Petualangan di Hutan Impian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Petualangan
Lolos moderasi pada: 7 November 2020

Aku, Ferdy, Hana dan Abi sedang berjalan jalan di dekat rumahku. Setelah berjalan jalan lama, kita semua beristirahat di sebuah taman bunga. Kita menikmati sejuknya udara pagi. Kita bercanda tawa, bernyanyi riang, dan bemain bersama.
Hana berjalan jalan di dekat sungai dan menikmatinya. Tiba-tiba Hana memanggilku “Eh Tal sini aku menemukan sesuatu”. Aku langsung menghampirinya dan bertanya “Menemukan apa Han?”. Hana menjawab “Aku menemukan vas bunga ini di dekat sungai itu”. “Bagaimana kalau kita beri tahu teman teman,” kataku, Hana menyetujuinya.

Aku dan Hana langsung menghampiri Ferdy dan Abi yang sedang bermain gitar dan bernyanyi. “Kawan-kawan aku menemukan vas bunga ini di dekat sungai,” Ujar Hana. Abi menjawabnya “vas bunga? coba kulihat.” Hana memberikanya kepada Abi.
Abi membolak balikan vas bunga itu dan tiba-tiba terjatuh sebuah kertas. Ferdy langsung mengambilnya dan membacanya secara keras dan jelas, kita semua mendengarkanya “Peta ini berisikan tempat berlian yang sangat banyak, jika kalian ingin mengambil dan mencarinya kalian harus membuka bagian bawah vas ini,” kita semua terkejut. Aku mengatakan “Sepertinya ini petualangan yang menarik, bagaimana kalau kita mencarinya?” Hana bepikir “Hem… aku setuju”. Ferdy dan Abi juga mengatakan setuju.

Aku langsung memberi tahu mereka “Jika kalian semua setuju, sebaiknya kita sekarang menyiapkan barang-barang yang harus kita siapkan untuk petualangan,” mereka semua setuju dengan perkataanku Ferdy bertanya “Kapan kita akan berangkat?”. Hana menjawabnya “Bagaimana kalau kita berangkat besok pagi jam 05.30 dan bertemu di taman ini lagi?”. mereka semua menyetujui perkataan Hana itu. Mereka saling berpamitan dan kembali ke rumahnya masing masing untuk menyiapkan barang yang akan dibawa besok.

Jam menunjukan pukul 05.30 aku segera menuju ke taman yang telah dijanjikan. Tibanya aku disana, ternyata semuanya sudah ada. Aku segera menghampiri mereka. Ferdy berkata “Ayo segera bentuk lingkaran dan membuka bagian bawah vas bunga ini”.

Blumm!!! aku dan kawan kawan terlempar di dalam tempat yang asing, aku mengamati sekitar. Banyak pohon yang menjulang tinggi, banyak jenis tanaman, dan banyak jenis binatang. Aku segera mengambil peta, dan membaca dengan agak keras kalimat yang tertera di peta “Kalian berada di dalam hutan impian, dan apa yang kalian inginkan bisa terkabul dalam hutan ini”. Ferdy mengatakan “Aku ingin buah kelapa,” tiba-tiba tumbuhlah tumbuhan buah kelapa yang menjulang tinggi. Aku terkejut melihatnya. Abi mengatakan “Berarti semua yang kita inginkan bisa terkabul disini, Wah!!!! enak donk”. Hana menyautnya “Iya nih enak banget donk”. Aku berkata “Sudah jangan banyak mengobrol, sebaiknya kita cepat mencari berlian itu dan kembali ke dunia nyata”.

Aku berjalan ke arah yang telah ditentukan di peta itu. Cukup lama aku berjalan dan memutuskan beristirahat sejenak di dekat batu besar.
Ferdy menyandarkan badanya di dekat batu besar itu. sretttt!!! tiba tiba pintu gua yang di belakang batu besar itu terbuka dengan sendirinya. Aku kaget melihatnya. Hana berjalan memasuki gua itu, aku dan teman teman segera menyusul Hana.

Aku melihat ke kanan dan ke kiri gua itu, mengamati sekitar. aku sangat terkejut saat melihat ke depan, ternyata ada berlian, yang lebih jelasnya adalah setumpukan berlian yang banyak. Ferdy, Abi, dan Hana terkejut melihat berlian itu, mereka langsung mengambil dan memasukan ke dalam tas mereka masing-masing. Aku tidak melakukan apa yang mereka lakukan, tetapi aku tertarik hanya pada satu berlian yang berada di atas tumpukan berlian. Dan itu hanya satu, berlian itu memiliki keistimewaan yaitu memiliki sinar yang kemilau dan berbeda dengan setumpukan berlian lainnya.

Aku mengambilnya pelan pelan. Tiba-tiba tanah bergoyang, batu-batu yang ada di atas berjatuhan, berlian itu berantakan, seperti gempa telah menghantamnya. Aku mengajak teman teman untuk segera berlari keluar dari gua itu, gua itu serasa mau runtuh. Aku berlari keluar dan meninggalkan gua itu, tetapi gempa masih serasa. Aku melihat ke belakang dan ternyata ada segerombolan zombie yang telah mengejar kita. Zombie itu mengerikan sekali. Badannya besar, tubuhnya bewarna hijau, matanya melotot. Aku sangat takut dan memberi tahu teman teman bahwa kita telah dikejar oleh segerombolan zombie. Teman temanku kaget melihatnya, mereka langsung berlari sekemcang kencangnya, begitupun dengan aku.

Aku menginginkan kelereng, dan terkabulah keinginanku itu. Aku menaburkan kelereng itu di tanah. Zombie itu masih mengejarku. Blukkkkk!!!! zombie zombie itu terjatuh ketika melewati taburan kelereng, aku bahagia karena zombie sudah terkalahkan. Aku dan teman-temanku mengejek zombi zombie itu. Aku berkata “syukurinnn, akhirnya kamu semuanya tidak bisa menangkapku”. Aku dan teman temanku merasa lega, dan beristirahat sejenak.

Ternyata tumbuh masalah baru lagi yaitu bunga mawar hitam yang tumbuh ke atas, tinggi, dan bisa berbicara. Bunga itu berkata “Kembalikan berlian itu ke tempat asalnya, jika tidak kalian akan kumakan sekarang juga”. Aku takut melihatnya, bunga itu memiliki mata dan bisa berbicara. Aneh sekali batinku. Tanpa berpikir aku langsung berlari lagi sekencang kencangnya. Saat aku lari Ferdy mengambil pisau di dalam tasnya, dan memotong akar bunga itu, tetapi masalahnya, bunga itu masih tetap hidup, Hana memiliki ide membunuh bunga hitam itu dengan pupuk mematikan dan dengan cepat Hana mengatakan bahwa ia menginginkan pupuk yang mematikan tanaman apapun. Dan pupuk itupun muncul seketika, Hana segera menaburkanya ke dalam tanah, agar bunga itu mati. Ide Hana berhasil Akhirnya bunga itu mati.

Aku mengambil peta di dalam tasku. Peta itu bertuliskan kalimat “Cepat segera berikan berlian itu ke perempuan yang ada di dalam kerajaan, karna wajahnya telah disihir oleh nenek sihir yang jahat”.
Tiba tiba munculah karpet terbang yang dapat berbicara. Dia mengatakan “Naiklah ke punggungku, dan kuantarkan kalian semua ke kerajaan yang dimaksud”. Aku dan teman temanku menaikinya.

Sesampainya di depan pintu kerajaan, karpet itu mengatakan “Masuklah ada yang membutuhkan bantuan kalian di dalam sana”. Pintu itu langsung terbuka dengan sendirinya. Aku dan teman temanku memasukinya bersama. Aku melihat sekitar kerajaan itu indah sekali, cantik, berlapiskan emas yang kemilau. Ada prajurit yang berbaris rapi.

Aku melihat ada seorang wanita menghampiriku, dia berkata “Ayo kuantarkan kalian ke putri,” aku dan teman teman mengikuti wanita itu. Wanita itu mengajakku ke sebuah kamar yang penuh dengan gambar gambar indah, cantik, dan kemilau emas. wanita itu mengatakan “Kalian pasti bisa membantu putri itu”. Hana berkata “dia kenapa?”. Wanita itu menjawab “Nenek sihir telah menyihir wajah putri dengan buruk rupa, kalian bisa membantunya”. Abi menyahutnya “Caranya bagaimana?”. “caranya dengan membasuhkan air berlian. Berlian itu hanya satu di dunia, tidak ada yang bisa menyamainya, warnanya silver dan kemilaunya sangat indah diantara berlian lainya, dan kalian telah menemukanya”. “bagaimana cara kalian bisa mengambil belian itu?” wanita bertanya kepada kami semua. “Aku mengambilnya dari gua itu, dan tiba tiba terasa ada gempa di gua itu, ternyata ada segerombolan zombie yang berlari mengejar kita semua dan ada pula bunga mawar yang dapat berbicara” sahutku. “Iya memang yang menggangu kalian itu penjaga berlian itu. Mereka telah ditugaskan oleh nenek sihir untuk menjaga berlian-berlian itu, agar tidak dicuri”. Ferdy mengatakan “Berarti langsung saja kita basuhkan air berlian ini ke wajah putri agar putri cepat sembuh dari penyakitnya”.

Aku memberikan berlian yang kuambil dari gua itu ke putri. Putri itu segera membasuhkan air itu ke wajahnya. Wajahnya berubah menjadi berkilau, bersih, dan menjadi cantik. Aku langsung terkejut melihatnya. Putri itu menghampiri kita, dia berkata “Terimakasih, kalian telah menolongku dari pengaruh sihir ini”. Kita semua menjawab “Iya sama sama putri”. Putri itu mengajak kita berkenalan “Iya perkenalkan namaku Putri Bella, dan nama kalian siapa?”. Kita memperkenalkan nama kita bergantian.

Putri Bella menawarkan kepada kita “Karna kalian telah membantuku, apa yang kalian mau dariku?, aku akan mengabulkan semuanya”. Hana dan Abi menginkan berlian, sedangkan Ferdy menginginkan emas.

Aku membuka peta sejenak dan membaca kalimat yang ada di peta “Waktu kalian hanya 10 menit dari sekarang, jika kalian tidak kembali ke dunia kalian, kalian akan terjebak di sini selamanya, dan tidak akan bisa kembali”. Aku memberi tahu teman-teman tentang kalimat itu. Kita memutuskan menginginkan kembali ke dunia kita. Putri Bella menyetujuinya. Dia mengatakan sungguh berterimakasih karena kita telah menolongnya. Kami mengangguk. Putri Bella menyuruh kami tutup mata.

Blummmmm!!! kami terlempar di suatu tempat. Setelah kami membuka mata, kita berada di taman bunga yang di dekat rumahku itu. Aku kembali ke duniaku, vas bunga itu hilang dan berlian yang dibawa teman temanku juga hilang. Hampir saja aku tidak bisa kembali ke dunia ini. Aku heran kenapa bisa begini. Tapi petualangan kita kali ini adalah yang paling indah.

Kejadian itu mengajarkan kita, bahwa kita harus saling tolong menolong dan tidak mengambil barang yang bukan milik kita. Pengalaman ini sangat menyenangkan dan ada yang menyedihkan juga. Setelah kita berbicara lama, kita memutuskan untuk kembali ke rumah masing masing, dan beristirahat.

Cerpen Karangan: Talya Firsta Huda Wijaya
Blog / Facebook: Thaa Talya Fals Sejedhewe
CERPENMU.COM
SMPN 1 PURI MOJOKERTO

Cerpen Petualangan di Hutan Impian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hadiah Paling Berharga untuk Ali

Oleh:
Sabtu yang cerah. Ali tampak begitu riang. Bagaimana tidak, hari ini ia mendapat ranking pertama di sekolah. Seminggu yang lalu, Ibu telah berjanji akan mengajaknya ke toko buku dan

Jika Kembali Bersama

Oleh:
Entah kenapa bisa aku teringat ingat sesosok saudara yang mirip denganku. Namun aku tak ingat tak ingat seluk beluknya. Orangtuaku sudah berpisah, hanya aku yang tinggal bersama Ayah. Namaku

My Love Dofi

Oleh:
Pernah terbayang olehku, aku akan berakhir di penggorengan dan disantap manusia manusia yang merasa lapar. Aku tak pernah membayangkan akan berakhir di akuarium, disayang, dimanja, diberi makanan. Firli. Anak

Best Friend in Asrama

Oleh:
Hari ini Novita sedih sekali, tidak ada siapa-siapa selain bibinya. Tapi Novita ingin sekali pergi bersama Ayah, Bunda dan yang lain. Sayangnya mereka sibuk sekali. Mereka tidak pernah mengajak-nya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *