Picture of Earth

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Lingkungan
Lolos moderasi pada: 27 May 2017

Pohon-pohon menjulang tinggi ke atas langit, bunga bunga bermekaran dengan dikerubungi oleh lebah maupun kupu-kupu, lautan membentang luas, sungai sungai yang dipenuhi makhluk air, gunung maupun bukit berdiri dengan gagahnya, matahari bersinar terang, pelangi melengkung dengan indahnya, burung burung berterbangan membentuk formasi. Itulah gambaran bumi 100 tahun yang lalu.

Aku hanya menggesekkan jari jemariku ke layar handphone genggam yang ada di hadapanku saat ini hanya untuk melihat foto foto pemandangan alam 100 tahun yang lalu.

Aku berasal dari tahun 2116. Kau pasti bingung untuk apa aku melihat lihat foto 100 tahun yang lalu? Jawabannya ialah bumi pada masa ini berbanding 180 derajat dengan bumi pada 100 tahun yang lalu. Pohon pohon hanya tumbuh di daerah tertentu seperti di kalimantan yang merupakan paru paru dunia meskipun begitu pohon pohon di sana hanya tumbuh sedikit, tak ada lagi bunga bunga bermekaran, hewan hewan sebagian besar punah dan yang bisa diselamatkan hanya hewan ternak misalnya ayam, sapi, kambing, bebek, angsa, kerbau dan kuda. Sungai banyak yang tercemar, tak ada lagi burung burung yang berterbangan.

Aku sampai lupa memperkenalkan diriku. Namaku alina zylgwin. Ayahku bernama boby zylgwin dan ibuku bernama melanie zylgwyn. Kami tinggal di pulau sabana, kota yang terletak di benua eropa tepatnya di inggris. Pulau sabana dilapisi oleh kaca yang tebal. Di sini hanya ada beberapa pohon yang tumbuh. Jadi, kami harus menyiapkan satu tabung oksigen untuk satu orang untuk berjaga-jaga kalau oksigen menipis. Pulau sabana tidak bisa kalian sebut sebagai provinsi ataupun kota di sini hanyalah seperti desa kecil yang hanya dihuni oleh beberapa ratus orang saja. Biarpun seperti desa kecil, akan tetapi fasilitas di sini sudah sangat maju. Orang yang tinggal di sini rata-rata ilmuwan, dokter, profesor, jendral, mayor, polisi, guru, tentara. Kalaupun ada yang tinggal di sini ternyata petani, penggembala dan lainnya itu karena mereka memang diperlukan untuk tinggal di sini. Ayah dan ibuku bekerja sebagai ilmuwan.

Aku pun bangkit dari kasurku untuk pergi ke ruang keluarga setelah puas melihat lihat foto pemandangan alam yang ada di handphoneku.
“Huuhh!!! Kapan aku bisa melihat pemandangan itu secara langsung?” Aku menggerutu didalam hati.
Aku pun berjalan gontai menuju ke ruang keluarga. Kulihat ibu dan ayahku sedang sibuk dengan eksperimen mereka.
“Ayah ibu Apa yang sedang kalian lakukan?”
“Seperti biasa Kami sedang melakukan penelitian, nak”
“Hmm, ayah ibu apakah aku boleh keluar rumah?”
“Boleh, tapi jangan buka pintu pembatas yang di dekat danau seperti yang kau lakukan minggu kemarin” kata ibu.
“Hmm iya ibu”.
“Kalau terjadi apa apa ibu tidak akan mengizinkanmu ke luar rumah lagi” kata ayah terkekeh geli.
“Baiklah ayah ibu” aku sambil terkekeh geli mendengar perkataan ayah.
“Benar kata ayahmu ibu tidak akan mengizinkanmu keluar lagi karena di balik pintu pembatas itu banyak sekali bahayanya dan kita tidak tahu bahaya apakah yang mengintai kita, nak” kata ibu dengan nada serius.
Aku pun menghela napas panjang.
“aku berjanji tidak akan mendekati pintu itu” ujarku sarkastik. Aku pun berlari ke luar menuju ke rumah sahabatku.

“erika aku datang!!” kataku dengan menyunggingkan senyuman.
“Hm mau mengajakku ke mana lagi? Aku tidak mau seperti minggu lalu, kita hampir saja ditangkap polisi yang sedang patroli” kata erika cemas.
“Hm tenanglah kawan aku tidak sejahat itu kok, aku hanya ingin mengajakmu ke perpustakaan kota.” Kataku nyengir kuda.
“Baiklah ayo” ujar erika
“Buku Apa yang akan kau baca? Kata erika dengan nada serius.
“Buku sejarah” kataku
“Sejarah lagi?” Katanya
“Iya” kataku sarkastik

Aku pun berkeliling mencari sebuah buku yang akan kubaca. Aku menemukan sebuah buku yang sepertinya sangat tua. Kubuka lembaran pertama buku itu. Hm ternyata ini diary seseorang. Kubuka halaman selanjutnya kutemukan sebuah curhatan sang pemilik diary.

13/11/2016
Huuahhh apa yang mereka lakukan mereka tidak menghargai jerih payahku membuat hewan yang mati menjadi hidup kembali. Mereka malah membuangku dari organisasi para ilmuwan. Mereka bilang penemuanku akan membuat keseimbangan alam terancam. hahaha bilang saja mereka iri kepadaku karena aku mampu membuat penemuan yang luar biasa. Aku juga kecewa kepada sahabatku tony. Dia malah mendukung mereka untuk membuangku juga. Tch!! Sahabat macam apa dia itu!?!? Aku akan membalas kalian semua. Akan kuubah hasil ciptaanku menjadi sebuah virus dan akan kusebar di seluruh dunia. Hewan hewan akan bermutasi. Tumbuhan akan bermutasi. Atau bahkan manusia juga akan bermutasi. Hahaha

13/12/2016
Akhirnya!!! Selesai juga virus yang aku buat selama 1 bulan penuh. Dan Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi umat manusia. Di hari ini yang kuat bertahan dan yang lemah lenyap dari muka bumi ini. Virus sudah tersebar di seluruh dunia. hewan, tumbuhan, bahkan mungkin manusia sudah bermutasi.

14/12/2016
“Bodoh!!! Kenapa aku tidak kepikiran untuk membuat tempat berlindung yang aman sebelum menciptakan penemuan ini. Konyol sekali aku mati di tangan ciptaanku sendiri!!!

21/12/2016
“Kesepian.. itulah yang kurasakan saat ini. Mobil ataupun motor biasa nya memenuhi jalan raya dan menimbulkan suara gaduh yang memekakan telinga dari bel bel yang mereka tekan. Anak anak bermain bola pada sore hari. Wanita wanita bergosip ria. Laki laki berangkat ke kantor. Tapi, kini berbeda jalan raya sangat lenggang tidak ada kendaraan yang berlalu lalang satu pun di sini. 1 minggu ini sangat membosankan. Aku kesepian!!!
Apa aku harus berkelana mencari orang yang masih hidup??

22/12/2016
“Aku pun berkelana mencari orang yang masih hidup. Dan aku bertemu sebuah perkumpulan orang orang yang masih bertahan di dunia ini. tidak terlalu banyak orang yang ada di sini dan yang paling mengejutkanku pemimpinnya ialah tony zylgwin, sahabatku!!!”
Aku takut dia akan membuangku untuk kedua kalinya. Untungnya aku menyamar dan mengubah identitasku.

23/12/2016
“Orang orang yang masih bertahan di sini ternyata pintar juga. mereka membuat sebuah pulau menjadi dilapisi kaca anti apapun. Dan mereka memberinya nama sabana.

29/12/2016
“Identitasku terbongkar!!! Baru seminggu aku tinggal di sini. Tony itu sungguh sahabat yang baik sampai bisa mengenaliku. Aku dengan terpaksa harus melenyapkanmu teman!!! Kalau tidak masyarakat akan menghakimiku nanti. Maafkan aku tony.

01/01/2017
“Tahun baru semangat baru…
Mereka memilihku sebagai pemimpin mereka. Karena aku menciptakan mobil terbang, motor terbang dan masih banyak lagi.

01/01/2018
Sudah satu tahun aku menjabat sebagai pemimpin mereka. Dan mungkin ini catatan terakhirku.
Maafkan aku tony, maafkan aku warga sabana, maafkan aku dunia. Atas semua perbuatan dan keegoisanku.
Tertanda
Rico andreas

“Apa!!! Tidak mungkin kakekku dilenyapkan oleh kakeknya erika!!” Kataku menggelegar
“Ada apa alina???” Kata erika
“Kau baca sendiri buku ini” kataku datar

“apa!!! Tidak mungkin kakekku melakukannya!!!” Kata erika
“Kau lihat sendiri kan? Mana mungkin buku ini berdusta erika!!!” Kataku marah
“Maafkan dia alina.. aku minta maaf atas namanya” kata erika
“Sudahlah, kita pikirkan ini lain waktu. Aku ingin kita menemui ayahmu untuk menanyakan maksud dari catatan ini.” Kataku spontan
“Baiklah” kata erika malas

“ayah!!!!” Ujar erika berteriak
“Ada apa erika? Ayah lagi sibuk melakukan eksperimen..” katanya
“Ayah apa benar kakek penyebab semua ini?” Kata erika dramatis
“Maksudnya” ujar ayah erika heran
“Apa ayah tau? Kakek penyebab semua kekacauan di seluruh dunia ini. Dia yang membuat makhluk makhluk bermutasi. Lingkungan menjadi hancur!!” Kata erika
“Hmm.. iya ayah tau.. maka dari itu ayah menyebarkan penawar yang dibuat oleh kakekmu sebelum meninggal. Penawar itu sudah menyebar di seluruh dunia tapi masih ada wilayah yang belum terjangkau maka dari itu aku membuat keputusan jangan ada yang keluar dari pintu pembatas di dekat danau itu. Karena kita belum tau bahaya apa yang ada menunggu.” Ujar ayah erika dramatis
“Ohhhh!!! Jadi kapan kami dapat keluar dari sabana?” Kataku
“1 tahun lagi” kata ayah erika
“Lumayan lama ” kata ku malas

1 tahun kemudian…
“Akhirnya aku bisa melihat bumi yang indah ini” kataku bangga
“Iya indah sekali rupanya.. apalagi dilihat dari atas gunung .. pantas kau betah di kamar seharian memandangi foto foto jadulmu itu kata erika dengan nada meledek
“Daripada kau maniak foto justin biebermu itu” kataku
“Ah sudahlah ayo kita pulang” kata erika
“Ayo” kataku

Cerpen Karangan: Resti Nurwahyuni
Facebook: Resti Nurwahyuni
saya resti nurwahyuni. kelas 9. tinggal di kaltim.
saya hanyalah penulis amatir. jadi kalau ada kesalahan harap dimaklumi.
kalau mau kenalan sama saya add fb saya Resti nurwahyuni..
sekian

Cerpen Picture of Earth merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Monster di Sisiku (Part 1)

Oleh:
Chapter1, kamisama (tuhan), apa yang telah kau kirimkan padaku? Di okara gakuen, terlihat seorang gadis yang duduk termenung di kelasnya. Matanya melirik ke luar jendela dengan pandangan kosong. Lalu

Biarkan Aku Membalas Kebaikanmu

Oleh:
Pria itu berjalan perlahan dengan tumpukan kayu bakar di punggungnya. Berat memang, tetapi ia tidak boleh kedinginan malam ini. Ia terus melanjutkan langkahnya, walau mulai tampak kepayahan. Menapaki jalan

Tragedi Badut

Oleh:
Aku selalu kagum, jika melihat gadis berjilbab itu lewat ke gang kosong lima, tempat yang dekat dengan gubuk j*di dan mabuk. Ya, dia lewat lagi, kali ini wajahnya berseri-seri,

The Magic School

Oleh:
Namaku Adinda Flowencya, besok adalah hari pertamaku masuk di sekolah baruku. Nama sekolahannya cukup unik yaitu Sky High School. Aku tinggal di Dreamland. 1 FEBRUARI 2016 Setelah bersiap-siap aku

Unseen World Series (Kelabu)

Oleh:
Akhir-akhir ini, banyak kejadian aneh yang menimpa Amanda, gadis berambut cokelat dengan wajah klasik nan ayu. Minggu lalu, sebuah lukisan potret wajah pria bangsawan di sebuah galeri yang selalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *