Pemberian Kakek

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 February 2017

Angin berhembus sangat kencang, menerpa dedaunan. Terlihat beberapa temanku yang asik bersendau gurau dengan teman-teman sebaya mereka. Aku duduk seraya memandang teman-temaku yang tengah memperhatikanku, dari kejauhan terlihat ada seorang Kakek kakek yang tengah duduk di bawah pohon. Nampaknya kakek-kakek itu sangat kelaparan, tak ada yang memperhatikannya. Kakek kakek itu sepertinya tengah berjualan sesuatu, tapi nampaknya tak ada seorangpun yang membeli dagangannya. Aku pun menghampirinya

“Kakek jualan apa?” Tanyaku yang memperhatikan wajah tuanya.
“Kakek jualan barang bekas nak tapi, sedari tadi tak ada yang membelinya” jawab kakek kakek itu dengan suara gemetaran.
“Kek ini ada makanan. Kakek makan ya pasti kakek lapar kan?” Tanyaku membuat kakek tersenyum ke arahku. Kakek itu menerimanya dan memakan makanan yang aku berikan.

Setelah selesai makan kakek itu pun mengucapkan terima kasih dan memintaku untuk memilih salah satu barang dagangannya. Awalnya aku menolaknya tapi akhirnya kakek itu memberiku kacamata. Karena kakek melihat kaca mataku yang telah usang mungkin karena aku belum bisa mengganti kacamataku dengan kacamata yang lebih baik lagi.

Belum sempat aku mengucapkan terima kasih kakek itu telah menghilang entah kemana. Aku kembali ke kelasku, dengan perasaan yang bercampur aduk. Itu nyata atau tidak.

“Stop… heh anak cupu, udah pinter ya sekarang. Mana pesenan gue, jangan bilang kalau loe lupa” beginilah kesehariku penuh dengan ejekan dan hinaan karena aku ini bodoh. Entah sampai kapan aku bisa membuktikan jika aku ini bisa. Aku ini bisa melakukannya.
“Haha, makannya kalau punya mata itu dipakai, dasar bodoh. Kapan kamu pinternya hah?” tanya teman-temanku yang melihatku terjatuh karena dijahili mereka. Aku hanya diam, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutku. Aku tau aku lebih baik diam saja.

“Kamu nggak apa-apa kan!” Tanya Kak Fais yang selalu menolongku setiapku dijahili teman-temanku.
Aku mengangguk pelan dan berkata “tak apa-apa kak”
“Owh ya nanti sepulang sekolah aku tunggu di taman” memang kak Fais adalah orang yang paling baik menurutku. Karena dia yang selalu ada untukku.

Aku diam seraya menatap tasku, kenapa aku lupa membawa kacamata dan aku ingat akan kacamata yang diberikan kakek tempo hari ya semoga saja dapat berguna untukku.
“Apakah ini benar?” Tanyaku yang tak percaya karena aku melihat ada yang berbeda dengan papan tulis itu. Kenapa di sana telah tertulis semua jawaban apakah aku tengah bermimpi, ataukah ini nyata. Aku melepas kacamata itu dan anehnya tak ada satupun jawaban yang tertulis di papan tulis. Aku seketika itu diam dan menulis semua jawaban yang ada di sana.
Kejadian seperti itu tak hanya sekali terulang tapi telah beberapa kali.

“Hebat sekarang kamu udah pinter” puji kak Fais. Perlahan lahan aku dapat menyaingi teman temanku, aku sangat berterima kasih karena berkat bantuan kacamata dari kakek itu aku dapat memperoleh banyak teman dan nemperoleh peringkat yang selama ini aku harapkan.

Cerpen Karangan: Ion Ajjah
Facebook: Ion Ajjah

Cerpen Pemberian Kakek merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Sekedar Cinta

Oleh:
Apa definisi cinta menurut kalian? kalau gue sih seperti ini, Cinta mengajarkan aku betapa indahnya arti sebuah kebersamaan. Cinta mengajarkan aku apa arti sebuah perjuangan. Cinta memberikan aku kesempatan

Vanished

Oleh:
tick tock tick tock Suara yang ditimbulkan oleh sebuah jam yang menempel di dinding kantorku seakan menghipnotis siapa saja yang mendengarkannya. Sudah berapa lama aku duduk disini, memperhatikan layar

The Bad Day

Oleh:
Kring.. kring.. kring.. Jam weker gue berbunyi dengan keras di samping gue, menarik gue keluar dari petualangan di dunia fantasi. Segera gue matikan jam weker peribut itu dan melompat

Lelaki Di Balik Buku

Oleh:
Aku Adelia biasa dipanggil Adel. Setelah dinyatakan lulus di SMP aku memutuskan untuk lanjut di SMA HEART CHOISE, sekolah terbaik di daerahku. Masa orientasi siswa, ini awal dari cerita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *