Perang Bahan Kue

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 9 July 2021

Di sebuah kota terdapat sebuah toko kue yang terletak di ujung perempatan. Toko itu tidak besar namun lengkap. Ada banyak macam kue yang dijual di sana dan yang paling menarik adalah kue-kue itu ditata secantik mungkin oleh pemiliknya sehingga setiap orang yang lewat depan toko pasti akan menyesal jika tidak mengunjungi toko tersebut. Namun di balik kehindahan toko kue itu, ada sedikit keributan di dapur. Penyebabnya bukanlah pegawai atapun pemilik toko melainkan bahan-bahan kue.

“Kau lihat, pemilik toko selalu memakai aku untuk membuat kue berarti akulah yang terpenting bagi pemilik kue” ucap tepung ketan dengan sombongnya
“Alah, tuan kita baru memakaimu untuk membuat kue tok dan onde-onde saja kau sudah sombong. Lihatlah jajaran kue serabi itu! Bahan dasar membuat kue serabi adalah tepung beras jadi jelas akulah yang terpenting bukan kamu” tukas tepung beras tak mau kalah
“Wahai para tepung, berhentilah bertengkar karena sesungguhnya gula dan telurlah yang terpenting dalam membuat kue” ucap si telur
“Sudah.. sudah.. cukup! kalian jangan bertengkar lagi! Kita semua di sini penting bagi tuan pemilik toko” ucap si perisa berusaha menengahi
“Bagaimana bisa perisa? Apa alasanmu berbicara seperti itu? Kan sudah jelas sejak 2 hari yang lalu tuan pemilik toko membuat kue serabi, putu ayu dan kue beras berarti akulah yang terpenting. Lihat saja stokku sekarang menipis” tukas tepung beras

“Dengarlah semua bahan-bahan kue. Kita di sini sangatlah penting bagi pemilik toko karena tuan pemilik toko selalu menggunakan kita untuk membuat kue, memang betul sejak 2 hari yang lalu tuan pemilik toko telah membuat aneka kue yang berbahan dasar tepung beras tapi hari ini dia membuat kue yang berbahan dasar tepung ketan, besok mungkin dia akan membuat kue yang berbahan dasar tepung terigu” ucap si perisa

Kemudian tiba-tiba pintu dapur terbuka, semua bahan kue terdiam namun gemetar takut-takut kalau keributannya tadi didengar oleh si pemilik toko. Namun, pemilik toko tidak menggubris celotehan para bahan kue melainkan si pemilik toko langsung mengambil baskom plastik besar lalu memasukkan tepung terigu, air, garam, telur, pengembang dan pewarna makanan. Diaduk-aduknya adonan itu kemudian didiamkan sebentar. Si pemilik toko mengambil Loyang Teflon bulat yang tergantung di tembok dapur kemudian ia membuka kulkas dan mengeluarkan semangkuk irisan pisang dan sebatang keju. Dibukanya sebatang keju itu kemudian diparut di atas sebuah mangkuk hingga mangkuk itu penuh dengan keju. Selanjutnya si pemilik toko menata mangkok berisi keju dan irisan pisang dan sebuah baskom yang berisi adonan di dekat kompor. Dan si pemilik tokopun mulai beraksi. Ia memaskan Loyang Teflon dengan sesendok makan margarin, disaputnya di atas Teflon kemudian mengambil seiris adonan. Diputar-putar Loyang itu hingga membentuk bulatan tipis. Setelah matang, bulatan tipis itu tadi diletakkan di atas nampan besar dan diisinya dengan irisan pisang dan parutan keju, lalu dilipatnya kue itu, begitu seterusnya hingga adonan habis.

“Kau lihat kawan, tuan pemilik toko memilih tepung terigu untuk membuat kue dadar gulung sekarang. Pernahkah kalian berfikir apa jadinya jika kue dadar gulung dibuat dari tepung kanji atau ketan? Apakah bisa semaksimal tepung terigu? Begitu pula dengan kue-kue yang lain. Itulah yang aku maksudkan tadi, kita di sini semua sama pentingnya tergantung tuan pemilik toko ingin membuat kue apa, kalau kita tidak penting tentu kita sudah dibuang tapi nyatanya kita masih di sini” ucap si perisa dengan bijaknya
“Kau benar perisa. Maafkan aku. Maafkan aku tepung beras dan kawan-kawan semua” ucap tepung ketan
“Sudahlah tepung ketan aku juga minta maaf” ucap tepung beras, telur dan gula

Akhirnya merekapun berbaikan, sejak saat itu tidak ada pertengkaran lagi karena mereka telah menyadari peran masing-masing. Onde-onde akan maksimal jika terbuat dari tepung ketan sedangkan dadar gulung harus berbahan dasar tepung terigu. Jadi, suatu usaha akan berhasil dengan maksimal jika dikerjakan oleh ahlinya.

Cerpen Karangan: Hamida Rustiana Sofiati
Facebook: facebook.com/zakia.arlho

Cerpen Perang Bahan Kue merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sial yang Untung

Oleh:
“Mama! Buka pintunya!” teriak Afri sambil menggedor-gedor pintu bercat putih itu. Tapi tak ada sahutan sama sekali dari mama. Lampu di beranda dan di ruang depan terlihat telah padam.

Sheila: The Last Day (Part 1)

Oleh:
Apa yang dilakukan saat ajal menjemputmu? Menangis. Tak ada yang dapat ku lakukan kecuali menangis sepuas-puasanya. Setiap saat. Selama tiga hari belakangan, setidaknya hingga bayang kengerian tentang kematian kering

Amazing Ice Cream

Oleh:
Tania adalah anak yang sangat menyukai es krim. Nama akun facebooknya saja “Tania Fransiska Ice Cream.” Unik kan? Tania ini mempunyai sahabat karib sejak kelas satu SD. Namanya Adelina,

Deathka Soul

Oleh:
Tahun ke-4 Sekolah Menengah Umum Deathka didirikan, kejadian mengerikan terjadi lagi. Murid kelas 1A dan B, meninggal secara tragis dengan menerjunkan diri dari atas tebing. Sebanyak lima puluh sembilan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *