Perang Tiga Kerajaan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 25 April 2016

Dahulu, hiduplah tiga raja yang memiliki kerajaan yang sangat makmur. Namun tiga raja tersebut saling menganggap bahwa kerajaan mereka lebih makmur daripada kerajaan yang lainnya. Akhirnya ketiga raja tersebut sering berperang dan suatu hari mereka pun berdamai. Ketiga raja tersebut saling memiliki anak untuk mewarisi kerajaannya. Semakin kelamaan ketiga raja tersebut menua dan akhirnya meninggal. Sebelum meninggal ketiga raja tersebut langsung mewarisi tahta kepada anaknya. Ketiga anak tersebut bernama Nasar, Rukti, dan Ansar. Nama mereka sesuai dengan nama kerajaannya. Namun Nasar hanya mempedulikan tentang harta dari kerajaannya dan memulai untuk menambah hartanya dengan menjajah desa-desa kecil. Dan Rukti mempedulikan tentang kekuatan dan pertahanan kerajaannya. Tetapi Ansar mempedulikan tentang kedamaian dan membantu desa-desa yang kekurangan.

Suatu hari Ansar bertemu dengan Nasar yang sedang menjajah desa kecil, Ansar berkata, “Wahai Nasar mengapa kau menjajah desa kecil ini,”
Lalu Nasar berkata, “Aku menjajah desa kecil ini karena mereka memiliki harta yang banyak untuk menambah kekayaanku.” Ansar pun tidak tega melihat orang yang kesusahan, Ansar lalu meminta agar Nasar berhenti menjajah desa kecil ini. Nasar pun berkata, “Aku tidak peduli tentang nyawa mereka aku hanya peduli tentang harta hartaku,” Ansar tidak bisa berbuat apa-apa karena kalau dia menyerang akan terjadi peperangan. Akhirnya Ansar terpaksa pergi dari desa kecil itu.

Keesokan harinya Ansar memerintahkan seberapa pasukannya untuk pergi kebeberapa desa kecil yang belum dijajah oleh Nasar. Ansar juga meminta bantuan kepada Rukti untuk meminjamkan seberapa pasukannya, Rukti pun bersedia untuk meminjamkan seberapa pasukannya. Para warga desa kecil yang mendapat bantuan dan sangat berterima kasih kepada Ansar dan Rukti. Mendengar hal itu Nasar pun marah, Nasar pun meminta bantuan seorang penyihir untuk menguatkan para tentaranya dan memberikan Pasukan roh yang berjumlah ribuan. Namun seseorang mengetahui rencana Nasar dan memberitahu rencana tersebut kepada Ansar dan Rukti. Ansar dan Rukti langsung menyiapkan pasukannya dan menanya kelemahan para tentara hantu tersebut kepada seorang penyihir, setelah mengetahui kelemahan para hantu tersebut adalah air, Ansar dan Rukti menyiapkan air sebanyak banyaknya.

Akhirnya Ansar dan Rukti pun bertemu dengan Nasar, Ansar pun berkata, “Nasar apakah kau memilih perang atau kedamaian,” Nasar menjawab, “Aku memilih peperangan.” Akhirnya peperangan pun terjadi, pasukan roh Nasar maju terlebih dahulu, pasukan Ansar Dan Rukti langsung melempar bola air yang besar kepada pasukan roh tersebut, para pasukan roh tersebut langsung meleleh. Nasar pun terkejut akan hal itu, Nasar pun memerintahkan pasukannya untuk maju.

Peperangan pun terjadi, banyak pasukan yang meninggal, sedangkan Nasar bersembunyi di gunung dengan penjaga penjaganya. Ansar dan Rukti naik ke gunung tersebut dengan kudanya, mereka berdua bertarung melawan penjaga penjaga Nasar. Ansar dan Rukti tidak menemukan Nasar, Ansar pun berkata, “Keluarlah Nasar jika kau berani.” Nasar pun tidak menjawab, akhirnya mereka mencari Nasar di sekitar gunung dengan terpisah. Rukti pun menemukan Nasar, Nasar berkata, “Rukti maukah kau bergabung denganku?” Rukti pun langsung menyerang Nasar. Nasar bertarung dengan Rukti di dalam gunung, sedangkan Ansar tidak mengetahui pertarungan tersebut. Namun Nasar berhasil membunuh Rukti dan lalu mencari Ansar. Ansar pun menemukan mayat Rukti dan mencoba untuk membalas perbuatan ansar kepada Rukti. Ansar pun menemukan Nasar dan menyerangnya, mereka bertarung di bagian pinggir gunung dan akhirnya Ansar berhasil menjatuhkan Nasar ke bawah gunung.

Saat Ansar turun dari gunung peperangan sudah berakhir dan pasukannya menang melawan pasukan Nasar. Setelah pasukan milik Rukti mengetahui informasi bahwa rajanya sudah meninggal, kerajaan Rukti langsung bergabung ke dalam kerajaan Ansar. Ansar juga mengambil harta milik Nasar untuk dibagikan kepada desa-desa kecil yang kekurangan. Namun tidak ada satu pun yang tahu bahwa Nasar selamat saat dia jatuh dari gunung tersebut. Nasar pun kembali ke kerajaannya, saat Nasar kembali ke kerajaannya dia sangat terkejut bahwa kerajaannya sudah hancur dan seluruh hartanya sudah hilang. Nasar pun ingin melihat apakah hartanya yang paling berharga juga diambil, ternyata harta tersebut adalah sebuah pedang yang sangat sakti dan kekuatannya tidak tertandingi.

Nasar pun segera mempersiapkan baju baju besinya dan meminta seorang penyihir untuk membuatnya pasukan yang terbuat dari besi. Nasar pun menyerang kerajaan milik Ansar dan menghancurkan gerbang kerajaan milik Ansar. Betapa terkejutnya Ansar melihat Nasar masih hidup. Perang pun terjadi, namun kali ini kemenangan memihak kepada Nasar. Nasar langsung menghancurkan pedang Ansar dengan satu serangan, Nasar pun menusuk Ansar dengan pedangnya. Ansar pun gugur dalam peperangan untuk melindungi kerajaannya. Nasar pun menduduki kerajaan Ansar dan mendapat kembali seluruh hartanya dengan menjajah kembali desa yang sudah diberikan emas oleh Ansar. Lama kelamaan Nasar pun memiliki anak.

Anak tersebut bernama Naktus, Naktus pun tumbuh besar dan memiliki kemampuan yang sangat hebat. Suatu hari Naktus mendengar cerita bahwa ayahnya adalah seorang penjahat yang hanya mempedulikan tentang hartanya. Naktus pun berencana untuk menjatuhkan ayahnya sendiri. Namun ayahnya mengetahui rencana Naktus. Naktus pun diusir dari kerajaan ayahnya sendiri. Setelah diusir dari kerajaan ayahnya, Naktus pun mengumpulkan kekuatan untuk menyerang kerajaan ayahnya. Naktus menjelajah ke desa-desa lain untuk mengikutinya dan membalas seluruh perbuatan yang sudah dilakukan oleh ayahnya. Naktus pun memiliki banyak sekali pengikut untuk melawan ayahnya sendiri. Naktus menemukan kerajaan yang sangat tua, ternyata kerajaan itu adalah kerajaan milik Rukti. Kerajaan tersebut memiliki banyak perlengkapan dan alat-alat untuk berperang.

Naktus dan para pengikut pengikutnya mengunakan perlengkapan dan alat-alat perang tersebut. Setelah mereka mempersiapkan diri, mereka pergi untuk menyerang kerajaan Nasar. Nasar pun terkejut karena Naktus sudah memiliki pasukan yang sangat kuat dan memiliki perlengkapan yang kuat. Naktus pun meminta agar ayahnya menyerahkan kerajaannya dengan damai. Namun ayahnya menolak untuk menyerahkan kerajaannya. Akhirnya peperangan pun terjadi dan Nasar pun kalah dalam peperangan. Dan Naktus pun akhirnya menduduki kerajaan Nasar dan Naktus pun membantu desa-desa kecil yang lain. Akhirnya kerajaan itu pun hidup damai dan bahagia selamanya. Dan lama kelamaan kerajaan itu pun akhirnya hancur karena diserang oleh seekor naga yang sangat besar dan membakar seluruh kerajaan tersebut sampai habis.

Cerpen Karangan: Rafa Muhammad Aldera
Facebook: Rafa.aldera[-at-]yahoo.com

Cerpen Perang Tiga Kerajaan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


World of Child Error

Oleh:
Prolog “Dunia ini sudah musnah” Semua hilang oleh virus gila yang mematikan, Dunia ini sudah diambil alih.. — “Okaa-san! Apa itu yang bercahaya?” Tanya anak laki laki berusia 9

My Life My Tree (Part 1)

Oleh:
Namaku irish barbara… Aku tinggal di sebuah negara kecil bernama mileniooms. Negaraku ini adalah 1 dari 5 daratan yang masih tersisa di bumi. Banyak benua yang sudah tenggelam karena

Si Anak Baru

Oleh:
Di sekolah Merli ada anak baru, lalu Merli menceritakan hal itu pada kakaknya. Topik yang sama Merli ungkapkan lagi di sekolah bersama dengan teman-temannya, semacam gunjingan ibu-ibu arisan. “hari

Burung Pipit dan Seekor Singa (Part 2)

Oleh:
Aku duduk terdiam menatap danau yang indah sambil tidur di pundak Rafa. Aku merasa sulit untuk meninggalkannya, umpatku dalam hati. Dia mengusap rambutku dengan lembut, lalu mencium keningku. Seorang

Waveboard dan Peri Angin

Oleh:
“JADI IKUT LATIHAN, kan?” Sebuah pesan singkat nongol di layar ponsel. Dari Raldo, teman karibku. Otak langsung ingat janji yang terucap sore kemarin. Secepat kilat langsung loncat, mencampakkan selimut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Perang Tiga Kerajaan”

  1. AdamdCyadow says:

    Konflik dan amanatnya dapat, tetapi mungkin permasalahannya ada pada bagaimana cepatnya konflik selesai dgn jarangnya klimaks dan anti klimaks. juga pengulangan berulang sperti ‘pun’ yg terlalu banyak dpt merusak pemandangan cerita dan berkesan grusu grusu. sekian dari dCyadow. saya noob juga koq :3

  2. Syifa iman sary says:

    Ceritanya bagus dan menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *