Pahlawan Era 2016 (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Nasionalisme
Lolos moderasi pada: 19 May 2016

Aku bersama para tunas-tunas bangsa berdiri di sini di tanah airku Indonesia dengan pengikat kami pancasila bersama bersatu untuk wujudkan Indonesia jaya. Negara Indonesia merupakan negara yang sangat indah yang memiliki berbagai sumber daya alam yang cukup banyak di tiap sudut pulaunya. Namun sayang sekali, banyak terjadi tindak kriminal di Indonesia dan hukum pun masih bisa dibeli dengan uang, bisa dibilang negara ini kurang demokratis. Jadi di sinilah kami, para anak merah putih yang akan membuat negara Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Surya muncul seperti biasa temani dunia hingga senja, membangkitkan semangat para pemuda seperti kami. Aku Bima, Jeremy, Ismail, Daffa, Joko, Yudha, Rizky, dan Andi. Kami adalah para generasi muda yang berasal dari Bengkulu yang sangat mencintai negeri Indonesia ini dan hari ini adalah hari ketika Indonesia merdeka yaitu 17 Agustus 2016. Kami diutus oleh sekolah kami SMP Sint Carolus untuk mengikuti perlombaan Jambore Nasional di ibukota Jakarta tempat Ir.Soekarno dan para pejuang lainnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Jambore Nasional (JamNas) adalah lomba pramuka penggalang untuk seluruh provinsi di Indonesia, kami berjuang dengan penuh semangat untuk dapat berlomba di JamNas ini dan memang betul kata pepatah “Suatu proses tidak akan mengkhianati hasil”.

Sore ini kami regu Naga akan menghadiri apel sore untuk membuka acara JamNas ini yang diisi dengan upacara pramuka seperti biasanya. Sudah 25 menit apel sore berjalan tibalah saatnya dasadarma, UUD1945 dan pancasila tampil dengan langkah tegak berani yang seirama. Ketiga petugas itu melanturkan dasadarma, UUD1945 dan pancasila secara berurutan ketiganya sangat enak terdengar di telingaku, terutama pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Apel sore pun terlaksana dengan lancar namun, tiba-tiba…

“Hei, apa yang terjadi? Teman-teman kalian masih bersamaku kan?” Tanya Bima cemas.
“Iya, kami masih bersamamu Bim. Tidak ada yang hilang kan semuanya masih di barisan kan?” Sahut Ismail.
“Yoi…” Jawab anak-anak yang lain.

Semua orang yang berada di tempat itu panik karena tiba-tiba seluruh listrik padam. Hanya kegelapan yang dapat terlihat di sana, setelah 10 menit listrik padam seluruh lampu hidup kembali namun, seluruh peserta terkejut kembali! Tiba-tiba saja mereka berada di dalam sebuah gedung nan indah dan luas yang di dalamnya terdapat peralatan perang zaman dulu, foto-foto para pahlawan Indonesia, hampir di seluruh dindingnya terdapat peninggalan para pahlawan Indonesia.

“Yaak! Selamat malam anak-anak kalian pasti terkejut dengan apa yang kalian alami saat ini. Saya Iwan Hatta adalah kepala dari gerakan rahasia ‘Indonesia Child Buster (ICB).'” Kata seorang bapak berparas tua tapi ramah.
“Emm… maaf jika saya lancang. Apa maksud dari semua ini?” Tanya salah satu peserta di sana.
“Ya! Apa maksud dari semua ini?” Gertak para peserta yang lain.
“Tenang, tenang dulu anak-anak. Baiklah akan saya jelaskan Indonesia Child Buster atau ICB adalah sebuah kelompok rahasia yang dibentuk untuk melindungi negara Indonesia agar tetap aman dan damai. Seperti namanya sudah pasti yang akan melindunginya adalah anak-anak muda Indonesia yang memiliki jiwa pejuang seperti para pahlawan tanah air dulunya, dan kalian adalah anak-anak yang terpilih itu.” Jelas pak Iwan.

“Apaa!! Kami ini masih anak-anak, mana bisa kami menjadi tentara belum lagi kami bisa saja terbunuh ketika sedang menjaga keamanan,” Rizky menentang.
“Hei, hei sabar dulu, kalian kami kumpulkan di sini bukan menjadi seorang tentara, lagi pula kami sudah memiliki pasukan kami sendiri jadi tenang saja dan keselamatan kalian di sini sudah terjamin. Kalian di sini bertugas sebagai pemantau, pembuat strategi atau intinya sebagai penggerak. Kami tidak akan menyuruh kalian untuk tembak-menembak atau yang lainnya, jadi tenang saja.” Pak Iwan menerangkan.

“Apakah kalian siap bertugas?” Teriak pak Iwan.
“Siaaappp Pak!” Jawab semua peserta.

Setelah itu para peserta dipersilahkan untuk beristirahat di kamar yang telah disediakan, terdapat 20 kamar dalam gedung itu yang tiap kamarnya berisi 15 kasur dan 5 toilet kamar wanita dan pria tentu saja dipisah. Bagi peserta yang lapar diperbolehkan untuk makan di dapur gratis. Pukul 22:15 semua peserta termasuk regu naga bersiap untuk tidur agar semua kepenatan dari pagi hingga malam hilang. “KRIIIINGGG… KRIINGGGG.” Pukul 05:00 Seluruh peserta terbangun mendengar deringan alarm itu. Dengan keadaan setengah kantuk tanpa mengeluh semua peserta mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas mereka dalam ICB. Karena hanya tersedia 5 toilet di setiap kamar jadi terpaksa harus mandi bertiga atau lebih namun ada juga yang tidak mandi, biasalah namanya juga anak pramuka mau perempuan ataupun laki-laki pasti sudah biasa kalau tidak mandi 1-2 hari.

Setelah mereka selesai mempersiapkan diri masing-masing, Pak Iwan mengajak mereka berkeliling gedung untuk memperkenalkan fungsi dari tiap-tiap ruangan. Ada banyak sekali ruangannya ada ruangan yang terdapat banyak komputer dan alat-alat canggih di dalamnya yang disebut ruang “Detect Manage (DM)” Yang berfungsi untuk memata-matai tiap sudut kota serta tempat untuk menggerakkan para pasukan tentara, pilot dan lain-lain. Kemudian ruang “Boom Room (BR)” Di mana di dalamnya terdapat beragam perlengkapan tentara dari pistol biasa hingga Airmatix iP1 Pistol, bom, meriam dan lainnya. Lalu ada museum yang terdapat benda-benda peninggalan para pahlawan pada zaman dulu dan ruang bawah tanah.

“Yap! Tugas pada hari pertama kalian adalah memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Kota Bogor, silahkan kalian membuat strategi atau cara untuk memadamkan api di seluruh lahan tersebut, dan jika sudah siap kami dan para tentara siap untuk menjalankan tugas dari kalian.” Kata pak Iwan kepada para peserta.
“Siap Pak! Kami akan melaksanakan tugas dari Bapak, mohon bantuannya!” Sahut Maya salah satu peserta di sana.
“Hai, salam kenal saya Bima mewakili kota Bengkulu, dari regu naga. Perkenalkan juga teman-temanku Jeremy, Ismail, Mario, Joko, Yudha, Rizky, dan yang seorang lagi Andi. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik.” Sapa Bima kepada Maya sambil memperkenalkan teman-temannya, begitu pula dengan Maya dan regu-regu yang lainnya.

Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang tapi tak kenal maka kenalan. Para regu pun ikut bersilaturahmi untuk menjalin ikatan persahabatan.
“Teman-teman karena kita semua sudah saling kenal marilah kita laksanakan tugas ini mohon kerjasamanya agar tugas ini dapat terlaksana dengan lancar.” Kata Jeremy. Seluruh peserta bersama-sama berpikir cara apa yang harus dipakai untuk memadamkan api tersebut.

“Bagaimana jika kita mengeluarkan unit-unit pemadam kebakaran dilengkapi dengan pressurised water. Dengan cara yang efektif, kita akan menanam pipa ke dalam, di kedalaman tiga meter kemudian ada press yang mengarah ke berbagai sudut. Atau kita bisa pakai portable fire pump dari sumber air terdekat lalu dinaikkan ke mobil unit pemadam kebakaran, kemudian baru masuk ke dalam hutan apakah kalian setuju?” Ujar Yudha. Semua peserta tampak setuju dengan idenya itu, mereka tinggal menyiapkan para tim dan peralatannya agar strategi mereka dapat telaksana dengan baik.

“Prok… prok… prok luar biasa Kalian memang anak-anak muda yang hebat kami memang tidak salah pilih.” Kata pak Iwan yang dari tadi mengawasi kinerja mereka secara diam-diam lalu tiba-tiba datang dan bertepuk tangan untuk mereka. “Sepertinya kalian sudah sepantasnya untuk menjalankan tugas yang sebenarnya,” Ucap pak Iwan.
Semua peserta bingung karena selama ini memadamkan kebakaran lahan di kota Bogor bukanlah tugas mereka, melainkan itu hanyalah ujian untuk membuktikan apakah mereka benar-benar pantas untuk menjadi pemuda ICB.

Bersambung

Cerpen Karangan: Rachel Carisa Oswandi
Facebook: Rachel Carisa

Cerpen Pahlawan Era 2016 (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perang Tiga Kerajaan

Oleh:
Dahulu, hiduplah tiga raja yang memiliki kerajaan yang sangat makmur. Namun tiga raja tersebut saling menganggap bahwa kerajaan mereka lebih makmur daripada kerajaan yang lainnya. Akhirnya ketiga raja tersebut

Siapa Kalian

Oleh:
Mentari Yuna Pratiwi adalah namaku namun teman-temanku biasa memanggilku Yuna. Ini adalah hari pertamaku bekerja di sebuah cafe di pusat kota. “Yuna tolong bawakan pesanan meja nomor 7” seru

Power Boyz

Oleh:
Dan Impian Pun Menjadi Kenyataan Suatu hari, aku pulang dari sekolah menuju taman. Aku di sana merenung dan membayangkan bagaimana bila aku menjadi super hero. Dengan 2 pedang, 1

Cahaya Penyelamat

Oleh:
Penghujung malam kali ini. Di atas balkon dengan beralaskan kursi yang kususun memanjang. Aku terbaring sendirian. Hanya sendiri menikmati sepi, menatapi langit malam berhiaskan bulan emas yang tinggal separuh.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *