Penjaga rahasia (Part 2) Timbulnya Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 10 November 2018

Sepulang dari sekolahnya. Grey melihat Frans yang sedang asik membaca bukunya. Tetapi ia menantap Frans dengan tak biasa. Mungkin ia memiliki rasa yang berbeda. Ia terkagum-kagum meliht Frans. “Dia tampan juga, walau dia agak buat aku kesal.” dalam hatinya, “eh, kenapa aku jadi gugup liat dia, yah?! Aneh!” ucapnya heran karena mereka sudah berteman lama tetapi ia baru merasa gugup bertemu dengannya sekarang.

Di belakanganya ada seseorang yang menghampirinya. Seorang pria yang juga bersekolah di situ.
“Lo lagi liat apa?” tanya orang itu mengagetkan Grey
“Ah, gak papa.” sahutnya dengan kaget, “eh kamu, Dik! Bikin jantungan aja!”
“Lo mau ikut gua, nggak?” tanya Dikky
“Ke mana emang?”
“Gua ngajak lo makan.”
“Ehm.. gimana, yah?”
“Ayolah, plisss.”
“O.. Oke deh!” jawabnya ragu

“Ayo, naik ke mobil gua.”
Grey pun mengikuti Dikky. Ia merasa tidak nyaman sekali jika tidak bertemu Frans. Grey merasa lebih nyaman di dekat Frans. Karena ia tidak tega membuat Dikky kecewa, ia meng-iyakan saja. Frans yang berada di depan gerbang universitas melihat Grey yang ada di dalam mobil. “Dia dengan siapa di situ?” tanyanya sendiri, “aku khawatir dia kenapa-napa.”
Frans mengejar mobil Dikky dengan menaiki motor yang biasa ia bawa ke universitas. Ia mengikuti terus. Sedangkan Grey dan Dikky asyik ngobrol berbagai topik. Sesekali Dikky mengisahkan cerita lucu pada masa kecilnya. Mereka tertawa begitu senang tampaknya. Sesmpainya di sebuah tempat makan. Mereka keluar dari mobilnya. Ketika Frans hendak mengikuti mereka masuk ke dalam, tiba-tiba ada panggilan masuk dari handponenya.

“Ya, ada apa Mrs. Leyna?”
“Begini, tuan. Kita sudah dapat mengetahui beberapa anggota para teror tersebut. Tim 5 berhasil melacak keberadaan mereka serta identitas.”
“Oh begitu, baiklah. Taruh idetitasnya di kantor saya dan juga kirimkan beberapa orang untuk menjaga rumah tuan Presiden, tuan Michael.”
“Baik, tuan.”
Frans pun mematikan teleponnya dan masuk ke dalam tempat makan tersebut.

“Di mana dia? Oh rupanya dia di situ.” ucapnya dalam hati. Ia melihat Grey sedang asyik dengan seseorang. “Siapa dia?” tanyanya merasa bingung.”
Dikky mengisahkan banyak hal pada Grey. Sedangkan Frans melihat mereka dengan rasa cemburu rupanya.
“Oh, yah! Kamu udah punya pacar?”
Seketika itu Grey terdiam
“Ehm, maaf. Kalo membuatmu tidak suka, tidak usah dijawab.” ucapnya dengan nada lembut
“Nggak, kok! Aku belum punya pacar. Tapi aku malas mencari pacar, jika nanti aku menikah, aku pasti merasa sangat sedih.” jawab Grey termenung
“Kenapa?”
“Kedua orangtuaku tidak akan melihat hari kebahagian di pernikahanku karena mereka sudah tiada. Ayah telah meninggal semenetara ibuku hilang diculik oleh orang yang tidak diketahui dan sampai sekarang kami belum menemukannya. Kurasa keluarga kami tidak disukai orang ketika ayahku menjadi presiden. Mungkin karena ia terlalu baik hati jadi banyak orang yang iri pada ayahku.”
“Aneh, yah. Padahal ayahmu ada sosok presiden yang disegani banyak warga.”
“Hm, iya.”
Sesudah itu, mereka menyantap makanan yang mereka pesan tadi. Setelah sudah selesai mereka berangkat pergi. Frans berusaha menutupi mukanya agar tidak ketahuan.

Saat itu hari mulai gelap. Ketika di tengah perjalanan ada sebuah mobil menabrak mobil Dikky. Karena merasa marah, Dikky keluar dari mobilnya.
“Woyy! Keluar lo! Ganti rugi, nih!” teriaknya
Saat itu mereka berada di jalan yang sangat sepi. Dan tidak ada orang yang lewat. Orang yang berada dari mobil itu keluar. Sedangkan Grey berada di sisi Dikky.
“Apa? Ganti rugi?” tanyanya
Orang itu keluar, mereka berenam. Muka mereka ditutupi. Ternyata mereka itu orang yang semalam membuat keributan di rumah Grey.
“Grey, kemarilah! Ikut denganku, jika tidak kubunuh pria ini.” ucap orang itu sambil mengarahkan pistol
“Tidak akan kubiarkan kalian mengambil Grey!” jawab Dikky
“Beraninya kau!” ucap bos mereka, “urus dia!”
“Baik, bos.” jawab anak buahnya.

Mereka memukuli Dikky, Dikky berusaha melawan pukulan mereka. Tetapi ia tidak bisa. Bayangkan ia sendiri melawan lima orang dan masing-masing mereka memakai senjata. Ia pingsang ketika dipukuli dengan kayu oleh seorang anak buahnya.

“Dia sudah tidak sadarkan diri, jadi tak ada lagi yang melindungimu.” ucap bos mereka
“Dikkkkyy!” teriaknya, “aku tidak akan ikut denganmu!”
“Kau itu cantik, tapi lemah!” jawab bos penjahat itu, “sekarang beritahu kami di mana tempat rahasia yang ada dirumahmu atau tidak kubunuh kau!”
“Tidak! Bunuh saja aku!” lawan Grey
“Semuanya.. Tangkap dia dan bawa ke mobil.” perintah bos mereka itu
“Tidak akan kubiarkan!” ucap lelaki bertopeng itu

Grey tidak tau jika lelaki bertopeng itu Frans. Frans pun menghabisi semua anak buahnya itu. Bosnya itu beberapa kali menembaknya tetapi meleset semua. Frans memiliki kekuatan yang hebat, ia bisa memperlambat dan mempercepat waktu. Makanya, ia dapat meleset dari tembakan itu.

“Kurang ajar! Siapa kau sebenarnya? Sampai kau bisa menghindari tembakanku ini.” ucap orang itu dengan kesal
“Kemarilah!” ucap lelaki bertopeng itu
“Lain kali ku akan melawanmu, sampai jumpa di neraka!” ia pergi dan meninggalkan mereka bersama anak buahnya itu
Orang bertopeng itu menghampiri Grey dan mengelus rambut Grey

“Sudah aman.” ucapnya
“Terimakasih, siapa kau?”
“Panggil saja aku, Mr. Zendou.”
“Baik, Mr, Zendou.” jawabnya, “tapi bolehkah Mr. Zendou menolong temanku?”
“Tentu.”

Orang bertopeng itu dengan nama samarannya Mr. Zendou menolong Dikky yang terbaring pingsan. Ia mengobati lukanya. Grey merasa aneh melihat Mr. Zendou. Ia seperti mengenalnya. Tapi Grey tidak tau bahwa Mr. Zendou itu Frans
Seketika Dikky sudah sadarkan diri. Mr. Zendou itu pergi.
“Jaga dirimu baik-baik. Aku ada untukmu.” ucap Mr Zendou dan pergi
Grey merasa bingung dengan ucapannya. Ia merasa kenal dengan orang itu. Tetapi siapa? Ia berusaha untuk tidak memikirkannya dan membantu Dikky bangun.

“Kau tidak apa?” tanya Grey
“Tidak apa-apa. Siapa orang itu tadi?”
“Entahlah, tapi ia bilang namanya Mr, Zendou. Dia baik dan sudah menyelamatkan kita.”
“Syukurlah, tapi maafkan aku tidak bisa membantu melindungimu. Aku memang orang payah.”
“Kata siapa? Kau itu pahlawanku.”
“Kau ini Grey, bisa saja. Hahaaha.”
Mereka tertawa, hingga lupa dengan kejadian itu. Sedangkan Mr.Zendou yaitu Frans yang menolong mereka tadi sebenarnya ia tidak pulang. Ia bersembunyi di pohon. Ia tidak mungkin pergi meninggalkan Grey.

“Seandai Grey tau, aku itu suka padanya. Maafkan aku tuan Michael sudah menyukai anakmu.” ucapnya dalam hati

BERSAMBUNG

Cerpen Karangan: Fiona Christianni
Blog / Facebook: Fiona Christianni
Hai, namaku Fiona Christianni
Jika ada kesamaan pada nama tokoh dan cerita ini. Tidak bermaksud untuk menyinggung seseorang
SARAN DAN KRITIK
Bisa melalui
Fb : Fiona Christianni
Line : fiona1404
Terimakasih

Cerpen Penjaga rahasia (Part 2) Timbulnya Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Darah di Nusakambangan (Part 4)

Oleh:
Di balik sebuah pohon yang pangkalnya tertutup semak belukar lebat, Singkrik Kuning pria yang salah satu bola matanya hanya merupakan warna kuning polos menatap Jambal bagai tak habis fikir.

Popo Si Raksasa Salju

Oleh:
Di sebuah gunung yang diselimuti salju tebal, tinggal raksasa bernama Pipo. Raksasa ini sangat kesepian. Dulu Pipo si raksasa tinggal di negeri yang selalu disinari matahari dengan rerumputan hijau

CoMis (Cowok Misterius)

Oleh:
Di tengah derasnya hujan, alice menekuk kedua kakinya dan menenggelamkan kepalanya. Menangis sesenggukkan, itulah yang dilakukan alice di bangku taman. “hai, kehujanan?” tanya seorang laki-laki berbadan lumayan tinggi, putih,

Mission X (Bangkit Dari Kematian)

Oleh:
Drug! Pintu didobrak dengan keras. Tapi orang yang mendobraknya justru berjalan dengan tenang, ia malah sempat melipat kemeja lengan panjangnya. Di balik pintu seseorang menodongkan senjata tepat di wajahnya.

Memecahkan Misteri (Part 2)

Oleh:
Lanel, si murid baru nan misterius, mengalahkan kehebatan semua orang pandai di kelasku. Itu membuat kami curiga lalu kami mulai melakukan penyelidikan. Dan kami temukan antena, dua buah baterai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *