Perjuangan Para Manusia (Dunia Hijau)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 15 September 2017

Seorang kakek berdiri di atas bukit petir sambil memandangi terbitnya matahari. Kakek itu bernama Gabel, ia sering dipanggil Tuan Gabel. Ia berpakaian penyihir, dan memandangi matahari yang terbit berbentuk seperti bola namun lebih mirip seperti bola dan berbentuk 3 dimensi. Gabel mengetahui bahwa jika matahari terbit dengan berbentuk seperti itu, maka tandanya seorang pahlawan akan lahir. Ia berdiri di atas bukit Petir karena ia sedang menunggu seseorang yang meminta pertolongannya.

Kemudian datanglah seseorang bernama Woody, untuk meminta pertolongan kepada Gabel. “Tuan Gabel. Aku meminta pertolongan kepadamu, istriku hamil!”, kemudian Gabel menjawabnya, “Baiklah. Aku akan menolongmu.” Gabel pun pergi ke rumah seseorang itu di Flower dengan menaiki seekor Lan (Kucing besar bertaring dan kuat namun jinak dan berlari kencang, hanya ada di dunia fiksi).

Saat sampai di Flower, di rumah Woody, Gabel langsung turun dan menggunakan sihirnya. Kemudian cahaya terang dan menyilaukan muncul. Ketika cahaya itu mulai meredup, hanya terlihat seorang wanita Peri yang menggendong seorang bayi laki-laki. Woody senang bayinya telah lahir. Gabel yang mengetahui bahwa bayi itu adalah seorang pahlawan, Gabel merahasiakan itu tanpa diketahui oleh seseorang. Kemudian Woody menamakan bayinya Nilbo Woods.

Pada suatu hari, para pasukan Minaro berkumpul, jumlah mereka beribu-ribuan, mereka akan menggempur seluruh tempat. Pasukan itu adalah bala tentara milik Baltorn, raja jahat dan serakah. Mereka adalah para manusia, namun tidak suka makhluk selain manusia seperti Peri dan Kurcaci hidup berdampingan bersama mereka. Namun sebagian manusia adalah baik dan menyukai hidup berdampingan bersama Peri dan Kurcaci.

Terdengarlah suara terompet dan Baltorn pun mulai menyerang seluruh tempat dan juga membunuh manusia yang hidup berdampingan dengan Peri dan Kurcaci. Gabel, yang merupakan penyihir dari kalangan manusia, ia membawa dan menyembunyikan Nilbo Woods, karena Ibu dan Ayah bayinya telah mati akibat serangan itu.

Gabel tinggal di Bukit Petir, yang tetap kokoh dan tidak pernah hancur sedikitpun, di situlah Gabel menyebunyikan Nilbo bersama istri perinya yang masih muda. Gabel akan merawat Nilbo sampai ia dewasa, sehingga bisa menjadi seorang pahlawan disuatu hari nanti.

Pada suatu hari, saat Nilbo dewasa, ia tidak pernah keluar rumah dan kurang pergaulan. Gabel selalu memarahinya namun ia tetap menyayanginya. Kemudian Gabel membawa Nilbo ke tempat yang jauh dari orang lain. Gabel mengajari Nilbo bertarung dengan pedang. Awalnya Nilbo masih takut dengan pedang, dan pada akhirnya ia pandai menggunakan pedang.

Gabel memerintahkan Nilbo pergi ke Kerajaan Minaro. Namun Nilbo menolaknya, karena ia hanya sendirian dan merasa akan malu karena kurang pergaulan. Gabel pun memberikan seorang teman Kurcaci bernama Laton yang akan menemani Nilbo dan melindunginya dari bahaya, tetapi Nilbo masih menolaknya. Kemudian Gabel memberikan dua orang teman Peri dan Manusia. Peri bernama Lart dan manusia bernama Kurt. Dan Nilbo pun pergi bersama teman-temannya ke Kerajaan Minaro.

Ketika mereka sampai di Jembatan Minaro, mereka terkepung oleh para Orc, yaitu kaum manusia yang waktu itu menggempur seluruh tempat dan akhirnya dikutuk menjadi Orc. Karena Nilbo dan teman-temannya terpaksa, mereka pun menjatuhkan diri ke sungai Alfer untuk meloloskan diri. Tetapi para Orc itu masih mengejar mereka melalui darat. Kemudian ada sekelompok pasukan pendekar peri yang menyelamatkan mereka.

Mereka pun dibawa ke daerah peri. Di sana mereka dijamu dengan makanan dan minuman. Di antara mereka, hanya Nilbo saja yang tidak mau makan. Nilbo hanya duduk dan diam saja, kemudian Laton memanggilnya, “Nilbo. Ayo makan. Nanti kau akan lapar”, jawab Nilbo, “Oh. Iya, iya. Nanti aku akan makan.”

Ketika Nilbo pergi untuk makan, Nilbo pun tak sengaja menabrak seorang wanita Peri cantik yang membawa banyak buah, buah itu menjadi berantakan. Nilbo pun memunguti semua buah itu dan meminta maaf kepada Peri wanita itu. Namun Wanita peri itu malah terbengong melihat Nilbo. “Hey. Nona. Apakah kau baik-baik saja?”. Jawab Peri itu, “Aku baik-baik saja.” Mereka pun saling senyum.

Ketika malam tiba, terdengar suara terompet para Orc yang akan menyerang daerah Peri. Nilbo pun bangun dan membangunkan semua teman-temannya. Mort, panglima pasukan Peri, mulai menyerang, dan anak panah mulai melayang. Peperangan pun mulai ribut dan saling serang. Nilbo dan teman-temannya membawa masyarakat peri untuk bersembunyi. Dan pada akhirnya didalam peperangan itu para Orc Minaro menang.

Selesai

Cerpen Karangan: Wida Rahman
Blog: Kumpulanmitosdanmisteri.blogspot.com
Nama: Wida Rahman
Pendidikan: SD N Teluk Lada 2, SMP S YPP Sobang.
Jenis Kelamin: Laki-laki
Tempat Tinggal: Pandeglang
Tanggal Lahir: 12-11-2001

Cerpen Perjuangan Para Manusia (Dunia Hijau) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tanduk Rusa Jantan

Oleh:
Entah aku sedang berada di mana. Yang ku lihat hanyalah ilalang setinggi pinggangku dan beberapa pohon raksasa di ujung utara. Aku berjalan sendirian dengan mengenakan baju terusan selutut berwarna

Seekor Makhluk Sebuah Desa

Oleh:
Pada suatu hari Law (karakter utama) mendapat kabar dari kepala desa Viva tentang seekor makhluk misterius yang menghuni danau di desa tersebut, makhluk tersebut selalu memakan korban setiap malamnya,

Pangeran Maut (Part 1)

Oleh:
“Kerja bagus Sai!” seru Mega, kakak perempuanku. “Sepertinya aku harus lebih berhati-hati sekarang” ucapnya seraya mengedipkan sebelah matanya. “Kau benar Meg. Sai seperti penguasa rantai makanan teratas ketika bertarung”

Antara Bulan Dan Bintang

Oleh:
Ketika malam mulai menampakkan diri, bulan terlihat menerangi, seakan dialah benda paling indah di angkasa. Meskipun dia sendiri tahu, bintanglah yang selalu menyinarkan cahaya yang begitu nyaman untuk bumi.

Suara Bisikan Iblis

Oleh:
-saat kau mendengar suara lain yang membuatmu penasaran, jangan ikuti, karena mungkin saja itu panggilan kematianmu- Ardianta memejamkan matanya mencoba fokus pada apa yang di dengarnya –jjau…jj- bunyi ponsel

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *