Peri Kecil

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 5 June 2017

Hai aku Claretta, aku mempercayai kisah peri kecil yang selalu diceritakan ibu saat aku kecil. Sekarang aku sudah kelas VII Smp, aku masih mempercayai itu. Aku selalu bercerita kepada teman-temanku tapi mereka selalu menjawab “ada-ada saja. Peri itu gak ada” itulah yang diucapkan mereka saat aku bercerita kepada mereka. Yaaa… Itu memang aneh mempercayai hal yang tidak mungkin ini.

Saat itu aku tidur siang, aku terbangun dan melihat peri dengan sayap kupu-kupu di punggungnya. Aku kira itu mimpi, tapi saat kucubit tanganku ternyata sakit.

“hei, apa kamu bisa melihatku?” tanya peri itu padaku
“hah, aku bisa melihatmu. kenapa?” tanyaku balik
“tentu saja, manusia tidak bisa melihat kami karena hidup kami di alam yang berbeda dengan manusia!” jawab peri itu.
“hmmm. begitu yaa entahlah. namaku Claretta, peri kecil namamu siapa?” Tanyaku lagi
“Hai Claretta, namaku Peri Elif” jawabnya.
“oh ya … Jangan ceritakan ini pada orang lain yaa…! dan Claretta apa kamu mau bermain bersamaku!” Sambung peri Elif
“bagaiimana caranya?” ucapku bingung
“Ambillah kalung ini, kalung ini bisa mengubahmu menjadi kecil jika kau mau dan kau bisa mengunjungiku kapanpun kau mau!” Jawabnya.

Aku pun mengambil kalung itu dari peri Elif dan memasangnya di leherku dan aku pun meminta agar aku menjadi seperti Peri Elif. Yaa… aku dan Peri Elif Bermain bersama dan mengunjungi alam Peri. Peri yang ada di sana sungguh baik hati.

Aku sangat senang bisa bermain dengan Peri dan aku bisa mengunjungi mereka kapanpun aku mau. aku dan Peri Elif bersahabat sejak saat itu dan aku akan menyimpan rahasia kami. Aku sangat bahagia.

Cerpen Karangan: Yayae
Facebook: Yayae LiaNa

Cerpen Peri Kecil merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jejak Kaki Bapak

Oleh:
Adzan Shubuh telah berkumandang. Merdu sekali suaranya. Membuat para kaum muslimin menikmati merdunya suara dari Masjid. Ya, Masjid. Masjid adalah tempat beribadah kaum muslim. Termasuk aku. Aku mengikuti langkah

Tersesat

Oleh:
Rino adalah anak yang paling nakal di kelasnya. Ia selalu membuat kericuhan di kelasnya. Banyak teman sekelasnya yang tidak menyukainya. Pada suatu hari, sekolahnya mengadakan kegiatan perkemahan yang akan

Akademi Melukis

Oleh:
“Tanya!” Dista sahabatku sepertinya terburu buru “Hai, Dis” jawabku menyapa “hai juga. Aku lelah sekali mencarimu. Apa kau suka dengan melukis atau semacam kegiatan melukis?” tanya Dista “ya, aku

Bila Di Dunia Kertas

Oleh:
Pagi hari Bila telah sibuk membereskan tempat tidurnya, lalu ia mandi dan mengenakan T-shirt berwarna ungu, memakai celana selutut yang berwarna abu-abu, dan bandana berwarna ungu di sampingnya terdapat

Berujung Persahabatan

Oleh:
Semilir angin sejuk di pagi hari berhembus pelan menerpa badan ulat yang berada di atas pohon besar. “Sejuknya pagi hari ini” kata ulat sambil menikmati kesejukan angi itu. Setelah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Peri Kecil”

  1. Nares pakai akun mama says:

    Bagus banget ceritanya dari bawah…itu buat anak kecil kaleee!!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *