Power Boyz

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 8 May 2014

Dan Impian Pun Menjadi Kenyataan

Suatu hari, aku pulang dari sekolah menuju taman. Aku di sana merenung dan membayangkan bagaimana bila aku menjadi super hero. Dengan 2 pedang, 1 pedang besar, dan teknologi lain seperti Iron Man. Mengingat aku selalu berhayal dan menceritakan hayalan itu ke temanku, mereka malah mengolok aku. Tiba-tiba, aku melihat sebuah cahaya putih yang datang mengarah ke seorang anak kecil. aku takut itu membahayakan anak itu, maka aku pun melindungi anak itu. Rasanya seperti ada kekutan dari diriku. Aku melihat sekeliling dan semuanya biasa saja. Tapi, apa yang terjadi denganku? Pakaian jaket hitam, celana panjang hitam, 2 pedang di belakang, dan sabuk aneh yang ada di pinggangku? dan saat aku mengambil sebuah benda panjang yang kecil di belakangku, benda itu berubah menjadi pedang besar. Dan juga ada layar seperti interface dari kaca mataku. Apakah ini mimpi? Aku mencobanya dengan cara melemparkan pedang itu ke sebuah pohon. Entah karena tenaga dari pedang itu atau aku yang terlalu kuat melempar, pohon itu tumbang. “Wow, mungkin ini yang aku hayalkan terwujud”. Aku kembali berubah menjadi diriku yang normal dan bergegas menuju rumah.

Keesokan harinya, aku bangun dari tempat tidur. Selintas aku melihat kota hancur dan kacau. aku kembali mengusap mataku. Ternyata itu benar terjadi. Aku beranjak keluar rumah dan melihat seseorang seperti temanku, Arief. Namun dengan pakaian seperti kucing, atau di Lyoko, Odd Della Robia.
“Apa yang terjadi?”, tanyaku.
“Alien menyerang. Tidak ada waktu menjelaskan, cepat berubah!”
“Bagaimana kau tau bahwa aku bisa berubah?”
“Kau menggunakan sabuk pengubah wujud kan?”
Dia menyadari hal itu, aku pun melihat di pinggangnya juga ada sabuk yang mirip sepertiku. Aku pun langsung berubah menjadi Ninja seperti kemarin.

Aku lihat sekeliling semua orang tidak ada. Tiba-tiba dari belakang aku melihat sesosok alien. Namun dia pun mati. “Bagaimana bisa?” Ternyata Arief yang menembak alien itu dengan panah lasernya.
“Mungkin kau cocok sebagai Sharpshooter” Kataku karena takjub
“Ah, biasa saja”
“Tapi kita masih harus mencari orang yang hilang itu”
“Kau benar. Petualangan baru dimulai”

Pertemuan kawan lama

Biasanya aku santai di hari minggu ini, tapi semua berubah saat alien datang ke bumi. Aku dan Arief pun harus mencari induk kapal alien itu. Tiba-tiba, wushhh… Sebuah pedang yang tertancap dilempar seseorang.
“Ini daerahku, pergi kalian dari sini”, kata seseorang yang berdiri di atas pohon.
Terlihat dia memakai pakaian samurai, baju kuning, 2 pedang, seperti Ulrich Stern di Code Lyoko. Dan orang itu mirip teman kelas 8 ku, Faisal. Dia adalah Frienemies aku. Setelah dia merebut orang yang aku suka, aku agak menjauhinya.
“Faisal, apakah itu kau?”, tanyaku.
“Jangan dekati dia. Dia dikendalikan alien. Tapi bagaimana dia dikendalikan, aku tak tahu. Hanya mata dia merah seperti dikendalikan.” kata Arief.
“Lebih baik aku yang urus dengan kemampuanku sebagai kucing penembak.”
Arief menembakkan panah lasernya, namun Faisal mengelak dengan super sprintnya dan menyerangku dengan pedangnya yang menikam perutku. Darah keluar dari mulutku.
“Pintar sekali… kau. Terlalu pintar untuk menjadi apa yang kau inginkan”. Itu hanya bayanganku. “Hey, kau tau kan kalau aku itu Ninja Modern. Teknologi, pikiran, dan aksi itu sudah berkembang”.
Aku melihat ada seperti laba-laba robot yang mengendalikan Faisal. Aku pun langsung mengeluarkan Shuri-Gun dari gulungan ninjaku. Kuarahkan ke laba-laba itu. Setelah hancur, Faisal tersadar.
“Ummm… Apa yang terjadi?”
“Kau dikendalikan. Tidak ada waktu menjelaskan. Semua orang dalam belas kasihan para alien, termasuk semua orang yang kita cintai”, Kata Arief.
“Berarti… IBU!!!”, Teriak Faisal sedih.
“Tenanglah, aku yakin semua baik-baik saja. Termasuk orang itu”, Hiburku.
“Terima kasih. Sekarang ke mana kita?”
“Ke Alun-Alun!”

Meet With Powerpuff Girls Z

“Aduh laparnya”, kata Arief.
“Memang hanya kamu yang lapar! Aku juga tau”, Kataku.
Mencari toko itu sulit, karena kita masih di downtown. “Seingatku ada toko di daerah ini, tapi di mana?” Bayangkan saja downtown itu seperti daerah kecamatan, misalkan Cileunyi (HIHIHI… Hanya orang bandung yang tau).
“Bro, lihat! Toko. Kita langsung saja ke sana”, kata Faisal.
“Tapi, uangnya? Kita pergi dari rumahku (Rumahku ada di Cinunuk, daerah Cileunyi juga) sampai sini nggak bawa uang”, keluhku
“Sudahlah Gung (Aku belum nyebut namaku ya? Namauku Laurencius Ruiz Agung Chrisdyanto. Panggilan Agung. Mau tau tentangku? Buka facebook cari Clarence Garside), semua orang sudah diculik alien, mumpung tak ada orang, kenapa kita tidak ambil saja?”, kata faisal.
“(Benar juga ya. Kenapa aku jadi yang bodoh sih?) ya juga sih. AYO!!!!”
Banyak makanan di toko itu. Seperti mie cup instan, kue, minuman ringan, kita ambil banyak. Setelah puas makan, kita melihat 3 perempuan yang aneh. “Sepertinya aku kenal dengan mereka, tapi di mana?” Kataku pelan-pelan.
“Mungkin ada di khayalanmu itu yang tak terwujud”, Olok Arief.
“Kon’nichiwa, soko ni dareda (Hai, siapa disana)?” kata perempuan dengan baju hijau.
“Appurupaishotto (Tembakan pie apel)!!!”, seru perempuan baju merah (Yang baju merah jangan sampai lolos- Salah satu lirik lagu ‘nyanyian kode’) sambil melemparkan yoyo ke arahku.
Tapi serangan itu bisa ditahan oleh Faisal dengan pedangnya, tapi menyebabkan ledakan dan pedang Faisal rusak sedikit. “Wow, kekuatan apa itu?” Faisal bingung.
“Baburushanpan (Bubble Champagne)”, seru perempuan berbaju biru dengann menyerangku dengan balonnya.
Serangan itu mengenaiku. ledakan balon itu sangat sakit seperti dijepret (nggak ada pilihan kata lagi) karet di tangan dan tersetrum listrik. “Serangan itu, bagaimana dia bisa menyerangku dengan balon itu?”, pikirku.
“Suingusonikku (Swing Sonic)” Seru perempuan dengan menyerang Arief dengan palunya.
Serangan itu juga mengenai Arief. “Sepertinya… awwww… saraf perasaku sudah putus.”, Kata arief meringis sakit.
“Aku ingat, mereka adalah pahlawan dari jepang. Powerpuff Girls Z. Sore wa sono yona ugoki o motte iru hito dakedesu (Memang hanya kau yang punya jurus seperti itu)?”, Kataku.
“Watashitachi mo, anata yori mo yoi ugoki o motte (Kita bahkan punya jurus lebih bagus dibanding kalian)! Kata Faisal.
“Yatte mimashou (Ayo kita lakukan)!” Kata Arief.
Kami pun (maksudnya kami Power Boyz) membuat formasi dan menyerang mereka.
“Shuri gun (Senjata baru seperti panah laser hanya pelurunya shuriken)!” Seruku sambil menembakkan shuri gun ke Momoko (Blossom).
“Supasupurinto (Super Sprint)!”, Faisal berlari cepat. “Imasugu! Daburusurasshu (Sekarang! Double Slash)!” dia menyerang dengan dua pedangnya ke Miyako (Bubble).
“Yajirushi reza (panah laser)!”, arief menembak panah laser ke Kaoru.
Serangan kami kena ke mereka. Mereka pingsan.
“Lalu apa yang harus kita lakukan? Membiarkan mereka?” Tanya Arief.
“Kita bawa mereka ke rumah orang untuk berlindung dan tunggu mereka sadar”, usulku.

Cerpen Karangan: Laurencius Ruiz Agung Chrisdyanto
Facebook: Clarence Garside

Cerpen Power Boyz merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kamar 7

Oleh:
Tiara adalah anak yang cantik, pendiam, baik, dan tidak terlalu pandai tetapi mempunyai kreatifitas tinggi terhadap seni, dimata orang lain yang belum mengenal nya pasti menggangap Tiara pendiam, tetapi

Tuhan, Kembalikan Cinta Pertama Ku

Oleh:
“Nah anak-anak, sekarang kita sudah sampai di tempat untuk latihan kepemimpinan. Kalian sudah siap untuk menjalani pelatihan ini?” begitu tutur seorang guru yang kini sedang membimbing kami. “Siap Pak!”

Adventure Land (Part 2)

Oleh:
Pagi, fajar mulai menyingsing dari sebelah timur. Membuat secercah cahaya menerobos masuk ke kamar para gadis. Twilight bangun dibuatnya. Cukup waktu satu menit untuk memulihkan kesadarannya. Kemudian langsung beranjak

Magic Book

Oleh:
Clara, gadis berumur 11 tahun ini sangat menyukai pelajaran di laboratorium. Maklumlah, ayahnya seorang ilmuwan. Bahkan, Clara sudah dibuatkan ruangan oleh ayahnya untuk experimen-experimen barunya. Ya, walaupun ruangannya tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *