Pahlawan Game

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 19 April 2017

Namaku adalah Ruyichi Kurt. Aku adalah siswa SMA berumur 17 yang tinggal sendirian. Hari ini adalah hari minggu. Jadi aku memutuskan untuk bermain game seharian. Segera aku pun bermain game seharian sampai-sampai aku lupa waktu dan ketiduran.
Setelah setengah terbangun aku melihat jam tanganku yang menunjukkan pukul 18:00. Aku pun segera bangun dari tidur. Disaat aku bangun aku tidak sengaja menekan tombol enter dan Wusssh… aku terseret masuk ke komputer.

Aku tiba-tiba masuk ke tempat aneh dan diperintah sebuah suara yang menyuruhku memilih Class, Name, Ras Gender. Tentu saja aku memilih gender pria dan ras manusia. Di mode kelas terdapat 16 pilihan kelas. Setelah melihat-lihat class-class tersebut. Aku memutuskan untuk memilih kelas mage. Dan setelah memilih kelas sekarang aku mengisi nama, dan aku menamaiku Kurt. Lalu setelah selesai tempat menjadi hitam.
Setelah tiba-tiba tempat menjadi hitam, aku terjatuh dari atas ke tempat berbentuk persegi yang kecil. Bruuuk… suara aku terjatuh, dan aku pun pingsan.

Setelah terbangun aku melihat seorang wanita yang duduk di sebelahku.
“Eeeh…”. Aku kaget. “Ah, akhirnya kamu bangun”. Wanita itu berkata. “Si-siapa kamu? dan kenapa aku bisa di sini?”. Aku segera bertanya. “Oh iya, namaku Yuka. Dan juga kelihatannya kita masuk ke dunia game”. Perempuan itu mengenalkan dirinya dan menjelaskan apa yang terjadi. “Du-dunia game?, ba-bagaimana bi-bisa?”. Aku terkejut dan langsung bertanya. “Mungkin gara-gara kita bermain game yang sama…”. Yuka berkata “Kalau begitu game apa yang kamu mainkan?”. Aku bertanya. “Hero of village”. Yuka berkata. “A-aku juga bermain game itu”. Aku berkata. “Ahaa!!! Aku tau, jika ada orang lagi yang bermain game ini pasti mereka juga masuk ke dunia ini”. Yuka berkata. “Itu benar tapi… game ini adalah game baru dan mendownloadnya perlu waktu”. Aku berkata. “Aku lupa juga… kalau begitu kita harus terbiasa dengan game ini!!!”. Yuka berkata. “Baiklah”. Aku menyetujuinya. “Oke, sekarang ayo kita ingat-ingat cara main game ini”. Yuka berkata. “Aku mengingatnya, kita harus membangun markas dan bersiaga melawan monster setiap malam”. Aku berkata. “Baiklah kalau begitu, ayo kita kumpulkan kayu”. Yuka berkata. “Oke, di sini banyak kayu jadi kita akan memulai membangun markas menggunakan kayu”. Aku berkata.

Setelah aku dan Yuka berdiskusi akhirnya kami mengumpulkan kayu untuk membangun rumah. Yuka pergi ke arah utara, sedangkan aku pergi ke arah timur. Di jalan aku tersandung sebuah batu yang agak besar dan bruuuuk… aku pun terkejut karena tiba-tiba ada monitor yang menunjukkan statusku yang bertuliskan profile, quest, guild, friend. Aku pun memencet profile. Setelah memencet profile aku melihat namaku, class, level, pet, skill, equipment. Untuk sementara aku belum menemukan pet dan equipmentku hanyalah armor rusak senjata juga hanya pedang latihan. Aku memencet skill dan melihat aku mempunyai skill point yang cukup untuk menguasai skill pertamaku yaitu “Samurai Slash”. Aku pun menguasai skill itu. Setelah selesai aku memencet quest dan itu bertuliskan “There are none quest that accepted”. Well aku belum menerima quest dari siapapun. Setelah itu aku melihat friend dan ada tulisan “There is a friend request”. Dan aku memencetnya dan melihat permintaan pertemanan ternyata dari Yuka aku pun menerimanya. Setelah menerimanya menjadi temanku muncul 3 pilihan yaitu “Call, Abandon friend, Add to party”. Aku pun mencoba call dan buum…

“Haloooo… Kurt?”. Yuka berkata (dalam telepati). “Iya. Yuka kan”. Aku berkata. “Yaps kau mencoba mengetestnya?”. Yuka berkata. “Iya..”. Aku berkata. “Baiklah sudah ya aku mau mencari kayu sebelum malam tiba”. Yuka berkata. “Oke aku juga mau mencari kayu”. Aku berkata.
Panggilan pun diakhiri dan muncul tulisan “Party request from Yuka”. Aku pun menerimanya dan muncul bar statusnya. Di sini aku bisa mendengar suara dari teman satu party. Dan satu party terdapat 6 orang. Tetapi aku terkejut, karena melihat level Yuka yaitu level 3. Aku pun segera menutup layar monitor dan melanjutkan mencari kayu.

Cerpen Karangan: Tangguh Imanu
Facebook: Tangguh Imanu

Cerpen Pahlawan Game merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tale about The Only Girl in the World

Oleh:
Dia hanya sendirian. Benar-benar sendirian. Dunia itu telah berakhir, dan dialah yang tersisa. Hanya ada sebuah pondok kayu dengan 1 meja dan kursi, dan sebentang padang rumput luas yang

Walaupun 1000 Tahun, Tak Masalah

Oleh:
Ini merupakan kisah seorang wanita. Wanita yang dengan begitu setianya terus menunggu, walaupun dia tahu telah tiba saatnya untuk berhenti. Terus menunggu, hingga janji yang dia terima dapat terlaksana.

Ilda

Oleh:
Ilda gregor, itu namanya, dia menutupi kepalanya dengan tas sekolah, karena hari ini lupa bawa sweater. Hujan turun dari tadi, senja merah telah tampak di ufuk barat. Baju seragam

D’Bengal 4ever

Oleh:
Waktu itu kisaran jam 20.00 disaat hujan rintik-rintik menemani kebersamaan kami, setelah ‘ngaso’ sebentar di warung, kami bertiga sepakat untuk tetap melanjutkan perjalanan. Tinggal kami bertiga yang tertinggal dari

Misteri Kompas (Part 1)

Oleh:
Kehidupan biasa tidak ada yang susah tiap hari pergi bersekolah dan pulang. Aku sebagai anak yang baru masuk SMA merasa hidupku membosankan. Sampai sore semuanya berubah. Namaku Nia gadis

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *