Perjanjian Terlarang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 21 December 2018

Suara ledakan dan gemuruh tank saling bersahutan mengiringi langkahku menuju masjid untuk menunaikan shalat Jum’at. Ini saat-saat terparah dalam sejarah Republik Indonesia; jauh lebih parah daripada perang di Gaza. Pemicunya adalah pemerintah Indonesia melanggar isi dari sebuah perjanjian tersembunyi dengan ISGL (Islamic State of Global Liberalism).

Mulanya perjanjian itu dibuat dengan tujuan memberantas komunisme yang belakangan ini naik ke permukaan. Namun pelanggaran itu membuat tahun 2065 ini jadi lebih kelam daripada tahun 1965 silam. Sejak tiga tahun lalu, Indonesia dipenuhi amukan rudal dan jeritan senapan yang terdengar mengerikan di telinga orang-orang; dan kini suara-suara seperti itu seolah sudah menjadi hal yang biasa bagi yang mendengarnya.

“Apa yang kau lakukan?!” Seseorang tiba-tiba menyeretku dan membuyarkan lamunan kelam itu.
“Oh, maaf, saya…,” ucapanku belum lagi selesai.
“Jangan melamun disaat seperti ini!” tegur bapak tadi, “Kau mau kehilangan kepalamu, ya, Anak Muda?! Banyak peluru berdesingan di sini, jadi berhati-hatilah! Belum lagi rudal-rudal kecil yang mengerikan itu!”
Dengan salah tingkah aku menjawab, “Eh, terimakasih, Pak.”

Setelah berbincang-bincang beberapa saat dengan beliau; sebagian besar berisi peringatan yang ditujukannya padaku; baru aku tahu pria itu ternyata Kasim Abdul Salam, adik dari menteri agama Rasyid Abdul Salam yang dipenjara seumur hidup karena terbukti dalam kasus perjanjian rahasia yang mengatasnamakan pemerintah dengan ISGL.

Selepas shalat Jum’at bersama, Pak Kasim mengajakku ke suatu tempat yang aku tak tahu letaknya; beliau tidak memberitahuku. Sesaat kemudian aku ikut naik segwaycycle-nya. Segwaycycle adalah motor listrik dual energi yang sumber tenaganya berasal dari panas matahari dan air, serta memiliki roda yang dapat melayang 17 senti dari tanah.

Beberapa menit kemudian aku tiba di depan rumah sederhana. Ketika aku memasuki hunian itu, entah kenapa aku jadi teringat karakter yang sempat menjadi makhluk mitos bertahun-tahun silam pada sebuah novel berjudul “The Lord of The Ring” karya J.J.R. Tolkien; makhluk yang kumaksud adalah hobbit. Sebab, rumah yang kini dimasukinya seperti rumah hobbit; hanya saja sedikit lebih besar dan terbuat dari kayu jati.

“Silakan masuk. Anggap saja rumah sendiri,” suara Pak Kasim menyadarkanku, “Robot pembantuku sedang direparasi untuk meng-upgrade prosesornya. Jadi, maaf kalau berantakan begini.”
Beliau tersenyum meminta maaf dan aku hanya mengangguk menenangkan. Pak Kasim membuatkan dua jus mangga untuk kami berdua. Aku menyesapnya dan beberapa detik setelah itu, aku tak sadarkan diri.

Ketika akhirnya aku membuka mata, aku terkejut bukan kepalang. Tubuhku terikat di sebuah benda dingin yang sepertinya tiang dari besi. Aku berada di sebuah ruangan gelap dan aku yakin aku sedang tidak sendirian; sebab, sebuah tawa gila terdengar dari balik kegelapan itu.
“Setelah Brata berhasil kutaklukan, sekarang giliran kau, Anak Muda!” kata sebuah suara.
“Gumilang Putranta, jika tak mau keluargamu yang lain celaka, maka tunjukan di mana letak RI-2.0.6BG sekarang!” gertak suara lain.
RI-2.0.6BG adalah sebuah harddisk yang berkapasitas 1 juta terabyte; dan di dalamnya terdapat rahasia dari zaman Sumpah Pallapa hingga invasi ISGL di Indonesia.

Lampu dinyalakan. Untuk sesaat cahaya itu membutakan mataku. Ketika pandangan sudah terfokus, betapa terkejutnya aku mendapati Abdul Salam Bersaudara yang berdiri angkuh sambil menatapku. Aku tidak memikirkan bagaimana Rasyid bisa keluar dari penjara atau kenapa Kasim juga mau-maunya terlibat hal bodoh bersama saudaranya. Di pikiranku hanya terlintas bagaimana aku bisa keluar dari tempat ini.

“Aku tidak akan memberitahu kalian di mana RI-2.0.6BG disimpan. Itu milik negara, tak pantas ada di tangan pengkhianat macam kalian!” sahutku; akhirnya memilih jujur karena tahu bohong pun tak ada gunanya.
Tetapi belum sempat aku berkedip, aku tersentak kesakitan. Tubuhku tersengat sesuatu seperti setrum listrik bertegangan rendah; tidak cukup membuatku mati, tapi mampu membuatku lemas. Entah kenapa tali tambang yang mengikatku putus -mungkin memang diputus secara sengaja- dan membuat badanku terjerembab ke tanah. Suara tawa lagi.
“Dasar pemuda keparat! Kalau kau beri tahu lokasinya dari awal, takkan kau menderita seperti ini!” ucap pria paruh baya itu dengan geram.
Lalu dia menambahkan, “Di harddisk itu tidak hanya berisi informasi tentang masa lalu saja, tapi juga ada peta rahasia milik Indonesia yang membawa kita ke banker senjata paling modern; hadiah dari Amerika!” membuatku kaget setengah mati.

Setelah beberapa hari menjadi tawanan kakak-beradik bersaudara. Tubuhku yang dipenuhi lebam akhirnya dibebaskan juga. Aku juga tak mengerti kenapa tiba-tiba aku dibebaskan tanpa sebab. Semoga saja hal yang lebih buruk takkan terjadi.
Tapi rupanya aku salah. Setelah mereka mengantarkanku sampai ke rumah. Betapa terkejutnya ada puluhan orang yang bersenjata lengkap tersebar di sekeliling rumahku.

“Ya Allah, kenapa keluargaku harus ikut terancam begini. Moga-moga mereka di dalam sana, baik-baik saja” Doaku sambari jatuh bersimpuh di depan pagar.

Cerpen Karangan: Rizky Alvian
Facebook: facebook.com/Alvian.kk
More Info. Visit:
Alviandromeda.wordpress.com
Twitter.com/alviandromeda

Cerpen Perjanjian Terlarang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dari Mata Yang Berbeda

Oleh:
Malam yang indah dengan ditemani siraman cahaya rembulan. Angin malam berhembus pelan menembus tubuhku. Tanpa berpikir dua kali, aku keluar dari persembunyian. Sejenak kuedarkan pandangan untuk menentukan jalan mana

Penolong Misterius Rara

Oleh:
Hal yang paling ibu khawatirkan tengah terjadi saat ini. Dua orang pria berbadan besar dan berpakaian hitam terus saja berlari di belakangku. Sepertinya mereka orang jahat, entah apa yang

Seuntai Gelang Tangan

Oleh:
Benang, dari untaian benang yang dirajut aku pun dilahirkan. Aku adalah seuntai gelang kain berwarna cokelat. Aku adalah sebuah hadiah dari seorang Ibu untuk anak laki-lakinya yang tersayang. Aku

Gadis Itu

Oleh:
Akulah wanita penjelajah waktu, wanita yang melihat kejadian-kejadian dari masa lalu hingga masa depan. Akulah pengawas kejadian dari masa lalu hingga masa depan, aku berusaha untuk mengetahui apa yang

Sebuah Kisah

Oleh:
Tanganku meraba-raba sekitar. Basah. Perlahan, aku menyadari aroma yang menguar dari tempatku berada. Daun. Kelopak mataku terbuka. Pupil mataku mulai menyesuaikan diri dengan cahaya sang surya yang masuk. Setelah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Perjanjian Terlarang”

  1. Alifia nabila syifa says:

    Bikin kita berfikir tentang keluarga nya

    Bagus kok walaupun pendek tapi dari luar sudah dapat menarik para pembaca cerpenmu

Leave a Reply to Alifia nabila syifa Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *