Petualangan di Negeri Pensil

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 24 January 2017

“Aaah, sulit sekali…!”, kata Agis kebingungan mencari judul yang tepat untuk tugas membuat cerita fantasi. Tugas itu harus dikumpulkan besok pada jam keempat. Jam menunjukkan pukul 8 malam, sedangkan Agis belum menuliskan apapun. Dia sudah mondar-mandir 15 menit di depan meja belajarnya dan belum mendapatkan judul yang sesuai untuk tugasnya. Setelah itu, Agis beranjak ke tempat tidurnya. Dia memandangi langit-langit kamar, dan kantuk pun menerjang. Lalu, dia menutup matanya perlahan. Lalu dia membuka matanya. Tapi ada yang aneh, dia tidak berada di kamarnya lagi.

Lalu, Agis melihat sekelilingnya. Dia tidak melihat sebuah benda pun. Dia hanya melihat sebuah tempat putih dan kosong, seperti kertas. Lalu dia berjalan mengelilingi tempat itu, dan tidak ada apa-apa. “Tempat apa ini?”, kata Agis kebingungan. Kemudian ia melihat meja belajarnya. Di meja belajarnya, hanya tergeletak sebuah pensil dan selembar kertas bertuliskan ‘Berkreasilah!’. Agis kebingungan ketika membaca kertas itu. Lalu, tanpa sengaja, Agis menjatuhkan pensil itu dan pensil itu membentuk sebuah garis. Lalu, diambillah pensil itu oleh Agis. Ia mencoba menggambar sebuah sosis. Lalu, gambar itu berubah menjadi nyata. Agis juga mencoba memakan sosis itu dan rasanya persis dengan sosis So Nice, bahkan lebih nikmat.

“Jadi, aku dapat membuat apapun dari pensil ini?”, Agis berpikir apa yang akan ia buat dengan pensil itu. Agis pun membuat sebuah rumah yang megah. Dia membuat televisi 90 inchi, tidak hanya membuat televisi, dia juga membuat acara di dalam televisi itu. Ia membuat film The Conjuring 3 di televisi itu. Lalu, Agis keluar rumahnya. Dia belum puas melihat rumah buatannya. Dia juga membuat mobil sport. Mobil itu dicat sesuai dengan warna kesukaannya, yaitu merah. Namun, Agis berpikir ada yang kurang, jalan raya dan sebuah kota. Dibuatlah sebuah kota dengan gedung gedung yang tinggi. Gedung Agis Opera, Graha Adam Agis, dan Mall Agis Town Square. Dia juga membangun terminal, stasiun, dan bandara beserta bus, kereta dan pesawatnya. Setelah itu, Agis membangun sebuah tempat ibadah yang saling berdampingan. Ia juga menambahkan sebuah taman kota dengan pohon-pohon yang rindang dan sebuah sungai yang bersih tanpa sampah satupun.

Tidak hanya itu, ia terpikir untuk membuat sebuah robot yang dapat membangun sebuah bangunan dengan arsitektur yang unik. Agis juga membuat sebuah awan yang dapan dikontrol sesuai dengan kemauannya, ketika Agis ingin hujan, dia hanya menekan remotenya. Bahkan ia juga bisa mengontrol berapa banyak hujan yang diturunkan dan dimana hujan itu akan turun. Ia juga membuat sebuah alat yang dapat mengeluarkan makanan yang dia inginkan. Setelah berhasil membuat sebuah kota, Agis mengendarai mobil sportnya. Agis mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak khawatir menabrak apapun karena mobil itu sudah dibuat anti tabrakan. Mobil itu akan kembali ke tempat semula dengan kondisi yang sama. Tidak hanya di darat, Agis juga mengendarai mobilnya di udara. Ya, Agis mendesain mobilnya memiliki sayap bangau agar dapat terbang.

Dia menyalakan mode pilot otomatis dan tinggal duduk bersantai melihat kota ciptaannya. Lalu, timbullah masalah. Agis melupakan satu hal sepele namun penting, Ya, Bensin. Agis lupa mengisi mobilnya dengan bensin. Agis pun panik, dia mematikan mode pilot otomatis dan mengambil alih kemudi. Namun sudah terlambat, mesin mobil itu mati. Mobil itu jatuh dari ketinggian 5000 kaki. Mode anti tabrakan juga tidak dapat digunakan karena semua mesin mobil mati. Tidak sampai lima detik, Agis dan mobilnya pun jatuh di tanah.

Tiba-tiba, Agis berada di depan meja belajarnya dengan posisi tangan kanan memegang sebuah pensil dan tangan kiri memegang buku tugas Bahasa Indonesia ‘Apa yang terjadi?’, Tanya Agis dalam hati. Kemudian, Agis kembali berbaring di tempat tidurnya. Tak sengaja matanya melihat ke arah jam di atas meja belajarnya. “Aduh, lupa!”, Agis belum mengerjakan tugasnya. Sedangkan jam menunjukkan pukul sembilan malam. Dia masih kebingungan cerita apa yang akan ditulisnya.

Akhirnya, Agis mempunyai sebuah ide. “Gimana kalau aku membuat cerita fantasi dari mimpiku tadi?” Agis bergegas pergi ke kamar ayahnya. Diambillah sebuah laptop Toshiba milik ayahnya. Dinyalakanlah laptop itu dan dibukalah Microsoft Office Word. Ditulislah judul cerita Agis ‘Berpetualang Di Negeri Pensil’. Lalu ia tuliskan isi cerita itu persis berdasarkan petualangannya. Agis tidak kesulitan lagi dalam mengerjakan tugasnya itu. Setelah selesai, Agis melaksanakan Sholat Isya’ dan tidur.

Keesokan harinya, Agis menceritakan tentang pengalamannya. Tidak ada yang percaya dengan ceritanya. Saat jam istirahat pertama, Agis pergi untuk mencetak tugasnya. Saat pelajaran pertama, Agis membacakan hasil karyanya di depan kelas. Karya Agis mendapat nilai yang bagus. Tapi Agis masih bingung, apa yang terjadi padanya tadi malam?

Cerpen Karangan: Nurcholis Madjid Gymnastiar
Facebook: https://www.facebook.com/djidmadjid
Nama: Nurcholis Madjid Gymnastiar
TTL: Probolinggo, 1 Sept 2003
Sekolah: SMPN 1 Kraksaan, Prob
Alamat: Sumberlele, Kraksaan, Probolinggo
Facebook: Nmg.Nurcholis Madjid Gymnastiar Rf-pb
Instagram: @mdjdrfpb
Blog: akuweskesel.blogspot.co.id dan hnurcholismadjidgymnastiar.blogspot.co.id

Cerpen Petualangan di Negeri Pensil merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lester’s Life

Oleh:
Pada zaman dahulu kala, ada sepasang sandal yang ditaruh di depan rumah. Namun saat hujan deras menerjang, salah satu sandal itu terbawa arus air hujan. Mereka terpisah jauh. Terpisah

Trio Merpati

Oleh:
Sekolah ini sudah kaya neraka. Gimana tidak, pemalakan, pemaksaan, pertengkaran, tawuran dan sejenisnya sudah menjadi tren disini. Yah, tapi bukan berarti tidak ada “perlawanan”. Ya, aku salah satu anggota

Kehilangan

Oleh:
Tet, tet, tet. Bel sekolah berbunyi pertanda pelajaran akan dimulai. Tak lama kemudian Ibu guru masuk ke kelas. “selamat pagi anak-anak!” sapa Ibu guru berparas cantik itu. “selamat pagi

Rahasia Toca

Oleh:
‘1… 2…” Tesya tiba-tiba berhenti menghitung jumlah gambar domba yang tertempel di dinding kamarnya. Dia selalu melakukan hal ini sebelum tidur. Namun sepertinya malam ini tidak seperti biasanya. “apa

Verdriet

Oleh:
Sejak dua jam yang lalu aku bersantai di halaman belakang rumaku, angin malam berhembus, mendinginkan otakku, memang enak sih bersantai sambil mendengarkan lagunya Shaggy dog – Bersamamu. Beberapa menit

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *