Petualangan Dua Saudara (Pencarian Jejak Trevor)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Petualangan
Lolos moderasi pada: 2 July 2013

Setelah Agung dan Deden tak sengaja bertemu dengan hal baru pada hidupnya. Kedua saudara tersebut kini melakukan tugas nya masing-masing sebagai pekerja muda yang mapan. Namun, mereka berdua masih tetap penasaran akan hubungan Trevor si tikus penginapan dan Yopi orang misterius yang bertemu di kapal.

“Yah, Bu.. aku pulang..!” sahut Deden.
“Tumben cepet banget?” tanya Burhan, sang ayah.
“Iya nih, cuaca nya tiba-tiba berubah drastis gak kaya biasanya. Jadi, semua penerbangan di batalkan, cuma ada sedikit tugas aja tadi” Jelas Deden.
“Ohh, gitu.. eh, eh langsung mau kemana kamu?” Tanya Siti, sang Ibu.
“Ruang kerja Kak Agung…!” Teriak Agung dari kejauhan, karena langsung berlari menuju ruang kerja sang kakak.
“Kak, boleh masuk nggak?” Ucap Deden sambil mengetok pintu ruang kerja sang kakak.
“Iyaaa, masuk aja..!” Jawab Agung.
“Waaah, lagi banyak order nih, nah yang satu ini kok mirip banget dengan kita berdua? Tapi ngapa bikinnya cuma kepalanya aja? apa belum selesai?” Tanya Deden.
“Ah, karya jelek itumah bukan aku yang buat, tapi gak tau siapa. Orang tau-tau udah dapet kiriman kaya gitu tapi gak nyantumin nama gak ada surat posnya lagi! Tau-tau udah ada di kamarku, mungkin dari fans ku kali..? hehehe”
“Aneehhh, mengirim barang kok gak nyantumin nama?! Memangnya di situ gak ada alamat pengirimnya juga kak?” Tanya Deden.
“Ya gak tau..! aku belum cek! Udahlah gak usah ganggu!” bentak Agung.

Seketika itu Deden langsung mengecek bingkisan dari pengirim misterius itu, dia cek dengan jeli setiap sudut-sudut bingkisan. Ternyata benar saja, ada sebuah surat pendek seperti memo bertuliskan “JANGAN IKUTI JEJAK SAYA, JIKA TIDAK AKAN DIBAYAR DUA KEPALA!”

“Kak! Lihat..!” Kata Deden sambil menunjukan surat itu.
“Cuihh, sialan! Ayo kita ke NTT! Kita akan berlayar kesana!” Bentak Agung.
“Kenapa gak pake pesawat aja kak?”
“Sepertinya mereka ada di tempat sepi! Disana adalah daerah kepulauan, banyak pulau kecil tak berpenghuni disana, kurasa mereka ada di salah satu pulau” Jelas sang kakak.
“Tapi, firasat ku gak bilang begitu Kak!”
“Udah! Ikut aja! Bilang ke Pak Yadi suruh siapin kapal!”
“Iya, setelah aku mempersiapkan barang-barangku” kata Deden.
Setelah itu Deden langsung ke ruangan Pak Yadi, nahkoda Pribadi mereka.
“Pak, kita ke NTT sekarang!”
“Haaa! Itu kan gak jauh, ngapain juga kesana?” Kejut Pak Yadi.
“Udah, berangkat aja. Yang penting kan udah punya surat izin berlayar”
“Ya sudahlah, nanti aku panggil para awak kapalku”

Agung, Deden, Pak Yadi beserta para awaknya akhirnya berangkat menuju daerah kepulauan NTT.
“Huh, sial! Liat aja mereka! Pasti tak abisin!” Kesal Agung sambil menatap sinis lautan.
“Udah si, Kak! Jaga emosi mu! Berfikir itu lebih baik. Gak tau matahari lagi panas-panasnya ya? Mending simpan aja staminamu”
“Tapi…? ya… iya udah lah, bener juga kata-kata mu”

Matahari telah menutupkan wajahnya, hawa dingin udara laut mulai terasa. Tetapi ini tak berpengaruh pada sang kakak, ia tetap saja panas dan tak sabar sampai di tujuan.

“Pak! Pak Yadi?! Bisa cepet nggak sih?!” Tanya Agung kepada sang nahkoda.
“Ini juga sudah paling cepat, beruntung cuaca nya mendukung. Aku juga heran kenapa angin nya tenang, sangat tenang malah. Aku udah 16 tahun jadi pelaut baru kali ini aku nemu cuaca seperti ini, tenang! Kita pasti cepat sampai” Jelas Pak Yadi.
“Sekitar berapa jam lagi pak?”
“Pagi-pagi sekitar jam tujuh’an kapal ini sudah menepi. Sudah! Tidur dulu sana… kalian juga boleh tidur awak-awak ku!”

Waktu terus berjalan, seperti tak ada rintangan di laut, ombak pun hampir tak terasa. Namun pada saat fajar Deden yang bangun lebih awal, ia mendengar seseorang berteriak meminta tolong, kemudian ia berlari menuju ruang kendali kapal untuk menemui Pak Yadi.
“Pak! Medengar sesuatu tidak? Seperti ada yang minta tolong! Coba diam, sttt?” kata Deden.
Ketika mereka diam mereka benar-benar mendengar orang berteriak minta tolong. Pak Yadi pun memberhentikan kapalnya, dan mereka mulai mencari sumber suara.
“Coba, Deden kitari bagian kanan kapal, kalau bapak kiri kapal, ini pegang senter ini”

Di saat Deden mengarahkan lampu senternya ke arah laut ia melihat seseorang yang kelihatannya akan tenggelam, kemudian tak pikir lama ia langsung menyelamatkan orang itu. BYURR!!
“Ada suara orang kejebur, pasti Deden udah nemu suaranya” Pikir Pak Yadi.
Ketika Pak Yadi menuju ke bagian kiri kapal, ia menemukan Deden sedang berusaha menaiki kapal sambil membawa orang yang di selamatkan itu. Tak pakai kompromi, Pak Yadi langsung membantu Deden. Syukurnya orang itu tak pingsan apalagi mati.
“Dek, kamu ngapain berenang subuh-subuh gini?, udah tau air laut masih dingin gini?” Tanya Deden.
“Ughhh, grrrr, haaa, hhaaa, hasychimmm!!”
“Tolong ambilkan handuk Pak” Pinta Deden kepada Pak Yadi.
“Ini Den!”
“uhhh, ada-ada aja kamu inilah, Dek. Udah bisa ngomong belom? Kenapa kamu tadi berenang?” Tanya Deden.
“hhufft, aku ingin pulang Kak” jelas anak kecil yang Deden selamatkan.
“Memangnya dari mana mau kemana? Kaya mana ceritanya? Namamu sapa?” tanya Pak Yadi.
“Luis Pak. Kemarin sore aku nyebrang ke pulau pake perahu, tapi pas aku kesana mau ngambil air tawar, baliknya perahunya sudah gak ada, kebawa ombak paling, terus aku bosan di pulau itu, aku ingin pulang, makanya aku nekat berenang” Jelas Luis.
“Oh, kalo gitu kamu kakak anterin ke rumahmu, tapi sebelumnya kakak mau nanya? Kamu tau orang yang namanya Trevor gak?” tanya Deden.
“Taulah Kak! Dia itu sering datang di pulau pabuan, dia itu pengusaha besar Kak! Dia sering membawa sayur-sayuran ke daerah kami, tapi dia gak pernah bawa air segar untuk kami.”
“Hmmm, bisa gak kamu tunjukin tempatnya Trevor?” Tanya Deden.
“Jelas bisa, kebeneran papaku jadi kepala penjaga keamanan disana, jadi aku sudah sering kesana” Jelas Luis.
“Baiklah! Ayo Pak! Berangkat!”

Di tempat lain, Trevor dan bersama atasannya sedang menjalankan misi jahatnya.

“Hahahaha, aku suka dengan alat ini, bentar lagi kita akan coba Vor!”
“Iya bos, bentar lagi daerah ini tunduk sama kita! Hehe”

Sementara itu kapal Pak Yadi sudah menepi di Pulau Pabuan, Matahari sudah mulai menunjukan cahaya nya. Namun tanpa disangka-sangka penjaga mercu suar melihat kapal Mereka, segeralah penjaga mercu suar menghubungi kepala keamanan.

“Settteeseetttzz, Halo disini Manu, minta jawaban. Ada kapal tampaknya kapal itu bukan dari sini” Ucap Penjaga mercu suar dengan alat komunikasinya.
“Settteeseetttzz, iya disini Pablo, siap melapor ke ketua!”
Di saat yang tepat, di saat Agung, Deden dan kawan-kawan turun dari kapal, di saat itulah para penjaga keamanan menyambutnya dengan senapan.

“Eh, sialan! Minggir kalian! Aku ingin ketemu bos kalian! maksudnya apa ngirim bingkisan itu!? Seperti dirinya sudah bag…” Bentak Agung.
“Diam, Kak! Ini bukan daerah kita” Cegah Deden sambil menutup mulut kakaknya.
“Diam! Selangkah saja berarti perang” ucap salah satu penjaga keamanan.

Tiba-tiba Luis berteriak.

“Sudah! Saya Luis! Putra Eli! Saya cuma ingin bertemu dan berbicara pada papa saya”

Semua orang hanya terdiam, mungkin ayah Luis adalah orang yang disegani di tempat itu.

“Anaakkku!!! Hhuuhhh Mama dan Papa sudah mencari-cari kamu tak ketemu, dari mana saja kamu!” Teriak salah seorang penjaga keamanan yang tak salah lagi adalah ayah Luis.
“Papa? ceritanya panjang banget! Mereka ini orang baik, sudah menyelamatkan saya, papa mau keilangan anak satu-satunya?” Bisik Luis kepada ayahnya.
“Baiklah, anak buah balik ke posisi kalian!” teriak ayah Luis.
“Ya, ketua!” Jawab serentak para penjaga keamanan.
“Terimakasih, kita saudara! Apa mau kalian?” Tanya ayah Luis.
“Kami mencari Trevor, jika situ gak mau buka mulut. Saya akan pergi” Kata Deden
“Ja.. ja.. tapi.. jangan jangan pergi, aku hanya tau sedikit tentang keberadaanya. Dia pergi dua hari yang lalu dengan atasannya. Saya dengar mereka mau menaklukan suatu Bandara Penerbangan”
“Bandara? Ya sudah makasih infonya, kami akan pergi, ayo Pak Yadi kita pulang!” kata Deden.
“Hei! Gila kamu! Sudah jauh-jauh kesini, hasilnya hanya seperti ini!” bentak Agung.
“Sudah kubilang dari awal firasat ku Trevor tidak disini! Lagipula aku tau Bandara mana yang mereka incar”
“Apa?! Jangan bilang, kau tahu tentang Yopi juga?!” teriak sang kakak.
“Tidak, jika itu aku belum tau”

Setelah itu, setelah perjalanan yang sangat panjang. Agung, Deden, Pak Yadi beserta para awaknya pulang menuju rumah. Bagi Agung dan Deden ini belum selesai, mereka belum puas dan masih ingin mencari Trevor. masih banyak yang belum terkuak, namun satu persatu pasti akan muncul dengan sendirinya. Agung dan Deden tak berhenti mereka akan terus mencari jejak Trevor.

Cerpen Karangan: Muhammad Septian Rachmandika
Facebook: Muhammad Septian Rachmandika

Cerpen Petualangan Dua Saudara (Pencarian Jejak Trevor) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tuts (Part 2)

Oleh:
Remi dan Arta menghilang bagai asap yang tertelan tiupan angin. Cello mematung melihat kejadian itu. Di ufuk barat, sinar matahari menuju senja. Orange cerah. Seingat Cello, hari masih siang

Jingga Di Desa Pigura (Part 2)

Oleh:
Ternyata sudah subuh. Jingga pun kembali merasa sedih, karena harus terputus lagi dengan mimpi indahnya. Ia kembali menceritakan mimpinya kepada teman-temannya dan juga kepada orangtua serta neneknya. Orangtua, nenek

Menemukan Lorong Waktu

Oleh:
Tadinya Adam hanya ingin pergi ke halaman belakang rumah, tapi pada saat dia baru tujuh langkah dari pintu, ada suatu kejadian aneh, Adam lari ketakutan, ia menemui adik-adiknya dan

Monster Sekolah

Oleh:
Namaku adalah Adit, usiaku saat ini adalah 25 tahun. Aku ingin mengulang ceritaku di masa lalu. Dulu aku dikenal oleh temanku sebagai teman yang sangat penakut dan sangat pemalu.

Green Necklace

Oleh:
Udara pagi itu menusuk tulang. Di balik kaca, embun terlihat menyelimuti halaman rumah. Tak ada mentari di pagi buta kali ini, namun Erika sudah bangun sambil merapatkan kedua kakinya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Petualangan Dua Saudara (Pencarian Jejak Trevor)”

  1. febsa says:

    baguss boss ceritanya, ditunggu y kelanjutannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *