Perebutan Takhta (Part 1) Battle of The Heirs

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat), Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 25 July 2017

Pada suatu massa, ada sebuah kekaisaran yang sangat besar, hingga matahari pun tak pernah terbenam di kekaisaran tersebut. Nama dari kekaisaran itu adalah kekaisaran Albion. Kekaisaran itu dipimpin oleh seorang kaisar yang bernama kaisar John VI. Ia dicintai oleh rakyatnya dan disegani oleh musuhnya. Sang kaisar mempunyai empat orang anak yaitu Catherine, Frederick, Henry, dan Isabella. Keluarga itu hidup dengan bahagia sampai mimpi buruk itu pun datang.

29 Februari 1333 Marcusius
“Tuanku, bolehkah hamba masuk” tanya seorang pelayan dari depan pintu.
“Ya, silahkan” jawab Isabella. Setelah ia masuk ke dalam ruang singgasana, ia pun berkata “Tuanku aku mempunyai sebuah berita buruk tentang kaisar!”. “Hah, berita apa itu ?! cepat beritahukan aku!”. Dan sang pelayan menjawab ”Tuanku, Kaisar John VI telah terbunuh di Blogia!”. Semua orang yang ada di sana pun terkejut dengan berita itu, terutama putri Isabella yang sudah sangat merindukan ayahnya.
“Tetapi, bagaimana itu bisa terjadi wahai pelayanku?” tanya putri Catherine. Sang pelayan pun menjawab “Kaisar dibunuh ketika sedang diobati oleh Dokter Tom. Kaisar ditembak tepat di kepala oleh Dokter Tom, yang ternyata seorang mata-mata pemberontak Fraticelli[1]”.
“Kurang ajar! berani-beraninya dia mebunuh ayahku” kata Catherine. “Aku akan bersumpah untuk mencari orang itu. Agar aku bisa membunuhnya dan melemparkannya ke laut hahahaha!” Kata Henry. “Tiada gunanya dik, Tom sendiri telah tewas setelah berteriak ‘tendang bokong paus!’ ” Jawab Frederick dengan datar.

Mereka semua akhirnya dibuat bungkam oleh Isabella yang berkata “Sudahlah sudah. Menurutku, daripada memikirkan Black lebih baik jika kita mendo’akan ayah yang sudah meninggal dunia.” Catherine pun segera meminta maaf pada adiknya Isabella, Isabella pun memaafkannya sambil meminta maaf atas kelancangannya terhadap semua saudaranya.

“Pelayan, tolong ambilkan empat gelas teh hangat!” perintah Frederick. Sang pelayan segera membuat empat gelas teh hangat dan kembali ke ruang singgasana. Setelah sang pelayan sampai di ruang singgasana, Henry pun bertanya pada sang pelayan “Sebagai tangan kanan kaisar. Apakah kau tahu, siapa yang akan mewarisi takhta kekaisaran Albion?”. Sang pelayan pun berkata “Hmmm… kalau tidak salah, kaisar mewariskan takhta kerajaan ini kepada putri Isabella”. Mendengar hal itu Henry pun segera menuang sebotol racun ke gelas Isabella. Frederick segera memergoki Henry sedang menuangkan sesuatu ke gelas. Ketika tahu ia sedang diawasi oleh Frederick, Henry pun berkata “Tenang, itu hanya sedikit pemanis”.

Lalu, Isabella pun berdiri dan mengatakan “Jika aku pewarisnya maka aku akan…” tapi ia segera dipotong oleh Catherine yang segera berdiri dan berkata “Hah,jangan mimpi kau, kau hanyalah seorang putri lemah yang bisa kuhancurkan dengan mudah”.
“Apa kau kata? lemah? justru aku lebih baik daripada kau yang sering keluar pada waktu malam dengan pakaian yang sangat tidak sopan!”.
“enak saja, kau malah bersimpati kepada para pengikut fraticelli. Bahkan kau sudah mengikuti ajaran mereka, kau ingin melawan paus[2]?!”
“Lebih baik mengikuti 190 tesis fraticelli daripada mengikuti perintah paus yang senang korupsi!.”
Lalu Henry pun berdiri dan berkata “Sudah cukup, harusnya takhta kerajaan ini berada di tanganku. Bukannya seorang putri yang lemah dan jelek seperti kalian!”.
Mendengar hal itu, mereka pun berkata “Enak saja. Apa kau tidak kasihan jika rakyatmu harus memilih kapak algojo atau senjata musuh?”.
“itu lebih baik daripada memilih antara seorang ratu yang lacur atau seorang ratu yang sesat?!”.
Lalu Frederick pun berdiri dan berkata “justru aku yang harusnya memimpin. Kalian semua hanya bisa berbicara, sedangkan aku sudah sering berurusan dengan pemerintahan dan lebih dekat dengan rakyat.”
Henry pun menjawab “Iya itu semua benar, tetapi kau adalah seorang pemimpin militer yang lemah. Bagaimana caranya kau menghadapi invasi negara tetangga dan pemberontakan para budak kulit hitam di perkebunan kita jika kau sangat lemah?”. “Aku masih bisa memakai cara diplomasi dan masalah tentang budak aku akan memberi mereka status sebagai orang merdeka agar mereka tak berontak”.
“jangan pernah kau coba-coba memerdekakan mereka. Apa kau tidak berfikir jika kita memerdekakan mereka, perkebunan op*um kita akan kekurangan tenaga kerja sehingga mengurangi hasil produksi dan membuat kita kehilangan banyak uang karena kita tidak punya op*um[3] untuk dijual ke China?!”
lalu ia mengangkat pedangnya dan berkata “Tapi daripada pusing berdebat lebih baik kita bertarung sampai mati” semua orang pun mengangkat pedang dan bertarung sampai mati.

Kedua pangeran itu langsung mengambil pedang mereka masing-masing dan memasang kuda-kuda. Tanpa banyak basa-basi, Henry pun segera menendang kemaluan Frederick dan segera menusuk perut Frederick. Setelah itu ia berkata “Menyerah saja bodoh!”

Tetapi Frederick tidak menyerah, sambil memegangi perutnya ia pun segera mencoba untuk menusuk dada Henry. Henry pun segera menangkis serangan Frederick. Dengan cepat Henry menggunakan posisi itu untuk bergerak memutar dan memenggal kepala Frederick.

Kedua putri itu mengambil pedang mereka masing-masing dan bersiap. Catherine menyerang duluan dan langsung mengincar kepala Isabella. Isabella yang baru pertama kalinya menggunakan pedang langsung menangkisnya dengan pedang, tetapi karena genggamannya tidak kuat pedang itu pun terlempar dan Isabella pun langsung jatuh dalam keadaan duduk.

Melihat Isabella jatuh dengan mudahnya, Catherine pun tertawa dan berkata “Jadi hanya itu kemampuanmu? kalau begitu mati saja kau!” sambil menghunuskan pedangnya ke dada Isabella. Isabella dengan cepatnya mengambil pedang dan menusuk jantung Catherine.

Melihat saudaranya telah dibunuh oleh tangannya sendiri, dia pun menyesal dan langsung meminta pengampunan tuhan.

Setelah berhasil membunuh Frederick, Henry pun mengalihkan perhatiannya ke Isabella dan menaruhkan pedangnya di leher Isabella dan berkata “Menyerah atau mati?!”. Isabella pun segera menyerah dan bersumpah setia pada Henry. Henry pun langsung tertawa dan berkata “Isabella Isabella, dasar wanita bodoh! coba lihat dirimu, kau tadinya adalah seorang putri terhormat tapi sekarang kau hanyalah seorang budak!”. Isabella cuma bisa menggeram dalam hati ketika ia mendengar kata-kata Henry. “Sebenarnya, aku tak ingin mengatakan ini pada siapapun, tapi sebagai budakku mungkin kau boleh mendengar rahasia ini. Sebenarnya Tom membunuh Kaisar John VI dibawah perintahku sendiri” . Isabella pun terkejut dan berkata “T… t… tapi mengapa…”. Henry pun langsung memotongnya dan berkata “Aku sengaja melakukan itu agar aku bisa mengambil alih takhta kekaisaran ini dan agar rakyat membenci ajaran fraticelli. Tapi sayangnya, Kaisar ingin mewarisi takhtanya kepadamu sehingga aku harus menjalankan rencana B”.
“Jadi sebenarnya aku ini….”.
“Ya, sebenarnya kaulah orang yang akan mewarisi takhta kekaisaran ini. Aku sengaja tidak memberitahumu dari awal agar aku bisa mengambil alih takhta kekaisaran”
“Dasar egois, licik kalau kau tidak melakukan itu, ini semua tak akan terjadi” kata Isabella sambil menangis.
“Aku tak peduli!. Sekarang cepat keluarkan 2 mayat ini, aku ingin memakai ruangan ini untuk memproklamirkan diriku sebagai kaisar.”
“Baik tuan.” jawab Isabella

Ketika Henry baru sampai di pintu, Isabella langsung mengambil pedang yang ada di dekatnya dan menusuk dada Henry sambil berkata “Kau pikir aku setia padamu hah?. Sekarang aku yang akan mengambil alih takhta kekaisaran Albion”. Isabella pun segera duduk di singgasananya dan meminum tehnya tanpa menyadari bahwa tehnya sudah diracun..

Cerpen Karangan: Muhammad Al Ghaniy Fatahillah Mubarok
Facebook: Charles Gallard

Cerpen Perebutan Takhta (Part 1) Battle of The Heirs merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Persatuan yang Manis

Oleh:
Jaman dahulu, di Eropa Timur, berdirilah dua negara bernama Allebahst dan Babahl. Mereka selalu bersitegang mengenai wilayah mereka karena negara mereka kebetulan berdekatan satu sama lain. Suatu saat, seorang

My Beloved Hana (Part 2)

Oleh:
Indonesia, di waktu dan tempat yang berbeda… Di sebuah kota yang terletak di tengah-tengah Pulau Java, terdapat sebuah Mansion yang besar dan hanya di kelilingi hutan dan lautan yang

Zentoni si Anak Pemberani

Oleh:
Dahulu kala, di negeri Mezara hidup seorang nenek sihir bernama Kezota. Kezota selalu menculik anak-anak di negeri Mezara. Anak yang bermain terlalu larut akan ditangkap dan dibawanya ke hutan

Pengalaman Jordi

Oleh:
Kereta melaju dengan cepat, dia memandang penumpang di depannya, wajah mereka sangat mencurigakan. Seperti ada yang akan mereka lakukan terhadap Jordi dan kakaknya, jordi terus memandangi mereka. Ada tiga

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *