Perangkap

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 19 September 2012

Aku tidak tahu apa yang kutulis tapi aku merasakan ada sesuatu di hatiku, berkecamuk, meluap luap hingga ke luar batas kemampuanku menahan diri. Jemariku begitu saja bergerak menekan tuts bagai penari, aku sudah masuk terlalu jauh ke dalam tulisan yang aku sendiri tidak tahu apa jalan ceritanya. Tiba tiba saja aku merasa tersesat.

Aku ingin kembali. Diantara mereka yang kukenal tidak satu pun menyapaku padahal kami berpapasan, di dalam lingkaran meja yang sama seakan mereka tidak pernah mengenalku atau mereka memang tidak pernah mengenalku sama sekali. Apakah mereka sedang menyiapkan pesta kejutan untukku, pesta ulang tahunku? bukankah tanggal kelahiran masih jauh sekarang baru bulan september oh maret berapa bulan lagi? dan yang pasti aku tidak pernah merayakan hal yang tidak penting untukku itu apalagi kalau ini april mop lebih tidak masuk akal lagi.

Jadi mengapa aku menjadi sangat asing dengan lingkungan ini bila sebagian mereka tidak kukenal mungkin aku masih bisa membangun alasan lain yang lebih masuk akal tapi ini jelas dan terlalu akrab bagiku semua wajah wajah itu. Mungkin kemarin malam sebelum aku berangkat tidur telah kuperbuat dosa besar yang membuat murka semua orang sehingga hal ini terjadi. Oh tidak apa yang kulakukan, mustahil aku senekat itu.

Masih berusaha kumenyakinkan diri bahwa semua akan berakhir dengan tawa seperti di entertaiment tv. Aku berharap. Aku menyapa Sukron yang kuanggap dekat, “Hei cah pak ringdi?” Sukron menoleh pun tidak. aku yakin dia tidak pekak apalagi jadi orang sombong seperti itu. Semua ini mimpi. Mimpi. Bangun, bangun, kataku.

Dan aku masih berdiri di simpang kota, orang orangnya kukenali hingga ke pori porinya. Aku tersadar jari jariku masih asyik menari oh hentikan aku ingin keluar dari cerita ini jangan aku diperangkap seperti ini. Di mana aku? Kembalikan alamku! Aku tidak perlu menjadi penulis biarkanlah aku mengenal mereka dan mereka mengenalku seperti waktu yang silam. Kejam membiarkan aku bebas berkeliaran dengan orang orang yang layaknya zombei.

Aku mulai membusuk dan berganti nyawa.

Cerpen Karangan: Rahmat Mujiantoro
Blog / Facebook: kalang asalan

Cerpen Perangkap merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Pieces Of Memories

Oleh:
Dingin. Hawa yang terasa di sekitar tubuhku sangat dingin padahal matahari masih menunjukan cahayanya. “Hosh, hosh.” Ini sangat melelahkan, mengapa jalan ini terasa sangatlah jauh bagiku. Terlihat gerbang telah

Line World

Oleh:
Di tempat yang jauh dari bumi, yang tak pernah bisa dijangkau hanya dengan ilmu pengetahuan atau mesin tercanggih sekalipun, terdapat sebuah dunia yang sangat berbeda. Mereka dipisahkan oleh dimensi

Chat Random

Oleh:
Tahu aplikasi chat random gak? Pasti tahu dong. Itu loh aplikasi semacam sosial media dimana kita bisa chattingan dengan orang tak dikenal. Di situlah, pertama kali aku mengenalnya. Namanya

Misteri Jasad Dalam Air (Part 1)

Oleh:
Tepi Situ Elok Pernasidi yang landai menjelang sore itu masih ramai ditongkrongi para pemancing kampung meski tak sesemarak pagi tadi. Memang sejak lima purnama lalu, semenjak disebarkannya beratus-ratus kati

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *