People in The Cloud

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 6 May 2017

Pernahkan kau mendengar cerita tentang orang-orang awan?
Kau tahu, kakekku sering menceritakan kisah tentang awan. Aku masih ingat jelas bagaimana cerita itu.

Ketika itu, aku berlibur ke rumah kakek dan nenek. Saat itu, hujan deras melanda rumah mereka. Tanaman-tanaman bergerak mengikuti arah angin yang kencang dan suara petir yang berkali-kali melanda membuat bulu kudukku berdiri. Namun, belum sampai situ, tiba-tiba lampu padam. Aku yang saat itu masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar, segera berteriak dan berlari ke arah kakek dan nenek yang sedang berada di ruang keluarga. Saat itu, mereka sedang menyiapkan beberapa batang lilin untuk kemudian diletakkan di titik-titik tertentu di ruangan rumah mereka.

Aku yang takut hanya mampu memilih mengikuti mereka untuk menaruh batang lilin yang sudah menyala. Kemudian setelah mereka selesai, kami duduk di ruang kelurga. Aku duduk di samping kakek, sedangkan nenek sibuk menelepon kedua orangtuaku yang berada di luar kota.
Saat itu, kakek tersenyum padaku dan bertanya, “Ai, pernahkah kau mendengar cerita tentang awan?”
Aku menggeleng khas anak kecil, “Cerita tentang Awan? Aku belum pernah mendengarnya, Kek.”
Kakek kemudian berkata, “Saat ini orang-orang awan sedang bekerja sangat keras untuk menurunkan hujan di bumi.”
Kedua alisku terangkat, “Orang di atas awan? Benarkah ada yang seperti itu?”
“Sebenarnya ini hanya imajinasi yang kakek buat waktu seumuranmu. Mereka hanya khayalan kakek saja. Namun, tak ada salahnya kan kakek bercerita kepadamu?”
Aku menggeleng kecil.

Kemudian, kakek tertawa dan melanjutkan ceritanya, “Sebenarnya orang-orang di atas awan atau biasanya kakek menyebutkan orang-orang awan mempunyai kehidupan hampir sama seperti kita. Mereka memiliki keluarga, memiliki tempat tinggal, mereka makan, mereka berbicara. Tukang pos pun juga ada di sana, dia yang bertugas mengirim surat antara orang awan yang satu dengan yang lain. Dan kau tahu, Ai, di sana tukang pos termasuk pekerjaan yang penting karena para tukang pos harus siap pindah dari awan yang satu ke awan yang lain untuk melaksanakan tugasnya yaitu mengirim surat. Namun, semua kegiatan di sana ada waktunya.”
“Waktu? Maksudnya?”
Lagi-lagi kakekku tersenyum dan mengelus puncak kepalaku, kemudian dia berkata, “Mereka tak selamanya seperti itu. Orang-orang awan mempunyai pekerjaan yang sangat penting. Bahkan bisa dibilang sangat berperan bagi kehidupan di bumi ini. Ada suatu waktu, dimana mereka berhenti berkirim surat dan harus meninggalkan tempat tinggalnya menuju ke suatu tempat dimana tempat itu memiliki mesin-mesin yang sudah sangat tua, tetapi masih sangat kuat untuk digunakan bekerja. Di sana, mereka berkerja dengan keras.”

“Kek, memang pekerjaan apa yang mereka lakukan?”
“Mereka bekerja untuk menurunkan hujan. Namun, hujan sendiri ada prosesnya. Semula mereka bekerja untuk membuat awan menjadi berubah warna menjadi abu-abu kemudian barulah rintik-rintik air itu turun membasahi bumi. Namun, mereka hanya bekerja sampai batas waktu mereka bekerja habis. Dan setelah mereka selesai bekerja, kadang-kadang beberapa dari mereka ada yang turun ke bumi untuk membuat pelangi. Pelangi yang mereka buat memiliki 7 warna yang indah, mereka membuatnya dengan mencampurkan sinar matahari dengan warna-warna itu. Ada merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Kemudian setelah pelangi selesai, mereka akan terseyum dan kembali ke tempat asal mereka karena pekerjaan mereka telah selesai.”

“Lalu setelah pekerjaan mereka selesai, apa yang mereka lakukan?”
“Kembali ke kehidupan mereka sebelum berkerja. Mereka akan kembali ke tempat tinggal masing-masing, saling berkirim surat, dan semuanya sama seperti saat sebelum bekerja. Mereka memiliki kehidupan, Ai.”
“Apakah aku bisa melihat mereka?”
“Tentu, jika kau membayangkan mereka.”

Aku tersenyum kepada kakek dan mengangguk. Bertepatan dengan saat itu lampu kembali menyala dan hujan tak lagi mengguyur.

Cerpen Karangan: Tsania Elfa
Blog: tsaniaelfrz.wordpress.com

Cerpen People in The Cloud merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabatku Seorang Penyihir

Oleh:
Claire menghela nafas kelelahan. Seperti biasa, di hari libur ia melakukan aktifitas olahraga pagi dengan cara jogging di taman kota. Di bawah pohon taman yang cukup rindang itu, Claire

Motor Hijau Kusam

Oleh:
“Bip, bip… bip, bip,” ku layangkan tanganku tepat di atas alarm yang berisik itu. “Oke, aku bangun,” kataku pada alarm itu seolah-olah alarm itu hidup. Saat ku lihat jam

Aku dan Gia

Oleh:
“Gi!” ku sapa temanku, Gia Saksono. “Ada apa, An?” Gia menjawab sambil bertanya. “Oh tidak ada apa-apa. Aku hanya bertanya, kamu sudah mengerjakan PR Matematika?” aku balik bertanya. “Sudah

Rahasia Bintang Kelas

Oleh:
“Duh, dapat enam lagi!” seru Heru kesal ketika Pak Dodi membagikan hasil ulangan IPA-nya. “Kamu pasti dapat sepuluh!” katanya pada teman sebangkunya, Fajar. “Ah, cuma dapet sembilan, kok” kata

Penari

Oleh:
Namaku Putri Alviana, aku sering dipanggil Alvi, aku adalah seorang yang suka menari, kalau ada lomba menari, aku selalu ikut. Hari ini adalah hari pertama aku sekolah di SMP,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *