Pengorbanan Pohon Apel

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 13 March 2018

Suatu hari ada seorang anak kecil yang diberikan oleh ibunya sebuah bibit pohon apel sebagai hadiah ulang tahunnya. Anak itu sangat senang sekali. Lalu dia menanam pohon apelnya di belakang rumahnya. Setiap hari anak itu merawatnya dengan baik, tak lupa ia memberinya pupuk dan menyiramnya.

Beberapa bulan kemudian Pohon Apel nya sudah tumbuh dan berbuah lebat. Anak itu senang sekali. Setiap hari dia memanjat ke dahan pohon apel, merangkai mahkota dari daun pohon apel tersebut dan diberikannya pada ibunya, tiduran di bawah pohon apel yang rindang, pohon apel pun sangat senang ketika dia melihat anak itu senang.

Suatu hari, anak itu akan beranjak remaja dan ia pun menjumpai pohon apel tersebut.
“Hai anak muda, ayolah naik ke dahanku, dan bermain seperti dulu.” Kata pohon apel
“Pohon, aku sudah beranjak remaja dan tak mungkin bermain seperti anak kecil lagi” jawab anak itu.
“Lalu, apa yang kau inginkan dariku anak muda?” Tanya pohon apel
“Aku ingin mainan, tapi aku tidak punya uang” Jawab anak itu dengan nada rendah
“Oh, kalau begitu kumpulkan buahku, pergi ke pasar dan juallah, uangnya dapat kau belikan mainan.” Kata pohon apel
“Yey, terimakasih pohon apel.” Seru anak itu sambil memeluknya.
Anak itu pun mengumpulkan buahnya dengan senang hati lalu menjualnya ke pasar.

Beberapa tahun kemudian, anak itu tak terlihat.
5 tahun, 7 tahun, hingga 12 tahun kemudian. Ia muncul lagi namun dengan tampang yang berbeda. Ia telah menjadi seorang pemuda yang gagah. Lalu ia menjumpai pohon apel dan berkata “Hai pohon apel, apa kabarmu?”
“Aku baik baik saja, ke mana kau selama ini anak muda? Marilah naik ke dahanku seperti dulu lagi” kata pohon apel.
“Tidak bisa, sekarang aku sudah menikah dan aku butuh rumah.” Kata pemuda itu.
“Kalau begitu potonglah dahanku dan jadikan rumah bagimu.” Kata pohon apel.
“Baiklah pohon apel, terimakasih banyak” kata pemuda itu dengan senang hati.
Setelah ia memotong dahannya, ia pun pergi.

Setelah 20 tahun kemudian, anak itu datang lagi.
“Hai, apa yang kau inginkan dariku?” Tanya pohon apel.
“Pohon, sekarang aku telah menjadi seorang ayah dan butuh uang. Aku harus berlayar menggunakan perahu, bisakah kau membantuku?” Tanya pemuda yang kini telah jadi seorang ayah itu.
“Ya, potonglah aku, dan kau dapat menjadikannya perahu.” Jawab pohon apel.
“Haha, terimakasih banyakk pohon, kau baik sekali.” Jawab seorang pemuda yang telah menjadi ayah itu dengan sangat senang.

Setelah ia menebangnya, tidak ada lagi yang terisa dari pohon apel yang sudah gundul itu melainkan sebuah batang pendek yang hanya bisa dijadikan tempat duduk. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Pohon apel itu sendirian dan merasa kesepian. “Ini sudah 61 tahun, ke mana anak itu?” Tanya pohon apel dengan sedih.

Tiba-tiba anak itu datang dan telah menjadi tua.
“Apa lagi yang kau butuh kan nak? Aku sudah tidak punya apa-apa lagi..” Tanya pohon apel dengan sedih. “Aku hanya butuh tempat beristirahat pohon, karena aku sudah tua.” Jawabnya
“Oh, kalau begitu kau menemukan tempat yang cocok untuk beristirahat. Mari duduklah di atasku.” Kata pohon apel. Lalu si anak yang telah menjadi seorang Kakek itu pun duduk dan menikmati masa tuanya di atas pohon apel.

The End

Cerpen Karangan: Eveline Grace
Facebook: Eveline Grace (Velinee)
Thanks yang udah baca cerita saya *_*

Cerpen Pengorbanan Pohon Apel merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Goa Bawah Tanah

Oleh:
Suatu hari tiga sekawan Vino, Ambar, dan Bimo berjalan-jalan di sebuah taman kota yang letaknya tak jauh dari kompleks mereka tinggal. Mereka baru saja memulai liburan sekolah yang menyenangkan.

Goodbye My Friend

Oleh:
“Duh besok adalah ulang tahunnya Reina lagi aku sampe lupa, hem.. mau ngado apa yah?, aha ngado buku diary aja dia kan suka nulis” ucapku panjang lebar, oh iya

Bye Han

Oleh:
Namaku Rey, umurku genap 10 tahun (setelah ini merayakan ulang tahun kesebelas), aku memiliki sahabat bernama Han, dia juga berumur 10 tahun. Pagi ini seperti biasa, aku mengajak Han

Liburan

Oleh:
Hai! Namaku Melody. Aku ingin pergi ke Singapura, karena aku menang lomba International Math Olympiad. Papa mama bangga sama aku. Makanya, aku jalan-jalan ke Singapura. Kebetulan Paman George tinggal

Dasar Pencontek!

Oleh:
“Eh, hari ini kita kan ada PR IPA. Punyamu sudah dikerjakan belum?” tanyaku kepada Vivi. Oya, namaku Ayunda Nurul Afifatur Rizqiyah. Biasanya, dipanggil Yunda. “Sudah sih, tapi kurang sedikit.”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *