Pikiran Aneh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 20 July 2017

Boneka beruang cokelat masih tergeletak di lantai kamar. Ranjangnya pun acak-acakan, tapi penghuni ranjang itu malah asyik bermain laptopnya di meja belajar. Bagaimana bisa ia membiarkan kondisi ruangannya yang seperti itu. Pintu bersuara menandakan ada orang masuk. “Nela, cepat bereskan kamarmu!” Wanita paruh baya itu seketika marah ketika kamar anak semata wayangnya berantakan. “Ah nanti saja ma,” Ucap Nela malas “Kita akan pindah hari ini! cepatlah! Ayahmu ada tugas di sana dan kebetulan rumahnya dekat dengan tempat kerja ayahmu.” Mama Nela menjewer salah satu telinganya, Nela meringis. “Aw! i..iya ma!” Jeweran itu terlepas dari telinganya yang sudah memerah. Mama Nela pun meninggalkan Nela sendiri.

“Pagi yang menyebalkan!” Cetus Nela yang berdiri dengan malasnya dan bergerak membereskan kamarnya. Balutan wallpaper bercorak pohon di dinding kamarnya terus ia pandang. Ia padahal sudah susah payah membeli dan menempelkannya di dinding kamarnya. “Oh ya!” Seketika ia ingat, wallpaper ini tak dibelinya sendiri. Ini adalah kado dari kekasihnya, Loa. Laki-laki yang selalu ia cintai. “Loa?” Wajahnya menjadi muram, perlahan ia mengelus wallpaper itu.

Hari ini ia akan pindah ke rumah baru dan lingkungan yang baru. Nela pun membereskan kamarnya dan memasukkan barang-barangnya ke dalam kardus. “Nela? sudah?” Suara berat Ayah Nela terdengar, “Sudah yah,” Jawab Nela tersenyum. Ayah Nela membantu mengangkat kardus-kardus milik Nela keluar.

Diangkatnya satu persatu kardus ke atas mobil. Hari masih subuh jadi matahari belum panas. Tak lama kemudian mobilnya digas dan menuju ke tempatnya, rumah baru.

Seperti biasanya, Ayah Nela sibuk di tempat kerjanya sedangkan Mama Nela juga sibuk menjadi dosen. Nela sendiri di rumah, tanpa adik atau kakak bahkan sahabat. Padahal ini hari liburan, tetapi mau bagaimana lagi. Nela masih tertidur padahal hari sudah siang. Tak lama dari tidurnya, ia terbangun. Dan melakukan aktivitasnya, bermain laptop. “Masih jam sebelas..” Ia memanyunkan bibirnya dan menghela nafas.

Klontang!!
Suara keras itu membuat Nela terheran, ia memutuskan untuk keluar dan mencari sumber suara tersebut hingga pada suatu ruangan. Ruangan itu berdinding hijau muda, hanya ada lemari dan sebuah kardus. Sinar matahari masuk melalui celah jendela sehingga ruangan itu terang tanpa lampu. Ia jongkok dan membuka kardus itu, isinya hanya satu pot tanaman. Daunnya mungil dan ketika terkena angin, daun itu nampak bergerak bersamaan dengan daun lainnya. Ketika ia menoleh ke belakang, ia kaget! wajahnya yang mirip dengannya tetapi ia memakai baju terusan sepaha dengan desain rok yang imut. gadis yang mirip dengannya itu pun pergi, Nela menaruh tanaman itu lagi dan Nela langsung mengikutinya.

Gadis yang mirip dengannya itu sesekali menengok ke belakang, lalu terus berjalan hingga ia masuk ke salah satu pintu. Ketika Nela membuka pintu itu, ia tak mengedipkan mata. Ia melihat gadis yang mirip dengannya itu tengah duduk dan difoto oleh seorang laki-laki. Laki-laki itu tak jelas wajahnya. Gadis yang mirip dengan Nela itu difoto sambil membawa satu pot tanaman yang Nela pegang di ruangan tadi.

“Apa maksudnya ini?” Ketika ia berkata, semuanya hilang. “A-apa apaan??” Nela bingung, dan melihat-lihat ruangan itu. Ketika ia melihat ke arah pintu, gadis yang mirip dengannya itu lewat dan Nela bergegas mengikutinya lagi.

Gadis yang mirip dengannya itu melewati sebuah karpet tebal di lantai, Nela tanpa bicara lagi pun mengikuti gadis itu dengan cara juga melewati sebuah karpet di lantai. Hingga ketika Nela keluar dari karpet, tiba-tiba ada sebuah kunci di genggamannya. Ia perlahan berdiri dan melihat gadis yang mirip dengannya menuju ke arah atap. Nela terus mengikutinya, ia membuka kayu yang merupakan pintu atap. Dan yang di sekitarnya hanyalah kardus-kardus yang sudah dibuat menjadi sebuah proyektor untuk menonton film.

Ia mencari-cari di mana lubang untuk kunci yang dibawanya. Ia masih tetap diam, karena jika ia berbicara semua akan hilang. Hingga lubang kunci itu ditemukan dan memasukkan kunci itu dan memutar kunci itu. Proyektor itu pun menyala, Nela memeluk lututnya sambil menonton video yang membuatnya penasaran.

Nela menangis, semua yang berada di dalam film itu adalah kenangannya bersama Lao. Lena yang duduk sambil membawa satu pot tanaman dan Lao yang memfotonya, dengan pakaian yang mirip dengan gadis yang ia kira kembarannya. Nela baru ingat semuanya. Di video itu juga Lao memberi sebuah pesan sambil tersenyum, “Nela, aku sangat mencintaimu. Maafkan aku ya! aku sebenarnya adalah kakak kandungmu sendiri. Makannya aku menjauh darimu, seharusnya memang kita tak boleh bertemu. Aku saat sendiri di rumah ini, aku merawat sendiri badanku. Aku sakit keras sehingga aku tak tau jika aku tiada. Jika aku sudah tiada tolong sampaikan ke ayah mamamu ya! bilang saja Kak Lao udah tenang di sana.. bye” Video itu pun berhenti dan ruangan itu menjadi gelap.

“K-kak Lao? hiks hiks hiks” Nela tak tahan lagi dengan apa yang telah terjadi padanya. Lao, kekasihnya ternyata adalah kakak kandungnya sendiri. Kini Nela tau apa penyebab Lao memutuskan hubungannya dengan Nela. Semua sudah jelas di depan mata Nela.
Nela memutuskan untuk tidur supaya menenangkan pikirannya.

Ketika ia membuka matanya, ia kaget ternyata jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul 11 lebih 5 menit. Berarti ia baru saja tertidur lima menit! Ia sadar ternyata ia sedang bermimpi. Lalu yang terjadi barusan itu apa?

Cerpen Karangan: Latania Rokhim
Facebook: Latania Rokhim

Cerpen Pikiran Aneh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)

Oleh:
Rom dan Sam masih menodong supir bus yang malang itu. Karena ditodong, akibatnya supir itu tidak konsentrasi dalam menyetir. Seekor anjing tiba-tiba melintas mendadak. Supir bus terkejut bukan main.

Kantong Ajaib Si Tikus

Oleh:
Doraemon adalah karakter kartun kesukaan Ciko. Saking sukanya, anak lelaki 8 tahun itu membuat kamarnya dipenuhi gambar robot kucing itu. Suatu hari setelah Ciko selesai menonton film doraemon di

Bayangan Dari Gelap

Oleh:
Malam yang dingin. Bintang gemerlapan di atas langit. Berkali-kali gendang bertabuh. Suaranya mengakar sampai ke telinga. Seorang penari dengan mahkota berhias. Selendang yang dilemparkan ke kanan dan kiri. Bunyi

Ikhlas Mencintaimu

Oleh:
“Di sini saja ya Mbak, lihatlah langit itu Mbak,” jemariku menunjuk ke barat, “Boleh, senjanya cukup indah ya Dik,” wanita berbaju putih itu memberhentikan sorongannya, “Benar Mbak, baru pertama

I’m Loving You Today

Oleh:
Cerita ini dimulai siswi SMAN Kusuma Bakti yang bernama Kesya Brilliant gadis cantik dan pandai di kelasnya dengan Leonkey Prasetya dia adalah sahabatnya sekaligus seseorang yang sangat ia cintai.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *