Perseturuan yang Panas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 23 January 2017

Pada suatu hari ada dua pembalap yang mempunyai kemampuan membalap yang kuat. Kedua pembalap ini bukan hanya memiliki kemampuan membalap yang kuat, tetapi jika mereka sudah menyetir di lintasan, mereka menyetir bagaikan roket jet darat yang sedang melintas dengan kecepatan tinggi. Kedua pembalap ini bernama Nico dan Lewis. Nico dan Lewis adalah dua pembalap yang sekarang membalap untuk tim Mercedes di ajang formula satu. Mereka berdua sebenarnya sudah saling mengenal satu sama lain sejak mereka berumur tiga belas tahun saat masih membalap di Go-Kart. Mereka menjadi sahabat yang baik sampai pada tahun 2013. Namun pada tahun ini hubungan pertemanan mereka terganggu karena mereka berdua ingin bersaing untuk menjadi juara dunia di ajang formula satu.

Musim balap formula satu pun dimulai di sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia. Semua tim datang ke sirkuit ini dengan membawa seluruh data dan informasi yang mereka dapatkan selama testing musim dingin di Spanyol dan Bahrain. Saat sesi latihan bebas dimulai, semua tim (dari mulai Mercedes, Ferrari, Redbull, Manor, Force India, Mclaren, Lotus, dan Toro Rosso) mulai mentesting mobil mereka dan mencoba beradaptasi dengan kondisi sirkuit. Selama latihan bebas Nico dan Lewis terlihat sebagai mobil tercepat dilintasan. Setelah latihan bebas dilakukan, sesi kualifikasi pun tiba untuk menentukan starting grid. Kualifikasi pun berjalan ketat dan menegangkan sampai sesi terakhir. Daniel yang sudah mencetak waktu tercepat, harus mengigit jarinya karena di detik-detik terakhir, Lewis mencetak waktu yang lebih cepat dan menempatkan di starting grid terdepan atau “pole position”. Sementara itu Nico akan start di grid ketiga (tepatnya di belakang Lewis dan Daniel). Saat diwawancara Lewis dan Nico sangat optimis untuk memperebutkan kemenangan di balapan esok hari.

“Lewis, selamat anda telah mendapatkan pole position apa ekspektasi anda di balapan besok” tanya salah seorang jurnalis.
“Ekspekstasi saya besok adalah mencoba untuk menikmati balapan, walaupun besok tetap akan menjadi balapan yang sulit kendati dengan kondisi ban yang cepat habis, ya saya tidak sabar untuk membalap besok” Jawab Lewis saat berada di press conference.
“Ok terima kasih, dan Nico kau akan start di grid ketiga saat balapan besok apa yang ingin kau capai pada esok hari” tanya seorang jurnalis.
“Ekspektasi saya adalah untuk mencoba memenangkan balapan pada esok hari dan saya sangat ingin melawan Lewis serta coba memenangkan balapan di Australia ini” Jawab Nico.

Keesokan harinya, hari balapan pun tiba. Suasana para pendukung tidak sabar untuk melihat aksi-aksi dari setiap pembalap. Saat balapan berlangsung Lewis mengalami masalah pada mesin mobilnya sehingga harus meninggalkan balapan. Dan ini membuat Nico memenangi balapan di Australia dan memimpin klasemen pembalap. Setelah dari Australia, Lewis kemudian memenangi empat seri f1 berikutnya di Malaysia, Bahrain, Cina, dan Spanyol. Dari empat seri ini, Lewis dan Nico sempat bertarung dengan sangat ketat di Bahrain. Mereka berdua saling menyalip dan menyusul untuk posisi pertama sampai akhir balapan. Pertarungan ini akhirnya dimenangkan oleh Lewis. Saat diwawancarai, Lewis sangat senang dengan hasil tersebut, sementara Nico merasa kecewa.

“Lewis, sebuah pertarungan yang sangat ketat antara kau dan Nico di circuit tadi, Apakah kamu merasa senang dengan kemenangan ini” Tanya seorang Jurnalis.
“Ya, Pertarungan saya tadi dengan Nico memang sangat menegangkan, itu merupakan salah satu pertarungan paling ketat saya selama saya berkarier di formula 1. Saya juga senang untuk dapat memenangi pertarungan dan balapan di circuit Sakhir ini” Jawab Lewis.
Setelah itu Jurnalis tersebut mewawancarai Nico yang merasa kecewa dengan hasil tadi.
“Nico, Kamu pasti sangat kecewa dengan hasil balapan ini? Tanya Jurnalis tersebut.
“Ya saya sangat kecewa karena saya sangat tidak suka apabila saya dikalahkan oleh Lewis dan finish di belakangnya. Artinya saya harus coba melupakan hasil ini dan untuk konsentrasi penuh ke balapan berikutnya” Jawab Nico.

Setelah itu Nico juga kalah dan harus puas berada di posisi kedua di Cina dan Spanyol tepatnya di belakang Lewis yang kembali memenangkan kedua balapan tersebut. Setelah itu tiba seri Monako yang merupakan sirkuit yang sangat sempit dan merupakan balapan Nico di rumahnya (karena walaupun ia orang Jerman, tetapi seumur hidupnya dia tinggal di Monako). Saat memasuki Kualifkasi, Nico yang sudah mencetak waktu tercepat membuat kesalahan di hairpin tikungan keenam. Rem mobilnya terkunci dan membuat dia melebar sehingga mengakibatkan bendera kuning. Lewis yang berada beberapa meter di belakang Nico harus mengagalkan lapnya karena insiden tersebut. Ini membuat Nico merasa sangat senang karena berada di Pole Position dan start terdepan. Karena sirkuit Monako yang sangat sempit ini, akan sangat sulit bagi Lewis atau pembalap lain untuk menyalip.

Keesokan harinya setelah balapan selesai, Nico kembali mendominasi dan memenangi balapan dari Lewis di posisi kedua dan Daniel di posisi ketiga. Saat diwawancarai setelah balapan, Lewis merasa kesal dengan Nico terkait aksinya di kualifikasi kemarin yang kontroversial.

“Lewis kau masih mengucak matamu, apakah kondisi matamu sudah membaik?” Tanya Jurnalis Sky Sport.
“Ya itu tidak apa-apa, memang hari ini saya sangat kecewa karena aksi Nico kemarin. Saya tidak habis pikir dia akan melakukan hal tersebut di depan saat saya sedang mencetak waktu” Jawab Lewis.
“Dengan skenario tersebut yang sedang berjalan, apakah kau masih melakukan hubungan koneksi dengan Nico dan apakah dia masih disebut dengan teman?” Tanya Jurnalis Sky Sport tersebut.
“Oh Tidak, Kami berdua hanya rekan setim dan kami hanya bekerja untuk memberikan yang terbaik bagi tim” Jawab Lewis.
Setelah seri Monako, Lewis dan Nico secara bergantian saling memenangi beberapa seri selanjutnya. Lewis memenangi balapan di seri Kanada, Inggris, dan Hungaria. Sedangkan Nico memenangi seri Austria dan Jerman. Setelah lima seri itu, F1 istirahat sejenak selama satu bulan.

Satu bulan kemudian setelah seri terakhir di Hungaria, balapan f1 pun kembali ke seri Belgia di sirkuit legendaris Spa-Francorshamps. Di seri ini, terjadi sedikit tabrakan antara Nico dan Lewis di tikungan kelima. Sayap depan Nico mengenai ban belakang Lewis sehingga menyebabkan ban belakang Lewis rusak dan hancur. Dari kejadian ini, Lewis akhirnya harus keluar dari balapan karena bannya yang rusak tadi. Karena insiden antara kedua Mercedes ini, Daniel memenangi balapan dan diikuti Nico di posisi kedua. Setelah insiden dan skenario tadi, Paddy, Toto, Niki, beserta kedua engineer Nico dan Lewis (Tony dan Peter). Mereka mengadakan meeting untuk mendiskusi mengenai insiden tadi. Para Jurnalis juga kembali mewawancarai Lewis dan Nico.

“Lewis, balapan yang sangat mengecewakan, kau terlibat insiden dengan Nico yang membuat banmu rusak dan harus keluar dari balapan, tolong berikan komentarmu” Ujar Jurnalis Sky Sport tersebut.
“Ya memang insiden ini tidak bisa saya percaya, saya tidak menyangka bahwa dia akan berbelok dan mengenai ban belakang kiri saya. Saya pun akhirnya mendapat Puncture di ban belakang kiri saya setelah mengenai sayap depannya” Jawab Lewis.

Sementara itu setelah jurnalis tersebut mewawancarai Lewis, ia kemudian menghampiri Nico yang merasa bersalah kepada tim terkait insiden tadi.
“Nico terjadi insiden antara kau dan Lewis, apa yang kau rasakan setelah balapan tadi?” Tanya Jurnalis Sky Sport tersebut.
“Tentu saja saya merasa kecewa pada hasil yang didapatkan hari ini, bagi saya dan juga bagi tim. Tadi saya mencoba untuk menyalip Lewis di tikungan keenam lalu sayap depan saya mengenai ban belakangnya. Saya benar-benar meminta maaf kepada tim atas insiden tadi dan berharap ini tidak akan terulang kembali” Jawab Nico.
“Baik terima kasih Nico” Jawab Jurnalis Sky Sport tersebut.

Setelah seri grandprix di Belgia ini, Musim F1 ini kembali berlanjut ke beberapa seri berikutnya. Di seri-seri berikutnya setelah seri Belgia kemarin, Lewis sangat mendominasi balapan dan memenangi balapan di seri Italia, Singapore, Jepang, Russia, dan Amerika Serikat. Sementara Nico hanya mampu memenangi balapan di seri Brazil. Karena pertarungan antara Lewis dan Nico yang ketat selama musim berlangsung, siapa yang menjadi juara dunia Formula 1 pada tahun itu akan ditentukan di seri terakhir tepatnya di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi.

Di seri terakhir Lewis dan Nico sama-sama merasa optimis untuk saling mengalahkan demi menjadi juara dunia. Jika Nico memenangi balapan, Lewis harus finish di bawah posisi ketujuh untuk dapat menjadi Juara dunia. Tiga hari kemudian hari balapan tiba dan atmosfer di sekitar sirkuit menjadi tegang. Atmosfer menjadi tegang karena mereka tidak sabar untuk menyaksikan pertarungan antara Lewis dan Nico menjadi Juara dunia F1. Terutama Nico yang belum sama sekali menjadi juara dunia. Sedangkan sudah pernah sekali menjadi juara dunia pada tahun 2008 saat mengalahkan Felipe Massa di Brazil.

Balapan seri terakhir di Abu Dhabi pun akhirnya dimulai. Lewis yang memulai balapan di grid terdepan, langsung melesat jauh meninggalkan Nico dan pembalap lainnya. Ia memimpin balapan sampai tidak terbendung lagi. Tiba-tiba saja pada putaran ke empat puluh satu, Nico mengalami masalah pada ERSnya. Ia pun melaju dengan sangat lambat.
“Saya kehilangan kekuatan pada mobil” ujar Nico kepada engineernya Tony Ross.
“Sepertinya terdapat masalah pada ERS yang membuat mobil kehilangan kekuatan” Jawab Tony Ross.
“Coba saya setting semua kendali di stir mobil” Ujar Nico.

Setelah itu beberapa putaran kemudian…
“Berhenti-Berhenti, terlalu banyak masalah pada mobil” Ujar Tony Ross.
“Saya masih ingin melanjutkan balapan sampai selesai” Ujar Nico.
“Kami sangat senang untuk kau melanjutkan balapan” Ujar Tony Ross kembali.
Namun terlambat sudah upaya Nico untuk mengejar Lewis. Karena Lewis berhasil mengoverlap Nico dan sukses menjadi pemenang balapan di sirkuit Yas Marina. Kemenangan ini membuat Lewis berhasil dinobatkan menjadi juara dunia.

“Wooohoooohooo, Juara dunia!!! Aku tidak mempercayai ini. Terima kasih semuanya hooo” Jawab Lewis.
“Lewis terima kasih banyak untuk tidak membuat hati warga Inggris menjadi sedih, kau memang seorang legenda yang hebat” Ujar Peter Bonnington.
Di sisi lain Nico yang kalah dari Lewis menjadi juara dunia F1 akhirnya menghampiri Lewis untuk mengucapkan selamat dan memberikan sedikit pelukan
“Good Job and Well done” Ujar Nico sambil menepuk pundak Lewis.

Setelah Lewis menjadi Juara dunia, ia merayakan keberhasilannya dengan teman-teman dekatnya. Dalam benak dan ingatan Lewis, ia mengungkap bahwa malam itu akan menjadi malam yang tak akan ia lupakan sepanjang hidup dan karir dia sebagai seorang pembalap.

Cerpen Karangan: Ramzy Zhafir Anwar
Facebook: Ramzy Zafir
Ramzy Zhafir Anwar lahir pada 27 Februari 2001 di Jakarta, Indonesia. Penulis adalah anak pertama dari pasangan Rozan Anwar dan Dian Tanya Sari Santoso. Penulis memiliki adik yang bernama Rayhana yang sedang duduk di bangku kelas 2 SD. Penulis sekarang duduk di kelas satu SMA jurusan IPS. Penulis memiliki hobi bermain PS4, Nonton Youtube, Nonton Bola maupun F1, dsb. Penulis memiliki cita-cita untuk menjadi business Entreprenuer yang sukses.

Cerpen Perseturuan yang Panas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Wasiat

Oleh:
Dimana aku, berlalu. Membawa semua.. semua? semua? “Oh my God. Lusiiii?” aku terpaksa berteriak karena tak tahan lagi mendengar ocehan Lusi. Aku yang berusaha menghafal puisi yang ku buat

The Ravens Guild (Part 1)

Oleh:
Cerita ini bukanlah sebuah imajinasi, melainkan sebuah bayangan tak berujung di suatu ruangan. Seperti sebuah mitos yang berkelana setiap kali kamu mendengarnya. Rajutan demi rajutan cerita ini tak akan

Mimpi

Oleh:
“ah, mimpi itu hanya bunganya tidur, dan gak ada di kenyataan hidup kita” Begitulah komentar Anis setelah mendengarkan cerita mimpi yang aku alami semalam tadi. Entalah, aku merasakan ada

Kubah Besi

Oleh:
Dua ribu? Sepuluh ribu? Entah berapa banyak liter yang sudah aku habiskan hanya untuk bernapas, atau hanya untuk membelai rambut jagungku saja. Waktu itu layaknya seorang penguasa Eurasia, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *