Penguasa Dunia Kematian (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 5 August 2019

Kisah ini bermula ketika kematian menjadi awal dari sebuah kekekalan. Ketika kematian menjadi gerbang menuju dunia tanpa akhir. Dunia yang disebut sebagai dunia kematian. Tempat para manusia setelah menjumpai ajalnya.

Pada mulanya, dunia kematian ini adalah dunia yang selalu tentram dan damai. Dunia ini dibagi atas 6 daerah dan 7 penguasa. Daerah pertama yaitu ufuk timur. Daerah ini berisikan manusia yang baru memasuki dunia ini. Daerah ini mempunyai seorang penguasa dengan julukan sang Lembayung Jingga yang sekaligus menjadi penjaga gerbang kematian. Daerah kedua adalah wilayah selatan. Daerah ini akan menentukan dimana para manusia akan tinggal dengan kekal. Penguasa di daerah ini adalah sang Berlian Merah.

Daerah ketiga adalah wilayah reinkarnasi. Daerah ini terdapat di bagian tengah dan diapit oleh empat daerah lain. Daerah ini disebut daerah reinkarnasi karena daerah ini memang tempat reinkarnasi manusia terpilih untuk kembali ke dunia kehidupan (bumi) yang dilakukan oleh penguasa daerah ini. selain itu, penguasa daerah ini juga akan menguji para manusia yang berdasar pada perbuatan dan tingkah laku mereka sewaktu masih hidup. Bila manusia itu gagal maka penguasa daerah ini akan menempatkannya ke daerah keempat. Sedangkan bagi yang berhasil akan ditempatkan ke daerah kelima. Penguasa daerah ini ialah sang Cahaya Rembulan.

Daerah keempat yaitu wilayah gerbang neraka. Dinamai demikian karena di daerah ini terdapat gerbang neraka. Padahal daerah ini hanya daerah penghubung menuju gerbang neraka. salah satu yang unik di daerah ini adalah selalu tertutupi kabut tebal dan hanya pada bulan purnama biru kabutnya akan menghilang. Daerah ini mempunyai penguasa berjuluk sang Kabut malam. Daerah kelima, wilayah gerbang surga. Sama halnya dengan daerah keempat, daerah ini adalah daerah penghubung menuju gerbang surga dan penguasa daerah ini adalah sang Sinar Fajar. Wilayah neraka adalah daerah terakhir. Daerah ini mempunyai 2 penguasa sekaligus. Sang Penyiksa Neraka dan sang Penjaga Neraka.

Kedamaian dunia ini menjadi kacau akibat dari kedua penguasa neraka yang melanggar peraturan dan keluar dari neraka. Mereka menginginkan seluruh dunia kematian dibawah kepemimpinan mereka. Peristiwa ini membuat kelima penguasa inti mengadakan perang sebagai jalan terakhir. Namun, penguasa neraka berhasil menguasai wilayah reinkarnasi dan wilayah gerbang surga. Di dalam wilayah reinkarnasi, para penguasa neraka mencoba agar kelima penguasa inti bisa dilahirkan kembali dan percobaan mereka berhasil meski hanya 3 dari 5 penguasa inti yang dapat dilahirkan kembali. Ketiga penguasa itu adalah sang Lembayung Jingga, sang Berlian Merah, dan sang Kabut Malam.

Dengan tidak adanya mereka bertiga, penguasa neraka berhasil menguasai seluruh daerah yang tersisa dengan mudahnya. Sang Cahaya Rembulan dan sang Sinar fajar terpaksa pergi ke dunia kehidupan untuk mencari reinkarnasi dari 3 penguasa inti.

150 tahun sudah dilewati kedua penguasa itu. mereka sudah berkali kali berganti tubuh dan wilayah negara namun hasilnya nihil. Dan sekarang kedua penguasa ini telah menemukan siapa reinkarnasi ketiga penguasa inti yang lain. Ketiga reinkarnasi itu masih remaja dan sedang menuju ke sebuah tempat wisata. Sang Sinar Fajar dan sang Cahaya Rembulan terus mengawasi mereka dalam bentuk asli mereka sebagai setengah malaikat. Tetapi, ketika mereka melewati sebuah rel kereta api tanpa palang kereta berkecepatan tinggi menabrak mobil yang mereka tumpangi dan menyeretnya sejauh 500 meter.

Kematian mereka ini bukanlah akhir dari semuanya. Melainkan sebuah gerbang menuju takdir baru. Takdir sebagai seorang penguasa dunia kematian.

*********************************************

Ditengah hamparan padang rumput hijau, 2 orang pemuda dan seorang gadis tengah terduduk diam. Bertanya tanya dimana mereka berada. Suasana tempat itu memang terlihat biasa. Langit senja yang berwarna jingga disertai awan dengan warna senada. Matahari senja dengan cahaya jingga nya. Serta hembusan angin sepoi sepoi dan rerumputan yang menari bersamanya. Tetapi, entah kenapa mereka aneh dengan suasana itu.

Ditengah tengah kesunyian yang mendera, derap langkah kaki yang bergesekan dengan rumput memecah suasana. Terlihatlah dua sosok berjubah hitam mengenakan tudung dan setengah wajahnya tertutup. Hanya memperlihatkan sepasang mata beriris coklat. Melihat adanya orang yang mendekati mereka ketiga remaja itu segera bangkit dan mencoba bertanya kepada dua orang berjubah hitam tersebut.

“Maaf, boleh kami tahu dimana kami berada sekarang?”. Seorang gadis bertanya terlebih dahulu. Angin berhembus menyapu rerumputan. Ketiga remaja itu tetap diam. Menunggu kedua orang berjubah hitam tersebut menjawab. setelah beberapa saat menunggu, akhirnya salah satu orang berjubah hitam dengan rambut panjang menjawab pertanyaan dari sang gadis. “Fenny, Sandy, dan Gilang. bukan begitu?” ucapnya.

Ketiga remaja yang mendengarnya pun terperanjat, orang yang baru saja mereka temui sudah mengetahui siapa nama mereka masing masing. “Ba.. bagaimana kalian bisa tahu siapa nama kami?”, salah satu pemuda bertanya balik kepada dua orang berjubah hitam yang berada dihadapannya.

Angin berhembus semakin kencang hingga menerbangkan tudung yang dipakai dua orang berjubah hitam. Dengan perlahan dua orang berjubah hitam itu melepas kain hitam penutup wajah mereka. Perlihatkan wajah seorang laki-laki dan seorang perempuan dan wajah kedua orang itupun sangat dikenali oleh ketiga remaja yang melihatnya. Ketiga remaja itu mengenal mereka sebagai kakak dan adik sepupu dari pemuda bernama Sandy.

“kak Adrian? Livia?, kenapa kalian sampai ada disini?”. tanya pemuda yang lain yang diketahui bernama Sandy. Namun bukanya menjawab pertanyaan tersebut, perempuan berjubah hitam malah mengatakan satu hal yang tidak masuk akal. “Selamat datang kembali ke dunia kematian, semoga kalian bisa bertahan disini”. ucapnya

Ucapan perempuan berjubah hitam sukses membuat ketiga remaja itu tertawa keras. Mereka sama sekali tidak percaya apa yang telah dikatakan olehnya. “Livia.. Livia.. ucapanmu ngelantur sekali. mana ada yang namanya dunia kematian.” Sandy berujar sembari merangkul perempuan berjubah hitam itu dan mencubit pipinya.

setelah puas tertawa, sang gadis yang bernama Fenny baru mengetahui ada sedikit kejanggalan dari ucapan perempuan berjubah hitam atau Livia. Dia pun segera menanyakannya kepada yang bersangkutan. “hmm… Livia, tadi kan kamu bilang ‘selamat datang kembali’, apa kita sudah pernah ketempat ini sebelumnya?” tanya Fenny.

Livia hanya tersenyum mendengarnya, lalu dia segera menatap laki-laki yang berada sebelahnya. seakan tahu maksud dari tatapan Livia, laki-laki dengan jubah hitam bernama Adrian ini pun segera mengangguk dan menjawab pertanyaan dari Fenny. “kalian bertiga adalah reinkarnasi dari ketiga penguasa dunia kematian ini. bersama denganku dan Livia, kita disebut sebagai penguasa inti. sudah lama sekali kalian pergi dari dunia ini semenjak adanya peperangan dengan penguasa neraka.” jawabnya.

Sandy dan juga pemuda yang lain bernama Gilang, menahan tawa mereka ketika mendengar ucapan Adrian. “dan kami sudah mencari kalian selama 1,5 abad waktu dunia kehidupan”. Livia melanjutkan ucapan Adrian.

Akhirnya, tawa Sandy dan Gilang pun pecah. “150 tahun? hahahaha… jangan bercanda, kalian aja baru 16 sama 20 tahun, bener-bener ngaco!”. ujar Gilang diakhiri dengan memukul pundak Livia dan Gilang. “kalian memang sulit mempercayai kami dan dunia asal kalian ini, tapi akan aku buktikan pada kalian dan kalian pasti akan percaya dengan apa yang telah kami katakan setelah melihatnya!”. seru Livia. Dia segera melepas tangan Sandy yang masih merangkulnya. Sandy dan Gilang yang melihatnya hanya tersenyum mengejek. Sementara Fenny, dia hanya berdiam diri dan menunggu bukti apa yang akan ditunjukkan oleh Livia.

Cerpen Karangan: Rochatun Chamilah
Blog / Facebook: kiera ayako

Cerpen Penguasa Dunia Kematian (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Halusinasi

Oleh:
Sebagian besar orang bilang aku adalah anak yang aneh, Aku duduk di tempat paling belakang karena dipindahin sama wali kelasku. Dulunya duduk agak ke depan atau bisa dibilang tengah-tengah,

Live a Life (Part 1)

Oleh:
Aku menatap bentangan pemandangan kota yang luas dari atap gedung tinggi ini, lalu menatap ke bawah. Tinggi sekali, sekitar 126 meter dari atas tanah. Angin malam berhembus kencang. Segalanya

Pink City

Oleh:
Halo namaku Amanda Aisyah Azaly Nafisa aku punya sahabat namanya Maisa Anatasha Mutika Hafiza dipanggil Tika kalau aku dipanggil Fisa aku juga punya Kakak loh namanya Ananda Dievarra Rallya

Dunia

Oleh:
Andai dunia tahu. Setiap detik kehidupan, terdapat beribu kemalangan. Setiap kemalangan menyimpan berjuta kesusahan. Hari demi hari telah berlalu. Kehidupan semakin memburuk. Rakyat kecil semakin terpuruk. Setiap tahun, jumlah

Lexarion (Part 2)

Oleh:
“Kalau begitu, mari kita bicara dengannya.” Reqsaz bertekad. Reqsaz mengetuk pintu kamar Rallen. Mendengar pintu kamarnya diketuk, Rallen berseru, “Siapa di sana?” “Ini aku, Reqsaz dan Kastev.” Reqsaz membalas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Penguasa Dunia Kematian (Part 1)”

  1. dinbel says:

    apa kak. lanjutan nya. bikin penasaran seru banget cerita nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *