Panglima Nanggroe

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat), Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 15 July 2019

Ketika daerah operasi militer atau disebut juga sebagai DOM masih berlangsung di Aceh pada tahun 2000, saat itu keadaan Aceh belum tentu aman untuk beraktivitas. Banyak nyawa-nyawa yang tidak berdosa menjadi korban dalam peristiwa ini. Khususnya, anak-anak dan perempuan. Kemudian pembantaian fisik terjadi di setiap daerah yang terkena operasi militer.
Sehinga pemuda-pemuda pada daerah-daerah tersebut bangkit untuk melawan oknum-oknum yang melakukan aksi daripada Daerah Operasi Militer ini hingga titik darah penghabisan. Supaya warga bisa hidup tentram dan damai ketika aksi DOM tidak lagi berlangsung di Aceh.

Di suatu daerah yang terletak di Kecamatan Darul Imarah, tepatnya di Desa Lambukom. Dimana desa ini sering terjadi konflik fisik hingga membunuh warga-warga yang tingal desa ini. Pembantaian dan konflik ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi oknum yang melakukan operasi militer ini. Adapun pemuda-pemuda yang tinggal di desa ini berjuang sampai mati untuk mempertahankan desa yang mereka tinggal. Mereka tidak mau desa mereka terancam tewas semua oleh oknum operasi militer. Maka dari itu, mereka bangkit bersama untuk melawan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pada suatu hari, ada seorang pemuda dari Desa Lambukom. Ia terkenal dengan sifat bijaksana dan keberaniannya dalam aksi ini. Sehingga dia diangkat oleh warga desa sebagai panglima muda nanggroe. Keseharian Apam Mus dia sering membantu warga untuk melawan oknum yang beroperasi miter di daerah tanah kelahiran Apam Mus. Malam hari, Apam Mus sendirian di rumahnya. Tiba-tiba, terdengar suara deringan dari arah ruang tamu. Sehingga Apam Mus berlari ke ruang tamu dan mengangkat telepon tadi.

“Halo, ini siapa sih?”. Tanya Apam Mus. “Tebak-tebak ini siapa emang?”. Jawab si penelepon, sehingga Apam Mus geram terhadap si penelepon tadi. “Halo, kamu ini siapa hah!”. Bentak Apam Mus kepada si penelepon. Setelah itu si penelepon menjawab. “Ini hasan tiro, teman SMP kamu di Lambukom.” Kata si Hasan. Langsung Apam Mus membalas dengan cepat. “Oh, kamu Hasan tiro. Tit tit tit…”. Jaringan telepon Apam Mus terputus secara tiba-tiba. Dan ia pun tidak tahu penyebab akan terputusnya jaringan telepon tadi.

Apam Mus segera menge-check tiang yang berada di depan rumahnya. Ternyata sebab terputusnya jaringan telepon tadi disebabkan oleh seseorang yang mencoba untuk memutuskan kabel Telkom di atas tiang listrik. Rupanya seseorang tersebut orang yang pernah dilihat oleh Apam Mus sendiri. Dia adalah laksamana P.M Long. Sifat iri yang ada pada dirinya membuat ia lebih bijaksana terhadap komandannya. Ia juga termasuk orang yang sangat benci dan iri terhadap Apam Mus.

P.M Long melakukan aksi pemutusan kabel Telkom ini dikarenakan ada suruhan dari komandannya dan bentuk kebencian serta sifat irinya terhadap Apam Mus. Keiriannya berawal pada saat Apam Mus diangkat sebagai panglima muda nanggroe sehingga P.M Long menimbulkan keirian dalam lubuk hatinya yang paling dalam.

Kemudian pada saat setelah diputuskan kabel Telkom tadi. Ternyata, Laksamana P.M Long merasa ketakutan. karena tidak bisa lagi untuk turun dari tiang listrik. Seluruh tubuhnya pun mengeluarkan keringat dingin karena rasa ketakutannya mulai meningkat. Karma pun berlaku bagi orang yang melakukan kejahatan terhadap orang lain. Ternyata apa yang ia lakukan terhadap Apam Mus tadi menghasilkan karma baginya. Dia pun tergelincir akibat keringat yang telah membasahi sekujur tubuhnya.

Dan punggung P.M Long terkena kabel listrik yang telah ia putuskan sehingga seluruh tubuhnya hangus akibat arus listrik. Dia pun tewas seketika dan terjatuh dari atas tiang listrik juga tubuhnya terbentur keras dengan tanah sehingga tubuh P.M Long menjadi abu hitam. Ternyata P.M Long tidak sempat ditolongkan karena seluruh warga membencinya.

Pada saat telepon Hasan Tiro dan Apam Mus terputus, Hasan pun terkejut akan keadaan Apam Mus. Dan dia mulai khawatir karena tidak tahu apa yang sedang terjadi di rumah Apam Mus. Dan setelah itu, Hasan segera menaiki kuda untuk pergi menuju rumah Apam Mus.

Ketika ia sampai di depan rumah Apam Mus, ia melihat Komandan Kanjie –atasan laksamana P.M Long- sedang menyekik leher Apam Mus. Sontak Hasan pun mengambil sabit untuk membunuh Komandan Kanjie. Akan tetapi, Hasan tidak sempat menolong Apam Musk arena ia telah dibunuh oleh Komandan Kanjie dengan cara tubuh Hasan disayat-sayat dengan pedang.

Rasa kemarahan Apam Mus bergejolak dari lubuk hatinya dan dia tidak sanggup melihat kematian temannya hingga Apam Mus mengambil sabit yang telah Hasan jatuhkan. Lalu, Apam Mus dengan amarahnya, demgan keberaniannya ia pun segera menghadapi Komandan Kanjie. Kemudian, terjadilah pertengkaran hebat antara keduanya. Mereka saling beradu senjata tajam hingga darah bertumpah ruah di atas tanah. Dan akhirnya Komandan Kanjie berhasil membunuh Apam Mus dengan cara menusuk pedangnya dari ***** Apam Mus sampai menembus ke ****. Apam Mus tewas seketika.

Komandan Kanjie merasa sangat bangga karena telah membunuh panglima muda nanggroe. Dia tertawa dengan suara yang besar untuk menyatakan panglima muda telah tewas. Adapun Komandan Kanjie dijuluki sebagai Pendendam Maut. Julukan tersebut berasal dari sifat dendamnya. Jika ada orang yang istimewa di mata Komandan Kanjie dengan serta merta ia langsung membunuh orang tersebut.

Hingga pada saat DOM masih berlangsung, ia telah membunuh lebih dari puluhan ribu nyawa. Itulah akibat dari sifat dendamnya.

Pada tahun 2004, Aceh mengalami bencana tsunami dan gempa dahsyat hinga menewaskan puluhan ribu nyawa. Komandan Kanjie meninggal pada saat tsunami melanda desanya. Waktu itu ia sedang sakit berat hingga tidak bisa berjalan lagi dan semua keluarganya telah pergi ke luar kota untuk magang. Dia berada di rumah sendirian hingga tsunami melahap habis rumahnya.

Maka dari itu Tuhan sangat membenci orang-orang yang bersifat dendam, kita sebagai manusia dan hamba-Nya harus selalu mematuhi apa yang telah ditetapkan oleh Tuhan yang maha esa

Cerpen Karangan: Ghiffari Achmad Gibran
Blog / Facebook: Ghiffari Achmad Gibran
nama saya Ghiffari Achmad Gibran, berasal dari Banda Aceh kemudian status masih seorang siswa di Madrasah Aliyah Negeri Model Kota Banda Aceh

Cerpen Panglima Nanggroe merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Monster di Sisiku (Part 1)

Oleh:
Chapter1, kamisama (tuhan), apa yang telah kau kirimkan padaku? Di okara gakuen, terlihat seorang gadis yang duduk termenung di kelasnya. Matanya melirik ke luar jendela dengan pandangan kosong. Lalu

Cindy dan Ella

Oleh:
“pangeran itu tidak akan pernah menjadi bintang di hatimu, akulah perempuan paling cantik di desa ini dan dia akan memilihku menjadi pasangannya, sedangkan kau akan jadi perawan tua yang

Dunia Lain

Oleh:
Saat itu, disaat mataku terbuka, aku merasakan sesuatu yang janggal di rumahku. Saat diriku bangun dari ranjang tidurku terdengar jeritan-jeritan yang menakutkan bersamaan dengan suara raungan serigala, seketika aku

Lima Jari Segenggam Cinta

Oleh:
Suatu hari seorang kakek sedang berbincang-bincang dengan cucu laki-lakinya, Bramastra Arjuna. “Cu, mau denger dongeng bagus gak?” “Mau, Kek. Cepet, Kek! Aku dah gak tahan niech.” “Oke. Here we

The Salvation (Part 1)

Oleh:
“Seikat bunga ini berapa harganya, nek?” sambil ku tunjuk bunga yang aku maksud. “bunga mawar merah, mawar merah, semerah darah, darah yang tertumpah basahi bunga berhiaskan duri di tangkainya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *