Peri Bebelacc

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 2 June 2017

Di sebuah kota yang sering disebut Kota Peri. Tinggalah seorang peri yang bernama Peri Bebelacc. Ia tinggal bersama kedua kakaknya yang bernama Peri Lactogen dan Peri Indomilk. Peri Bebelacc adalah anak yang paling bungsu. Setiap hari Peri Bebelacc bekerja sebagai pegawai di istana raja yang khususnya pembuatan Gaun untuk anak-anak raja dengan tongkat ajaibnya. Semenjak kedua orangtuanya meninggal peri Bebelacc lah yang menjadi tulang punggung keluarganya, mencukupi segala kebutuhan kakak kakaknya. Namun ia tak pernah mengeluh dengan semuanya.

Pagi ini, ia akan pergi bekerja di tempat biasanya. Namun sebelum berangkat ia selalu membersihkan rumah dan halaman yang ditumbuhi dengan bunga-bunga. Berbeda dengan kedua kakaknya yang hanya berpangku tangan dengan hidupnya. Mereka hanya mementingkan kebahagiaannya sendiri bukan bekerja seperti adeknya. Ya satu lagi sebelum ia pergi ia selalu menyihir baju yang dipakainya menjadi baju gaun yang menarik mata putri raja nanti. Sringgg… Baju yang diinginkannya sudah selesai disihir. Yap ia segera pergi ke istana raja. Namun di perjalanan ia seperti lupa dengan sesuatu. Ia berpikir sejenak.
“ahh… aku lupa dengan sesuatu.. yaaa sebuah kereta untukku menuju ke istana, tak mungkin bagiku untuk berjalan ke istana sejauh itu. Aduh…”
Ia memukul kepalanya satu kali. Dan mengeluarkan tongkat ajaibnya. Yah datanglah sebuah kereta kuda yang dimintanya. Layaknya seorang putri juga yang sedang bertugas keliling kota. Dengan sebuah tongkat ajaib saja, ia bisa melangsungkan pekerjaannya.

12 menit kemudian Peri Bebelacc telah sampai di Istana. Kembali lagi ia menyihir kuda menjadi lenyap dengan sebuah sihirnya. Waaaa… Para dayang istana menjadi terperangah. Mereka menyambut kedatangan Peri bebelacc dengan senyum yang indah.
“selamat datang Peri Bebelacc.. gaunmu sangat indah, dan kamu sangat hebat sekali. Aku ingin kau buatkan juga sebuah baju yang juga sangaaaat indah seperti yang kau pakai.”
Peri Bebelacc tersipu malu saat mendengar perkataan dayang yang memuji bajunya. Dan memintanya untuk membuatkan baju seperti baju yang dipakainya.
“ya.. nanti akan kubilang terhadap Putri Hailo. Akan kucoba meminta untuk membuatkanmu baju yang kupakai ini. Ya sudah aku pergi dulu yaa… byeee”
“ya terima kasih peri Bebelacc”

Peri Bebelacc pun pergi untuk menghadap Sang Putri. Ia akan memperlihatkan baju yang baru saja ia update. Dengan hati yang gembira menyapa sang putri.
“hai putri selamat pagi. Aku sangat bahagia sekali.”
“apa gerangan yang membuatmu sebahagia ini Peri Bebelacc?”
“apa kau tak tau Putri Hailoo?”
“ya aku tau dengan sifatmu… pasti kau sudah mengupdate gaun barumu kan?”
Peri Bebelacc segera memberikan anggukan terhadap Putri Hailoo. Itu tandanya bahwa putri Hailoo benar. Namun ia tak lupa dengan janjinya terhadap para dayang yang sudah memintanya untuk membuatkan gaun yang dipakainya, namun tidak persis sama. Peri Bebelacc menanyakan terhadap putri Hailoo. Dan putri Hailoo kembali merundingkan dengan Raja (ayahnya). Segeralah putri Hailoo pergi ke ruangan perundingan dan setelah 7 menit berlalu, putri hailoo kembali ke hadapan peri Bebelacc, dan ternyata putri Hailoo dan Ayahnya menyetujui pembuatan gaun untuk para dayang namun tidak sama persis dengan apa yang dipakai Peri Bebelacc dan putri Hailoo nantinya. Peri Bebelacc pun menyetujui juga, kalo baju yang dipakai para dayang sama dengan yang dipakai Putri orang di luar istana akan berfikir bahwa Putri Hailoo adalah putri yang sederajat dengan para dayangnya.

Putri hailoo dan peri Bebelacc segera menuju ruang pembuatan gaun, meski hanya dengan tongkat ajaib saja namun mereka memiliki ruangan khusus untuk pembuatan itu. Namun ada yang lupa… ohh Peri Bebelacc berlari ke luar dan memanggil para dayang yang akan dibuatkannya baju tersebut. Dengan ayunan kaki yang cepat tibalah ia di depan para dayang dengan nafas yang terengah-engah. Peri Bebelacc membawa para dayang ke sebuah ruangan yang memang belum pernah dikunjunginya, karena hanya para pejabat istana yang khusus saja yang boleh memasuki ruangan itu termasuk Peri Bebelacc yang memang telah menjadi tugasnya.

Berbarislah para dayang satu-satu dan dilihatkannya motif baju yang akan dipakainya nanti. Namun mereka hanya mengatakan terserah dan terserah. Yaa… Peri Bebelacc memang menginginkan hal itu, ia akan lebih mudah membautnya jika pemakainya menyetujui apa yang dilakukannya. Peri Bebelacc memanggil nama para dayang satu-satu. Dan segera menyihirnya dengan tongkat ajaibnya.

Sembriwinggg… Bunyi sebuah tongkat ajaib yang akan membuat mereka indah dan begitu cantik jelita. Para dayang keluar dengan wajah yang berseri-seri. Dengan gaun indah dan sebuah pita cantik di kepala mereka masing-masing. Selanjutnya, giliran Putri hailoo. Saat ini Peri Bebelacc terlihat kebingungan dengan apa yang akan dikerjakannya. Ia harus membuat Putri Hailoo terlihat sangat cantik dengan gaun yang akan dipakainya. Namun putri Hailoo menyerahkan saja terhadap Peri Bebelacc, memang hati putri Hailoo begitu lembut dan wajahnya begitu cantik, tak ada yang bisa mengalahkan kecantikannya. Ya Peri Bebelacc segera meluncurkan tongkatnya ke Putri hailoo.. namun peri bebelacc melakukannya dengan mata yang tertutup! ia takut kalau baju yang dipakai putri hailoo jelek. Ternyata setelah matanya terbuka.. wawwwww… Suatu hal yang menggelegar!!! putri hailoo terlihat cantik dengan gaun tersebut, dengan hati yang gembira setelah melihat pekerjaannya sempurna.. peri Bebelacc segera membuatkan putri hailoo gaun tersebut khusus satu lemari. Putri Hailoo sangat gembira dengan hal itu. Ia sangat berterima kasih kepada Peri Bebelacc.

Setelah pekerjaan Peri Bebelacc selesai. Ia segera pulang ke rumah. Namun teringat di fikirannya sebuah taman yang memang belum lama dikunjunginya. Ia telah lama tidak menyihir taman dengan bunga-bunga, dengan pohon dan dengan kupu-kupu. Tetapi di sisi lain ia harus melaksanakan tugas rumahnya demi kakak-kakaknya yang sangaaaattt egois. Ya terpaksa dengan hati yang sangat berat ia ulang menuju rumahnya. Yap sebuah kuda telah di depannya. Ia segera menunggangi kuda dan menuju rumah.

Setibanya di rumah, ia bukannya disambut dengan senyuman malah dengan kejahatan. Kedua kakaknya menyiksa dan memukuli Peri bebelacc karena ia terlambat pulang ke rumah. Namun peri Bebelacc hanya bisa memanggil nama kedua orangtuanya saja. Tidak ada hal lain yang bisa dilakukannya, karena rasa sayang yang dimiliki oleh dirinya terhadap kedua kakaknya.

Esok harinya, Peri Bebelacc tak pergi bekerja karena badannya yang terasa pegal-pegal. Ia pun menuju taman yang memang dari kemarin ia ingin menghampiri taman tersebut. Kali ini ia pergi dengan kedua kakinya, bukan dengan kuda bukan dengan kereta. Ia pergi dengan hati yang lesu. Tak ada sedikitpun gairah yang menyinari hidupnya. Namun ia teringat denga almarhum ibunya kalau hidup tidak boleh dalam kegelapan. Yaa ia berusaha tersenyum dalam kegelapan itu.

Di perjalanan… ia mulai memasuki jati dirinya. Ia mengeluarkan tongkat ajaibnya dan sembriwinggg… Hatinya berbunga-bunga ketika di taman. Dengan gaya berlari ia menyihir sebuah taman itu dan tumbuhlah bunga-bunga di dekatnya, di arah jembatan dengan sebuah danau di bawahnya ia pun menumbuhi juga bunga-bunga itu dengan warna ungu. Waa… peri-peri lain pun mengunjungi taman itu. Mereka tersenyum ketika melihat gaya Peri Bebelacc melakukan hal itu. Peri Bebelacc menghampiri peri-peri yang datang melihatnya ia pun menyihir mereka menjadi sebuah putri yang sangat cantik!!! dengan gaun indah melekat di tubuhnya. Serta mahkota yang terbuat dari bunga layaknya seorang peri Nirmala. Sungguh mempesona gaya Peri Bebelacc. Semua peri sangat berterima kasih kepada Peri Bebelacc.

Selanjutnya peri Bebelacc beralih ke arah air terjun. Ia kembali melakukan hal yang sama. Dilihatnya 3 orang bidadari yang sedang mandi di air terjun dan selebihnya sedang bermain di arah air mancur. Peri bebelacc pun memanggil para bidadari tersebut. Namun bidadari terlihat curiga dengan keadaan Peri Bebelacc. Para bidadari pun bertanya.
“apa gerangan engkau datang kemari Peri?”
“apa kalian ingin selendang yang mewah dan baju yang indah?”
“ya kami mau”
Peri Bebelacc mengeluarkan kemampuannya. Ia pun melakukan hal yang ditawarkan terhadap para Bidadari cantik itu. Sembriwinggs… terwujudlah semua keinginan yang ditawarkan Peri Bebelacc. Bidadari tersebut senang dan kembali meminta permintaan. Ia ingin ada seorang pria tampan yang datang menghampiri mereka dan membawa mereka kekayangan. Namun Peri Bebelacc tidak bisa mengabulkan permintaan mereka.
“aku tidak bisa Bidadari”
“kenapa engkau tidak bisa? sedangkan membaut gaun dan kupu-kupu serta selendang saja engkau bisa, kenapa hanya satu laki-laki saja engkau tidak bisa?”
“hanya cinta lah yang bisa membuat laki-laki mendekati kita. Dan hanya kebaikan hati kalian dan kelembutan hati kalian yang bisa mendatagkan laki-laki itu”
Semua bidadari terperangah dengan jawaban yang didengarnya. Ternyata Peri Bebelacc selain bisa melakukan dan mengendalikan sihirnya, ia juga baik hati. Para Bidadari pun kembali ke kayangan dengan baju yang megah. Dan peri bebelacc pun pulang ke rumah dengan sebuah sapu terbang.

Setibanya di rumah ia kembali melakukan pekerjaan yang sudah menjadi kewajibannya. Memasak layaknya pembantu dan mencuci layaknya pegawai cuci. Namun semuanya dilakukan karena Ia sayang kedua kakaknya. Lagian ia melakukan hal tersebut dengan tongkat ajaibnya. Tidak dengan tenaganya.

Sore telah hadir dan semua peri melukis langit untuk memperlihatkan keindahan senja yang mereka miliki. Menggunakan tongkat ajaibnya dan sebuah kuda bersayap yang ditungganginya. Serta bulan dan bintang yang mereka taburkan di malam hari.

Pagi telah membangunkan Peri Bebelacc. Ia pun melakukan tugasnya dan kembali ke taman seperti biasanya. Hari ini ia kembali mengupdate gaun terbarunya. Dengan tongkat ajaibnya ia mudah melakukan hal yang tidak bisa dilakukan peri lain. Tanpa fikir panjang ia pergi namun kali ini ia tak memberitahu kedua kakaknya, karena jika diberi tau maka ia tak akan diperbolehkan keluar rumah. Sebelum menuju taman ia pergi ke arah istana untuk memberitahukan kalau ia sekarang tidak masuk kerja karena ia ingin bermain di taman dan di air terjun.

Setelah mendapatkan izin dari putri Hailoo ia segera pergi ke taman. Kali ini bukan kupu-kupu dan bunga yang dibuatnya melainkan sebuah toko baju khusus untuk para Peri yang ada di kota Peri. Namun terlintas di fikirannya untuk menghadiakan sebuah pelangi. Sembriwingg… Terlihatlah sebuah pelangi dengan awan yang berbentuk wajah kedua orangtuanya di atas sana. Hatinya begitu senang dengan hal itu ketika bisa menggambar wajah orangtuanya meski hanya sekedar lukisan saja dan akan hilang dalam waktu yang sebentar. Namun di lain hal para Bidadari melihat keadaan yang dilakukan Peri Bebelacc. Mereka segera turun dari kayangan untuk menjemput Peri Bebelacc. Karena baginda kayangan yang menyuruh mereka. Para bidadari pun menghampiri Peri Bebelacc. Mereka menarik tangan Peri bebelacc namun peri Bebelacc malah takut dengan hal yang mereka lakukan. Para Bidadari memberitahukan hal yang sebenarnya. Namun peri Bebelacc malah bingung dan tak tau harus berbuat apa. Jika ia pergi ia harus meniggalkan kedua kakaknya serta Ptri Hailoo, putri istana yang memang sudah menjadi bagian dari keluarganya.

Peri Bebelacc pun pulang ke rumah dan bertanya kepada kedua kakaknya. Dan kakaknya menyetujui apa yang diminta Para Bidadari. Namun Peri Bebelacc masih ragu dengan keputusan kedua kakaknya, ia pun pergi ke Istana dan bertemu Putri Hailoo. Ia menyatakan hal yang ditawarkan oleh para Bidadari kepadanya. Namun putri Hailoo hanya memberatkan pada peri Bebelacc saja. Ia rasa ia tak berhak melarangnya karena hidup di kayangan memang indah. Peri bebelacc kembali bertanya kepada kedua kakaknya dan kakaknya menyetujuinya. Namun di sisi lain ia teringat dengan amanah kedua orangtuanya, kalau mereka harus merawat rumah itu sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh orangtuanya.

Peri Bebelacc pun mengatakan kepada para Bidadari. “aku tidak bisa pergi untuk tinggal di kayangan, aku menghormati kedua orangtuaku untuk menjaga rumah itu secara baik-baik”
“ayo lah peri… aku ingin kau tinggal bersama kamu di kayangan dan ini adalah perintah ayah kami.”
“tidak aku tidak bisa meninggalkan rumah itu dan juga pekerjaanku di istana. Putri Hailoo sudah kuanggap sebagai saudara. Jadi aku sangat berat hati meninggalkan istana ini, serta kedua kakakku.”
Para bidadari meyetujui keputusan peri. dan mengingat apa yang dikatakan peri bebelacc. Jika mereka merindukan peri Bebelacc mereka bisa melihat warna pelangi dan sebuah awan dengan lukisan orangtuanya. Dan jika Peri Bebelacc merindukan para Bidadari ia bisa pergi ke air terjun dan melihat warna selendang mereka di air. Namun lain halnya dengan kedua kakaknya, mereka pun memeluk peri Bebelacc dan meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya. Mereka baru menyadari kalau hati peri Bebelacc sangat baik, dan cantik secantik wajahnya.

Finally, mereka hidup berbahagia begitupun dengan sihir peri Bebelacc yang sudah bisa mengabulkan keinginan bidadari, mendatangkan seorang lelaki tampan.

Cerpen Karangan: Bella Safira Rj
Blog / Facebook: bebesafira.blogspot.com / bella safira raudhatul jannah
Bella safira Rj, lahir di Tanjung bonai aur, kecamatan sunpur kudus, kabupaten sijunjung, sumatera barat. pada tanggal 29 januari 1999. sekarang masih menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Lintau Buo, tingkatan 3 SMK dengan jurusan Teknik Komputer Jaringan.

Cerpen Peri Bebelacc merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Cermin

Oleh:
Aku termenung di balkon sekolah. Termenung sedih dan berkhayal, bahwa akan punya sahabat. Sahabat setia yang tidak akan meninggalkan diriku sendiri. Tapi, tak ada yang ingin berteman denganku. Bahkan

Indera Keenam

Oleh:
Embun pagi masih berbaring di kelopak-kelopak mawar. Wangi bunga-bunga di taman berpadu dengan bau rerumputan. Kicauan burung-burung pun terdengar dari jauh. Sungguh pagi yang indah. “Hi, Zack!” Seorang mahasiswi

Tanpa Putih dan Abu Abu

Oleh:
Inilah kisahku, kisah yang berbeda. Ya! Memeng berbeda. Mereka yang hidup di bawah keterangan. Mereka yang hidup di bawah terangnya cahaya matahari, terangnya cahaya rembulan dan kerlap-kerlip bintang-bintang indah

Magical of Miror

Oleh:
Gaun hitam menyelimuti seluruh tubuhku. Hari ini adalah hari pemakaman kakekku. Kemarin kakekku baru saja meninggal. Tepat dihari ulang tahunku yang kesepuluh. Di dunia ini hanya kakek yang kumiliki.

Nana dan Si Nakal Sasa

Oleh:
Di negeri Lollywod tinggallah peri-peri yang hidup di rumah Lolipop. Salah satu dari mereka adalah Nana si anak baik, Sasa si anak nakal, Dadi Polly si hakim, dan mami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *