Pulang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 13 March 2018

Seorang anak berjalan menyusuri jalan yang sunyi menuju stasiun kereta untuk kembali pulang ke desanya. Di perjalanan, sesekali ia bersiul keras dengan nada yang menusuk hati siapapun yang mendengarnya dan memecahkan kesunyian di kota kecil itu.

Langit kelihatan menghitam dan mulai meneteskan air matanya, pelangi segera menutup diri dan membukakan gerbang surga untuk anak itu. Sebelum gerbang surga melahap batin anak itu, ia berkata “Tidakkah kau bosan? Akankah kau terlahir kembali suatu saat nanti? Karena kereta yang akan membawamu pulang tidak akan pernah menjemputmu, mengapa kau masih mencari desa tempatmu menutup umur?”.

Langit seketika menjadi terang, anak kecil itu terbangun di sebuah bukit dengan hamparan rerumputan yang menyejukkan dirinya. Tubuhnya berlumuran dengan penderitaan tapi hatinya dipenuhi dengan bunga.

Kemudian terdengar bunyi kereta api yang mendekati dirinya, “Betapa bahagianya, kau datang kembali pak masinis”, gumamnya kecil. Cahaya kereta api itu menyilaukan pandangannya sejenak, kemudian anak kecil itu melihat dirinya sendiri, berjalan menyusuri jalan yang sepi dan sunyi menuju stasiun kereta api. Lalu langit menjadi sangat terang, sebuah cahaya datang dengan cepat dan meyilaukan pandangan, dan seketika menghantam tempat itu.
“Akankah kau terlahir kembali?, karena kereta yang yang akan membawamu pulang, tidak akan pernah datang untuk menjemputmu”.

15 tahun yang lalu di sebuah tempat, pecahan meteorit menghantam kota kecil yang indah, dimana seorang anak berjalan dengan langkah kakinya setiap hari tanpa rasa bosan menuju stasiun kereta, untuk pulang ke desanya.

Cerpen Karangan: Binsar Sitorus
Facebook: facebook.com/OpenmyGates
Seorang yang Senang menulis Cerita Singkat, namun masih harus banyak Belajar karena masih banyak Kekurangan yang harus Diberitahu kepada Dunia

Cerpen Pulang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Age To Seventeen Years (Part 1)

Oleh:
Aku berlari seakan-akan hanya hari ini aku diberikan kesempatan untuk hidup. Aku hanya berpikir kali ini aku tidak boleh melewatkannya lagi setelah beberapa hari yang lalu aku hanya disibukkan

Berawal Dari Mimpi

Oleh:
Perjalanan yang amat sangat jauh, menyusuri jalan setapak yang penuh dengan sebuah misteri. Setiap kulangkahkan kakiku saat itu juga kurasakan betapa perasaan ini tenang, tentram, tanpa beban dan kudengar

Cerita Lo Nggak Lucu

Oleh:
Kenta berlari menembus pepohonan, di sampingnya ada Eka yang membawa tas yang cukup besar, membuat gadis itu cukup kewalahan. “Sepertinya, kita harus mencari tempat untuk sembunyi,” kata Eka sambil

Taman Magis

Oleh:
Gadis itu masih di sana. Duduk di sudut kamar sambil memeluk lututnya, air mata masih setia membasahi wajah cantiknya, meski berkali-kali diseka dengan kasar, cairan bening itu tetap tak

Hidup Benda Mati

Oleh:
Dunia bukanlah hanya untuk seseorang yang benar-benar dapat hidup dengan jantungnya. Tanpa disadari tak punya jantungpun segala sesuatu memiliki rasa, memiliki keinginan dan dapat pula mati. Benda mati tak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *