Rahasia Toca

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 10 March 2015

‘1… 2…” Tesya tiba-tiba berhenti menghitung jumlah gambar domba yang tertempel di dinding kamarnya. Dia selalu melakukan hal ini sebelum tidur. Namun sepertinya malam ini tidak seperti biasanya.
“apa itu?” tanya Tesya dalam hati. Bocah 7 tahun itu mendengar suara aneh di pekarangan rumahnya. Dengan rasa ingin tahu yang menggebu-gebu, ia langsung lari dan turun untuk melihat ada apa di luar rumahnya.

“pelan-pelan, ntar ibu bangun Toca.” bisik Tesya kepada boneka kelinci kusam yang selalu dipegangnya. Dengan perlahan tanpa suara, Tesya membuka pintu. Gadis kecil ini sepertinya tak punya rasa takut. Ia langsung keluar rumah tanpa mengenakan sendal favoritnya.
“halo…? ada orang disini?” suara tesya begitu pelan dan lembut sehingga tak ada yang terganggu. Tetap senyap dan sunyi di pekarangan indahnya.

Tesya berjalan pelan menghampiri semak belukar yang ada di samping rumahnya. Semak tersebut sepertinya membuat gadis kecil tembem itu penasaran. “aku tahu kau disitu…” Tesya seolah-olah membuat suasana malam purnama ini seperti bermain petak umpet. Ssaap!! Toca telah direbut dari tangan mungil Tesya. “Toca!! Hey, kembalikan, Maling gila!” Tesya kaget dan mencari cari siapa pencuri Toca.
Ia berbalik arah dan tak jadi masuk ke semak belukar tadi. “woy, maling! kembalikan Toca!” Tesya melihat seorang berbadan besar tengah melompat keluar dari pagar.

Tanpa berpikir panjang, Tesya mengambil sepeda kecilnya dan mengejar si maling keluar pagar. Setelah keluar pagar, genjotan Tesya berhenti mendadak. Keringat dingin pun mengucur seluruh tubuhnya. “Toca, kenapa kau begitu banyak?” Ia melihat ribuan Toca berdiri di hadapannya dengan mata biru bersinar. Dia sedikit bingung dengan apa yang terjadi. “ini mimpi malam hari! Aku harus melewatinya!” gumam Tesya dengan berani. Lalu, ia pun mendayung sepedanya dengan cepat dan melewati hadangan ribuan Toca aneh. Tak seperti yang dipikirkan, ribuan Toca meledak saat ia melindasnya. Untung benar untung, Tesya berhasil melewati rintangan tersebut dengan selamat.

“kembalikan Toca-ku, Maling!” teriak Tesya kepada Maling bertopeng Spiderman tersebut. Maling tersebut entah kenapa tak berlari kabur. Ia malah memilih berdiri dan berhadapan dengan Tesya. Tangan maling itu pun merogoh kantung jeansnya dan mengeluarkan gunting pangkas yang tajam. “apa yang kau lakukan?” tanya Tesya heran. Si maling tak berbicara satu huruf pun. Ia mengarahkan gunting tersebut ke leher Toca untuk memotong leher boneka malang tersebut. “kau kira aku takut? ini hanya mimpi!” Tesya sangat yakin ini mimpi. Maling itu mengangguk pelan dan langsung memotong leher Toca. Ctek! Kepala Toca langsung jatuh ke tanah. “lebih baik aku mencubit diriku agar bangun dari mimpi buruk ini!” Tesya sepertinya takut melihat pemandangan itu. Tak disangka, cubitan Tesya ternyata tidak mempan. “aauu, sakit!” Tesya bingung. Kenapa ia tak juga bangun. “Tesya, kamu ini tidak bermimpi nak.” si maling membuka topeng dan ternyata itu adalah ayah Tesya! “ayah? Kenapa ini?” Tesya mulai menangis. “Toca bukanlah Boneka biasa. Ia itu monster kecil! Kamu tahu, Ayah tadi tidak merebutnya! Toca sendiri lah yang kabur dari genggamanmu karena ia tahu, ayah dari belakang mengikutimu untuk menangkapnya. Lalu ayah pun mengejarnya!” penjelasan ayah membuat Tesya diam sejenak. “Bagaimana dengan ribuan Toca yang ada di jalan tadi, ayah?” tanya Tesya. “itu bukan ayah! Itu semua teman teman Toca! Ayah sudah tahu semua tentang Toca dan pasukannya dari kode rahasia yang ada di kotak boneka tersebut! Ayah mempelajarinya dan ternyata benar! Toca adalah monster kecil!” Tesya sekarang malah menggeleng tak terima. “Nggak, ayah! Tesya nggak ngerti dan nggak percaya!!” ia menjerit sekuat tenaga dengan memejamkan mata.
“ayah?” setelah membuka matanya, pemandangan lain lagi terpampang jelas. Ayahnya tiba tiba terkapar penuh darah dengan pisau tertancap di punggung. “hai, Tesya. Yang dipotong ayahmu tadi, itu temanku kok!” tanpa diduga, Toca muncul dan berdiri di atas punggung ayahnya dengan wajah menyeramkan. “Tiidaaaak!!!”.

Cerpen Karangan: Nanda Insadani
Facebook: Nanda Insadani

Nama lengkap: Nanda Insadani
TTL: Medan, 29 Juni 1998
Alamat: Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau
Sekolah: SMAN 1 Bagan Sinembah

Cerpen Rahasia Toca merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Secret Treasure (Harta Karun Rahasia)

Oleh:
Alex, aku tinggal bersama Kakek di Amerika tepatnya di New York City -NYC. Aku biasa bekerja mencari barang-barang bersejarah. Aku bekerja dengan beberapa teman aku, ada Troy, Ryan, Bax,

Penunggunya Siapa?

Oleh:
Dodi menggigit jarinya gelisah. Bola kesayangannya masuk ke rumah kosong, yang angker. “Aku pulang ya Dod, mau main PS” ujar Tito yang malah kabur pergi ke rumahnya, padahal Tito

Tragedi Bunuh Diri

Oleh:
Di bawah langit yang mulai redup, ketika senja hampir saja beranjak, seseorang dengan keputusasaannya berdiri di atas pagar pendek pembatas jembatan, ia berdiri mematung berpijak pada lempengan besi yang

Miracle (Part 2)

Oleh:
Dia masih berusaha melontarkan banyak kata maaf padaku, tapi entah hatiku masih beku untuk menerimanya kembali. Bukan sebuah masalah perjodohan yang sedang ku perdebatkan dengan hatiku sendiri. Tatanan kebohongan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Rahasia Toca”

  1. arsy says:

    Cerpen yang bagian terakhirnya aku suka..

  2. Andhini Sekar Putri says:

    Aku suka cerpennya terakhirnya seremm kereen banget ….

  3. lily says:

    Cerpen nya bagus banget! Apalagi yang akhir nya.. I like it!

  4. Malika Sekar R. says:

    Iya bagus bgt cerpennya apalagi yg endingnya. Terus berkarya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *