Petualangan di Shiltz (Part 2) Party Terhebat dan Penyihir Api

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Petualangan, Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 12 June 2017

“Tambah lagi!!” Teriak salah satu pengunjung bar. Keadaan sangat ramai didalam Bar Elim ini, kami bahkan hampir tidak mendapat tempat duduk. Kursi yang terbuat dari kayu serta meja yang dipahat oleh seorang Craftman Handal (Tukang tempa) membuat tempat ini kelihatan kuno namun tetap bagus. Tirai tirai bergambar lambang setiap guild terpampang di sana. Ya memang benar Bar Elim memang merupakan tempat berkumpulnya para anggota guild. Guild guild di sini hanyalah guild guild terkuat, namun tak jarang juga beberapa guild kecil juga di sini walaupun bendera mereka tidak terpampang.

“Kalian mau pesan apa?” Tanya shun lembut
“Aku Ikan bakar dan V*dka!!” Ucap Zeon si barbarian brisik
“Aku susu dan salad saja…” kataku, aku memang tidak terlalu suka daging, namun bukan berarti aku membenci daging
“Heee… hanya salad daun dan susu?? Memang kau ini anak kecil Clen…” Ledek Barbarian itu
“Aku itu menjaga supaya badanku tidak sekecil kau tau, dan tidak segendut Shun” Ledekku kepada kedua orang itu
“Apa kau bilang!?!” Mereka mulai meneriakiku. Kami pun tertawa kecil, bagaimana bisa kami bertengkar hanya karena menu makanan. Akhirnya kami memesan kepada bartendernya
“Jack… 2 V*dka dan 1 susu yaa… lalu 1 ikan bakar, 1 salad, dan 1 daging panggang ya..” Kata Shun yang sepertinya sudah mengenal Bartender bernama Jack itu.
“Siap Shun… sekarang duduklah, tempat di sebelah sana sudah kosong tuh..” Kata Jack sambil menunjukan tangannya ke meja yang kosong itu.

Aku mendengarkan percakapan bodoh Shun dan Zeon, sebagai sesama orang berisik mereka sangatlah cocok jika ngobrol. Zeon berasal dari kota Lime, sedangkan Shun dari kota madelin. Sepertinya mereka memiliki nasib yang sama denganku, mereka kehilangan orangtua mereka ketika para bale menyerang kota mereka ketika segel dari para Elim Melemah. Namun yang berbeda adalah mereka masih memiliki beberapa sanak saudara di beberapa kota. Sedangkan aku, semua saudaraku terbunuh oleh Para Wolfman di Hutan kematian.

“Ngomong ngomong Zeon.. Apa tujuanmu datang ke kota Elim ini?” Tanyaku penasaran
“emh… hmmm…. Entahlah.. Ahahahaha” Jawabnya bercanda
“Heii aku itu serius…!!” Bentakku kepada Zeon
“Iyah.. sebenarnya aku kemari untuk bertemu Tuan duran salah satu dari 4 Pahlawan. Aku ingin dia mengajariku cara berlatih pedang, namun sayang sepertinya Tuan Duran tidak ada di Kota ini” Ucapnya dengan nada sedikit kecewa
“Oh… Katanya kau barbarian terkuat kenapa harus minta diajari…” Ledekku kepada Zeon
“Tentu saja Aku terkuat, namun Tuan Duran kan lebih berpengalaman dariku. Aku ingin Membalaskan dendamku kepada para bale yang sudah membunuh ayahku” Kata Zeon
“Hei Hei… Ngomong ngomong bagaimana kalau kita melakukan Quest? Nanti hasilnya kita bagi 3 supaya adil” kata Shun yang membuyarkan percakapan yang serius tadi
“Ah kau ini, apa hanya uang yang ada di Pikiranmu sih…” ucapku kesal
“O iya.. aku tadi juga ditawari oleh seseorang untuk mengambil Misi ini” Zeon mengulurkan tangannya dan menunjukan Selembaran bergambar tengkorak dengan keterangan supaya para pejuang mengalahkan salah satu Spiky (Monster berbentuk manusia setengah kuda) dan mengambil Kristal di dalam Perutnya.
“Bagaimana.. Mau mengambil Quest ini? Hadiahnya Lumayan juga.. 500.000 cegel” (Mata uang di Shiltz), kata Zeon yang terlihat tidak sabar.
“Aku sih mau saja, bagaimana dengan Clen? Apa kau mau Clen?” Tanya Shun sedikit memaksa
“Yah… sebenarnya aku juga sedang menganggur jadi lebih baik kita ambil saja misi itu” kataku dengan nada sedikit malas.

Kami berpencar untuk membeli perlengkapan dan obat obatan, serta bekal makanan untuk perjalanan. Letak Spiky itu tidak begitu Jauh dari kota Elim. Letaknya berada di sebelah selatan kota Elim yaitu di Dataran Merah Timur. Tempat itu dikenal sebagai bukit merah berdarah, karena tak banyak yang bisa selamat dari monster monster di sana. Setelah Siap kami berkumpul di Air mancur kota.
“Bagaimana? Sudah siap? Kalau begitu ayo berangkat!!” Teriak Zeon sambil berlari meninggalkan kami. Aku menggunakan Wind rush supaya lariku sedikit lebih cepat. Shun menaiki sebuah guardian (Tunggangan) yang baru saja ia beli. Aku tidak tau ternyata Shun Memiliki Peliharaan Seekor Phoenix. Burung Berwarna merah itu akan berubah ukuran jika pemiliknya menggunakan cincin guardian.
“Shunn! Curang… Kalau naik phoeix aku juga akan naik…!!” Aku melompat sekuat tenaga dan sampailah di punggung phoenix tadi. Meskipun tergolong Burung namun sebenarnya Guardian itu tidak bisa terbang tinggi. Kami mulai meledek Zeon yang berlari semakin tertinggal dari kami.
“Kalian Curang!!… Aceleration!!” Kecepatan Zeon semakin meningkat sehingga bisa mengejar kami dan ikut menunggang Guardian Shun.
“Ayoo Berangkat!!” Teriak Zeon dengan semangat yang lagi lagi itu memekakan telingaku

Kami Sudah cukup jauh meninggalkan kota Elim, dan mulai terlihat hamparan gurun pasir dan barang barang yang tergeletak sisa pertarungan melawan para Bale.
“Kita sudah sampai, ayo turun…” Kata Shun
“Sebenarnya aku penasaran, Bagaimana kau bisa punya Pet?” tanyaku
“Phoenix ini adalah pemberian ibuku, sekaligus peninggalannya” kata Shun dengan nada sedikit sedih, iini pertama kalinya aku melihat Shun menunjukan ekspresi sedihnya kepadaku.
“Oh… Maaf ya Shun” Kataku
“Sebaiknya kita hentikan dulu percakapan ini dan lihat siapa yang datang” Kata Zeon tanpa panik sedikitpun melihat Sekumpulan Shewrd Turtle datang ke arah kami. Jumlah mereka ada 6 Ekor sehingga kami harus berhadapan 2:1 Melawan mereka.
“Mereka datang… Siapp!! Berpencar!!!” Teriakku memberikan komando. Kami berpencar, aku tetap di tengah sedangkan Zeon Ke kiri dan Shun ke kanan. Kami mulai mengeluarkan senjata, Shun mulai melemparkan Pisau pisaunya ke arah turtle itu, Begitu juga dengan Zeon yang Menebas Kura kura itu.
“All In!!” Sebuah Kartu Raksasa Muncul Dari Atas dan menghantam kura kura itu.
“Torpedo Slash!!!” Zeon dan Shun Mengeluarkan skill terkuat mereka. Aku hanya menghindari tembakan laser dari para Kura kura ini. menunggu sampai timing yang pas sehingga aku tidak perlu membuang terlalu banyak Energi. Ketika para kura kura itu lengah aku mulai menyerang. Aku gunakan serangan yang sering digunakan ayahku.
“Combo master 12! 1000 Aura pengusir iblis!!” 12x tebasan aku kerahkan kepada Kura kura itu, kedua kura kura itu mati karena 12 comboku.
Zeon dan Shun belum menyelesaikan pertempurannya tapi setelah melihatku mereka seperti mulai terburu buru.
“Charge!! Deathly Slash!!” Tebasan Super kuat yang meretakkan tanah mulai dilancarkan oleh Zeon.
“Bluff!!” Shun meningkatkan serangannya “Black!!! Jack!!!” Serangan kartu super besar yang keluar dari lucky dagger milik Shun menghantam kura kura itu. Semua kura kura yang menyerang telah mati. Namun rintangan terbesar telah tiba. Spiky sudah mulai muncul.

“Shun gunakan pisaumu untuk menarik perhatiannnya, Zeon Bersiap siaplah menggunakan Torpedo Slash.. Kita akan mengalahkan Spiky dengan 1x serangan!!” Kataku
“Charge!! HotBlood!!” Zeon Meningkatkan Serangan dan kecepatannya
“Party Bless, Party Protection, Party Devine Force, Party Windrush!!” Aku menggunakan support magic kepada mereka, sehingga kami bisa menyerang dengan kekuatan penuh
“Zeon!! Shun!! Kalian siap!!?”
“Yaaa!!” Teriak Shun dan Zeon
“Baiklah Ayo kita hajar!!” Teriakku
“TORPEDO!!! SLASH!!!” “BLACK!!!! JACK!!!”
“JUDGEMENT!!!”
Kombinasi 3 serangan terkuat kami berhasil melumpuhkan Spiky itu. Kami pun kembali ke Elim dengan membawa Crystal.

“Kalian adalah party tercepat yang membawakan crystal ini… Terimakasih, Kalian adalah Party terhebat” Puji Si pemberi Quest kepada kami. Kami pun menerima hadiah Questnya.

Beberapa Hari setelah Kami menjalankan misi tiba tiba saja para petualang dikumpulkan di Area Lapangan Secara mendadak. Kami tidak tau apa yang terjadi, tapi kami bertiga segera mendatangi seruan itu. Sesampainya di Lapangan kota Elim, Raja Arus dengan pakaian armor Emas serta jubah merah dan pedang platinumnya berdiri di atas air terjun Elim.
“Wahai rakyatku dan para petualang… Kekacauan kembali terjadi di negeri Shiltz ini. Kami baru saja mendapat kabar bahwa Kota Lime yang damai telah diserang oleh Para Bale” Ucapnya
“Apa… Lime diserang bale? Ahh Paling Bale lv kecil… Tapi apa mungkin Bale kecil menimbulkan kepanikan?” Ucap para petualang yang mulai bingung
“Maka Dari Itu… Para kesatria dari Kota Elim akan menolong Kota Lime dan membentuk sebuah pasukan pengusir Bale. Karena Bale yang menyerang Kota Lime adalah Bale bale yang lepas dari Istana terkutuk yaitu Ice Castle” Lanjut raja Arus
“ICE CASTLE???” Teriak Zeon, seolah tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan kampungnya.
“Kita akan berangkat Lusa nanti. Barang siapa yang ingin Berkumpul silahkan segera mendaftar kepada Kesatria Leoner, kita akan berangkat besama” Kata Raja Arus

Pengumuman tadi membuat Zeon menjadi panik, dia Khawatir karena Bale Bale yang menyerang adalah Bale Tipe A. Selama ini Para Bale dibedakan Menjadi Tipe D, C, B, A dan kelas terkuat yaitu S. Penyerangan Tipe A di kota Lime merupakan hal yang hampir mustahil karena kota Lime hanya dikelilingi oleh daerah yang mempunyai monster kelas D dan C, sehingga hampir mustahil kota Lime diserang oleh Bale kelas A kecuali jika Bale tersebut dari Ice Castle, Duengon yang cukup ditakuti di jajaran Benua Shiltz ini. Zeon meminta kepada kami untuk menemaninya ke Lime dan menyelamatkan kampungnya. Paling tidak meskipun orangtuanya sudah tiada dia bisa menyelamatkan orang orang terdekatnya.

Kami segera berangkat pada sore itu juga. Matahari Shiltz saat itu sangat merah dan terbenam di barat serta Bulan yang muncul dengan terang dari sisi lain membuat keadaan semakin menakutkan karena malam segera tiba.
“Ayo kita pergi… sekarang!” Bujuk Zeon
“Zeon… tenangkan dulu pikiranmu! Kau harus persiapan! Lawan kita nanti adalah Bale Kelas A! Bale setingkat Wolfman tau!” kataku, aku terus mencoba menenangkannya tapi sepertinya usahaku itu seperti sia sia.
“Sekarang kita belanja peralatan dulu, lalu kita akan berangkat dengan guardian Phoenix ku, sehingga bisa menghemat waktu.” Ucap Shun, seraya menarik tangan zeon menuju toko peralatan.

Setelah berbelanja peralatan kami segera menaiki Phoenix milik Shun, namun sayang, gerbang utara kota Elim Sudah ditutup karena takut monster dari Lime akan menyerang Elim mengingat jarak kota Lime dengan Elim yang tidak terlalu jauh. Kami memutuskan untuk mencari jalan memutar melalui hulu glasis dan menyebrang ke wilayah kuil adel baru bisa sampai ke lembah travia.
“Ayo percepat lagi jalannya Shun! Kita harus segera menyelamatkan Lime!” Ucap Zeon tidak sabar
“Tenang lah Zeon… Kita pasti tepat waktu, para warrior desa Lime tidak selemah itu kan!” ucap shun
“shun benar Zeon, masih banyak warrior di Desa Lime yang bisa bertarung melawan Monster kelas A ” Sambung ku

Sesampainya di Kuil adel kami berhenti sejenak. Kami melihat Segerombol Ice clover yang sudah mencapai pintu masuk bagian timur kuil Adel. Ice clover adalah Bale kelas A yang memiliki Racun yang cukup kuat di gadanya, satu satunya yang berbahaya dari Ice Clover adalah Racunnya. Kami tidak menyangka Ice Clover akan secepat itu sampai ke kuil adel, namun karena kekuatan suci dari para Elim yang menjaga Adel, para Ice Clover tidak bisa menembus gerbang timur kuil. Kami pun segera menuju grombolan Ice Clover itu. Beberapa Gypsi yang merupakan penjaga Kuil Adel mencoba membuat perisai supaya Ice Clover tidak bisa menuju Kuil.

“Black Jack!! All In!!” Serangan Serangan dari Shun mengenai para Ice Clover itu, namun kekuatan Ice Clover Sepertinya sedikit lebih kuat jika dibandingkan dengan Spiky di Dataran Merah waktu itu.
“Cih seranganku gagal ya…” ucap Shun kesal
“Para Gypsi, mohon kalian untuk menuju Kuil dan lindungi kuil saja, kami akan mengusir mereka sekuat tenaga” kataku kepada para Gypsi yang bukan Merupakan Priest maupun Prophet itu.
“Tornado!! Slash!!” Serangan Zeon Sangat berefek, karena memang serangan fisik seperti barbarian sangat efektif untuk bertarung dengan para Ice Clover namun tidak bisa untuk melawan Ice Heart yang Tipe Sihir.
“Shun… Ice Clover akan sulit kau lawan sebaiknya kau duluan saja ke Lime, kami akan segera menyusul” ucapku, meskipun seorang Prophet menggunakan sihir cahaya namun serangan combo kami bisa melukai lawan juga dan merupakan serangan tipe fisik juga.
Namun Shun Menolak tawaran kami dan memilih menunggu sambil terus menyerang Ice Clover yang mulai berkurang jumlahnya.

“Phew… Selesai juga, ayo kita ke Lime” Ajak Shun
Kami segera menaiki Guardian dan menuju kota Lime. Disana kota lime diselimuti oleh kristal Es akibat para Bale kali ini berelemen Es. Hampir semua kota lime diselimuti Es yang membeku, kami tidak melihat ada manusia, namun banyak Bale yang merusak pemandangan kami.
“Atas kekuatan Mahkulth yang melemparkan bola cahaya!! Akan aku turunkan sihir Merah membara!! Giga Flame” tiba tiba suara misterius terdengar oleh kami. Dan dengan tiba tiba saja sebuah Bola api dari atas langit langsung menyambar kota Lime dan melelehkan Es tadi. Namun para Bale tadi masih hidup dan hanya Es di Lime yang mencair. Tetapi muncul lagi suara yang entah darimana dan muncullah semburan api yang menghabisi setiap Bale yang mengepung kota Lime.
“Demi kelima Pilar suci dan kekejaman Raja Iblis Jikael!! Terbuka lah Gerbang neraka!! Inferno!!!” Sontak semburan api muncul tepat dari bawah para bale yang berdiri. Lalu kami segera mendekat menuju pusat kota lime, dan di sana kami melihat seseorang dengan topi penyihir berwarna merah dan bercorak seperti awan, sepertinya itu merupakan Suit of Magician yang digunakan oleh para Burner dan pakaian ala ala penyihir dengan warna dan corak yang sama. Serta Tongkat sihir yang merupakan tongkat api terkuat yang pernah ada. Jikael’s Staff, senjata terlangka bagi para burner, serta sebuah nama di tongkat itu yang menunjukan pemilik tongkat itu yaitu “Lufa”

“Siapa kau?? Kau telah menghancurkan para bale itu dengan 1x serang!!” Tanya Zeon
“Aku adalah Lufa si burner dari Barat, orang orang memanggilku Si mata Api!” katanya.
“Si mata api?? Aku pernah mendengar rumor itu… namun aku tak menyangka bahwa rumor itu benar benar nyata…” kata Shun
“Si mata api… katanya dia adalah seorang penyihir yang kekuatannya setingkat dengan 4 pahlawan dan dia juga sempat membantu 4 pahlawan ketika menyegel kelima pilar suci. Dia seharusnya mendapat gelar pahlawan itu, namun… kenapa kau menghilang ketika akan dilantik menjadi pahlawan?” tanya Zeon
“itu kulakukan supaya aku bisa bebas menjaga ke 5 pilar itu supaya tidak hancur, karena jika aku menjadi pahlawan yang ke 5 maka akan sulit karena banyak orang yang akan mengincarku dan melawanku untuk sekedar gelar pahlawan” Jelasnya
“lalu bagaimana dengan warga desa? Apa mereka selamat? Apa nenekku selamat??” tanya Zeon panik
“Tenanglah barbarian, mereka semua selamat. Aku sudah mengungsikan mereka ke Dinding Luar Lime, paling tidak hanya Bale kelas C dan D yang ada di sana akan lebih aman dibanding di sini. ” Jelasnya
“satu pertanyaan lagi untukmu Nona Lufa… Apakah kau mengetahui keberadaan Lucifer saat ini?” Tanyaku, suasana tiba tiba menjadi sangat sunyi lebih sunyi dibanding tadi.
“Aku tidak bisa menjawab, karena aku takut kalian akan menuju ke tempatnya. Aku tidak ingin ada manusia yang jelas tak mungkin bisa mengalahkannya mencoba untuk terus berjuang menghadapinya” kata Lufa sedikit memperingatkan
“Baiklah kalau begitu… jika kau tidak ingin memberi tau… maukah kau menemani kami dan membuat kami menjadi lebih kuat, sehingga kami bisa menghadapi Lucifer?” tanyaku
“Tunggu, tarik ucapanku. Aku akan menemanimu menuju Lucifer” Ungkapnya

Cerpen Karangan: Mr. I

Cerpen Petualangan di Shiltz (Part 2) Party Terhebat dan Penyihir Api merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Monic

Oleh:
“Monic, kau diadopsi!” teriak Rara dari ambang pintu. Kata-kata itu seperti menyihirku. “Jangan diam! Cepat temui orangtua barumu!” kata Rara riang. Aku mengangguk. Aku berlari menemui orangtua baruku di

Revenge War

Oleh:
Di suatu tempat yang bernama Fantasy World terdapat 4 negara militer yang terkenal yaitu Saints balltras, Excell, Epick, dan Major diamond, di dekat negara excell dan epick terdapat satu

Flamela

Oleh:
“Bagaimana perasaanmu padaku?” tanyaku pada orang itu. “Perasaanku akan tetap sama baik itu dulu, sekarang ataupun nanti” jawabnya tegas. “Benarkah?” pertanyaanku hanya di jawab anggukan olehnya. Cukup lega setelah

Wujud Asli Sang Perantau Tampan

Oleh:
Suatu pagi nan indah di sebuah desa yang terletak tidak jauh dari kaki Gunung Susa, hiduplah seorang pemuda rantauan dari sebuah kota besar yang padat, Jakarta. Seluruh masyarakat desa

Bertahan Untuk Hidup

Oleh:
Klamono, Irian Barat. 17 Mei 1962. “Muis, berapa orang yang sudah berkumpul di sini?” “Dihitung dengan anda dan saya, semuanya 15 orang, Komandan!” “Keparat!!!” Letnan Manuhua membanting ranselnya ke

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *