Petualangan Tiga Sahabat Di Negeri Dongeng

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Petualangan
Lolos moderasi pada: 23 April 2018

Ada tiga orang sahabat yang bernama Difa, Isla dan Mery. Suatu hari, saat mereka sedang bermain di taman mereka menemukan sebuah kotak berbentuk love dan berwarna kuning keemasan. Mula-mula mereka bertiga terkejut dan takut untuk membuka kotak tersebut, namun Isla memberanikan diri untuk membuka kotak itu. Saat Isla membuka kotak berbentuk love itu mereka bertiga terlihat sangat gembira.

Ternyata kotak itu berisi tiga buah kalung berbentuk hati dengan warna pink, biru dan ungu. Pada tutup kotak tersebut ada tulisan yang menyatakan “ini adalah kalung yang akan membuktikan bahwa kalian sahabat sejati atau bukan. Jika ya maka saat kalian memakai kalung itu, warna pada kalung tersebut akan menyatu menjadi warna pelangi dan kalian boleh memilikinya. Jika kalungnya bersinar artinya persahabatan kalian itu asli dan kekal sehingga kalian bisa mencoba petualangan yang telah kami sediakan. Tutup pada kotak ini akan menuntunmu langsung menuju sebuah buku yang akan membawa kalian ke sebuah negeri dongeng.. SELAMAT MENCOBA TEMAN TEMAN BARU SEMOGA KALIAN BERSENANG SENANG”. Isla membaca kata-kata yang ada pada tutup kotak tersebut dengan sedikit terbata bata karena tulisannya tidak terlihat jelas. Mereka tidak mengerti kata-kata pada tutup kotak itu tetapi mereka ingin mencobanya.

Isla mengambil kalung berwarna pink, Mery mengambil kalung berwarna biru, sedangkan Difa mengambil warna ungu. Saat mereka memakainya, kalung itu pun mengeluarkan cahaya dan menyatukan warnanya menjadi warna pelangi. Mereka pun ingin mencoba petualangan tersebut, tapi hari sudah sore mereka pun membuat janji “bagaimana jika jam 6 besok pagi kita berkumpul di sini lagi sambil membawa beberapa makanan dan baju?” tanya Isla. “baiklah, kami setuju. Tapi jangan sampai ketahuan siapapun, ya” jawab Merry. Mereka pun pulang sambil membawa kalung ajaib itu, sedangkan kotaknya dibawa oleh Isla.

Keesokan paginya saat mereka sudah berkumpul, Isla membuka kotak terebut. Tiba-tiba muncul seorang peri bersayap kemilau dengan baju berwarna oren “hai, aku peri dari negeri dongeng. Namaku Fuchia. Kalian diterima di negeri dongeng. Apa kalian mau mencoba petualangan yang telah kami sediakan. Aku akan mengantar kalian menuju gerbang negeri dongeng.” Kata peri itu. “ya, kami mau mencoba petualangan itu” jawab mereka serempak. “kalau begitu ayo ikuti aku” kata peri tersebut.

Peri itu membawa ketiga anak itu ke sebuah gudang. di dalam gudang itu ada sebuah buku usang. “ini adalah buku yang akan membawa kalian kegerbang negeri dongeng. Buka halaman 3 lalu tekan tombolnya.” Ujar peri Fuchia. Isla pun membuka buku halaman 3 lalu, ia pun menekan tombol berwarna kuning. Tiba-tiba, mereka berempat terseret masuk ke dalam sebuah lubang dan mereka terlempar ke gerbang sebuah kerajaan. Di hadapan mereka berdiri seorang ratu dan seorang putri yang seluruh pakaiannya dihiasi permata dan berlian. Ratu dan putri pun mengucapkan selamat datang kepada mereka dan mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam istana.

Setelah beberapa lama berbincang, sang ratu memberikan peta petualangan untuk mereka “di dalamnya ada tantangan kalian harus berhasil melalui tantangan itu jika kalian ingin kembali ke taman lagi. Tapi waktu yang saya berikan hanya 1 minggu. Apa kalian setuju?” tanya sang ratu. “ya kami setuju!” jawab mereka kompak. Setelah mereka selesai bersiap-siap, mereka pun mohon izin utuk pergi.

Tugas pertama mereka adalah di udara. Mereka harus berhasil mengalahkan seorang penyihir sakti dan mengambil bola ajaibnya. Dengan bantuan dari peri Fuchia mereka pergi memasuki kastil sang penyihir. “ya ampun banyak sekali penjaganya.” Seru Difa. “sebanyak apapun penjaganya kita harus berhasil mengalahkan sang penyihir sakti itu.” Jawab Isla “ayo serang teman teman…!” seru Merry. Mereka menyerang semua penjaga kastil itu dengan kekuatan yang mereka dapatkan dari kalung persahabatan itu.

Tanpa mereka sadari salah satu penjaga kastil itu ada yang lari menemui sang penyihir “maaf tuan ada penyusup tak dikenal masuk ke kastil anda, tuan. Semua penjaga kastil kita sudah tewas oleh serangan anak-anak itu tuan” lapor sang penjaga. “ha ha ha ha ha, anak-anak ya. Aku sudah lama tidak melihat anak-anak, bawa mereka ke sini, CEPAT!” jawab sang penyihir. Sang penjaga kastil itu langsung menemui 3 sahabat itu “penyihir menunggu kalian di dalam mari aku antarkan kalian menemuinya.” Ujar sang penjaga ketakutan. Isla menyerang penjaga itu dengan kekuatan saljunya, lalu berkata “katakan kepada kami apa kelemahan penyihir itu!” kata Isla marah. “aku tidak akan mengatakannya” jawab sang penjaga. “ka mau mati ya. Berani-beraninya kau bermain-main dengan kami. Cepat katakan!” tukas Merry. “baiklah, aku akan mengatakannya. Kelemahan penyihir itu adalah air.” jawab penjaga ketakutan. “cepat antarkan kami pada penyihirmu itu!” sambung Difa. “b..b..baiklah” jawab penjaga tersebut.

Mereka memasuki kastil dengan penuh kewaspadaan. Sesampainya di tengah kastil, mereka bertemu dengan sang penyihir. Penyihir itu berkata “akhirnya kalian datang juga. Sudah lama aku menunggu kedatangan kalian, hahahaha.” “kami ke sini tidak untuk bermain-main denganmu. Kami ke sini hanya untuk mengalahkan dirimu!” jawab Isla tegas. “ayo kalahkan saja aku kalau kalian bisa” seru penyihir. Merry, Isla, Difa, dan Fuchia menyerang si penyihir. Saat penyihir itu sedang sibuk menghadapi mereka, Isla menyiramkan air kepada penyihir itu dari arah belakang. “oh, apa yang terjadi. Beraninya kau menyiramkan air padaku” kata penyihir marah. Sebelum penyihir itu menyerang Isla, penyihir itu hilang dan lenyap. “hore.., kita berhasil.” Mereka bersorak gembira. Isla pun mengambil bola ajaib milik penyihir tanda mereka telah berhasil mengalahkan sang penyihir itu. “selanjutnya menyelesaikan tugas kedua” seru Fuchia.

Tugas kedua ada di darat. Mereka harus bisa mengambil kucing emas serta piano emas untuk hadiah ulang tahun putri. Kedua benda ini terletak di hutan pinus. Hutan pinus ini memiliki bau yang sangat harum. “sebelum kalian mengambil kucing dan piano emas itu, kalian harus mengalahkan naga penjaga hutan pinus. Apa kalian siap” tanya Fuchia. “ya, tentu saja kami siap” jawab mereka kompak.

“tolong, tolong, siapa pun tolong aku” “apa kalian dengar suara itu?” kata Isla. “ya, mari kita tolong” jawab Merry. “lihat di sana ada seekor burung kecil yang tersangkut di dahan pohon” kata Difa. Mereka pun menolong burung kecil yang tersangkut di dahan pohon. “terima kasih telah menolongku. Namaku Sunny. Kalian pasti 3 sahabat, kan” kata burung itu. “ya, benar. Kami ke sini untuk mendapatkan seekor kucing emas dan piano emas. Tapi sebelum itu, kami harus mengalahkan naga ini.” Jawab Isla. “mari, aku antar kalian pada naga itu. Kalau kalian mau mengalahkannya, kalian harus menyiramnya dengan salju.” ujar Sunny. “terimakasih atas saranmu, Sunny.” jawab Merry. Mereka pun pergi menuju tempat sang naga. “itu dia naga yang kalian cari. Aku hanya bisa mengantarkan kalian sampai di sini. Aku harus segera pulang orang tuaku pasti sudah menunggu. Terima kasih atas bantuan kalian, dahhh” kata Sunny. “terima kasih atas bantuan mu Sunny, sampai jumpa…” jawab mereka bersamaan.

“ayo kita buat rencana dulu untuk mengalahkan naga itu” kata Difa. “aku punya rencana, kita bertiga akan menyerang naga itu sedangkan Isla berdiri di belakang naga itu. Saat naga itu sibuk menyerang kita Isla akan menyerang naga itu dengan kekuatan salju yang ia miliki.” Kata Merry. “baiklah kami setuju.” Jawab mereka.

Rencana pun dimulai. Fuchia memanggil naga itu “hai naga besar bangunlah!” seru Fuchia. Naga itu terbangun ia terlihat sangat marah“ huh siapa yang berani mengganggu waktu tidurku.” Ucap naga tersebut sambil marah. “kami ke sini untuk mendapatkan kucing serta piano emas.” Jawab Difa. “oooh.., jadi hanya dua anak kecil dan satu peri yang menggangguku. Kalian menginginkan kucing serta piano emas kan, kalau begitu aku tantang kalian. Kalian harus mengalahkan aku dulu, bagaimana apa kalian setuju?” kata sang naga. “baiklah kami terima” jawab Difa.

Mereka pun mulai menyerang naga itu, saat naga itu mulai sibuk Isla dari belakang langsung menyerang naga itu dengan kekuatan saljunya. “asyik kali ini kita berhasil lagi!” sorak mereka gembira. “katakan di mana kucing serta piano emas itu berada.” Kata Isla. Sang naga pun menjawab “kucing dan piano itu ada di tengah hutan ini” “ terima kasih” kata Difa.

Mereka langsung menuju ke tengah hutan pinus. “lihat itu kucing serta piano emas, ayo kita ambil!” seru Merry. Saat mereka akan mengambil kucing emas, ternyata kucing itu sudah memiliki 3 ekor anak. Mereka ragu untuk mengambil kucing itu. “bagaimana kalau kita ambil saja dengan anak anaknya sekalian” kata Merry. “mmm, boleh juga.” Jawab Isla. Mereka pun lalu mengambil kucing tersebut beserta 3 ekor anaknya, kemudian mereka memasukkannya ke dalam kandang emas yang telah mereka bawa dari istana. Setelah semuanya selesai, Peri Fuchia menyulap piano emas, kandang emas, dan bola ajaib menjadi kecil, lalu memasukkannya ke dalam tas Difa. “Saatnya menyelesaikan satu tugas lagi, yaitu tugas ketiga!” seru Difa. “namun sebelum itu, kita harus meminta izin kepada naga untuk pergi.” Kata Isla. “baiklah!” jawab mereka.

Mereka lalu menemui sang naga, Isla pun berkata “tugas kami sudah selesai wahai naga, apa kami sudah boleh pergi?” tanya Isla. “ya, kalian sudah boleh pergi sekarang.” Jawab naga dengan wajah sedih. Isla kasihan melihat naga itu, ia pun menghancurkan salju yang ia lemparkan tadi. “apa yang kau lakukan, Isla. Itu bisa berbahaya bagi kita!” seru Merry dan Difa. “aku kasihan melihatnya. Bukankah dia telah menjaga hutan ini agar tetap aman selama ratusan tahun. karena itulah aku menghancurkan saljunya, agar dia bisa kembali menjaga hutan pinus ini.” Jawab Isla tegas. Mereka mengerti maksud Isla, lalu mereka pun membantu Isla menghancurkan salju itu. Setelah hancur, naga berdiri kembali dengan gagahnya, lalu berkata “terima kasih, kalian memang anak-anak yang baik.” “sama-sama….” jawab mereka.

Hanya tersisa satu tugas lagi, yaitu di lautan. Mereka harus bisa mengambil sebuah kerang yang berisi mutiara laut untuk dijadikan kalung oleh sang ratu. Kerang ini di jaga oleh ubur-ubur beracun, jika terkena sengatannya sedikit saja, maka mereka langsung lumpuh. Mereka membuat rencana “aku ada ide. Begini kita akan mengalihkan perhatian ubur-ubur itu sedangkan Merry akan mengambil kerang tersebut, lalu kita bawa ubur-ubur itu ke hutan terumbu karang yang dipenuhi rumput laut besar. Sehingga mereka akan terjerat di sana lalu kita kembali menemui Merry. Bagaimana?” kata Difa. “wah.., ide bagus tuh. Ayo teman-teman kita alihkan perhatian ubur-ubur ini. Merry kamu sembunyi saja dulu di balik karang besar itu.” Jawab Isla. “ayo..!” jawab mereka.

Rencana pun dimulai. Merry bersembunyi di balik karang besar. “hei.., ubur-ubur pemarah kami di sini” kata Fuchia. Ubur-ubur itu pun langsung mengejar mereka. Setelah keadaan aman, Merry langsung mengambil kerang itu lalu memasukkannya ke dalam tas. Dia langsung bersembunyi lagi di balik karang besar itu. Tidak beberapa lama, teman-teman pun kembali menghampirinya. Mereka sangat senang karena tugas mereka telah selesai.

Tanpa mereka sadari, 6 hari telah berlalu, mereka harus bergegas kembali ke istana. Tiba-tiba, seekor naga besar menghampiri mereka. “naga penjaga hutan pinus. Untuk apa kamu ke sini?” seru Difa. “aku ke sini datang untuk membantu kalian agar bisa sampai ke istana dengan cepat. Naiklah ke punggungku!” kata naga tersebut. “terima kasih banyak naga.” Jawab mereka. Mereka pun naik ke punggung naga itu, lalu sang naga terbang dengan sangat cepat. Dalam waktu singkat mereka tiba di istana, setelah mengucapkan terima kasih, mereka masuk ke dalam istana.

Di dalam istana mereka disambut begitu meriah. Sang ratu kagum dengan keberanian mereka, lalu ia menyuruh seorang penulisnya memasukkan kisah ketiga anak ini ke dalam sejarah istana. Sebelum mereka pulang, mereka menyerahkan keempat benda tersebut kepada sang ratu. Ratu pun menawarkan agar mereka istirahat dulu sebentar. Mereka pun mengangguk setuju, kemudian mereka dibawa keruang makan. Di sana telah disediakan bermacam-macam hidangan untuk mereka. Setelah selesai makan, ratu pun mengizinkan mereka untuk pulang. Sang ratu juga memberikan mereka hadiah berupa gaun indah lengkap dengan perhiasannya dan juga tas ajaib yang bisa menyediakan keperluan yang mereka butuhkan setiap hari. Mereka mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga kerajaan.

“saatnya kalian pulang teman-teman.” Kata Fuchia sedih. Mereka berempat pun saling berpelukan. Fuchia membawa mereka kembali ke taman dengan sihirnya melalui awan “naiklah keatas awan ini. Awan ini akan membawa kalian kembali ke taman.” Kata Fuchia. “terima kasih, Fuchia. Selamat tinggal semuanya. Sampai jumpa lagi.” Kata mereka bertiga.

Beberapa saat kemudian mereka sudah kembali ke taman. Setelah mereka turun, awan tersebut pun menghilang. Hari juga telah sore. “sebaiknya kita segera kembali ke rumah.” Kata Merry. “baiklah, sampai jumpa besok.” Jawab Isla dan Difa. Merekapun pulang ke rumah masing-masing dengan gembira. Mereka terus mengingat petualangan mereka, bahkan mereka menulisnya ke dalam buku diary mereka.

Cerpen Karangan: Raihana Nabilatulrahmah
Facebook: Nabila Nadhim

Cerpen Petualangan Tiga Sahabat Di Negeri Dongeng merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terpisahkan

Oleh:
Namaku Keyla. Duduk di bangku SMP kelas 3. Aku mempunyai seorang sahabat bernama Meyla. Dia adalah kembaranku. Dari di perut ibuku aku sudah berteman dengannya. Dialah satu-satunya sahabatku di

Kotak Kacamata

Oleh:
Namanya Putri Salsabila atau sering dipanggil ALSA. Siswi kelas 5 MI Muhammadiyah ini akan menceritakan kisahnya sewaktu TK. Sebelum masuk kelas, Alsa dan sahabatnya, Nety dan Farel, bermain di

Mama

Oleh:
Hari ini, Sari sedang kesal dengan mamanya karena tidak dibelikan boneka Barbie. “Kenapa, sih, mama gak mau membelikan aku barbie itu?! Padahal, kan uang mama cukup banyak untuk membeli

Kejutan Untuk Daffa

Oleh:
Daffa adalah anak yang kuang mampu.ia sering diejek temannya.hari ini daffa pergi sekolah,dengan wajah yang pucat.tibalah saat istirahat daffa hanya duduk di kelas. Tetapi ada ribut-ribut di bangku Didi.daffa

Liburan di Rumah Kakek

Oleh:
Pagi ini Shelly terlihat sedang packing-packing. Hendak ke mana dia? Ooh, ternyata dia akan pergi ke kampungnya dan menginap di rumah kakeknya. Libur semester ini agak panjang, jadi dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *