Petualangan di Shiltz (Part 3) Blue Eye Dungeon

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Petualangan, Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 12 June 2017

“Markas Lucifer adalah tempat paling berbahaya dari semua tempat yang ada di Shiltz ini” ucap Lufa dengan nada mengancam.
“Maksudmu paling berbahaya?” Tanya Shun
“Tempat itu adalah tempat penuh Monster kelas atas dan perangkap perangkap yang kalau salah langkah kita bisa mati di dalam tempat itu” kata Lufa “Tempat itu adalah Blue Eye Dungeon” Sambungnya
“Hmh… Goa tersembunyi yang tidak diketahui keberadaannya yang konon katanya berisi oleh monster monster tipe kelas S” jelas Zeon
“Bukan hanya itu saja Zeon, Aku hanya pernah sekali masuk ke Blue Eye. Namun dari pengalamanku dan keempat pahlawan, kami hanya bisa masuk ke Lantai pertama.” Kata Lufa
“Memang ada berapa Lantai di sana Lufa?” Tanyaku
“Ada 3 Lantai sebelum Gerbang utama, Lantai pertama adalah Lantai Kutukan. Lantai itu adalah Lantai yang penuh dengan monster monster tipe S class dan Perangkap perangkap yang tak terhitung jumlahnya. Lantai kedua adalah Lantai Kematian di sana kita akan berhadapan dengan salah satu monster penjaga Lucifer yaitu Unstable OHM” Ungkap Lufa
“Salah satu Boss Bale yang tidak bisa dikembalikan ke dimensi Bale” ucap Zeon
“Bukan itu saja, Unstable OHM adalah salah satu monster berkelas SS, tingkatannya sangat berbeda dengan monster kelas S biasa. Setelah berhadapan dengan OHM kita akan menuju Lantai ke tiga yaitu Lantai Dunia Bawah Tanah. Lantai Penuh kesengsaraan dan dipenuhi oleh telur telur monster kelas S yang jika disentuh akan pecah dan melahirkan monster kelas S. Di lantai itu dijaga salah satu monster yang berkelas SS namun dia tidak bisa disandingkan dengan Unstable OHM. Tarantaros adalah monster yang tidak bisa kita duga, konon katanya dia memiliki Keabadian. Baru setelah menghadapinya kita bisa menuju Lucifer.” Jelas Lufa
“Baiklah kalau begitu mari kita segera menuju tempat itu” Ucapku penuh semangat

Kami mengeluarkan guardian kami yaitu Dragon dan Phoenix. Kecepatan Luar biasa dari para guardian yang tidak sabar juga sepertinya untuk menghadapi Lucifer. Aku memang sedikit takut setelah mendengar nama OHM dan Tarantaros, tapi keyakinanku sudah bulat aku harus menghancurkan Lucifer dan mengembalikan kedamaian di dunia ini.

Setelah itu kami sudah sampai di depan gerbang Blue Eye Dungeon, kami mempersiapkan semua terlebih dahulu dan membuat strategi untuk menghadapi monster monster bertipe S Class. Lufa berencana untuk memancing monster dengan serangan areanya lalu Aku, Zeon, dan Shun akan menerobos menuju lantai ke 2, serta Lufa akan menggunakan sihir staff bosternya supaya bisa berpindah tempat dengan cepat.
“Oke… siap?? Majuu!!!” Teriakku

“Demi Mahkult sang pencipta dan 7 roh suci Elim, kekuatan tak terbatas dari ratu api Hanaiel akan kuhukum kau dengan sihir yang tak terkalahkan ini!!! METEOR FLAME!!!” puluhan bola bola meteor muncul entah dari mana dan menghantam monster monster S Class yang menghadang jalan kami.
“Dragon, Phoenix Semburkan Api! Zeon ayo kit hajar mereka! Shun, lakukan sesuai rencana!” ucapku sambil mengayunkan mantra Cleansing yang bisa membuat para Bale tidak bisa melihat.
“Death Slash!! Torpedo Slash!!” Serangan Zeon membuat monster di sisi kiri terpental
“All In!! Black Jack!!” Di sisi kanan serangan Shun membuat para monster terpental juga
Namun sesuai dengan gelarnya, mereka adalah Bale tipe S class, tidak mudah membuat mereka terluka, Lufa langsung menggunakan Staff bosternya dan berteleportasi menuju pintu ke Lantai 2.
“Semuanya cepat kemari!!” Teriak Lufa
“Cleansingku tidak cukup terang untuk membutakan mereka, sial! Para bale ini tidak mau berhenti mengejar!” ucapku
“Demi kelima Pilar suci dan kekejaman Raja Iblis Jikael!! Terbuka lah Gerbang neraka!! Inferno!!!” semburan api dari bawah tanah menghalang para monster untuk mengejar kami dan akhirnya kami berhasil masuk ke Lantai 2, Dunia Kematian.

Tibalah kami di Dunia Kematian Unstable OHM, ini adalah tempat yang ditempuh keempat pahlawan. Dan mereka hanya bisa berhenti sampai di sini. Kami tidak bisa membayangkan kekuatan seperti apa yang dimiliki Unstable OHM. Akhirnya kami pun menelusuri Lantai ke 2 ini. Namun satu persatu mulai terpisah. Aku terpisah dari rombonganku secara tiba tiba.
“Kalian dimana?!?! Lufa! Shun! Zeon!” Teriakku
“Apakah itu Clen?” Teriak seseorang, sepertinya orang itu adalah Lufa
“Apa yang terjadi di mana kalian?” teriakan itu seperti teriakan Zeon
“Aku juga tidak tau apa yang terjadi!?!” Itu seperti Shun yang sedang kebingungan
Lalu tiba tiba muncul suara yang cukup mengerikan terdengar
“Selamat datang di Dunia Kematian, Saat ini kalian berada di lokasi yang sama di tempat berdiri yang sama namun saat ini, keberadaan ruang dan waktu sudah aku goyahkan! Selamat bersenang senang di dunia kematian” Ucap suara misterius itu, aku curiga kalau suara itu adalah suara unstable OHM

Lalu terkejutlah diriku yang kehadiran seekor tamu tak diundang. Diana si ratu ulah datang menghampiriku. Di sisi lain Zeon berhadapan dengan Soul Collector, Lufa bertemu dengan Gnome, dan Shun bertemu dengan Knight of Darkness. Mereka adalah para Boss Bale Tipe S Class. Dengan kata lain mereka adalah para pemimpin monster kelas S class di benua Shiltz ini.
“Wah beruntung sekali yah… aku selama ini mencari keberadaan para boss bale yang mengincar pilar Suci, jika mereka ada di sini itu artinya aku bisa menghabisi kalian sekaligus!! Mega Fire!!” Teriak Lufa sambil mengayunkan Jikael Staffnya.
“Gwaaaa!!!!” Gnome memang boss bale yang tidak bisa bicara namun dia sangat berbahaya
“Woah… Solar beam ya… jurus yang mengerikan Gnome! Mana Shield!!” Perisai besar langsung melindunginya dari serangan gnoome.

Di sisi lain pertarungan Zeon dan Shun sedikit mengalami kendala
“cih.. Mahkluk ini bertipe Fisik… Pengguna sihir kartu sepertiku akan sulit untuk melawannya.” Ucap Shun
“Tentu saja gadis kecil, Kedua pedangku akan segera menghabisimu sehingga kau tidak perlu repot repot untuk menghajarku” Ungkap Knight of Darkness (KOD)
“Black Jack!! All In!!” Shun mengeluarkan sihir kartunya untuk melukai KoD namun tetap gagal
“Shun!! Jangan hanya skill Trickster yang kau gunakan!! Gunakan Juga Skill Clown yang bisa menggunakan serangan fisik!” Teriakku yang mencoba bersiap untuk menghadapi Diana
“ah.. kau benar Clen!! Hmh!! Aku tidak akan kalah darimu KoD jelek!!” ucap shun
“Pedang Penghunus jiwa dan pedang penghancur raga sudah diaktifkan. Saatnya menebas kucing kecil!!” teriak KoD
“Double Crush Impact!!! Gyahahaha” KoD menebas Shun dengan kekuatan hebat, tapi Phoenix melindungi Shun dengan tubuhnya
“Phoenix!!!! Apa yang kau lakukan terhadap Phoenix!!! Sialan Kau KOD!!!!” Teriak Shun marah
“Power Throw, Slot Machine, Mastery of Throwing… berkumpulah kekuatan kartu legendaris!” Shun mengumpulkan kekuatan untuk diberikan ke dalam kartu
“Special Power of Clown!! Dual Jumping Card!!” Shun melempar Kartu terkuatnya tadi dan langsung menambahkan serangan dengan kartu kartu yang lain
“Argh!!! Apa apaan kau ini!! Aku tidak mungkin…. ka…lah…” KoD pun hancur dihabisi oleh shun
Perubahan langsung terjadi, pergerakan ruang dan dimensi sudah terhubung kembali. Shun dan phoenix yang terluka sekarang berada di dimensi Zeon.

“Shun!! Phoenix!!” Teriak Zeon
“Zeon cepat habisi mahkluk itu! Hanya dengan mengalahkan merekalah kita bisa kembali ke dimensi awal tadi!” Ucap shun dengan tidak tenang
“Aku mengerti shun!! Tapi si pencuri jiwa ini menjijikkan sekali! Dia berulang kali menyerangku dengan roh roh peliharaannya!” ucap Zeon
“Aku akan membantumu tapi aku saat ini harus melakukan Pengobatan terhadap diriku dan phoenix, untung aku membawa beberapa Potion tadi” ucap Shun sedikit lega

Sesuatu tak terduga pun muncul.
“Sudah selesai reuninya? Baiklah saatnya kalian istirahat bersama di dalam duniaku!!” Soul Collector (SC) mengurung Zeon dan Shun ke dalam dunia kegelapan.
“Sial…. Akan kutebas kau SC!! Deathly Slash!!!” Serangan zeon mengenai roh roh milik SC namun itu seperti percuma saja
“Cih… lawan tipe sihir seperti ini sedikit menyulitkan untukku! Shun segera pulihkan energimu aku sedikit kesulitan melawan tipe sihir seperti ini” kata Zeon
“ah… aku tau… Burung api itu tengah sekarat kan…. lebih baik aku mengambil jiwanya untuk bermain main…” ucap SC
“Jangan!!! Jangan kau lakukan hal itu kumohon! Dia sudah kesakitan!” teriak Shun
“Ups… sayang sekali jiwanya sudah kucuri!! Baiklah… Ayo maju Phoenix!!” Teriak SC
“Sial kau!! Kau terpaksa membuatku harus mengeluarkan kekuatan terlarang itu!” kata Zeon
“Hot Blood…” Tiba tiba saja suasana menjadi panas
“apa ini… dunia kegelapanku lenyap?” ungkap Soul Collector bingung karena tiba tiba cahaya menyelimuti tubuh Zeon dan membuat kulitnya seperti mengelupas
“Teknik rahasia Greatsword! Iblis dari pedang Tribing!! Blazzing Hurriance!!” Angin besar lalu menerpa tubuh Soul Collector
“Combo Iblis Pedang Tribing ke 21! Tarian kematian..” Zeon seketika berubah menjadi manusia setengah iblis, jiwa phoenix yang berhenti dikendalikan akhirnya masuk kembali ke dalam tubuh phoenix yang masih sekarat

“Zeon!! Zeon!! Apa kau baik baik saja?!” Teriak Shun yang panik
Zeon terkapar tak sadarkan diri namun dia berhasil menghancurkan Soul Collector dan menggerakkan aliran ruang dan dimensi. Kami pun berada di dimensiku Saat ini.
“Shun, Zeon! Bertahanlah!” teriakku
“oh oh… apa ini… Soul Collector dan si Knight of Darkness mati? Memalukan sekali yah..” kata Diana
“Untuk mempersingka-” belum selesai berbicara tubuhku tiba tiba bergerak
“Combo master 12!! 1000 Aura pengusir iblis!!” aku menyerang Diana dengan kekuatan penuhku yang tidak pernah aku duga
“Apa apan kau!! Mengerikan!! Pergi!! Menjauh!!” Teriak Diana Ketakutan
“Hyaa!!! Mace Of Justice!!” Serangan ku langsung membuat Diana terpental dan akhirnya terkalahkan. Aku juga bingung apa yang terjadi dengan kekuatanku tadi
“Ka…u… me…nge…ri..k..a..n… ta..pi… a…k..u… b..e..l..u..m… se..l…e..s..a..i…” Tubuh Diana berubah menjadi serbuk yang aku pikir hanya asap biasa.
“Shun Zeon!! Jangan hirup!!” tapi aku terlambat. Shun dan Zeon telah menghirupnya dan kami pidah ke dimensi Lufa.

Di dimensi tempat Lufa, Shun dan Zeon sudah menghirup racun berbahaya dan akibatnya mereka keracunan. Aku berkali kali menggunakan Cleansing untuk menetralkannya namun hanya sedikit efeknya.
“Clen.. kuserahkan mereka kepadamuya… aku akan segera mengurus yang satu ini” kata Lufa
“Gyaaaa… Gwar!!!” Sayap kayu di punggung Gnome tiba tiba bersinar.. dan hal yang mengerikan pun terjadi.
Gnome berubah menjadi seukuran manusia biasa dengan wujud wanita dan memindahkan kami ke dunia lain tepatnya ke Gunung Poibus utara tempat bersemayamnya Gnome.
“Yah… Wujud monsterku memang menjijikkan.. aku bahkan tidak bisa bicara di wujud itu” kata Gnome
“Dan akan kubuat kau mengalami hal yang sama yaitu tidak bisa bicara… Rasakan ini!! Fireball!” Lufa mengajunkan tangannya yang tidak memegang tongkat
“Demi kelima Pilar suci dan kekejaman Raja Iblis Jikael!! Terbuka lah Gerbang neraka!! Inferno!!!” semburan api muncul tepat dari bawah namun sepertinya Gnome berhasil menghindar
“Wow… api yang menakutkan… Rasakan ini!! Wood slicer!!” Gnome mengeluarkan ranting ranting dari punggungnya dan menyerang Lufa.
“Lufa awas!!” Teriakku
“Hya! Rasakan Ski Api ini!!” Lufa menaiki jikael staff dan menembakan bola bola api ke Gnome
“Kekuatan seperti itu tidak akan menggoyahkanku!” teriak Gnome
“Thunder Laser!!” Gnome menembakan Laser cahaya dari kedua tangannya dan serangannya tepat mengenai lengan kanan Lufa.
“Arghh Sialan kau!! Hell Burn!!” Serangan Lufa juga tepat mengenai Gnome
“Aku belum selesai tau!! Plant Assault!!” Seketika serangan gnome membuat Lufa terlilit tumbuhan di sekitarnya
“Leaf Stom Bom!” Kembai lagi Gnome melakukan serangan
“Lufa!! Aku akan membantumu!!” Teriakku
“Hentikan Clen!! Pokoknya apapun yang terjadi sembuhkan Shun, Zeon, dan Phoenix. Kita membutuhkan mereka setelah ini!!” teriak lufa yang sudah terluka namun masih memiliki tekad kuat.
“Kau ini tidak mengerti juga ya manusia rendahan! Aku berbeda dengan monster monster tadi! Aku adalah Boss Bale terkuat diantara keempat boss bale. Kekuatanku hampir seimbang dengan Unstable OHM kalian tahu? Dan sudah saatnya mengakhiri ini… Plant Assault!” Tanaman tanaman kembali melilit tubuh Lufa
“Demi keagungan gunung Poibus! Akan kuhancurkan kau dengan Serangan penghancur ini!! Wooden Blast!” Gnome mengarahkan serangan terkuatnya menuju Lufa.
Lufa yang tidak bisa bergerak hanya pasrah menerima serangan itu. Namun hal yang mengejutkan pun terjadi.
“Yah… terimakasih kau sudah memberiku kekuatan sebesar itu Gnome!” Kata Lufa
“Mungkinkah… Lufa!! Kau menggunakan Elim shield!?!” Tanyaku terkejut
“Tak perlu terkejut Clen.. Saat ini sang iblis api akan beraksi” kata Lufa
“A..Apa…!! seorang manusia bisa bertahan dari seranganku?!?” Teriak Gnome
“Aku hanya menyerap kekuatanmu untuk menyembuhkan luka lukaku, tapi tetap saja energiku tidak bisa pulih” kata lufa
“Demi kekuatan Mahkult sang pencipta api, tolong pinjamkan aku sedikit kekuatan penghancur. Kekuatan yang kau ciptakan pada hari pertama kau menciptakan dunia ini. Kekuatan Mahkult Bersamaku!!! Hell of Fire!!” Seketika langit menjadi gelap karena terselimuti oleh awan dan aku melihat bola cahaya yang sangat besar muncul dari atas langit.
“Apa itu!! Matahari!! Matahari jatuh ke bumi ini!!” Teriak Gnome
“Ini adalah hukuman untukmu Gnome!! Matilah!!” Teriak Lufa
“Arhga…!! Ah… Tidak!!! Kaa….!!!” Gnome pun hangus dan menjadi setangkai kayu hitam
Aku hanya bisa diam karena melihat kekuatan Lufa tadi. Dia sangat kuat dan mengerikan. Mungkin inilah kekuatan dari Si mata api. Lalu kami kembali ke Dimensi awal yaitu di dalam Blue Eye Dungeon.

“Apakah Zeon dan Shun sudah membaik?” tanya Lufa
“mereka sudah membaik, begitu pula dengan Phoenix” kataku
“Syu..kur…lah…” Lufa tiba tiba ambruk dari hadapanku.
Shun, Zeon, dan Lufa sudah pingsan. Aku saat ini hanya sendirian yang masih terbangun di Lantai 2 ini. Memang sepertinya mustahil untuk menghadapi monster seperti Jikael saat ini. Bahkan Penyihir sekuat Lufa pun hanya bisa mengalahkan monster setingkat Gnome yang notabenya adalah salah satu Bale S Class terkuat di Shiltz. Dan yang lebih mengerikan dibanding semua itu adalah saat ini di hadapanku ada seekor Bale unggulan bertingkat SS Class yang siap menghancurkanku dan teman temanku.

“Wah.. kalian berhasil ya? Oh.. maksudku… kau berhasil sampai sejauh ini ya….” Kata OHM
“Aku memang sendiri saat ini… dan teman temanku akan segera bangkit dan menghancurkanmu. Namun sampai saat itu tiba akulah yang akan menghajarmu OHM!!” Teriakku
“Kau ingin menghajarku? Kau bahkan gemetaran saat ini lihat..” Ucap Unstable OHM
“Kita Lihat saja siapa yang lebih unggul” kataku

Cerpen Karangan: Mr. I

Cerpen Petualangan di Shiltz (Part 3) Blue Eye Dungeon merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pangeran Kuda Putih

Oleh:
Hujan yang sangat lebat membasahi jendala rumahku, ku lihat di seberang kamar ku ternyata ada sosok pemuda tampan yang sedang berteduh seorang diri di pinggir danau. Aku terus memandanginya

Elektrovalensi Jiwa

Oleh:
Sore itu, di atap gedung Sekolah menengah atas, dua orang remaja yang tak saling mengenal berdiri menatap satu sama lain. “Ada urusan apa?” Tanya Kevin dengan nada dingin disertai

Topeng

Oleh:
Pada suatu ketika hidup seorang pria dengan sebuah topeng di tangannya, topeng yang sangat berat buatnya, dengan topeng itu, dia bisa menyembunyikan wajahnya, kemanapun dia pergi dia selalu menggunakan

Strawberry City

Oleh:
Pagi itu, Chika menggendong ranselnya melintasi rel kereta api dan berjalan menuju jembatan penyebrangan. Sinar kegembiraan terpancar jelas pada raut wajahnya. Pagi itu, ia sangat gembira sekali. Strawberry city

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *