hanya 3 minggu. Lewat dari itu, kita akan mati dalam abadi di sini, kita akan menjadi debu ketika siang..!” Lanjutnya lagi dengan sebuah penjelasan.
“Jadi, apa yang harus kita lakukan?” Tanya Nana.
“Kita harus kembali ke Vazuro, kita sudah 2 minggu di sini!! Kita hanya memiliki 6 hari lagi.!” Jawab Leo.
“Aku tak ingin kembali ke Vazuro, aku tak ingin menikah dengan raja Chrrist, lagi pula aku gak punya siapa-siapa lagi di sana. Orangtuaku sudah meninggal. Kau tahu itu juga kan..!!” balas Nana dengan ekspresi sedih.
“Apa kau menyukai pria yang selalu bersamamu itu?” tanya Leo.

Nana terdiam.

“Kau tidak bisa menyukainya, bagaimanapun vampir dan manusia tak dapat bersatu. Dan kau pikir raja Chrrist akan diam saja, aku yakin keadaan Vazuro sekarang sedang kacau. Dan aku yakin raja Chrrist sedang mencari cara untuk ke dunia manusia. Maka dari itu kita harus kembali ke Vazuro. Sebelum dia datang dan membuat kekacauan di sini!! Apa kau mau pria itu tahu kalau kau vampir..?” Jelas Leo.
Mendengar itu Nana menarik nafas yang cukup panjang lalu menghembuskannya.
“Aku akan mengantarkanmu ke rumah pria itu, untuk beberapa hari kau harus berlindung di situ. Ingat kita hanya memiliki waktu 6 hari!!” Kata Leo mengingatkan.

Hari berikutnya
MAXCIBILITY HIGH SCHOOL.
Nana dan Ken pergi sekolah bersama, meskipun Ken tak berbicara dengan Nana. Hal itu membuat Nana merasa tak enak kepada Ken. Ia berusaha mengajak Ken agar berbicara padanya. Namun Ken mengabaikannya.

Sementara itu, kejadian di pesta perayaan ulang tahun Yena menjadi topik pembicaraan nomor satu di Maxcibility. Namun, semenjak kejadian itu Yena selalu terdiam bahkan disaat bersama dengan kedua temannya.

“Yena… Lee Yee Na.. apa yang kau pikirkan? Kau dari tadi diam teruss!! Ceritakan kepada kami apa yang kau pikirkan?” Tanya Vea yang sedari tadi melihat Yena.
“Iyaa.. Yena kau diam terus dari tadi..!!” Tambah Ara.
“Apa kalian melihatnya? Sesuatu yang terjadi pada Nana?” Tanya Yena dengan ekspresi wajah serius.
“Iyaa aku melihatnya?” Jawab Ara.
“Benarkah kau melihatnya?” Tanya Yena lagi.
“Semua orang juga melihatnya kok, kau mendorong Nana dan tiba-tiba saja seorang pangeran datang menyelamatkannya. Dia tampan sekalii..!! Nana benar-benar beruntung!!” jawab Ara sembari diiringi tawa kecil.
“benarr dia tampan sekalii!!” tambah Vea.
“Bukan itu!!” Teriak Yena. “Apa kalian gak lihat, sewaktu aku dorong Nana.. tiba-tiba matanya berubah warna menjadi biru!!” lanjutnya lagi.
“Gak mungkinlahh… mungkin pantulan cahaya!!” Bentak Vea.
“Gak.. aku lihat.. matanya berubah warna menjadi ungu…!! Aku benar-benar melihatnya kok !!” Balas Yena.
“Benarkah itu? jangan-jangan Nana itu hantu.. mana ada manusia yang seputih itu, ini menyeramkan sekali!!” Tambah Ara.
“Aku akan mencari tahu siapa sebenarnya Nana!!” Ujar Yena.

Bel pulang berbunyi…
Di rumah, Nana mencoba menghibur Ken, ia mencoba mengajak Ken berbicara namun Ken mengabaikannya.
“Aku tahu kau marah, tapi asal kau tahu pria yang memelukku itu bukan pacarku tapi temanku. Aku menganggap dia seperti kakakku sendiri.!” ujar Nana sambil menundukkan kepalanya.
“Benar, dia bukan pacarmu? Kalau begitu baiklah.. aku akan berbicara denganmu lagi!!” Balas Ken dengan senyuman. Seketika itu, Nana berlari ke arah Ken.
“Benarkah? kau mau bicara denganku lagi?” ucap Yena.

Mereka berdua pun menonton TV bersama. Tiba-tiba sebuah berita muncul, menayangkan kejadian aneh dimana beberapa manusia ditemukan meninggal dengan darah yang kering dan terdapat gigitan di leher, tangan dan kaki. “Apakah ini ulah binatang buas? Ataukah vampir!!” Ucap sang reporter sebelum menutup acara berita.
“Apa-apaan ini apa raja Chrrist sudah datang? Gak mungkin kan kalau Leo yang melakukan itu semua?” Kata dalam benak Nana setelah menonton berita tersebut.

“Apa kau percaya vampir?” Tanya Ken kepada Nana.
Nana sangat kaget ketika mendengar perkataan tersebut.
“Ak.. ak… aku.. gak percaya!!” Jawabnya terbata-bata.
“Aku percaya, karena aku pernah melihatnya sekali sewaktu aku berumur 9 tahun. Kau tahu sebenarnya aku memiliki seorang kakak laki-laki, tapi dia meninggal ketika menyelamatkanku dari serangan vampir.” Ucap Ken. “Sampai saat ini aku sangat benci yang namanya vampir!!” Lanjutnya lagi.
Mendengar itu Nana begitu terkejut, hingga membuat dirinya tak dapat bergerak. Ia begitu terpaku seakan-akan dirinya berubah menjadi patung.

Episode 8

“Be..be..benarkah?” Tanya Nana. “Ak.. aku mau tidur duluan!!” lanjutnya lagi kemudian pergi menuju kamarnya.

Di kamar, Nana selalu memikirkan perkataan Ken dan berita yang ditontonnya tadi. Hal itu membuatnya begitu ketakutan.

Pagi berikutnya..
Murid-murid Maxcibility membahas berita mengenai adanya vampir.
“Aku benar-benar ketakutan sekarang!!” kata salah seorang siswa.
“Ibuku bahkan menyuruhku untuk pulang lebih awal. Itu membuatku jengkel!!” balas siswi lain.

Di sisi lain, Nana berjalan begitu lemas, ia selalu memikirkan perkataan Ken. Yang membuatnya sangat tertekan.

“Nana!!” Teriak Ken sembari berjalan mendekati Nana. Nana pun menoleh.
“Apa kau sakit?” Tanya Ken.
“Aku baik-baik saja!!” balasnya.
“Benarkah? Nana.. apa kau mau menemaniku melihat matahari terbit.. besok?” tanya Ken.
“Baiklah.. aku akan menemanimu…!!” balasnya.
“Kalau gitu kau harus bangun jam 4 pagi. Di sini mataharinya terbit sekitar jam 5 pagi. Aku yakin kau akan kagum ketika melihat cahaya merah jambu yang menyilaukan. Itu benar-benar indah.!” jelas Ken. Mendengar itu Nana hanya tersenyum.

Pagi berikutnya, jam menunjukan pukul 4:35. Namun Nana masih tertidur.
“Bangunlah…!!!” Teriak Ken, hingga membuat Nana terbangun.
“Kau mengagetkanku!! keluarlah… aku akan mempersiapkan diri!!” pintah Nana. Ken pun keluar dari kamar Nana dan menunggunya di luar rumah.

Beberapa saat kemudian, Nana keluar dengan mengenakan jaket dan celana training.
“Mana mobilnya?” Tanya Nana.
“Kita akan berjalan, jalan kaki!!” jawab Ken dengan senyuman.
Kemudian Ken memegang tangan kanan Nana dan membawanya ke suatu tempat yang begitu indah. Nana begitu terkjut ketika melihat sekumpulan lilin yang membentuk kata I LOVE YOU. Ken mendekati Nana dan memegang kedua tangannya.

“Aku tahu ini terlalu cepat untuk aku lakukan, tapi aku merasa inilah yang harus aku lakukan. Aku tak begitu yakin entah dari mana kau muncul, aku tak peduli kau siapa, tapi aku benar-benar nyaman berada di sisimu. Aku ingin kau tahu, aku suka kamu.. aku cinta kamu. I LOVE YOU KIM NANA.” kata-kata manis yang keluar dari mulut Ken.

Seketika itu, matahari secara perlahan-lahan mulai memancarkan cahaya indahnya. Namun…
“Awww… aduhh…!!” Nana menjerit kesakitan, tiba-tiba saja tangan kanannya melepuh, ia pun melepaskan tangannya dari genggaman Ken.

“Aku minta maaf, aku harus pergi!!” Ucap Nana, kemudian ia mulai berlali meninggalkan Ken.
“Apa yang terjadi? tanganku melepuh ketika terkena paparan cahaya matahari.. apakah ini waktunya padahal lagi 5 hari lagi. aku harus segera kembali sebelum mataharinya mulai tinggi. Jika tidak aku akan mati dalam abadi..! Aku tak ingin mati seperti itu.” kata dalam benaknya.

Nana terus berlari, ia begitu ketakutan jika nanti dirinya akan terbakar dan menjadi debu. Sementara itu Ken mengejar Nana dari belakang.
“Nana… apa yang terjadi?” Teriak Ken.
“Maafkan aku… aku harus segera pergii.. aku tak ingin kau melihat wujud asliku… maafkan aku..!!” Kata dalam benaknya. Tiba-tiba Ken memegang tangan Nana, hingga membuat Nana berhenti berlari.

“Tolong katakan padaku, apa yang terjadi?” Tanya Ken dengan nafas yang takkaruan.
“Maaf aku harus pergi, aku tak bisa berlama-lama di sini!!” balas Nana.
“Tanganmu… ada apa dengan tanganmu?” Ken kaget ketika melihat tangan Nana yang melepuh.
“Aku haruss pergi!!” Ucap Nana.

Cahaya matahari mulai menyebar luas. Nana begitu ketakutan hingga menundukkan kepalanya. Seketika itu Leo datang menarik Nana, dan berlalu begitu cepat.
“Nana… Nana…!!” Ken bertiak memanggil nama Nana.

Last episode

Leo membawa Nana ke suatu tempat yang begitu gelap.
“Apa kau tidak apa-apa?” Tanya Leo kepada Nana.
“Ak… aku sangat ketakutann!!” Ucap Nana, ia merintihkan air matanya sembari memeluk Leo.
“Lenganmu, parah sekali!! Ini terjadi waktu kau menyelamatkanku kan?” Tanya Nana.
“Aku tidak apa-apa, aku begitu kaget.. hal ini terjadi begitu cepat…!! untuk sementara ini kita menetap dulu di sini.!” Ujar Leo. “Apa kau sudah mendengar beritanya? Sepertinya raja Chrrist sudah berada di sini! Kita harus berhati-hati.” Lanjutnya lagi.

Beberapa jam kemudian, hari mulai gelap. Bulan mulai memancarkan cahayanya. Namun saat itu pula terdengar suara pria meminta tolong.
“Suara itu, aku mengenalnya!!” Ucap Nana. Kemudian berlari ke arah suara tersebut.

Setibanya Nana dan Leo di sana, tampak seorang pria tengah diikat dengan tali.
“Ken…!!” Ucap Nana.
Tiba-tiba raja Chrrist muncul dari balik pohon.
“Nana… larii… pria itu adalah vampir!!” Teriak Ken.
Mendengar itu raja Chrrist malah tertawa. “Apa kau pikir dia itu manusia? Dia itu vampir sepertiku!! Vampir yang seharusnya menikah denganku tapi malah menghianatiku..!” Ucap raja Chrrist.
Mendengar itu Ken begitu terkejut. Ia seakan tak percaya kalau Nana adalah vampir.

“Benarkah kau vampirr?” Tanya Ken dengan air mata yang berjatuhan.
“Benar aku adalah vampir!” Jawab Nana, merintihkan air matanya.
“Setidaknya berbohonglah, jika kau mengatakan kau bukan vampir maka aku akan percaya kepadamu!!” Ucap Ken lagi, namun Nana hanya terdiam.

Mendengar itu raja Chrrist mulai marah, ia pun mendekati Ken dan perlahan-lahan menggigit lehernya.

Melihat itu Nana menjerit, ia bermohon kepada raja Chrrist untuk melepaskan Ken.
“Lepaskan dia, aku berjanji akan menikah denganmu!!” teriak Nana.

Akan tetapi raja Chrrist mengabaikannya. Tanpa diketahui Nana, Leo mengikatkan rantai perak di kaki raja Chrrist. Hal itu membuat raja Chrrist berteriak kesakitan. Begitupun dengan Leo, yang harus mengorbankan dirinya demi menyelamatkan sahabatnya Nana. Kini Leo dan raja Chrrist terbakar akibat rantai perak besar yang mengenai dirinya.

Nana begitu sedih melihat hal tersebut, sahabat satu-satunya kini menghilang menjadi debu. Ia dengan langkah tak berdaya mendekati Ken yang terbaring. Diangkatnya kepala Ken ke pangkuannya.

“Aku mencintaimu, jadi mohon jangan tinggalkan aku!! Kau yang membuatku jatuh cinta padamu, kenapa kau harus pergi meninggalkanku? Aku mencintaimu…!!!” Ucap Nana. “Jika hal ini berhasil, aku harap kau dapat bahagia dengan orang lain..!” Lanjutnya lagi. Kemudian ia mengambil ranting pohon dan mentorehkan di telapak tangannya. Darah hitam pun keluar dari tangannya. darah tersebut perlahan-lahan menetes ke dalam mulut Ken.
“Jika ini berhasil, maka aku akan menjadi debu. Karena telah berbagi darah dengan manusia..!!” kata dalam benaknya.

Perlahan-lahan Ken mulai bergerak, terdengar suara “aku mencintaimu” di telinga Ken. Saat Ken membuka mata, ia tak melihat siapa pun lagi di situ. Kini Nana telah menghilang menjadi debu yang ditiup oleh hembusan angin.

“Nana… Kim Nana…!!” Ken berteriak histeris.
“Aku begitu mencintaimu!!! Kau cinta pertama dan terakhir bagiku!!” kata dalam benaknya.

10 TAHUN KEMUDIAN
Ken kini menjadi menjalankan bisnis milik keluarganya. Sedangkan Yena dan Max telah menikah. Lain halnya dengan Ken yang selalu merindukan Nana.. vampir cantik yang membuat hatinya berdebar.

Setelah 10 tahun lamanya berpisah denan Nana, Ken meneruskan kebiasaannya yaitu melempar batu di danau tempat pertama kali ia bertemu dengan Nana. Saat ia melempar batu untuk yang ke sepuluh kalinya, tiba-tiba matanya terbuka lebar seakan-akan melihat hal yang luar biasa sedang terjadi. Benar saja, seorang wanita bergaun biru keluar dari dalam danau tersebut. Wanita itu tersenyum melihat Ken.

“Apa itu kau?” Tanya wanita itu.
Ken berlari ke arah wanita tersebut dan memeluknya.
“Aku merindukanmu!! Benar-benar merindukanmu Kim Nana!! Apa ini mimpi?” Kata Ken, ketika melihat Nana keluar dari danau itu lagi.

“Ini bukan mimpi, setelah aku membagi darah denganmu, ternyata tubuhku langsung berada di tempatku berasal. Dan aku begitu merindukanmu, aku mencintaimu Ken..!” Ujar Nana.

Mereka berdua pun berpelukan saling melepas rindu.

TAMAT

Cerpen Karangan: Riski Andi
Facebook: Kim

Cerpen Oh My Vampire, Because You Are My Sun (Part 4) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sisi Lain Dunia (Part 2)

Oleh:
“Otak kiri adalah bagian yang berguna untuk pemahaman dan semacamnya yang sulit dan biasanya saat bertanya, bingung, kesal, dan masih banyak lagi. Sedangkan otak kanan adalah yang berguna untuk

Perbedaan

Oleh:
Aku sendiri di dunia ini, sendiri bukan berarti tidak ada orang di sekitarku, jiwakulah yang sendiri, sendiri dalam kerumunan banyak insan. Temanku hanyalah kesepian, dan hidupku adalah kehampaan. Semuanya

Kecebong

Oleh:
Mataku menyusuri setiap detail jalanan yang bersimbah darah. Dua tiga orang tergeletak lemas, satu di antaranya sudah tak berbentuk lagi kepalanya. Orang-orang mengerumuni, bergumam dan menutupi wajah. Sirine lampu

Bersama Rembulan

Oleh:
Di tepi jembatan itulah ia tinggal bersama orangtuanya. Namanya Rembulan sering dipanggil Bulan, anak gadis sederhana yang selalu sibuk dengan khayalan-khayalannya itu. Baginya bermimpi itu tidak ada salahnya. Sebuah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *